
Suara teriakan dari para penduduk kerajaan tanah surgawi yang tiada henti-hentinya disiksa oleh Dewa matahari.
Kalian kira kalian bisa atau kalian kira kalian bisa mengalahkanku dan mencoba untuk memberontak padaku!!" seru Kaisar Helios kepada para penduduk kerajaan tanah surgawi.
Begitu banyak para penduduk yang sudah disiksa habis-habisan. Bahkan mereka semua seolah enggan untuk hidup dengan semua penyiksaan yang dilakukan oleh kaisar Helios atau dewa matahari.
"Apa yang harus kita lakukan, Kaisar dan permaisuri belum juga kembali dari tempat mereka. Apa yang akan terjadi pada hidup kita selanjutnya." ucap para penduduk yang terlihat begitu kebingungan karena mereka semuanya tidak dapat menemukan keberadaan Kaisar mereka.
Para penduduk disiksa terus-menerus oleh kaisar baru mereka, hingga membuat kehidupan para penduduk kerajaan Tanah surgawi seperti di ambang kematian.
"Kita seperti di alam baka." ucap beberapa penduduk kerajaan tanah surgawi.
"Dewa, tolonglah kami. kembalikanlah Kaisar dan permaisuri Yura. karena hanya merekalah yang bisa membantu kami." doa para penduduk kerajaan tanah surgawi.
Syalila yang berada di dunia para peri nampak wanita itu benar-benar geram dengan semua yang dilakukan oleh dewa matahari dan putranya. apalagi dewa matahari juga sudah membangunkan seluruh iblis yang telah dikurung oleh Syalila dan suaminya.
"Aku sudah bilang, suamiku. Kalau pria itu tidak bisa dimaafkan!" seru Syalila kepada sang suami.
"Itu bukanlah takdir kita, istriku. ada sebuah takdir yang harus berjalan dan menyelamatkan seluruh orang-orang itu." jawab Ley.
"Orang-orang itu bisa mati!!" seru Syalila yang terlihat sudah murka. Wanita itu sudah merubah dirinya, tanda di keningnya seolah bersinar semakin besar. itu artinya kemarahan Syalila sudah berada di puncaknya, apalagi dewa matahari juga sudah merambah ke dunia para siluman dan membuat para penduduk di sana menderita.
"Kalau seperti ini terus bisa-bisa seluruh makhluk yang ada di alam 5 alam akan musnah." ucap Syalila yang kemudian berdiri dan hendak keluar dari pintu gerbang kerajaan peri.
"Berhentilah istriku!" seru Ley.
"Aku tak perduli." jawab Syalila.
"Kita tidak boleh melakukan sesuatu melebihi batas kita, istriku!" seru Ley yang terlihat tidak ingin istrinya terlalu mencampuri masalah 5 alam. karena dia sudah tidak lagi berada di 5 alam itu. sekarang dia sudah berada di alam peri.
"Dengarkanlah aku suamiku, aku tidak akan membiarkan orang-orang itu mati tanpa ada yang menolong!!" seru Syalila yang kemudian menggunakan kekuatannya untuk membuka pintu gerbang kerajaan para peri.
__ADS_1
Bau yang menyengat bisa dirasakan oleh Syalila. aura para iblis yang sudah menyebar diseluruh permukaan bumi, bahkan di 4 alam.
"Ini inilah yang paling aku benci bau ini yang membuatku tidak suka." ucap Syalila.
Ley yang melihat istrinya sudah keluar dari pintu gerbang kerajaan peri, nampak pria itu juga langsung berdiri.
"Aku tidak akan membiarkanmu keluar sendiri istriku!!" seru Ley.
"Silakan saja, kalau kau tidak mau ikut tetaplah disini karena aku tidak akan membiarkan orang-orang itu mati konyol!" seru Syalila yang kemudian merubah penampilannya.
Sekarang Syalila mempunyai sepasang sayap yang begitu indah, sayap berwarna putih yang akan mampu menghancurkan para iblis yang mencoba untuk mendekatinya.
Apa yang bisa dikatakan oleh Ley ketika melihat istrinya sudah memantapkan keinginannya untuk menolong Para manusia yang ada di alam manusia.
Di tempat lain ternyata Yura dan Kaisar Han sudah mencoba untuk membuka pintu gerbang dimensi terlarang.
"Master, disini waktunya hanya beberapa hari bukan? lalu kalau di sana sudah berapa hari?" tanya Yura kepada pria tua.
"Kemungkinan besar di tempatmu itu sudah 3 bulan lebih." jawab pria tua yang membuat Yura langsung melotot.
"Tentu saja, aku kan sudah bilang kepadamu Kalau tempat ini memiliki rotasi waktu yang lebih lama daripada duniamu." jawab kakek tua.
"Dasar pria tua kurang ajar, Kenapa kau tidak bilang kepadaku?! harusnya kakek itu bilang kepadaku kalau di sana itu waktunya lebih cepat dari tempat ini!" seru Yura yang terlihat memijit kepalanya.
Para siluman yang sudah beregenerasi di tempat itu nampak mereka tersenyum melihat kelakuan Yura yang benar-benar tidak bisa diprediksi sama sekali.
"Nona cantik, Kenapa nona cantik harus terburu-buru ingin pergi dari sini?" tanya seorang siluman pria kepada Yura.
"Sudah diam saja, mulutmu itu tidak usah banyak bicara." Jawab Yura yang kemudian memikirkan bagaimana caranya agar dia bisa keluar dari tempat itu. "Kalau kita berada ditempat ini terus-menerus bisa-bisa kita akan terkubur di sini." ucap Yura yang membuat Kaisar Han hanya diam saja.
"Suamiku, Apakah tidak lebih baik kita mencoba untuk keluar dari tempat ini? aku benar-benar sangat takut kalau dewa matahari dan putranya membuat kekacauan dan menghancurkan Kerajaan kita!!" seru Yura.
__ADS_1
Ternyata Kaisar Han tidak memberitahukan kepada istrinya kalau kerajaannya sekarang sudah diduduki oleh Dewa matahari.
"'Kenapa kau diam saja, suamiku!" seru Yura kembali.
Kaisar Han tidak bisa memberikan jawaban kepada istrinya, karena jika diam memberitahukannya kemungkinan istrinya itu akan sangat murka.
"Sebenarnya istriku, kerajaan tanah surgawi sudah diduduki oleh dewa matahari dan putranya beberapa bulan yang lalu." jawab Kaisar Han yang membuat Yura langsung melotot. seolah kedua bola matanya itu ingin keluar dari kelopak matanya.
"Apa maksudmu? kau..., Kenapa kau tidak bilang kepadaku kalau kerajaan itu sekarang diduduki oleh Dewa matahari!!" seru Yura kembali.
"Aku tidak ingin mengatakannya kepadamu, karena aku tahu kalau ini yang akan terjadi." jawab Kaisar Han.
"Tentu saja aku akan sangat marah, apa kau tidak tahu bagaimana kejamnya dewa matahari? Bagaimana kejamnya Elios!!" seru Yura.
"Tentu saja aku sangat tahu, karena aku adalah orang yang paling mengerti bagaimana kelakuan dari dewa matahari." jawab Kaisar Han.
"Kalau kau tahu, kenapa kau diam saja! seharusnya kita mencari cara untuk menghancurkan pria itu!!" seru Yura kembali.
Sesaat kemudian terlihat Yura mulai berjalan keluar dari pintu gerbang dimensi terlarang.
"Apa yang kau lakukan istriku!!" seru Kaisar Han.
"Tentu saja aku akan keluar dari sini, aku tidak mau para rakyatku menderita atau mereka kehilangan nyawa." jawab Yura. sesaat kemudian terlihat Yura mengkonsentrasikan dirinya, dia menyatukan tubuh dan pikirannya menjadi satu untuk membuka pintu gerbang kerajaan dimensi terlarang.
"Kau diam saja kaisar Han," ucap Kakek tua. karena dia tahu kalau Yura akan bisa membuka pintu gerbang itu dengan sangat mudahnya.
dengan begitu Yura akan bisa keluar masuk ke dimensi terlarang dengan mudahnya.
"Aku tidak akan membiarkan orang-orang Itu menyakiti para penduduk kita, suamiku!!" seru Yura.
Akhirnya Yura mengeluarkan tenaganya, dia fokus ke satu titik untuk membuka pintu gerbang tersebut. sudah berulang kali dirinya dan sang suami berusaha untuk membuka pintu gerbang kerajaan dimensi terlarang, Namun nyatanya dia masih belum bisa juga hingga saat ini. Akhirnya hari ini Yura bertekad ingin membuka pintu gerbang kerajaan dimensi terlarang.
__ADS_1
"Tenanglah Kaisar Han, kau akan melihat istrimu membuka gerbang kerajaan ini dengan sangat mudahnya." jawab kakek tua.
*** bersambung ****