PERMAISURI SANG KAISAR

PERMAISURI SANG KAISAR
Yura yang berbicara tanpa di saring


__ADS_3

Brukk..


Tubuh selir Mei langsung tersungkur di tanah karena dia mencoba untuk menarik tubuh Yura, dan berpura-pura untuk jatuh bersama malah yang terjadi wanita itulah yang jatuh sendiri.. hingga membuat tubuhnya langsung terkena tanah yang agak basah


"Yang Mulia, tolong...." manja selir Mei.


"Mengapa aku harus menolong mu?" jawab Kaisar Han Phoenix.


'Mengapa Yang Mulia tidak menolong hamba?!" seru selir Mei.


Tidak ada suara yang keluar dari mulut Kaisar Han Phoenix. pria itu langsung memacu kudanya dan meninggalkan selir Mei yang berada di sana.


"Sialan, wanita itu benar-benar sialan!" seru selir Mei yang kemudian kembali ke tempat dirinya dengan berguman tidak karuan.


Saat menunggangi kuda bersama Kaisar Han Phoenix, tatapan mata Yura benar-benar menatap setiap jalan yang ada di depannya.


"Ternyata istrimu itu benar-benar seorang wanita brengsek ya.." ucap Yura yang tanpa menyaring perkataannya sama sekali. dengan terang-terangan dia mengatakan sebuah kata yang seolah dirinya tidak takut sama sekali dengan orang yang ada di belakangnya.


"Kenapa kau mengatakan hal itu?" tanya Kaisar Han Phoenix.


"Kalau dilihat dari gelagat dan cara berbicara serta raut wajah istrimu itu.. kalian menikah karena sesuatu ya?" tanya Yura.


Kaisar Han nampak tidak menjawab pertanyaan Yura, pria itu hanya diam saja.


"Tidak usah menutupinya Yang Mulia, kalau dari cara berbicara mu tadi..aku menyimpulkan kalau kau tidak mencintai istrimu sama sekali. kemarin tadi aku bertemu dengan dua istrimu yang kelihatannya hanya mencintai kedudukanmu saja." ucap Yura.


Wanita itu benar-benar tidak bisa menyaring perkataannya sama sekali, seharusnya dia mengatakan sesuatu dengan berpikir dahulu.

__ADS_1


"Apakah kau tidak takut mati?" tanya Kaisar Han Phoenix kepada Yura.


"Memangnya kenapa?" tanya Yura kembali.


"Karena orang yang sedang kau bicarakan itu adalah aku, Aku seorang Kaisar, Aku mempunyai kedudukan yang lebih besar dari siapapun disini. Aku tidak pernah mengira Kalau dirimu berani mengataiku seperti itu." ucap Kaisar Han Phoenix.


Sebuah senyum terukir di bibir Yura, wanita itu terus berbicara tanpa menyaring perkataannya.


"Mengapa kau harus melakukan hal itu, aku kan tidak mengatakan apapun. aku cuma mengatakan kalau dirimu itu adalah seorang pria yang hanya menjadi bidak catur Kerajaan-mu saja, kenapa kau tidak menjadi seorang pria yang mempunyai pendirian." ucap Yura.


Ada sebuah sentilan yang ditunjukkan oleh Yura ketika dia berbicara, Kaisar Han merasa kata-kata yang diucapkan oleh Yura itu ada benarnya. tidak ada seorangpun yang berani menggurui Kaisar Han, baru sekarang ada seorang wanita yang Dengan terang-terangan mengatakan hal itu padanya.


"Yang Mulia, bolehkah aku bertanya sesuatu lagi?" tanya Yura kepada Kaisar Han.


"Ada apa?" tanya Kaisar Han kembali.


"Memangnya kenapa?" tanya Kaisar Han balik.


"Kelihatannya para penjaga yang ada di luar kediamanmu itu mereka adalah para penghianat, pasti mereka akan melaporkan Apa yang kau lakukan kepada junjungan mereka." jawab Yura.


Kaisar Han Phoenix langsung menghentikan kudanya, kata-kata yang diucapkan oleh Yura benar-benar mengusik hati Kaisar Han. akhirnya sang Kaisar membawa Yura ke suatu tempat di sebuah taman yang ada di luar Kerajaan. tak berselang lama pria itu langsung menghilang membawa Yura ke sebuah gazebo tempat Yura dan Kaisar Phoenix pertama kali bertemu.


"Ini, di sini ini kan tempat waktu aku tertidur dulu?" tanya Yura yang kemudian meloncat dari kuda hingga membuat Kaisar Han sangat terkejut.


"Bisakah kau bersikap seperti seorang wanita bangsawan?" tanya Kaisar Han Phoenix.


"Aku tidak peduli bangsawan atau apa, yang penting aku adalah diriku sendiri." jawab Yura yang kemudian berjalan mengarungi tempat tersebut. bunga-bunga yang ada di tempat itu benar-benar membuat Yura begitu bahagia.

__ADS_1


"Kenapa kita ada di sini?" tanya Yura.


"Karena aku harus berbicara denganmu mengenai sesuatu, kalau aku membawamu ke tempat keramaian maka itu akan berbahaya bagi kita." jawab Kaisar Han Phoenix.


Saat mendengar kata bahaya antara Yura takut dan tidak namun wanita itu lebih memilih mengamankan diri di tempat asing ini.


"Memangnya Apa yang ingin kau tanyakan padaku?" tanya Yura kepada Kaisar Han.


"Bagaimana kau bisa mengatakan hal itu mengenai seluruh orang yang ada di Kerajaan ku?" tanya Kaisar Han Phoenix.


"Entahlah, namun aku bisa membaca raut wajah mereka dan aku bisa membaca pergerakan dari tubuh mereka dan menilai semua sikap mereka." jawab Yura.


"Apakah kau yakin?" tanya Kaisar Han.


Yura menganggukkan kepalanya,


"Lalu, kenapa kau mempunyai tenaga yang sangat besar?" tanya Kaisar Han lagi yang menyelidik.


"Entahlah, aku tidak tahu. memang di zaman ku Aku adalah seorang wanita liar namun aku tidak mempunyai kekuatan seperti waktu itu. setelah kejadian meteor itu dan berpindah ke tempat ini, seolah aku mendapatkan sebuah kekuatan." jawab Yura.


"Apakah kau yakin?" tanya Kaisar Han Phoenix.


"Buat apa aku berbohong, Aku bukanlah tipe seorang wanita pembohong." jawab Yura yang sangat marah ketika dirinya dikatakan sebagai pembohong.


"Lalu, Apakah kau yakin dengan semua yang kau katakan mengenai pengawalku itu?" tanya kaisar Han kembali. Yura menganggukkan kepalanya, sesaat kemudian wanita itu malah menatap Kaisar Han yang begitu emosi saat mengetahui tentang kebenaran.


** bersambung **

__ADS_1


__ADS_2