PERMAISURI SANG KAISAR

PERMAISURI SANG KAISAR
Oh.., kalian juga datang


__ADS_3

Jenderal dan selir Nai nampak hanya terdiam, mereka berdua tidak bisa mengatakan apapun. namun berbeda dengan selir Mei dan Putri Liani nampak kedua wanita itu ingin mencari muka kepada sang Kaisar.


"Sebaiknya kita ikut pergi bersama Yang mulia Kaisar, kita akan berpura-pura membantu permaisuri. jika ada kesempatan kita buang permaisuri ke tempat yang tidak bisa ditemukan oleh orang lain." ucap selir Mei kepada putri Liani.


"Kau benar, dengan begitu tidak akan ada orang yang menemukannya." jawab Putri Liani yang terlihat benar-benar begitu berambisi ingin menjadi permaisuri di kerajaan tanah surgawi. sedangkan selir Nai nampak wanita itu ingin menjadikan Putri Liani sebagai senjata dengan begitu dia akan bisa menyingkirkan 2 orang sekaligus. "Siapa bilang kau akan menjadi permaisuri di kerajaan ini? aku yang akan menjadi permaisuri di kerajaan ini. aku akan menguasai seluruh kerajaan, aku akan menjadi wanita paling berkuasa di kerajaan ini." ucap Selir Mei yang terlihat sudah membuat rencana untuk menyingkirkan Putri Liani dan Yura.


"Kita harus segera ke tempat Yang mulia Kaisar, kita akan mencari cara untuk membuat yang mulia Kaisar menyetujui permintaan kita." ucap selir Mei yang diangguki oleh Putri Liani.


Akhirnya hari itu mereka berdua pergi ke kediaman Kaisar Han.


"Yang mulia, ajaklah kami. kami juga ingin membantu permaisuri, kami juga ingin menjadi wanita yang berguna." pinta Putri Liani dan selir Mei.


"Tidak, Kalian tidak usah ikut. kalian di sini saja Nanti kalian malah membuat langkah kakiku kesulitan." jawab Kaisar Han.


"Tidak Yang mulia, Kami tidak akan membiarkan Yang mulia terganggu. Kami akan membantu permaisuri untuk merawat orang-orang itu!!" seru Putri Liani yang membuat Selir Mei menganggukkan kepalanya.


"Apakah kalian yakin akan mau membantu permaisuriku? karena yang aku tahu kalian ini kan tidak pernah ke tempat seperti itu?" tanya Kaisar Han yang membuat selir Mei menunjukkan wajah yang benar-benar begitu kasihan. "Biarkan saja mereka ikut, toh mereka akan aku buat mendapatkan kesusahan di luar sana. Apalagi kalau istriku tahu Mereka ingin melakukan sesuatu, pasti dia bisa mendapatkan cara untuk membuat mereka tidak akan bisa kembali ke kerajaan ini." guman Kaisar Han dalam hati.


"Baiklah kalau begitu, kalian boleh ikut denganku. kalian persiapkan pakaian Kalian, tidak usah membawa pakaian mewah. Kalian pakai pakaian sederhana karena kita harus membantu para penduduk desa!" seru Kaisar Han yang diangguki oleh Selir Mei dan Putri Liani.


"Terima kasih, Yang mulia!" seru Selir Mei dan Putri Liani.


Akhirnya hari itu dua wanita pengganggu itu ikut dengan Kaisar Han ke sebuah tempat yang ada di kerajaan tanah surgawi.


Butuh waktu sekitar 1 hari untuk sampai di tempat Yura, Kaisar Han dan berapa rombongan lebih memilih menggunakan tenaga manusianya daripada harus menggunakan tenaga setengah Dewa atau menggunakan tenaga siluman rubah putih. pria itu ingin memberikan pelajaran kepada dua wanita yang selalu ingin ikut dengannya, Jenderal Ang dan selir Nai bertugas untuk memantau perkembangan yang ada di Kerajaan.


Dewa Air juga berada di sana untuk memantau kerajaan putranya, karena dia yakin kalau beberapa orang yang sudah mempunyai rencana untuk menghancurkan Kerajaan tanah surgawi akan mencari waktu hingga mereka dapat memasuki kerajaan itu.

__ADS_1


"Yang mulia, Apakah tempat permaisuri masih jauh?" tanya Putri Liani kepada kaisar Han.


"Memangnya kenapa?" tanya balik Kaisar Han kepada dua wanita yang ikut dengannya.


"Yang mulia tahu sendiri kan kalau kami harus segera membantu permaisuri." jawab Putri Liani.


"Entahlah, Tapi yang aku tahu butuh waktu sekitar 1 hari karena aku juga tidak pernah ke desa itu." jawab Kaisar Han.


Di tempat lain siluman rubah putih sudah berada di tempat Yura, dia juga sudah menginformasikan kalau Kaisar Han akan datang ke sini bersama dua wanita itu. namun sang Kaisar terlebih dahulu akan memberikan pelajaran kepada dua wanita itu.


"Suamiku benar, jika dia ingin memberikan pelajaran kepada dua wanita itu. karena aku juga benar-benar sangat geram kepada mereka mereka berdua, mereka tidak ada kapok-kapok nya selalu ingin mengejar suamiku." jawab Yura yang terlihat membantu mengobati para penduduk desa. namun beberapa saat kemudian salah satu pengawal Yura nampak berlari untuk memberikan laporan kepada Yura.


"Nona!!!" seru Seorang prajurit kepada Yura.


"Ada apa, denganmu? Kenapa kau berteriak seperti itu?" tanya Yura yang sudah berdiri kemudian mendatangi si prajurit.


"Ternyata pria pria itu benar-benar sangat biadab. aku akan memberikannya pelajaran, kita tunggu saja dia di sini. Kalian terus obati orang-orang itu jangan sampai mereka semakin parah!!" seru Yura.


"Baik Yang mulia." jawab para prajurit.


Sesaat kemudian terlihat Yura dan siluman rubah putih pergi ke sebuah hutan yang ada di desa tersebut.


"Kau mau apa Yang mulia?" tanya siluman rubah putih kepada Yura.


"Tentu saja aku akan membuat pelajaran kepada mereka, berani sekali mereka main pukul di belakangku!!" seru Yura yang terlihat benar-benar begitu marah.


"Jadi kau ingin balas dendam ya?" tanya siluman rubah putih kepada Yura.

__ADS_1


"Tentu saja." Jawab Yura yang kemudian mengajak siluman rubah putih untuk memantau sebuah kediaman yang ada di sebuah tempat yang lumayan jauh dari desa.


"Apa yang akan kita lakukan?" tanya siluman rubah putih kembali.


"Dari tadi kau selalu tanya apa yang akan kita lakukan? tentu saja kita akan menyambut mereka, aku yakin sebentar lagi mereka akan melakukan sesuatu kembali kepada para penduduk desa." jawab Yura.


"Aku benar-benar tidak habis pikir, Kenapa mereka harus melakukan hal ini kepadamu? padahal seharusnya mereka tahu kalau mereka itu adalah orang-orang yang tidak akan mungkin mengalahkanmu." ucap siluman rubah putih.


"Kau tidak usah mengatakan itu, Lihatlah mereka sudah sampai di tempat ini." ucap Yura yang sudah bersiap-siap untuk menyerang para kelompok yang ingin mencelakai para warga desa Naming.


"Berani sekali mereka melakukan hal itu, segera kita buat mereka merasakan kesakitan." ucap Yura yang kemudian langsung melesat. Wanita itu sudah berada di hadapan para prajurit Tuan Bajau yang ingin meracuni air yang ada di mata air yang dikonsumsi oleh para warga desa Naming.


"Berani sekali kalian melakukan hal ini, lihat saja sebentar lagi kalian akan menghadap kepada para dewa!" seru Yura yang kemudian menggunakan selendang yang dia pakai.


BRAKKK..


BRAKKK..


seketika wanita itu melukai satu persatu para pengawal Tuan Bajau,


"Berani sekali kau!!" seru para pengawal Tuan Bajau.


"Tentu saja, berani sekali kalian. kalian akan merasakan pembalasan yang setimpal atas kesalahan kalian." jawab Yura yang kemudian terus menyerang para pengawal Tuan Bajau.


BRAKK..


BUKKK..

__ADS_1


*** bersambung ****


__ADS_2