PERMAISURI SANG KAISAR

PERMAISURI SANG KAISAR
Yura, Wanita luar biasa


__ADS_3

Semua sikap-sikap yang ditunjukkan oleh Yura benar-benar membuat orang-orang yang ada di dalam Kerajaan Tanah Surgawi tidak habis pikir, tidak ada seorang pun, tidak ada satu laki-laki pun yang bisa membuat Yura meliriknya.


Bahkan terkadang Yura tidak merespon sama sekali ketika dia dipuji oleh orang-orang itu,


"Ternyata Nona Yura adalah seorang wanita yang benar-benar cantik." Puji seorang pria yang mempunyai kedudukan sebagai salah satu pejabat yang ada di Kerajaan Tanah Surgawi.


Tidak ada respon dari Yura, bahkan senyum yang ditunjukkan Yura seolah senyum itu mengejek mereka.


"Terima kasih atas pujiannya, Tuan tampan. tapi maaf sekali karena saya saya tidak terlalu suka dipuji, dibalik pujian seseorang pasti ada kemauannya." jawab Yura yang membuat orang-orang yang memujinya langsung tersentak.


Karena dibalik pujian mereka tentu saja mereka ingin mencari muka karena sudah tersiar kabar Kalau Yura adalah calon istri keempat dan akan dinikahi secara sah, bahkan terdengar kabar Kalau Yura adalah calon permaisuri dari Kerajaan Tanah Surgawi.


"Wanita ini benar-benar tidak bisa dijilat sama sekali, kata-kata yang diucapkan oleh orang-orang itu nampak dia pentalkan." ucap salah satu orang kepercayaan dari Kaisar Han Phoenix.


Terlihat dayang Lim memasuki tempat Yura, wanita itu tersenyum saat menatap wajah Yura.


"Walaupun tidak memakai make up tetapi dandanan Yura selalu natural dan membuat orang-orang yang ada di sekitarnya selalu menyukainya, memang benar-benar sangat cantik." ucap dayang Lim yang membuat Yura menatapnya.


"Kau ingin menjadi penjilat seperti mereka?" tanya Yura balik


Dayang Lim langsung menutup mulutnya, wanita itu tidak bermaksud untuk menjilat kepada Yura. dia memang benar-benar menyukai sikap Yura yang tidak mudah dirayu bahkan sangat sangat mengerti Bagaimana sifat-sifat dari seluruh orang yang ada di Kerajaan Tanah Surgawi.


"Nona-nona Yura kan sudah berjanji padaku kalau aku menemani ke kediaman Yang Mulia Kaisar Nona akan membacakan Salah satu sifat dari orang yang ada di Kerajaan ini." ucap dayang Lim sembari mengerucutkan bibirnya.


"Memangnya aku pernah berjanji seperti itu ya?" canda Yura yang membuat dayang Lim nampak cemberut.

__ADS_1


"Iya, Iya Memangnya kau ingin melihat sifat Siapa?" tanya Yura.


"Sekarang Nona mau ikut aku tidak?" tanya dayang Lim.


"Mau ikut ke mana?" tanya Yura balik.


"Sudah Nona diam saja, nanti pasti Nona akan tahu." jawab dayang Lim yang membuat Yura mengikutinya.


Di sebuah tempat di sebuah tempat yang benar-benar membuat Yura menatap tempat itu, di sebuah tempat yang masih ada dalam lingkungan Kerajaan. Dayang mengajak Yura ke sebuah ruangan yang ada di kediaman para tabib Kerajaan.


"Aku tidak sakit, Mengapa kau mengajakku ke sini?" tanya Yura.


"Siapa bilang Nona sakit." jawab dayang Lim.


"Jadi pria itu ada disini ya?" tanya Yura. tak berselang lama terlihat Seorang pria sudah keluar dari bangunan, kalau sekarang dikatakan sebagai rumah sakit di sana adalah Rumah Sakit Kerajaan. dayang Lim tersenyum saat melihat pria itu tatapan mata Yura menatap dayang Lim yang sedang tersenyum kepada pria itu.


"Oooo jadi pria itu ya.." ucap Yura yang membuat dayang Lim langsung menatap Yura sembari tersenyum.


"Dia baik, tetapi sayang dia suka berbohong dan tidak bisa jujur." ucap Yura yang membuat wajah dayang Lim langsung pias seketika. kecewa itu adalah kata yang bisa diucapkan oleh dayang Lim ketika dia mendapatkan jawaban dari Yura.


"Apakah Nona Yura yakin?" tanya dayang Lim.


"Kalau aku tidak yakin aku tidak akan mengatakannya." jawab Yura. senyum yang tadi ditunjukkan oleh dayang Lim seketika langsung hilang, ternyata pria pujaan hatinya adalah seorang pria pembohong yang tidak bisa berkata jujur, terlihat pria itu mendatangi dayang Lim sembari tersenyum.


Tatapan matanya menatap seorang wanita cantik yang datang bersama sang dayang.

__ADS_1


"Apa yang kau lakukan disini?" tanya si pria kepada dayang Lim.


"Tidak apa-apa Nona, Saya hanya ingin memeriksakan diri nona saja." Jawab dayang Lim yang kemudian mengajak Yura langsung masuk ke dalam ruangan tersebut.


"Apa-apaan kau, Kenapa kau mengatakan kalau aku yang mau bertemu dengan dia?" tanya Yura dayang Lim nampak terdiam ada sebuah rasa sakit ketika dia mengetahui kalau pria pujaan hatinya adalah seorang pembohong.


Tak berselang lama akhirnya sang dayang mengajak Yura masuk ke dalam ruangan itu, ternyata di ruangan itu ada Kaisar Han Phoenix sedang berbincang-bincang dengan salah satu tabib Kerajaan.


"Yang Mulia!!" seru Yura. Kaisar Han Phoenix menatap seorang wanita yang sudah memasuki rumah sakit Kerajaan.


"Apa yang kau lakukan disini?" tanya Kaisar Han Phoenix.


"Nona ingin ke sini untuk memeriksa dirinya Yang Mulia." jawab dayang Lim.


Yura menggelengkan kepalanya sembari menggerakkan kedua tangannya.


"Apakah kau sakit? apa yang sakit, Mana yang sakit?" tanya Kaisar Han Phoenix yang kemudian memutar tubuh Yura.


"Kau ingin membunuhku ya, kau membolak-balik tubuhku. Kau kira aku ini gangsing apa!" seru Yura.


"Katanya kau sakit, Mana yang sakit?" tanya Kaisar Han Phoenix.


"Aku tidak sakit, tahu." jawab Yura.


** bersambung **

__ADS_1


__ADS_2