PERMAISURI SANG KAISAR

PERMAISURI SANG KAISAR
Kejahilan Yura


__ADS_3

2 hari kemudian


"Ada apa?!" seru selir Mei.


"Apakah ada yang sedang kau lakukan?" tanya putri Liani kepada selir Mei.


"Tidak ada apa-apa, Memangnya kenapa?" tanya selir Mei kepada putri Liani.


"Kenapa Wajahmu seperti itu? Aku kira sesuatu terjadi denganmu. karena kau benar-benar sangat kesal." jawab Putri Liani.


"Aku benar-benar sangat kesal dengan wanita tidak tahu diri itu." jawab selir Mei.


"Memangnya Apa yang dia lakukan?" tanya putri Liani kepada selir Mei.


Kedua wanita itu terus berbincang-bincang hingga membuat mereka tidak menyadari kalau ada salah satu prajurit yang ditugaskan oleh Yura untuk selalu memata-matai selir Mei dan Putri Liani.


"Lalu, apa yang harus kita lakukan karena aku juga tidak menyukai wanita itu." ucap putri Liani kepada selir Mei.


"Kita harus selalu berhati-hati, karena kau tidak tahu saja kalau wanita itu sangat menakutkan." jawab selir Mei.


"Kau bilang apa?! kau tidak tahu, bahkan wanita itu hampir membunuh ku." jawab putri Liani yang terlihat memegang lehernya. menggunakan kekuatan telekinesis nya untuk menyerang lehernya hingga wanita itu merasakan cekikan yang benar-benar sangat menyakitkan.


Terlihat Yura yang berada tidak jauh dari tempat itu, seketika wanita itu kemudian menggunakan kekuatannya dia mengarahkan sebuah batu dari tempat putri Liani dan selir Mei, hingga batu itu terlempar tepat mengenai kepala Liani dan selir Mei.


"Berani sekali dia membicarakan aku seperti itu, apa mereka berdua itu enggan untuk merasakan hidup lagi?" ucap Yura yang terlihat terus menggunakan kekuatannya untuk membuat kedua wanita itu merasakan sesuatu.


"Ada apa ini? siapa yang melempar kita dengan batu-batu ini?!!" seru Putri Liani yang terlihat memijat kepalanya. karena dia merasakan kepalanya dihantam oleh seseorang dengan batu-batu kecil.

__ADS_1


"Iya, aku tidak tahu." jawab selir Mei yang terlihat sudah berdiri. wanita itu mencoba mencari tahu siapakah orang yang berani melempar kepalanya dengan batu-batuan kecil. selir Mei dan Liani terus mencari keberadaan orang yang mungkin ingin menjahili mereka.


"Kalau aku tahu siapa dia, bakal aku remukkan tubuhnya" ucap Liani yang membuat Selir Mei malah mencibir wanita itu.


"Kau mau menghancurkan siapa? Bagaimana kalau yang melempar kita itu permaisuri Yura? Apakah kau mau melemparinya dengan sesuatu atau kamu menemukannya?" tanya selir Mei yang seolah wanita itu ingin mengejek Yura secara terang-terangan.


Seketika Yura langsung terdiam, wanita itu tidak bisa mengatakan apapun sama sekali.


"Cepat katakan apa yang ingin kau katakan tadi? kau kira aku tidak berani membunuh wanita itu!!" bentak putri Liani yang terlihat ingin mengatakan kalau dirinya tidak takut dengan Yura.


Yura, selir Mei dan juga Jendral Ang yang melihat hal itu nampak mereka bertiga benar-benar ingin membuat putri dari kerajaan ufuk timur itu merasakan pelajaran yang sangat luar biasa. berani sekali dia melakukan hal itu lihat saja sebentar lagi aku akan memberikan kalian pelajaran ucap Yura yang membuat selir dan jendral yang nampak menutup mulut mereka karena mereka berdua tidak berani tertawa.


"Kenapa kalian menutup mulut kalian? Apakah ada sesuatu yang lucu?" tanya Yura yang kemudian memukul pundak selir Nai dan Jendral Ang.


Ternyata Kaisar Han juga melihat Apa yang dilakukan oleh istrinya itu, namun pria itu diam saja karena dia tidak ingin terjadi keributan antara dia dan istrinya itu.


"Apakah kau tidak tahu kalau istrimu itu benar-benar sangat jahil, dia hidup di dunia yang sangat berbeda dengan kita, Hal itu membuat Dia benar-benar mempunyai sifat yang jauh bertolak belakang dengan dirinya yang dahulu." ucap Dewa Air.


"Ayah, terkadang aku tidak menyukai sifat dari Istriku yang dahulu, namun aku sangat menyukai sifatnya yang ini. begitu berbeda dan begitu membuat hatiku berdebar 100 kali lipat." ucap Kaisar Han yang terus-menerus melihat semua kejahilan dari istrinya itu.


"Apakah kau tidak ingin menghentikan nya?" tanya Dewa Air kepada kasar Han.


"Tentu saja tidak, Ayah. jika aku melakukannya bisa-bisa aku akan dilempar dari kamar." jawab Kaisar Han yang tersenyum kepada Ayahnya.


"Aku tidak mengira kalau kau akan takut dengan istrimu. yang aku tahu kalau kau itu adalah pria perkasa dengan pendirian yang luar biasa." jawab Dewa air.


"Itu berbeda, Ayah. berbeda ketika seorang pria sudah jatuh cinta kepada seorang wanita, maka pria itu akan melakukan segala cara untuk membuat wanita itu tetap berada disisinya." jawab Kaisar Han yang terus-menerus menatap sang istri yang terus menjahili putri kerajaan ufuk timur dan selir Mei.

__ADS_1


"Kalian diam saja, aku mau menakut-nakuti kedua orang itu." ucap Yura.


"Memangnya permaisuri akan melakukan apa?" tanya Jendral ang kepada Yura.


"Diam saja, jangan banyak bicara. aku tidak suka pria yang cerewet." jawab Yura yang kemudian menggunakan kekuatannya.


Beberapa pohon yang sudah tumbang di tempat itu seketika dibuat Yura tegak berdiri dan batang pohon itu dibuat melayang.


"Permaisuri, Apakah permaisuri menggunakan sihir semacam itu untuk menakuti mereka berdua?" tanya Jenderal Ang kepada Yura.


"Sudah, kamu jangan banyak bicara. aku kan sudah bilang aku tidak suka pria yang cerewet." jawab Yura yang kemudian menyuruh selir Nai untuk menutup mulut Jendral Ang.


"Aku kan sudah bilang, jadi pria itu nggak usah cerewet begitu kali, aku benar-benar sangat kesal sama kamu, Jenderal." ucap Yura yang kemudian menggunakan kedua jarinya untuk menutup mulut Jendral Ang hingga membuat pria itu benar-benar tidak bisa membuka mulutnya.


Jenderal Ang yang tidak bisa membuka mulutnya, tentu saja pria itu sangat terkejut. tingkahnya benar-benar sangat lucu saat mulutnya tidak bisa dibuka, dengan raut wajah yang begitu merah.


Di sebuah semak-semak yang ada di belakang tempat Putri Liani dan selir Mei, Ketiga orang itu sedang mengerjai 2 wanita yang dari tadi membicarakan dirinya. batang pohon yang sudah melayang dan bergerak secara tidak beraturan Hal itu membuat selir Mei dan Putri Liani langsung terkejut. Mereka berdua seketika berdiri dengan muka yang sudah pucat pasi.


"Hantu, hantu!!!!!!!!!" teriak Putri Liani dan Selir Mei yang melihat hal itu.


"Permaisuri, apakah itu tidak keterlaluan?" tanya selir Nai kepada Yura.


"Diam saja, kamu. apakah kamu mau aku gantung terbalik di atas pohon itu?" tanya Yura yang membuat selir Nai langsung menutup mulutnya dengan begitu rapat. seolah wanita itu mengancing resleting yang ada di mulutnya.


"Bagus kalau begitu, lebih baik kamu Tutup mulutmu, jika tidak...,kalian berdua Akan Ku gantung terbalik." ucap Yura yang kemudian menarik selir Nai dan Jenderal Ang untuk pergi mengikuti Putri Liani dan selir Mei.


** bersambung ****

__ADS_1


__ADS_2