PERMAISURI SANG KAISAR

PERMAISURI SANG KAISAR
Rencana Yura untuk selir Nai


__ADS_3

Selir Mei yang mendapatkan kabar mengenai kejadian itu, tentu saja wanita itu sangat bahagia, dia akan membuat Putri Liani mendekati Kaisar Han dan membuat Yura pergi dari kerajaan tanah surgawi yang mendengar semua rencana dari selir Mei, terlihat selir Nai, wanita itu pergi ke kediaman Yura. wanita itu akan mengatakan semua rencana selir Mei mengenai Putri Liani.


"Apakah kamu yakin dengan apa yang kau katakan tadi?" tanya Yura kepada selir Nai.


"Tentu saja, aku sangat yakin karena aku mendengar sendiri kata-kata selir Mei yang akan bekerjasama dengan Putri Liani untuk membuatmu terpisah dari yang mulia Kaisar." jawab selir Nai.


"Berani sekali dia melakukan hal itu, padaku. lihat saja aku akan memberikannya hukuman atas semua kelancangan nya itu." ucap Yura yang kemudian mengajak selenay pergi kesebuah tempat.


"Permaisuri, Memangnya kau Mau mengajakku ke mana?" tanya selir Nai kepada Yura.


"Tenanglah, selir Nai.


"kau tidak usah banyak bicara, pokoknya cukup kau ikut denganku, nanti kau akan suka." jawab Yura.


Terlihat selir Nai tersenyum saat Yura mengatakan hal itu, di sebuah tempat Yura menghentikan langkah kakinya. mau apa kita ke kediaman jenderal pertahanan kerajaan?" tanya selir Nai kepada Yura.


"Tenanglah, nanti kau akan tahu." jawab Yura.


"Tapi, permaisuri. kau tahu sendiri kan aku jarang sekali berada di tempat ini, kalau ada orang yang tahu aku berada di sini nanti aku difitnah." ucap Selir Nai yang kemudian berjalan di belakang tubuh Yura.


"Kau jangan khawatir, jika mereka sampai mengatakan sesuatu yang buruk mengenai dirimu aku akan mencekik mereka." jawab Yura yang membuat selir Nai tersenyum.


Ternyata Yura mengajak selir Nai ke kediaman Jenderal kerajaan tanah surgawi. seorang pria yang mempunyai perawakan begitu gagah dan begitu menyenangkan itu sudah berada disana.


"Hormat hamba yang mulia!!" seru jenderal Ang kepada Yura.


"Tidak usah basa-basi Jenderal, Aku kesini karena ada sesuatu yang ingin aku bicarakan padamu." jawab Yura.


"Memangnya apa yang ingin anda tanyakan yang mulia?" tanya Jenderal Ang.

__ADS_1


"Apakah kau sudah tidak mempunyai tata krama sama sekali, Jendral. aku ini permaisuri dari kerajaan ini, malah kau tidak memperbolehkan aku masuk, membuatku berdiri diluar kediamanmu seperti Aku ini wanita yang tidak mempunyai etika sama sekali." ucap Yura yang kemudian berjalan mendekati Jenderal Ang yang sudah mulai memasuki kediamannya.


Terlihat tatapan mata selir Nay menatap Jenderal Ang yang mempunyai tubuh sempurna.


"Yang mulia" apa yang sekiranya ingin yang mulia tanyakan kepada hamba?" tanya Jenderal Wang kepada Yura.


"Kau ini tidak bisa membuatku beristirahat dahulu ya?" tanya Yura yang membuat Jenderal Ang yang langsung terdiam seketika.


"Bukan seperti itu, Yang mulia. Yang mulia sendiri tahu kan kalau hamba bukanlah orang seperti itu." jawab Yura yang kemudian duduk di samping Selir Nai.


"Yang mulia, Bisakah anda segera mengatakannya?" tanya Jenderal Ang kepada Yura. Yura tersenyum sesaat kemudian wanita itu berdiri sambil menunjuk wajah selir Nai.


"Segera nikahi wanita itu, seorang janda yang sudah diceraikan oleh kaisar Han!!" seru Yura.


"Yang mulia, apa yang Yang mulia permaisuri katakan?" tanya Jenderal Ang kepada Yura.


"Sudah, enggak usah basa-basi. aku tahu Setelah kau melihat Kaisar menceraikan selir Nai, kau tidak berani mendekatinya kan?" tanya Yura yang membuat selir Nai dan Jenderal Ang seketika terdiam membisu tanpa bisa mengeluarkan sepatah katapun.


"Tapi permaisuri, jika kau ingin menikahkan kami apa yang akan dikatakan oleh para pejabat kerajaan?" tanya selir Nai kepada Yura.


"Memangnya kenapa kalian harus memikirkan kata-kata mereka?" tanya Yura yang membuat selir Nai dan Jenderal Ang nampak menatap wajah wanita itu.


"Yang mulia, yang mulia tidak boleh mengatakan hal itu. jika sampai para pejabat ataupun yang mulia Kaisar mendengarnya, maka kami berdua akan dalam masalah." ucap Jendral Kaisar Han.


"Mengenal dan Kalian tidak usah memikirkan hal itu, nanti aku akan mengurusnya." jawab Yura.


"Tapi, Yang mulia. apakah yang mulia tidak akan membutuhkan hamba?" tannya Jenderal Ang.


"Kalian ini adalah pasangan yang saling mencintai, saling memberikan harapan dan saling memberikan kekuatan, lalu Mengapa kau harus meninggalkan wanita yang kucintai itu?" tanya Yura.

__ADS_1


Akhirnya malam itu Yura merencanakan untuk berbicara dengan Kaisar Han mengenai pernikahan selir Nai dan Jendral Ang.


"Sudahlah, kita tidak usah mengatakan hal itu, yang mulia. sebaiknya kita segera pergi dari sini karena saya juga harus segera kembali ke kerajaan." ucap Jenderal Ang .


"Kamu ini, jadi pria Kok gitu sih, kalau sampai selir Nai direbut orang.., kau bisa nangis." ucap Yura yang kemudian terduduk di lantai.


"yang mulia, apa yang mulia lakukan?!" seru selir Nai.


"Sudah, jangan banyak bicara. Segera lakukan apa yang tadi Aku perintahkan!!" seru Yura yang membuat Jenderal Ang langsung terdiam seketika. kedua kekasih itu nampak belum bisa mengatakan hal apapun.


"Segera pergi ke taman buah, ambil beberapa buah-buahan nanti sisanya aku akan mengurus." jawab Yura.


Berjalan maju ataupun berjalan mundur, kehidupan akan tetap di jalani saja


berjuang untuk mempertahankan kehidupan berjuang untuk mempertahankan semua yang terjadi. sebuah kehidupan pada setiap perjalanan.


"Kalian harus yakin kalau kalian mampu mempertahankan diri kalian, Jadi kalian jangan sampai menyerah dengan semua kisah cinta kalian ini." pinta Yura yang kemudian mengajak selir Nai kembali ke kerajaan. wanita itu hanya ingin mengatakan kepada Jenderal Ang untuk segera menikahi selir Nai.


Jendral Ang menatap dengan tatapan mata yang benar-benar tidak menyangka, kalau wanita itu akan membantunya mempertahankan hubungan yang dulu telah diputus oleh keluarganya demi tahta semata.


"Permaisuri, kenapa kau harus melakukan hal ini. Kalau kau melakukan ini Apakah kau tidak takut kalau para pejabat kerajaan dan Kaisar Han menentang?" tanya selir Nai kepada Yura


"Tenang saja, jika sampai mereka berani melakukannya.., akan ku jamin kalau mereka tidak akan bisa menghalangi semua rencana kita." jawab Yura yang kemudian membawa selir Nai masuk ke kerajaan tanah surgawi.


sebuah kelicikan juga mulai terjadi di kerajaan tanah surgawi, selir Mei dan Putri Liani bekerjasama untuk menyingkirkan Yura dari kerajaan itu. mereka berdua nampak mencari cara untuk membuat meninggalkan kerajaan tanah surgawi.


"Apakah kau yakin kalau kita akan bisa membuat Wanita itu pergi dari tempat ini?" tanya Liani kepada selir Mei.


"Kita harus menyingkirkan wanita itu, Aku benar-benar tidak suka padanya." ucap selir Mei yang membuat Putri Liani begitu bahagia. wanita itu berpikir kalau selir Mei akan membantunya naik takhta dan menyingkirkan Yura.

__ADS_1


** bersambung ***


__ADS_2