
"Tentu saja Yang mulia, aku akan mengatakannya kepada Yang mulia Kaisar. kau tidak usah khawatir." ucap siluman rubah putih yang terlihat meminta Yura untuk kembali ke dalam Desa.
Di dalam Desa itu terlihat beberapa prajurit membantu para penduduk yang masih dalam kondisi terluka. "Apa ada apa? apa!!" seru Yura kepada yang lain.
"Obat-obatan kita tidak terlalu banyak Yang mulia. Apakah...," perkataan dayang Lin yang tidak dilanjutkan karena Yura langsung melotot Karena Wanita itu memanggil Yura dengan sebutan Yang mulia.
"Aku sudah bilang kan Jangan panggil aku dengan sebutan itu, panggil aku Nona!" seru Yura yang membuat dayang Lin menganggukkan kepalanya.
Waktu mulai berjalan, malam pun sudah berganti menjadi pagi.
"Nona,nona!!"seru dayang Lin yang sudah membangunkan Yura.
"Apa, ada apa?!" seru Yura yang kemudian bertanya kepada dayang Lin kembali.
Pagi sudah menyambut Yura yang sedang tertidur, kalau itu harus terbangun karena dia telah dibangunkan oleh dayang Lin.
"Ada apa dayang? Kenapa kau membangunkanku dengan begitu tiba-tiba. aku masih mengantuk." ucap Yura yang kemudian melanjutkan tidurnya. di sebuah tenda Yura telah mendirikan tenda di sekitar Desa itu.
"Nona, nona cepatlah bangun! karena ada masalah yang sangat genting!!" seru dayang Lin yang membuat Yura langsung membuka matanya dan menatap dayang Lin yang mengatakan hal itu.
"Memangnya ada apa? apa yang terjadi?" tanya Yura yang kemudian membuka matanya dan langsung terduduk.
"Coba katakan tadi ada apa?" tanya Yura kembali.
"Dengarkan saya nona, beberapa warga yang ada di desa ini tiba-tiba mengalami kejang dan mereka mengeluarkan busa dari mulutnya." jawab dayang Lin yang membuat wanita itu benar-benar sangat terkejut dengan semua berita yang diberitakan oleh dayang Lin.
"Apakah kau yakin dayang?" tanya Yura kepada dayang Lin.
"Tentu saja saya sangat yakin, nona. karena saya tadi dibangunkan oleh para prajurit." jawab dayang Lin.
Seketika Yura meminta salah satu pengawalnya untuk membawakan air dan dia akan mencuci mukanya terlebih dahulu.
__ADS_1
"Memangnya apa yang terjadi, Yang Mulia?" tanya Yura kepada yang lain.
"Kami tidak tahu Nona, tapi yang jelas mereka telah melakukan sesuatu kepada para warga desa." jawab dayang Lin.
"Tidak mungkin kan mereka tiba-tiba mengalami kejang atau mereka tiba-tiba mengalami keracunan." jawab Yura yang membuat dayang Lin dan para pengawal sedikit kebingungan.
"Maksud Nona, mereka keracunan?" tanya dayang Lin kepada Yura.
"Orang yang mengeluarkan cairan busa dari mulutnya kemungkinan besar dia mengalami keracunan, karena hal itu pasti mereka memakan sesuatu yang membuat mereka mengalami keracunan." jawab Yura yang membuat dayang Lin Dan beberapa pengawalnya nampak menganggukkan kepala.
"Kalian tahu tidak, obat-obatan untuk mengobati orang keracunan?" tanya Yura kepada salah satu prajurit.
"Hamba tahu Yang mulia." jawab Salah satu prajurit yang membuat Yura langsung melotot.
"Aku kan sudah bilang jangan panggil aku yang mulia panggil, panggil aku Nona!!" seru Yura yang membuat si pengawal langsung menganggukkan kepalanya dan menutup mulutnya.
"Gong Yoo! Gong Yoo!!!" teriak Yura yang sudah memanggil nama siluman rubah putih.
"Ada apa Yang mulia?" tanya siluman rubah putih kepada Yura.
"kamu kembali ke kerajaan, gunakan ilmu sihir mu untuk membawa salah satu tabib dan membawa beberapa obat-obatan yang sangat mutakhir. jangan lupa kau harus membawa apa yang Aku perintahkan dengan secepatnya!!" seru Yura yang membuat siluman rubah putih langsung menghilang.
Di tempat lain terlihat seorang pria terus ditemani oleh selir Nai dan Jendral Ang.
"Ada apa Yang mulia? Kenapa Wajahmu seperti itu?" tanya selir Nai kepada kaisar Han.
"Tentu saja aku merindukan istriku, apalagi..," jawab Kaisar Han dengan nada suara yang benar-benar begitu kesal.
"Tapikan Yang mulia bisa pergi ke tempat yang mulia permaisuri." ucap Selir nai yang terlihat memberikan solusi kepada kaisar Han agar pria itu segera mencari keberadaan istrinya.
"Apakah kau tahu kalau kau mengatakan hal itu itu memang benar. Tapi solusi yang kau katakan itu bisa membuatku terkena amarah yang sangat luar biasa. Apakah kau tidak tahu bagaimana Istriku itu?" tanya kaisar Han yang membuat Selir Nai menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
"Tapi Yang mulia, apa yang dikatakan Selir Nai itu ada benarnya. Mengapa yang mulia tidak pergi saja ke sana dan melihat Bagaimana kondisi dari Yang mulia permaisuri, dengan begitu Anda juga akan lebih tenang." ucap jendral Ang yang membuat Kaisar Han memijit pelipisnya dengan sedikit kasar.
Di selah perbincangan Mereka bertiga yang begitu serius, tiba-tiba siluman rubah putih sudah menampakan dirinya di depan Ketiga orang itu. hingga membuat Kaisar Han begitu terkejut.
WUSSS...
"Kenapa kau selalu nongol di depanku dengan tiba-tiba seperti itu! Apakah kau tidak bisa mencari tempat yang tidak membuatku begitu terkejut atau kaget!!" seru Kaisar Han yang kemudian memijit pelipisnya kembali.
Terlihat sekali kalau pria itu benar-benar dibuat pusing oleh istrinya, karena sudah satu hari penuh dia belum kembali.
"Yang mulia, hamba mendapatkan perintah dari yang mulia permaisuri kalau hamba harus mencari seorang tabib dan mencari bahan makanan serta mencari bahan obat-obatan untuk dibawa pergi ke desa itu." ucap siluman rubah putih yang membuat kaisar Han nampak menatap pria siluman itu.
"Apa yang terjadi di sana? kenapa kemarin kau tidak mengabari aku?" tanya kaisar Han kepada Siluman rubah putih.
"Tentu saya saja saya tidak memberikan Anda informasi apapun Yang mulia, karena saya sudah tertangkap oleh Yang mulia permaisuri." jawab siluman rubah putih yang membuat Kaisar Han hanya menggelengkan kepalanya.
"Kau payah sekali, masa kau sampai tertangkap oleh istriku." ledek Kaisar Han yang membuat siluman rubah putih memalingkan wajahnya sambil bergumam tidak karuan.
"Kalau kau berbicara lihat wajahku. tidak usah melihat ke belakang, Kau kira aku ini apa!!" seru Kaisar Han yang membuat siluman rubah putih tersenyum kepada kaisar Han.
"Bukan seperti itu Yang mulia, tapi hamba hanya menjalankan sesuai perintah dari yang mulia permaisuri. kalau saya tidak menjalankannya maka anda tahu seperti apa Kan hasilnya Yang mulia." ucap siluman rubah putih yang membuat Kaisar Han menganggukkan kepalanya.
"Kau benar sekali, Jika kau sampai tidak menjalankan perintahnya kemungkinan besar aku juga akan kena." jawab Kaisar Han yang membuat keempat orang itu menghela nafasnya dengan begitu kasar.
"Jenderal, carikan apa yang diminta oleh siluman rubah putih. Karena aku akan pergi dengannya untuk melakukan peninjauan masalah desa yang telah diserang oleh orang-orang itu." ucap Kaisar Han kepada Jenderal Ang.
"Tapi, yang mulia. Apakah tidak sebaiknya yang mulia pergi bersama para pasukan?" tanya Jendral Ang kepada kaisar Han.
"Tidak usah, karena aku akan pergi bersama Gong Yoo." jawab Kaisar Han.
~bersambung~~
__ADS_1