
"Kau ini pesimis sekali sih, seharusnya kau itu mengatakan kalau aku bisa mengalahkannya. Masa begitu aja sudah keok."ucap Yura yang seolah menyindir Kaisar Han. Karena Wanita itu mengatakan bahwa sang Kaisar tidak bisa mengalahkan siluman rubah merah.
"Bukannya seperti itu, istriku. kita harus berhati-hati, kau tahu sendiri kan apa yang dikatakan oleh Ayahanda ku." jawab Kaisar Han.
"Tentu saja aku mendengar apa yang dikatakan oleh Ayahanda mu, tapi kenapa juga kau harus mau mengalah dengan siluman itu?" tanya Yura.
"Tapi, mengapa kau selalu mengatakan hal itu, Apakah ada sesuatu yang kau sembunyikan!" tanya Kaisar Han.
"Tentu saja aku tidak tahu apa-apa, aku kan cuma pendatang baru yang ada di kerajaan ini." jawab Yura.
"Kau itu selalu mengatakan hal itu, memang ribuan tahun yang lalu kau sudah pergi meninggalkan kami semua. namun aku selalu menunggumu Selama ratusan tahun ini, aku selalu menantikan dirimu kembali di sisiku." jawab Kaisar Han.
"Gombal banget rayuanmu itu, Yang mulia. padahal aku sendiri tahu kalau kau menanti aku tapi dalam penantian mu itu kau sudah memiliki 3 istri sekaligus." jawab Yura.
"Itu bukan keinginanku." jawab Kaisar Han.
"Halah..,kau itu sama saja dengan pria yang lain, kalian itu kalau ada wanita cantik mata kalian jelalatan." jawab Yura. sambil melipat kedua tangannya di dada.
"Memangnya kau tidak percaya dengan kata-kataku?" tanya kaisar Han kepada Yura.
"Tidak sedikitpun." jawab Yura yang kemudian pergi dari hadapan Kaisar Han.
"Isteriku, aku ini sedang berbicara dengan mu. mengapa kau selalu menghindar, kalau tidak kau selalu pergi meninggalkanku!!" seru Kaisar Han.
__ADS_1
"Pikirkan saja kenapa aku melakukannya." jawab Yura yang sudah meninggalkan Kaisar Han.
Selir Mei yang berada tidak jauh dari tempat Kaisar Han, nampak wanita itu hatinya sangat gatal saat melihat Kaisar Han memperlakukan Yura dengan begitu spesial. padahal 3 selirnya tidak pernah dilirik sama sekali.
"Aku benar-benar sangat membenci wanita itu, lihat saja kalau ada kesempatan aku akan membunuhnya." ucap selir Mei yang terlihat tangannya begitu mengepel. dia mengangkat tangannya seolah meninju ke arah Yura.
"Apa yang kau lakukan, selir Mei?" tanya selir Nai kepada selir Mei.
"Kau lihat sendiri kan apa yang aku lakukan, jadi tidak usah bertanya seperti itu." jawab selir Mei yang kemudian pergi dari tempat itu.
"Aku sudah bilang kan kalau kita harus mencari siasat untuk mengamankan diri kita, jika kita memusuhi wanita itu maka kita sama saja dengan mencari kematian kita. yang mulia Kaisar benar-benar sangat mencintai wanita itu, bahkan sikapnya tidak pernah sekalipun seperti itu pada kita." ucap Nai.
"Aku tidak peduli, Lihat saja kalau ada waktu aku akan meracuninya, aku akan membunuhnya!" seru selir Mei yang kemudian pergi dari tempat itu.
Selir Nai tidak akan melakukan hal itu, karena dia masih menginginkan hidup enak di kerajaan tanah surgawi Kalau.
Beberapa wanita yang ada di kerajaan tanah surgawi sudah mendengar mengenai ke-3 selir Kaisar Han yang sudah diceraikan. satu selir sudah pergi dari kerajaan tanah surgawi, namun selir Mei dan selir Nai lebih memilih untuk tetap tinggal di kerajaan tanah surgawi.
Memangnya siapa yang tidak akan tergoda untuk menjadi istri dari seorang Kaisar, begitu pula dengan beberapa wanita yang terus mencoba untuk mendapatkan hati Kaisar Han. Yura sudah mendengar kabar mengenai hal itu dari dayang Lin. dia diam saja karena Yura ingin tahu bagaimana perasaan sang Kaisar Jika dia terus menerus ditolak oleh Yura. Apakah dia tetap mempertahankan cintanya itu ataukah dia malah mencari wanita lain untuk pelampiasan hatinya.
"Nona, Mengapa Nona tidak mau bergerak sama sekali?" tanya dayang Lin kepada Yura.
"Memangnya aku harus melakukan apa?" tanya Yura kepada ada yang Lin.
__ADS_1
"Apa tidak sebaiknya Nona melakukan sesuatu karena Nona adalah wanita yang dipilih oleh sang Kaisar." jawab dayang Lin.
"Itu semuanya terserah pada yang mulia, dia mau menungguku atau mencari wanita lain." jawab Yura.
"Tapi Nona, apakah Nona tidak takut kalau Yang mulia Kaisar akan memilih wanita lain sebagai istrinya?" tanya dayang Lin kepada Yura.
"Memangnya kenapa? kenapa aku harus melakukan hal itu, jika Yang mulia Kaisar melakukan hal itu..,berarti cintanya tidak tulus padaku, dia hanya ingin mengejar hasratnya semata." jawab Yura.
Dayang Lin menatap Yura, wanita itu sekarang tahu apa maksud dari kata-kata Yura selama ini.
"Tapi, apakah Nona yakin kalau yang mulia Kaisar tidak akan pernah mencari wanita lain?" tanya dayang Lin kepada Yura.
"Aku tidak tahu, andai kata Yang mulia Kaisar mau menungguku itu lebih baik." jawab Yura.
"Tapi nona, kau tahu sendiri kan begitu banyak wanita yang benar-benar ingin mendapatkan hati yang mulia Kaisar." jawab dayang Lin.
"Sudahlah, dayang. kenapa dari tadi kau membicarakan hal itu, lama-kelamaan kepalaku jadi pusing gara-gara kata-katamu itu." jawab Yura yang kemudian pergi dari ruangan itu sambil terus menggerutu tidak karuan gara-gara perkataan dari dayang Lin.
Terlihat di suatu tempat Yura terus memikirkan apa yang dikatakan oleh dayang Lin, perkataan dayangnya itu ada benarnya juga. di sisi lain dia ingin segera menjadi istri dari Kaisar Han, setiap kali pria itu selalu menyatakan perasaannya..,hati Yura terus berdebar kencang. namun, Yura sedikit takut dia takut semua ini bukan kenyataan. dia takut kalau semua ini hanyalah mimpi saat dia sudah terbangun, tiba-tiba kenyataan pahit di dalam hidupnya kembali lagi. malam itu terlihat Yura sedang berada di taman istana, dia menatap bintang-bintang yang bertaburan sama ketika Yura berada di dunianya, dia memang suka menatap bintang-bintang di saat malam hari.
"Kemarin aku menatap bintang, tiba-tiba bintang nya berubah menjadi dewa air. kalau sekarang tiba-tiba bintang itu berubah menjadi wujud manusia lagi..,berarti bintang-bintang yang ada di kerajaan tanah surgawi ini benar-benar sangat ajaib." guman Yura sambil menatap langit.
Semilir angin benar-benar membuatnya begitu tenang, semilir angin yang membawa sosok yang tadi pagi menemui Yura. Kaisar Han yang merasakan keberadaan hawa dari siluman rubah merah, tentu saja pria itu dengan cepat pergi ke tempat Yura.
__ADS_1
"Tunjukkan wajahmu!!" seru Kaisar Han yang sudah berada di depan tubuh Yura yang sedikit terlelap, tiba-tiba wanita itu terbangun saat mendengar suara teriakan Kaisar Han yang begitu keras.
** bersambung **