
Sedikit demi sedikit masker yang dipakai oleh Yura mengelupas, sehingga membuat dirinya benar-benar memperlihatkan wujudnya yang sebenarnya. sebuah wujud yang begitu luar biasa, seorang wanita yang begitu cantik hingga membuat seorang Dewa yang turun dari khayangan juga ikut terpesona melihat kecantikan dari Yura.
"Lihatlah Yang Mulia, Ternyata wanita itu seorang bidadari!" seru salah satu pejabat Kerajaan Langit biru. Tentu saja Raja Zagato tidak akan mau percaya dengan para anak buahnya, pria itu menatap Yura di antara pusaran angin yang begitu luar biasa.
Terlihat bayangan Seorang pria sudah berdiri di depan Yura, seorang pria yang memakai pakaian begitu indah dengan gambar burung phoenix yang begitu cantik. tatapan mata Yura menatap sosok pria yang belum terlihat jelas, Tak lama kemudian dua bola mata Yura benar-benar bisa melihat jelas sosok pria yang keluar dari pusaran angin tersebut.
"Aaaaa!!! setan-setan!!!" seru Yura yang berteriak begitu keras. wanita itu langsung mundur sembari merangkak dan ingin berlari dari pusaran angin itu. Namun sayang sekali seorang pria yang keluar dari pusaran angin itu langsung menangkap Yura dan membawanya menghilang dari kerajaan Langit biru.
"Aaaaaa...."
suara teriakan Yura ketika dirinya tiba-tiba sudah berada digendongan pria yang belum terlihat wajahnya. tentu saja Yura tidak akan bisa melihat wajah pria itu, karena pria itu ternyata memakai topeng perak yang begitu Itu Indah.
Tak Berapa lama kemudian di sebuah tempat yang begitu aneh menurut Yura, dirinya sudah di sana bersama pria tersebut. tatapan mata Yura menatap pria itu sembari menghela nafasnya dengan kasar dan memegang dadanya.
"Selamat aku, selama." ucap Yura yang kemudian melihat pria yang dia kira telah menolongnya. padahal pria itulah yang akan menjadi dewa kematian bagi orang-orang. karena dia lah Dewa yang diberikan tumbal oleh orang-orang yang ada di Kerajaan langit biru.
"Terima kasih Ya Tuhan... karena kau telah menyelamatkanku dari orang-orang yang mencoba menumbalkan ku!!" seru Yura. tatapan mata pria itu menatap Yura yang begitu polos namun mempunyai kekuatan yang lumayan besar.
"Siapa bilang aku menyelamatkanmu!" seru pria itu kepada Yura. tentu saja Yura langsung melepaskan tangannya ketika dia berterima kasih kepada pria asing tersebut.
"Jadi kau bukan menolongku, lalu kamu siapa?!" seru Yura.
__ADS_1
"Kau adalah tumbal yang diberikan padaku, Jadi kau adalah wanita yang akan menjadi penghuni kerajaan ini." jawab pria tersebut.
Sebuah tempat yang begitu asing dimata Yura.
"Tempat apa ini!" seru Yura.
"Selamat datang di Kerajaan ku, Kerajaan di atas awan." jawab pria itu. tentu saja Yura benar-benar terkejut karena bukannya bebas malah wanita itu menjadi tawanan di Kerajaan di atas awan. sedangkan yang satunya tadi Kerajaan langit biru.
"Apes bener hidupku ini, masa barusan terbebas dari kerajaan tadi Sekarang malah aku dikurung di kerajaan ini. apaan, Kerajaan langit biru, Kerajaan atas di atas awan. ini nama Kerajaan Kok aneh banget." guman Yura yang menatap tempat di sekitarnya.
"Sebaiknya Aku mencari jalan untuk kabur dari tempat ini, masa gadis secantik Aku mau dijadikan tumbal. Yang benar saja..." gerutu Yura yang kemudian terus mondar-mandir di sebuah ruangan. ruangan yang sangat gelap dan tidak ada ranjang atau apapun, ruangan kosong yang benar-benar kosong.
"Aku bersumpah kalau aku bisa lepas dari sini aku bakal akan balas dendam kepada mereka." ucap Yura yang kemudian malah mengetuk-ngetuk tembok. kalau di serial detektif sih.. kalau tembok mungkin ada ruang rahasianya. Kalau ini kan beda,
"Segera kita ikat dia, Dan kita jadikan tumbal untuk yang mulia Raja!" seru para dayang.
"Apa-apaan kalian mau membuat aku menjadi tumbal, kalian ini benar-benar makhluk tidak berperasaan!!" seru Yura dengan begitu keras.
Memangnya wanita mana Yang mau dijadikan tumbal. baru datang dibawa oleh meteor yang tidak dikenal, dijadikan tumbal..tentu saja semua wanita yang ada di dunia ini bakal melarikan diri.
"Jika kau berani membantah perintah yang mulia raja Elios, maka kau akan mati di ruangan ini!" seru para dayang yang berpakaian begitu aneh.
__ADS_1
"Kalian kira aku takut dengan wajah kalian yang begitu aneh itu, lihat aja dandanan kalian itu seperti porselen yang di diberi riasan begitu banyak!" sindir Yura yang kemudian berkacak pinggang di hadapan mereka.
Tentu saja preman seperti Yura tidak akan pernah takut dengan para wanita seperti mereka yang sangat sok.
"Kau mau menantang kami!" seru beberapa dayang.
"Memangnya aku tidak boleh menentang kalian." jawab Yura yang kemudian berdiri sambil menatap para wanita yang sok jagoan itu.
"Baiklah kalau begitu!" seru para dayang.
Sesaat kemudian terlihat segaris petir tiba-tiba muncul di tangan para dayang tersebut, hal itu membuat Yura nyalinya langsung menciut. bagaimana tidak, di dunia yang begitu modern tidak ada orang yang bisa menggunakan ilmu magic seperti itu.
"Kalian ini benar-benar bukan manusia!" seru Yura.
Sesaat kemudian Yura terus menghindar dari sabetan petir yang keluar dari tangan para dayang.
"Jika kau terus memberontak, maka maka jangan salahkan kami jika kau akan mati di tangan kami!" seru para dayang Kerajaan.
"Coba saja, mati lebih baik daripada dijadiin tumbal." jawab Yura.
Sesaat kemudian tiba-tiba tubuh Yura menjadi panas dingin, entah apa yang terjadi namun hal itu membuat Yura benar-benar berkeringat dingin.
__ADS_1
** bersambung **