PERMAISURI SANG KAISAR

PERMAISURI SANG KAISAR
Desa yang menderita


__ADS_3

"Huhh..," suara helaan nafas Yura.


"Ada apa Yang Mulia?" tanya dayang Lin.


"Huffff.., aku lapar." jawab Yura.


"Tentu saja Yang mulia sangat kelaparan dari tadi kan Yang Mulia belum makan sama sekali." jawab dayang Lin yang terlihat membawa beberapa buah-buahan dan makanan.


"Kau tahu dayang, Aku benar-benar sangat benci dengan kondisi seperti ini. dulu kalau di duniaku aku selalu berusaha untuk membantu orang-orang seperti ini, karena terasa sakit jika kita meminta bantuan tapi tidak ada yang menolong. terasa sakit jika kita sendirian tanpa ada seseorang di samping kita, benar-benar terasa sakit jika harus menahan rasa lapar ini dan melihat orang lain Lebih kenyang daripada kita." ucap Yura yang terlihat menatap beberapa anak kecil yang berada di sana.


Salah satu gadis kecil yang sedang berada di sana nampak dia terus menatap Yura dan mendekati Yura.


"Gadis kecil, apa sedang kau lakukan?" tanya Yura kepada seorang gadis kecil yang berusia 10 tahun. dia tidak mengeluarkan sepatah katapun, dia hanya tersenyum sambil menatap buah-buahan yang ada di tangan Yura.


"Apakah kau mau buah ini?" tanya Yura saat dia melihat tatapan mata gadis kecil itu terus menatap makanan yang ada di tangannya.


"Bolehkah aku meminta buah itu?" tanya gadis kecil kepada Yura.


"Aku akan memberikanmu buah ini, tapi siapa namamu?" tanya Yura kepada gadis kecil itu.


"Namaku Simi, Aku adalah gadis yang tinggal di desa ini?" jawab simi sambil menatap buah yang ada di tangan Yura terus-menerus.


"Baiklah kalau begitu, Simi. aku mau tanya sekali lagi, apa yang terjadi di Desa ini?" tanya Yura sambil mengelus rambut gadis kecil tersebut. gadis kecil itu enggan untuk mengatakannya, apalagi dia pernah mendapatkan perlakuan yang benar-benar sangat kasar.


"Tidak apa-apa, aku akan berada disini untuk beberapa waktu. Jadi kau katakan apa yang terjadi dengan Desa ini?" tanya Yura kepada Simi. gadis kecil itu menatap Yura sambil memeluknya, gadis kecil itu menceritakan semua yang terjadi di desa tersebut. desa yang dulunya begitu makmur, para penduduknya mengalami kesuksesan sebagai pedagang dan penambang perhiasan yang ada di bukit belakang desa tersebut.

__ADS_1


"Lalu, apa yang terjadi?" tanya Yura kepada gadis kecil tersebut.


"Seorang penguasa yang bernama Tuan Bajau mengambil semua milik kami, Kakak. bahkan pria itu menyiksa Kami Bersama para prajuritnya." jawab Simi sambil menatap wajah Yura.


"Lalu?" tanya Yura kembali yang kemudian mengelus rambut Simi kembali.


Seorang wanita tua bersama suaminya datang mendekati yura. wanita tua itu terlihat memegang tubuh Simi.


"Nona, sekarang kau membantu kami, tapi jika suatu saat nanti kau sudah pergi dari sini mungkin nasib kami akan kembali lagi." ucap nenek tua sambil memegang tubuh Simi.


"Kenapa seperti itu, nek?" tanya Yura kepada nenek tua.


"Karena Tuan Bajau selalu memata-matai kami, Dia selalu mencari alasan agar kami mau menyerahkan seluruh hasil tambang kami." jawab kakek tua.


Wanita yang berusia tua itu nampak menganggukkan kepalanya. "Benar sekali Nona, kemungkinan besar suatu saat kalau besok kau telah pergi mereka akan menyiksa kami dan kami akan mengalami hal seperti ini lagi." jawab kakek tua.


"Baiklah kalau begitu, aku akan membantu kalian dan aku akan meminta bantuan kepada seseorang." jawab Yura yang kemudian keluar dari tempat itu.


Tatapan mata Yura menatap ke kanan dan ke kiri saat berada di sebuah tempat.


"Siluman rubah putih, ngapain dari tadi kau terus sembunyi! keluar tahu!!" seru Yura yang sudah berteriak memanggil siluman rubah putih.


Siluman rubah putih yang sedang bersembunyi tentu saja dia sangat terkejut saat Yura sudah mengetahui tempat keberadaannya.


"Aku hitung sampai 3, kalau kau belum keluar maka aku akan menarik telinga dan ekor mu itu!!" seru Yura kembali yang membuat siluman rubah putih langsung menampakan dirinya. dia tidak menyangka kalau Yura mengetahui kalau dirinya diminta oleh kaisar Han untuk mengikuti istri dari sang Kaisar.

__ADS_1


WUSS..


WUSS..


"Hai Yang Mulia!!" seru siluman rubah putih yang sudah menunjukkan dirinya kepada Yura.


"Aku sudah curiga ketika suamiku memperbolehkan aku keluar dengan begitu mudahnya. Jadi kau dari tadi pagi sudah mengikutiku ya!!" seru Yura kepada siluman rubah putih.


"Tentu saja Yang mulia, tidak mungkin yang mulia Kaisar melepaskan Anda begitu saja, karena yang saya tahu Yang mulia benar-benar tidak akan bisa hidup tanpa Anda." jawab siluman rubah putih.


"Dasar pria kurang ajar, kau berani sekali bersembunyi tanpa mau menampakan batang hidungmu dan tidak mau membantuku dalam kesulitan!!" seru Yura sambil berkacak pinggang dan menunjuk siluman rubah putih yang sudah menampakan wujudnya didepan Yura.


"Bukan seperti itu Nyonya, kan aku disuruh Yang Mulia Kaisar untuk mengikutimu secara diam-diam. jadi sesuai perintah aku tidak menampakan diri ku." jawab siluman rubah putih yang berbicara sambil tersenyum kepada Yura.


"Ternyata suamiku benar-benar tidak bisa dipercaya, berani sekali dia melakukan hal itu dan memata-matai ku. Apakah dia tidak percaya kalau aku bisa menjaga diriku atau dia tidak percaya kalau aku ini wanita setia." cibir Yura yang membuat siluman rubah putih hanya menganggukkan kepalanya.


Tidak mungkin bagi siluman rubah putih untuk mengatakan sesuatu, karena hal itu akan menambah masalah semakin besar. "Maafkan saya Yang Mulia, saya hanya menjalankan perintah dari Kaisar Han. Jika saya tidak menjalankan perintah itu kemungkinan besar dia akan sangat murka." jawab siluman rubah merah.


"Bukan itu yang aku katakan, yang aku tanya Kenapa kau tidak mau membantuku dan para prajurit yang lain saat kami dalam masalah besar!!" seru Yura yang membuat siluman rubah merah menelan ludahnya dengan susah payah. karena Yura adalah seorang wanita yang benar-benar mengingat seluruh peristiwa bahkan sakit hatinya pun akan dia ingat untuk waktu yang sangat lama.


"Maafkan aku, Yang mulia. aku akan membantumu, mulai sekarang jadi apapun yang kau perintahkan aku akan membantumu." jawab siluman rubah merah yang terlihat tidak ingin berkelahi dengan Yura. kalau sampai pria itu berkelahi dengan Yura maka dia bisa menjamin kalau dirinya akan menjadi irisan dendeng yang begitu tipis dan dijemur dibawah sinar matahari yang Begitu terik.


"Aku minta tolong padamu, bicaralah kepada suamiku dan bilang kepadanya. Mungkin aku akan membutuhkan waktu yang lama di sini, Kalau dia mau ke sini silakan, kalau dia tidak mau ke sini ya silakan itu terserah padanya." ucap Yura yang membuat siluman rubah putih kembali menelan ludahnya dengan begitu susah payah. karena kata-kata yang diucapkan oleh Yura seolah wanita itu menginginkan siluman rubah putih mati bunuh diri saat mengatakan hal itu kepada kaisar Han.


*** bersambung ****

__ADS_1


__ADS_2