
Setelah memberi kabar mengenai siluman rubah merah, terlihat Kaisar Han menyuruh siluman rubah putih untuk berhati-hati. dia tidak akan membiarkan pria itu mencoba untuk mendapatkan istrinya. Waktu mulai berjalan, dengan begitu berapi-api Yura terus memberikan pelajaran kepada putri Liani dan selir Mei. dua wanita yang selalu mengejar suaminya.
"Selir, Apakah kau tidak tahu cara untuk menyembuhkan dan mengobati para warga itu?! kalau kau menyentuh mereka dengan seperti itu, itu namanya kau menghina Mereka!!" seru Yura.
"Tapi mereka sangat menjijikkan, Yang mulia." jawab selir Mei.
"Kalau kau terus seperti itu, akan ku potong jari jemari mu itu!!" seru Yura yang membuat selir Mei langsung terdiam.
"Wanita Ini dari tadi terus membuatku sangat marah, dia terus mengancam ku tanpa henti." guman selir Mei yang terlihat begitu marah karena dirinya mendapatkan perlakuan seperti itu dari Yura.
"Kenapa?! Apakah kau tidak terima karena aku melakukan hal itu? Lalu apakah kau ingin aku berdiam diri setelah melihat mu memperlakukan para warga desa seperti itu?!" tanya Yura kembali.
Selir Mei tidak bisa menjawab pertanyaan dari para wanita itu, ingin sekali dia melakukan sesuatu kepada Yura. karena dia dengan begitu sombongnya memperlakukan dirinya seperti seorang pembantu.
"Tapi, semuanya itu makhluk-makhluk menjijikkan, kenapa aku yang seorang bangsawan harus mau membantu mereka?!" seru selir Mei yang mengatakan kata-kata yang begitu dibenci oleh Yura. sebuah Senyum juga sebuah emosi yang begitu meluap keluar dari Yura ketika selir Mei mengatakan kalau para wanita itu adalah makhluk yang menjijikan.
"Jaga mulutmu!!" seru Yura yang kemudian memberikan tamparan yang sangat keras di pipi selir Mei hingga membuat wanita itu matanya langsung berkaca-kaca.
"Apa yang Yang mulia lakukan?!" seru selir Mei.
"Kenapa aku tidak boleh menamparmu? sedangkan kau terus-menerus menghina para warga yang ada di desa ini? apa kedudukanmu tanpa adanya para penduduk di kerajaan? Apa gunanya kau menjadi petinggi jika kau tidak mempunyai masyarakat yang akan mendukungmu!!" seru Yura yang membuat selir Mei terdiam.
__ADS_1
Para warga desa Naming benar-benar tidak percaya kalau wanita yang Beberapa hari lalu datang ke tempat itu selalu memberikan mereka perhatian, bantuan dan memberikan mereka perlakuan yang begitu baik.
"Dengarkanlah aku selir Mei, Putri Liani. aku tidak sudi berada satu tempat dengan kalian, jika kalian menganggap diri kalian yang lebih hebat maka kalian boleh pergi dari tempat ini. pergilah dari sini dan tinggalkan Desa ini, Tapi Ingat kalian tidak boleh kembali ke kerajaan tanah surgawi. Karena aku telah mengusir kalian dari kerajaan!" seru Yura yang emosinya mulai tidak terkontrol.
"Kau tidak boleh melakukan hal itu!" seru selir mei,
"Kenapa aku tidak boleh melakukannya? seharusnya kau sudah keluar dari kerajaan karena kau sudah diceraikan oleh yang mulia Kaisar! kata-kata Yura yang begitu tegas membuat para warga desa naming baru mengetahui kalau wanita yang baru datang itu adalah seorang selir Kaisar. namun dia sudah diceraikan.
Nampak para warga desa terus membicarakan selir Mei, seorang wanita yang tidak tahu malu dan terus berusaha untuk mendapatkan sesuatu yang tidak bisa dia dapatkan di tempat lain.
Terlihat seorang pria yang berada di atas lingkaran pelindung yang ada di desa Naming dia terus menatap seorang yang bersikap begitu tegas, seorang wanita yang berbeda dimensi. seorang wanita yang telah membuat siluman rubah merah jatuh cinta kepadanya.
"Tapi, kenapa kau mengatakan hal itu padaku, permaisuri? padahal aku tidak ikut-ikutan semua rencana selir Mei!" seru Putri Liani.
"Dengarkanlah aku Putri Liani, aku masih tetap diam dengan semua yang kalian lakukan padaku. Jadi sekarang aku minta padamu untuk segera pergi dari tempat ini. jika kalian terus sangat ingin berada di sini, Maka jangan salahkan aku jika aku akan melempar kalian dengan tidak hormat sama sekali!!" seru Yura yang membuat selir Mei benar-benar tidak percaya kalau dirinya sekarang sudah diusir dari kerajaan.
"Yang mulia, Yang mulia. katakan pada wanita itu kalau Yang mulia tidak akan mengusirku!!" seru selir Mei kepada kaisar Han.
"Untuk apa aku harus melakukannya, istriku kan sudah bilang dia telah mengusir kalian dari kerajaan. maka dari itu kalian sudah tidak mempunyai gelar Apapun, kau sudah aku ceraikan. jadi gelarmu bukanlah seorang selir. Mei huana itu adalah namamu, jadi Mei sekarang yang kau terbebas dari semuanya dan silakan ke pergi dari tempat ini." jawab Kaisar Han.
Putri Liani yang mendengar kata-kata Kaisar Han nampak dia terdiam. ternyata benar apa kata selir Nai, kalau wanita itu tidak mungkin ditentang. sekarang Nai wulang sudah hidup tenang bersama dengan Jenderal Ang. sedangkan selir Mei dia telah diusul dan di dicabut gelar kebangsawanannya.
__ADS_1
Kedua kaki selir Mei langsung lemas saat dia mendapatkan perintah yang begitu menyayat hatinya. kehilangan semuanya dan dia juga kehilangan harga diri karena diperlakukan seperti itu oleh wanita yang menjadi permaisuri di kerajaan tanah surgawi.
"Apapun akan kulakukan, asalkan Yang mulia Kaisar tidak mengusirku!!" seru selir Mei yang kemudian bersujud di hadapan Kaisar Han.
"Maafkan aku, Mei. tapi aku tidak bisa melakukan semua itu, istriku sudah mengatakannya bukan? kalau mulai sekarang kau tidak boleh berada di kerajaan. Jadi sekarang kau bebas ke mana saja dan jangan lupa untuk melakukan apa yang ingin kau lakukan." jawab Kaisar Han yang kemudian meminta istrinya untuk pergi dari tempat itu. jika tidak kemarahan dari Yura akan semakin membesar.
Di luar dinding segel, Terlihat siluman rubah merah mulai menghancurkan segel yang dibuat oleh sang Kaisar bersama siluman rubah putih. dengan terang-terang siluman rubah merah terus menggunakan kekuatannya untuk menghancurkan segel yang dilakukan oleh sang Kaisar. nampak sekali kalau pria itu tidak akan melepaskan seorang wanita yang telah membuatnya tergila-gila.
"Api, air, angin. jadilah satu!!" seru siluman rubah merah yang menggunakan kekuatannya untuk menghancurkan segel yang dibuat oleh kaisar Han dan siluman rubah merah.
Yura dan yang lain merasakan kalau segel yang ada di desa itu hendak dihancurkan oleh seseorang.
"Suamiku, kelihatannya ada seseorang yang berusaha untuk memasuki tempat ini? Apakah ada yang belum kau ceritakan padaku?" tanya Yura kepada sang suami.
"Kemungkinan besar itu adalah siluman rubah merah." jawab kasar Han.
"Ooo.., pria ekor buntung itu ya?" tanya Yura yang membuat siluman rubah putih menatap dengan tatapan mata yang seolah ingin mengetahui Apa maksud dari kata-kata pria berekor buntung.
"Apa maksudmu, Yang Mulia? siapa yang kau sebut dengan ekor buntung?" tanya siluman rubah putih kepada Yura.
*** bersambung **"*
__ADS_1