PERMAISURI SANG KAISAR

PERMAISURI SANG KAISAR
Dunia asing


__ADS_3

"Ada apa ini? kenapa aku tidak bisa menggerakkan tubuh sama sekali." ucap Kaisar Han.


"Kau benar suamiku, tempat ini benar-benar membuatku aku tidak bisa menggerakkan tubuhku. bahkan kekuatan ini sangat luar biasa, kekuatan ini menyedot seluruh tenaga kita." jawab Yura.


"Tenanglah istriku, kita pasti bisa melakukan sesuatu, kau Tenanglah."ucap Kaisar Han.


"Huh...,"


Suara yang keluar dari mulut Kaisar Han Dan Yura. mereka berdua nampak terdiam tanpa bisa mengatakan apapun. ada sesuatu yang membuat mereka terdiam, pasti ada sesuatu yang benar-benar membuat Yura menutup mulutnya. wanita itu nampak mulai berpikir mengenai sesuatu.


Apa yang menekan kekuatannya dan Apakah ada sesuatu yang membuatnya tidak bisa mengontrol tenaganya.


"Apa-apaan ini, kekuatan apa yang bisa membuatku seperti ini? pasti ada sesuatu yang membuatku jadi seperti ini." ucap Yura yang terlihat berusaha untuk mengumpulkan seluruh tenaganya. dia akan melakukan sesuatu dan mengumpulkan tenaga agar dirinya tidak kehilangan kekuatan seperti ini.


"Kalau seperti ini terus, aku bisa-bisa akan menjadi batu dan menjadi patung tidak berguna." ucap Yura yang membuat Kaisar Han nampak tersenyum.


"Tidak mungkin, istriku. kita tidak mungkin menjadi patung batu. Memangnya apa yang terjadi hingga membuatmu berpikir kita akan menjadi patung batu?" tanya Kaisar Han yang terlihat mengalihkan perhatian istrinya agar wanita itu tidak melakukan sesuatu yang berbahaya.


"Suamiku, Percuma saja kau mengalihkan perhatianku. aku ini sedang memikirkan apa rencana kita, Aku tidak mau seperti ini terus seperti manusia tanpa tulang." jawab Yura yang membuat Kaisar Han tersenyum kembali.


"Isteriku ini memang benar-benar tidak bisa diprediksi sama sekali, bahkan kalau diajak bicara pun dia pasti mengetahui apa jawabannya." ucap Kaisar Han yang kemudian menatap istrinya yang sedang menggerutu tidak karuan dari tadi.


"Oh ya suamiku, Apa yang terjadi jika kita dalam kondisi seperti ini terus?" tanya Yura kepada suaminya.


"Tidak, tidak mungkin istriku. tidak mungkin kita akan seperti ini terus. aku yakin beberapa saat lagi kita akan terbebas dari kekuatan yang membelenggu kita." jawab Kaisar Han.


Setelah ditunggu sekitar 1 jam tetap saja dia tidak bisa menggerakkan tubuhnya sama sekali, hal itu membuat Yura benar-benar sangat emosi.


"Suamiku, suamiku. tadi kau bilang Sebentar lagi kita akan terbebas dari belenggu kekuatan ini. mengapa dari tadi kita tidak bebas dan malah membuat tubuhku semakin lemah." ucap Yura yang kemudian melirik sang suami. mereka berdua nampak masih terbujur di tanah dalam kondisi tidak berdaya dan tanpa kekuatan sama sekali.

__ADS_1


"Tenanglah istriku, Sebentar lagi kita akan terbebas dari belenggu kekuatan ini." jawab Kaisar Han.


"Sebentar lagi kapan, suamiku? bahkan tubuhku ini sudah sangat gatal." jawab Yura yang kemudian melotot kepada sang suami.


Sesaat kemudian tidak ada suara yang keluar dari mulut Kaisar Han dan Yura. sebuah pusaran angin dengan kekuatan yang begitu berat. sehingga membuat tubuh Yura dan Kaisar Han seperti terhimpit oleh batu yang begitu besar.


"Suamiku, kenapa rasanya tubuhku dihimpit sebuah gunung?" tanya Yura kepada sang suami.


"Tenanglah Isteriku, Kau harus konsentrasi. kau tidak boleh berpikir yang aneh-aneh." jawab Kaisar Han.


"Mana mungkin aku tidak berpikir aneh-aneh, Apakah kau tidak lihat rasanya aku sudah kehilangan nafas. aku tidak bisa bernafas sama sekali dan aku hampir kehilangan nafas.


Kaisar Han terlihat mulai menghembuskan nafasnya, dia mencoba mengontrol tenaga dalamnya kemudian membentuk struktur tubuh sedikit demi sedikit.


"Angin, buat kekuatanku kembali seperti sedia kala. jadikan tubuhku seperti angin yang berhembus diantara dunia. sesaat kemudian terlihat sedikit demi sedikit Kaisar Han menggerakkan jari-jemarinya. ternyata pria itu bisa mengendalikan tubuhnya kembali, walaupun tenaganya masih belum kembali sempurna.


"Kalau seperti ini terus aku benar-benar kehilangan kesabaran, suamiku. Bagaimana tidak aku seperti patung batu yang tidak bisa bergerak dan aku seperti makhluk tanpa tulang sama sekali." ucap Yura yang kemudian memijit kepalanya. Kaisar Han bisa menghela nafasnya terus-menerus, dia akan mencoba untuk membebaskan tenaganya agar dia bisa mengontrol kekuatan yang ada disekitarnya.


"Tenanglah, istriku. aku akan menolongmu." ucap Kaisar Han yang kemudian mencoba untuk menetralkan kekuatan istrinya.


Sekitar 3 jam kemudian terlihat Kaisar Han dan Yura terduduk, mereka berdua menatap tempat sekeliling. mereka mulai berdiri, dia melangkahkan kakinya untuk mengetahui Dimana tempat keberadaannya.


"Suamiku, Kenapa tempat ini auranya sangat berat ya?" tanya Yura kepada sang suami.


"Dimensi ini benar-benar mempunyai kekuatan yang sangat luar biasa, isteriku. Hal itu membuat kekuatan kita sirna dalam sekejap dan pergerakan kita menjadi berat ribuan kali lipat." jawab Kaisar Han.


"Tempat Dewa atau tempat apa?" tanya Yura kembali.


"Entahlah istriku, aku tidak pernah ke tempat ini." jawab Kaisar Han.

__ADS_1


Terlihat Yura hanya menganggukkan kepalanya, wanita itu terus menatap sebuah dimensi dengan nama dimensi terlarang.


"Kau tahu suamiku, tempat ini sama seperti dunia yang sangat berbeda. aura dan kekuatan yang dihasilkan oleh tempat ini sama seperti ketika aku tersedot kekuatan meteor yang baru jatuh di dunia ku." jawab Yura.


Apa yang bisa dikatakan oleh Yura? karena meteor itulah yang membuatnya tersedot ke dunia antabranta ratusan ribu tahun yang lalu.


"Apakah kau yakin, kalau kekuatan dimensi ini sama seperti kekuatan yang telah jatuh ke duniamu itu?" tanya Kaisar Han.


Yura menganggukkan kepalanya, dia melangkah sambil menatap di sekeliling.


Ternyata dimensi terlarang memiliki kecepatan waktu yang sangat lambat, begitu lambatnya perbandingan waktu yang ada di dunia dan dimensi terlarang berbeda 3 kali lipat.


"Suamiku." ucap Yura.


"Ada apa istriku." jawab Kaisar Han.


"Kenapa tidak ada orang sama sekali?" tanya Yura yang membuat Kaisar Han ingin tertawa, karena dia juga terus berfikir Kenapa di tempat ini tidak ada makhluk sama sekali.


"Entahlah, istriku. karena aku juga belum mengetahuinya." jawab Kaisar Han.


DRERTTTTTT....


DRERTTTTT...


"Larilah..., larilah sejauh mungkin!!" seru suara seseorang. namun tidak ada penampakan sama sekali. Yura dan Kaisar Han yang mendengar suara itu tentu saja mereka berdua langsung terkejut sekaligus mereka berdua benar-benar sangat kebingungan.


"Setan, suamiku ada setan!!" seru Yura.


"Tidak mungkin, istriku. tidak mungkin Di Sini Ada setan." jawab Kaisar Han yang kemudian berdiri dan mencari asal suara.

__ADS_1


"Larilah.., larilah!!" seru suara itu kembali. suara teriakan yang terus menggema namun tidak nampak wujudnya sama sekali, hingga membuat Yura benar-benar sangat murka.


*** bersambung ****


__ADS_2