
"Dayang Lim bilang kalau kau sakit, lalu Mengapa kau bilang tidak sakit?" tanya Kaisar Han Phoenix.
"Aku sedang tidak sakit yang mulia, Jangan mengatakan sesuatu yang membuat ku ingin marah." jawab Yura.
"Lalu?" tanya Kaisar Han Phoenix.
"Aku tidak apa-apa, jadi jangan banyak tanya." jawab Yura yang kemudian duduk di samping Kaisar Phoenix.
"Kalian sedang membicarakan apa?" tanya Yura .
"Aku hanya sedang mendiskusikan untuk memberikan pengobatan kepada beberapa penduduk yang mengalami sakit, karena sebuah wabah yang tidak diketahui." jawab Kaisar Han Phoenix.
"Memangnya ada apa?" tanya Yura kembali.
"Sebuah penyakit yang begitu aneh hingga membuat setengah dari penduduk Kerajaan ini mengalami sakit yang sangat misterius." jawab Kaisar Han Phoenix.
Akhirnya Yura terdiam, wanita itu mendengarkan pembicaraan Kaisar Han bersama dengan salah satu tabib Kerajaan.
"Maaf Yang Mulia, jika saya sangat lancang Bisakah nona ini anda minta untuk pergi. karena perbincangan ini sangat rahasia." ucap sang tabib.
Yura menatap Kaisar Han Phoenix,
__ADS_1
"Ini masalah penyakit, Memangnya masalah apa kau kira itu kau sedang membicarakan pemberontakan?" tanya Yura sambil melotot kepada si tabib.
Tabib tersentak karena ada seorang wanita yang berani berbicara sangat lancang didepan Kaisarnya,
"Tidak Bisakah kau berbicara dengan sopan, karena pria yang ada di depanmu ini adalah Kaisar!!" seru tabib.
Yura tersenyum, wanita itu menatap si tabib.
"Memangnya kesalahanku di mana?" tanya Yura.
Kaisar Han Phoenix nampak menundukkan kepalanya sambil menahan tawa ketika tabib Kerajaannya berdebat dengan Yura. tentu saja pria itu tidak akan bisa menang dari Yura saat berdebat.
"Sudahlah, tapi kau tidak usah berdebat dengan wanita ini. karena wanita ini adalah calon istriku, calon permaisuri Kerajaan ini!" jawab Kaisar Han Phoenix yang membuat Yura langsung menata seorang pria yang dengan lancangnya mengakui dirinya sebagai calon istri.
Setelah itu pergi berlalu meninggalkan Rumah Sakit Kerajaan, sang tabib yang melihat ada seorang wanita yang benar-benar sangat lancang. Tentu saja dia tidak bisa mengatakan apapun,
"Apakah anda yakin Yang Mulia, kalau wanita itu calon istri anda?" tanya tabib.
"Kau lancang sekali tabib bertanya seperti itu padaku, Apakah kau tidak ingin hidup lagi?" tanya Kaisar Han Phoenix.
"Maaf Yang Mulia, Saya hanya bertanya." jawab tabib.
__ADS_1
"Kalau begitu segera kau selidiki mengenai penyakit misterius itu, aku yakin penyakit itu tidak datang secara tiba-tiba." ucap Kaisar Han Phoenix.
Saat mendengar perintah dari Kaisar nya itu, akhirnya si tabib langsung bergegas untuk mencari tahu mengenai penyakit yang sangat misterius itu.
Hari ini Yura kembali ke kediamannya dengan raut wajah yang sangat kesal, dia meninggalkan dayang Lim di rumah sakit Kerajaan karena hatinya hancur ketika dia mendapatkan jawaban dari Yura.
"Pria itu benar-benar pria tidak tahu malu, aku sudah bilang padanya untuk kesekian kali aku tidak mau menjadi istri keempatnya. lalu apa dia selalu bilang kepada orang-orang, kalau aku adalah calon istrinya. calon permaisuri Kerajaan ini, apa itu permaisuri . Bahkan aku tidak tertarik sama sekali dengan kata-kata permaisuri atau jabatan seperti itu." jawab Yura yang kemudian merebahkan tubuhnya di rumput yang ada di depan kediamannya. di bawah pohon yang begitu besar wanita itu menutup matanya, menghela nafas begitu dalam sembari membayangkan para pria tampan yang selalu membuatnya kesal.
Tak berselang lama terlihat jenderal Dan-yu sudah berada di tempat itu, pria itu tersenyum ketika melihat seorang wanita cantik membaringkan tubuhnya di atas rerumputan di bawah pohon yang begitu rindang.
"Siapa sebenarnya wanita ini, kenapa dia benar-benar berbeda dengan para wanita yang ada di Kerajaan. dengan terang-terangan dia tidak mau diakui sebagai istri dari Kaisar Han Phoenix, sedangkan wanita lain pasti mereka akan berlomba-lomba untuk mengejar sang Kaisar." ucap Jenderal Dan-y ketika melihat Yura melelapkan tubuhnya.
Tak berselang lama sebuah Aura yang cukup besar mendatangi tempat tersebut hingga membuat Jenderal Dan-yu langsung pergi dari kediaman Yura. terlihat Kaisar Han Phoenix sudah berada di kediaman Yura, dia tahu kalau Jendral Kerajaannya barusan dari tempat Yura.
Sang Kaisar menatap wajah seorang wanita cantik yang membaringkan tubuhnya di bawah pohon yang begitu besar. langkah kakinya mendatangi Yura sembari ikut membaringkan dirinya di samping orang yang Sudah terlelap di sekitar kediaman Yura.
Kediaman Yura telah diselimuti perisai pelindung, hingga membuat orang-orang yang ada di tempat tersebut tidak akan bisa melihat Yura yang sedang tertidur di depan kediamannya.
"Siapa kau, Mengapa kau benar-benar begitu misterius. 1000 wanita yang telah berada di Kerajaan ini tidak akan pernah menolakku ketika mereka mengetahui aku akan menjadikannya istri. berbeda dengan dirimu, bahkan dengan terang-terangan kau menolakku dengan semua alasanmu." ucap Kaisar Han Phoenix yang kemudian ikut tertidur di samping Yura.
Entah berapa lama saat senja sudah mulai menampakan dirinya, Yura mulai membuka matanya sedikit perlahan. wanita itu merenggangkan kedua tangannya, Yura menguap sembari kedua bola matanya dengan sempurna, tatapan mata Yura menatap di sekeliling. betapa terkejutnya dia, melihat ada seorang pria yang sudah berada di sampingnya tidur bersama dengannya kediaman.
__ADS_1
** bersambung **