PERMAISURI SANG KAISAR

PERMAISURI SANG KAISAR
Siasat dua selir


__ADS_3

Hujan turun hari ini, langit serasa mendung seperti hati Yura yang sedang mendung. terlihat Gadis itu sedikit kesal dengan sikap Kaisar Han yang seolah menegaskan kalau dirinya adalah pria yang berkuasa dan suka mempermainkan hati wanita.


TOK..


TOK..


TOK..


Terlihat dua selir Kaisar Han sudah mencoba melakukan rencana mereka, mereka berdua sudah mulai mendekati Yura dan ingin melakukan sesuatu kepadanya. mereka akan membuat Yura memihak pada mereka dan membuat Kaisar Han tidak akan mengusir mereka dari kerajaan.


"Siapa sih yang dari tadi mengetuk pintu kediamanku, Apa mereka tidak tahu kalau aku ini sedang istirahat." ucap Yura yang terlihat Dia benar-benar sangat kesal karena hari-harinya terasa diganggu oleh orang-orang yang ada di sana.


TOK..


TOK..


"Ini orang benar-benar sangat menyebalkan ya, apa dia tidak tahu kalau aku ini sedang istirahat, Kenapa dia terus mengetuk pintu kamarku? apa dia ingin berkelahi dengan ku." ucap Yura yang terlihat begitu kesal karena istirahatnya benar-benar diganggu oleh seseorang.


Dayang setia yang selalu bersama Yura terlihat wanita itu juga sedikit kesal karena ada saja orang yang akan mengganggu junjungannya..


Terlihat dayang Lin sedang berdiri hendak membuka pintu kamar majikannya.


"Kau mau ke mana, dayang?" tanya Yura kepada dayang Line.


"Saya membukanya pintunya Nyonya." jawab dayang Lin.


"Sudah, enggak usah dibuka. biarkan saja pintunya. biarkan saja mereka mengetuk pintu sampai capek." jawab Yura.


"Memangnya siapa yang berada di luar sana, Nona?" tanya dayang Lin Kepada Yura.


"Apakah kau tidak tahu kalau yang ada di luar itu adalah para istri Kaisar Han." jawab Yura..

__ADS_1


Kedua kaki dayang Lin langsung terhenti, wanita itu menatap Yura yang melanjutkan merebahkan tubuhnya, Apa kau yakin kita tidak akan membuka pintunya?" tanya dayang Lin.


"Memangnya mau apa kita membuka pintunya, biarkan saja mereka berada diluar sana, kalau kaki mereka sudah capek mereka kan bisa pergi sendiri." jawab Yura sambil tersenyum. kedua selir itu terus mengetuk pintu kamar Yura hingga beberapa menit kemudian. terlihat kedua Wanita itu benar-benar sangat kesal karena kelakuan Yura yang benar-benar diluar batas.


"Berani sekali kau melakukan hal ini padaku, Apakah kau tidak punya etika sama sekali!!" seru selir Mei yang sudah berteriak di luar pintu kamar Yura.


"Biarkan saja mereka marah-marah dulu, nggak usah dihiraukan." ucap Yura yang terlihat menatap dayang setianya itu.


"Tapi, kalau mereka berdua mendobrak pintu ini bagaimana?" tanya dayang lin.


"Jika mereka berani mendobrak pintu kamarku, maka akan kupastikan mereka akan aku lempar sejauh mungkin. mungkin mereka akan ku lempar sampai ke langit." jawab Yura yang terus melanjutkan tidurnya


"Hoamm...,"


terlihat Yura sudah menguap, matanya begitu lelah karena tadi malam dia belum tidur sama sekali. pagi-pagi buta kedua selir Kaisar Han sudah mengganggunya.


"Dayang, tolong ambilkan aku air hangat, teh hangat sama sesuatu yang bisa dimakan." perintah Yura kepada dayang Lin.


"Aku kan sudah bilang nggak usah memanggil namaku dengan sebutan Nyonya. kalau kau masih berani memanggilku dengan panggilan nyonya lagi, akan kupastikan kau juga akan ku lempar ke tempat yang jauh. mungkin saja ke kerajaan musuh kita." ucap Yura yang terlihat memejamkan matanya tapi tangannya tahu kemana arahnya menunjuk keberadaan dayang Lin.


"Jangan seperti itu dong nona, aku tidak mau kau melakukan hal itu padaku. aku kan sudah bilang kalau aku juga mau menikah." jawab dayang Lin.


"Kalau begitu kau diam saja, segera kau pergi dari sini, Carikan aku makanan atau Carikan aku air hangat!!" perintah Yura.


Seketika dayan Lin langsung keluar dari kamar Yura, wanita itu bergegas mencari apa yang diminta oleh Yura.


"Dayang di mana kunjungan mu!!" seru selir yang sudah berada di luar kamar Yura.


"Maaf nyonya, nona saya sedang beristirahat." jawab dayang Lin.


"Kenapa dia lancang sekali tidak mau membuka pintu kamarnya!!" seru Selir Mei.

__ADS_1


Terlihat selir Nai langsung mencubit lengan selir Mei karena mereka ingin rencana mereka berjalan lancar, karena itu mereka harus berbuat baik kepada Yura.


"Aku kan sudah bilang kalau kau tidak boleh mengatakan hal itu, kenapa kau tetap saja mengatakan hal itu!!" seru selir Nai.


"Maaf, Maaf, aku lupa." jawab sendiri Mei.


"Dayang, di mana Nona Yura?" tanya selir Nai kepada dayang Lin.


"Nona masih berada di dalam, kelihatannya dia harus segera istirahat." jawab dayang Lin.


"Kalau begitu, Bisakah aku menemuinya? karena aku dan selir Mei harus membicarakan sesuatu." ucap selir Nai.


"Sebentar Nyonya, saya harus mengambil makanan untuk Nona dulu. Anda duduklah di luar saya segera kembali, kalau tidak saya bisa dimarahi oleh Nona Yura." ucap dayang Lin yang kemudian pergi meninggalkan Selir Mei dan selir Nai.


"Apa yang dia katakan tadi? dia tadi bilang kalau kita harus menunggu wanita itu. Apakah dia tidak mempunyai sopan santun sama sekali." ucap selir Mei yang benar-benar sangat kesal karena dia merasa dirinya dihina oleh pembantu dari wanita yang tiba-tiba datang ke kerajaan tanah surgawi tersebut.


"Kalau kau masih mau di kerajaan ini, jika kau terus-menerus mengatakan hal itu, bisa-bisa yang mulia Kaisar akan mengusir kita berdua." ucap selir Nai sambil memukul tangan selir Mei.


"Tentu saja aku tidak mau melakukan hal itu, Kau kira aku ini tidak mempunyai harga diri, apa?" tanya selir Mei kepada selir Nai.


"Kalau begitu siap-siap lah, karena sebentar lagi kau akan ditendang dari kerajaan ini." sindir selir Nai yang membuat selir Mei langsung terdiam.


Apa yang bisa dia katakan lagi, benar apa yang diucapkan oleh selir Nai, karena jika dia mencoba untuk melukai wanita itu berarti dia bisa bisa dilempar oleh kaisar Han jauh-jauh dari kerajaan itu. dia sudah ongkang-ongkang kaki di kerajaan tanah surgawi, Kalau dia sampai diusir dari kerajaan itu bisa-bisa dia menjadi gembel.


"Apa kita harus mengemis kepada wanita itu?" tanya selir Mei kepada selir Nai.


"Tentu saja, kalau perlu kita bersujud. karena aku tidak mau menjadi miskin dan keluar dari kerajaan ini." jawab selir Mei dan selir Nai nampak hanya terdiam. ingin sekali dia berteriak ataupun menjambak wajah dan rambut Yura. tapi sekarang posisi mereka sangat berbeda, Kaisar Han lebih memilih Yura untuk menjadi istrinya dan melepaskan seluruh wanita yang ada di kerajaannya.


"Baiklah kalau begitu, kita akan memohon kepada wanita itu agar kita tidak keluar dari istana. tidak apa-apa Kaisar Han tidak mencintai kita yang penting kita hidup mewah di kerajaan ini." ucap Mei yang membuat selir Nai menganggukkan kepalanya.


>>>> bersambung <<<<<

__ADS_1


__ADS_2