
"Cepat!" seru Yura yang membentak selir Mei.
"Tapi, aku tidak bisa membantu mereka. Mengapa aku harus melakukannya?" tanya selir Mei yang terlihat menatap para warga yang mempunyai penyakit yang benar-benar sangat aneh. bahkan selir Mei terus menatap luka luka yang dikerumuni oleh lalat.
"Kalau kau tidak membantu sama sekali Lebih baik kau pergi dari sini. Apakah kau tidak tahu kalau para warga ini sedang sakit, cepat lipat pakaianmu dan cepat lakukan apa yang Aku perintahkan!!" teriak Yura yang berkacak pinggang sambil menunjuk selir Mei.
"Kalau aku tidak mau bagaimana?" tanya Selir Mei kepada Yura.
"Kalau kau tidak mau menuruti semua perintah Ku, maka jangan salahkan aku jika aku akan melemparmu, aku akan membuangmu dan aku akan menyuruh para pasukanmu untuk menyeret mu keluar dari Desa ini. aku tidak tahu kemana para prajurit akan membuang mu!!" seru Yura yang membuat Selir Mei yang langsung terdiam. Wanita itu sangat tahu bagaimana sifat dari Yura tentu saja wanita itu tidak akan main-main dalam soal mengancam siapa saja.
"Baiklah aku akan melakukannya." jawab Selir Mei. sesaat kemudian terlihat Selir Mei langsung membantu beberapa tabib yang sudah membantu para warga yang sedang sakit.
"Apa yang sedang kau lakukan disana dengan hanya diam saja! cepat bantu mereka untuk membersihkan tubuh Mereka!!" seru Yura yang membuat selir Mei langsung melakukan semua yang dia inginkan.
"Auch..., ini benar-benar menyebalkan." guman selir Mei dalam hati.
"Apakah kau sedang mengatakan sesuatu ataukah sedang membicarakanku dalam hati?" tanya Yura kepada selir Mei.
"Tentu saja tidak Yang mulia, kenapa aku harus membicarakanmu? kalau aku sampai membicarakanmu nanti aku malah dihukum." jawab selir Mei.
"Tentu saja aku akan memberikanmu pelajaran, karena kau tahu sendiri kan aku adalah permaisuri sang Kaisar. Aku adalah wanita yang paling berkuasa di kerajaan tanah surgawi, Jika kau berani ingin melakukan sesuatu padaku atau kau berusaha untuk mencelakai ku lihat saja aku akan membalasmu 100 kali lipat." ucap Yura yang kemudian mulai melakukan sesuatu.
"Prajurit, Tolong lakukan sesuai perintahku. Aku ingin kau membawa semua obat-obatan itu!!" seru Yura siluman rubah putih yang sudah berada di tempat itu. nampak dia ragu-ragu untuk mengatakan kepada kaisar Han mengenai keberadaan siluman rubah merah.
Langkah kakinya terhenti, dia menatap Yura yang sedang mengobati para warga desa Naming.
__ADS_1
"Apakah aku harus mengatakannya? Apakah aku harus mengatakan kepada Yang mulia Kaisar mengenai keberadaan siluman rubah merah. kalau aku tidak mengatakannya aku takut kalau siluman itu tiba-tiba menampakan dirinya dan membuat keonaran di sini." ucap siluman rubah putih yang terlihat mulai membentengi Desa itu. Dia memanggil beberapa kawanan siluman rubah putih untuk membantunya membangun benteng tidak terlihat agar tidak dimasuki oleh para siluman yang lain.
Kaisar Han yang merasakan kalau siluman rubah putih membuat benteng di sekitar Desa itu, tentu saja Kaisar Han langsung mendatangi siluman rubah putih.
"Apa yang sedang terjadi Gong Yoo?" tanya kaisar Han kepada siluman merubah putih.
"Yang mulia..," jawab Gong Yoo yang terlihat begitu terkejut karena kedatangan kaisar Han.
"Tidak ada apa, Apakah ada sesuatu yang begitu mendesak hingga kau membuat benteng di sekitar Desa ini?" tanya kaisar Han.
Siluman rubah putih terdiam, sesaat kemudian dia menatap sang Kaisar. "Kelihatannya siluman rubah merah berada di sekitar tempat ini, Yang mulia." jawab siluman rubah putih.
Tatapan mata Kaisar Han langsung nyalang saat tahu apa yang diincar oleh siluman rubah merah.
"Tapi Yang mulia, kekuatan siluman rubah merah sekarang sudah berubah. aku bisa merasakan kalau kekuatannya bertambah tiga kali lipat." jawab siluman rubah putih.
"Apa maksudmu?" tanya Kaisar Han.
"Kelihatannya siluman rubah merah meningkatkan ilmunya hingga membuat kekuatannya sekarang benar-benar tidak bisa terdeteksi. saya tadi merasakan sewaktu berada di rumah seorang pria yang telah menghancurkan Desa ini." jawab siluman rubah putih.
"Maksudmu? dia menggunakan kekuatannya untuk melakukan sesuatu yang sangat berbahaya?" tanya Kaisar Han.
"Siluman rubah putih menganggukkan kepalanya.
"Baiklah kalau begitu, tapi yang jelas aku tidak akan pernah membiarkan dia berusaha untuk mendekati istriku. Jika dia berani melakukannya aku akan membuat Dia merasakan bagaimana menjadi tawanan di kerajaan ini." jawab kaisar Han.
__ADS_1
"Tapi kita harus selalu waspada, Yang mulia Saya yakin kalau pria itu tidak akan dengan mudah diam saja. Aku yakin dia akan melakukan sesuatu yang benar-benar tidak bisa kita hindari." jawab siluman rubah putih.
"Aku tahu, namun yang jelas kalian harus berhati-hati dengan semua yang dilakukan oleh pria itu. karena kita harus tahu Bagaimana sepak terjang dari siluman rubah merah. siluman itu mempunyai kekuatan yang sangat luar biasa, namun dia juga mempunyai kelicikan yang lebih luar biasa." jawab Kaisar Han.
"Tentu saja Yang mulai, karena hal itu saya meminta kepada yang mulia Kaisar untuk selalu berhati-hati. dia tidak akan membiarkan kita diam, namun dia juga tidak akan membiarkan kita berusaha untuk melawannya." jawab siluman rubah putih.
"Kau tenang saja, tapi yang jelas aku tidak akan membiarkan pria itu berusaha untuk mendapatkan istriku. karena dia adalah milikku dan dan dia akan selalu menjadi milikku." ucap Kaisar Han.
"Apakah kita bisa melawan siluman itu, Yang Mulia?" tanya siluman rubah putih.
"Aku yakin kita bisa mengalahkannya, tapi akan ada musuh-musuh yang baru yang akan mengincar kita, mereka sudah tahu kalau istriku mempunyai kekuatan yang sangat luar biasa, karena hal itu Aku tidak akan membiarkan siapa saja berusaha untuk mendekatinya." jawab Kaisar Han.
"Lalu, apakah Yang mulia permaisuri juga mengetahui keberadaan pria itu?" tanya siluman rubah putih.
"Aku tidak akan membiarkan istriku mengetahui apapun." jawab Kaisar Han.
Perbincangan mengenai siluman rubah merah membuat Kaisar Han dan siluman rubah putih terdiam untuk sesaat, mereka benar-benar tidak akan pernah mengira kalau siluman rubah putih menemukan keberadaan mereka di desa naming.
"Siluman rubah putih, kau harus selalu waspada saat berada didekat istriku. aku tidak ingin terjadi sesuatu kepada dia, jika terjadi sesuatu kepada dia makanya aku juga akan berakhir." jawab Kaisar Han sambil menatap kedua bola mata siluman rubah putih.
"Tenanglah Yang mulia, saya akan melakukannya. Saya tidak akan membiarkan siluman itu berusaha untuk mendekati permaisuri, karena saya sangat yakin kalau dia akan mencari cara untuk mendekati Yang mulia permaisuri." ucap siluman rubah putih.
"Percuma saja kita menghindar, karena hal itu Sekarang kita akan menghadapinya. Jika dia benar-benar sudah berada di sini kau tetaplah fokus untuk melindungi para warga desa Ini, sementara waktu.., saat ini kita akan terus membantu Desa ini untuk berdiri lagi dari semua kehancuran yang telah mereka alami." jawab Kaisar Han yang kemudian kembali memasuki rumah-rumah para warga desa Naming.
*** bersambung ****
__ADS_1