PERMAISURI SANG KAISAR

PERMAISURI SANG KAISAR
Gairah cinta


__ADS_3

"Aaaa!!" seru Putri Liani yang sangat terkejut karena di sampingnya tiba-tiba sudah ada beberapa anak-anak dengan kondisi yang sangat menakutkan.


"Nona!" seru para anak-anak kecil.


"Siapa kalian, apa yang kalian lakukan di sini!" seru Putri Liani.


"Hihihi..," suara tawa anak-anak kecil.


"Pergi! pergi!!" seru Putri Liani.


Terlihat Yura yang berada di luar tempat putri Liani, terlihat Yura ingin menertawakan wanita itu.


"Nona..," ucap anak-anak.


"Pergi, pergi kalian! dasar kalian hantu!!" seru Putri Liani.


"Hahaha..., dasar wanita tidak tahu diri, Masak manusia seperti mereka dikira sebagai hantu. matanya tidak lihat apa kalau mereka itu menapakkan kakinya di tanah." cibir Yura yang terlihat terus menertawakan Apa yang dilakukan oleh Putri Liani. Karena Wanita itu benar-benar mengira anak-anak itu adalah hantu yang akan menakutinya. karena kelakuannya yang benar-benar suka menyiksa anak-anak di kerajaannya.


"Apa yang kau lakukan istriku?" tanya kaisar Han kepada Yura.


"Tentu saja aku sedang melihat pemandangan yang benar-benar sangat luar biasa, suamiku." jawab Yura.


"Tentu saja sangat menyenangkan, ternyata Putri Liani adalah seorang wanita yang suka menyiksa anak-anak di kerajaannya. pantas saja dia selalu ketakutan saat melihat anak kecil ada di sampingnya, apalagi kondisi mereka seperti itu." jawab Kaisar Han.


"Kalau kamu seperti itu dan kau mempunyai istri seperti dia.., Mungkin kalian akan menjadi pasangan yang sangat serasi. Dia seorang wanita yang suka menyiksa dan kau akan menjadi seorang kaisar yang mempunyai istri yang benar-benar sangat kejam." ucap Yura yang membuat Kaisar Han nampak menatap istrinya.

__ADS_1


"Kenapa kau harus mengatakan suatu yang tidak ingin aku katakan," ucap Kaisar Han.


"Memangnya Apa yang ingin kau katakan, suamiku?" tanya Yura kembali.


"Tidak, aku tidak jadi mengatakannya. karena aku marah padamu." jawab Kaisar Han.


"Memangnya kau marah kenapa?" tanya Yura.


"Tentu saja aku sangat marah, Bagaimana tidak. kau ingin menikahkan ku dengan wanita lain." jawab Kaisar Han dengan wajah yang sudah dilipat-lipat.


"Sudah-sudah, kalau begitu kau tidak usah mengatakannya. karena aku sangat tahu bagaimana caranya untuk membuatmu mu tidak marah lagi padaku." jawab Yura yang kemudian mengajak suaminya ke sebuah tempat.


"Kau mengajakku mana, istriku? tanya Kaisar Han Kepada Yura.


"Ke sebuah tempat yang sangat romantis, aku yakin kalau kau sudah berada di sana kau tidak akan mau pulang ke sini lagi." jawab Yura sambil tersenyum kepada suaminya.


Yura tersenyum, sesaat kemudian wanita itu mengajak suaminya untuk berlari-lari kecil seperti seseorang yang sedang mengajak kekasihnya untuk saling mengejar. suara canda tawa mereka benar-benar menggelegar, mayat-mayat yang digantung siluman rubah putih di sana juga sudah disingkirkan. Kaisar Han menggunakan kekuatan sihirnya membangun sebuah pondok yang ada di Hutan itu.


"Suamiku, ini akan menjadi tempat yang benar-benar sangat bagus buat kita. aku yakin kalau kita berada di sini, kita akan melupakan semua kepenatan kita di kerajaan." ucap Yura.


Sebuah pondok yang tidak terlalu besar Yura dan sang Kaisar menghabiskan malam itu di sana. suara gemericik cinta yang mulai dialunkan oleh sang Kaisar. Sudah beberapa hari ini Kaisar Han terus menahan rasa rindunya kepada wanita yang begitu dia cintai. dengan menggunakan kekuatan sihirnya Kaisar Han membuat benteng tidak terlihat di pondok tempat dia dan istrinya berada. suara alunan cinta mulai terdengar ditengah hutan yang begitu lebat. Kaisar Han mulai melakukan aksinya, mulai mencumbu istrinya dengan kenakalan-kenakalan jari-jemarinya. suara ******* dari Yura membuat sang Kaisar benar-benar begitu bahagia. penantiannya yang begitu lama seperti tersalurkan hari ini.


Hasratnya, cintanya, kebahagiaannya menjadi satu. suara ******* yang begitu indah mengalun benar-benar dengan nada yang penuh dengan cinta. Kaisar Han terus memberikan jeratan-jeratan cinta kepada istrinya hingga membuat Yura merasakan kenikmatan cinta itu.


Semilir angin malam itu seolah membuat Kaisar Han dan Yura sempurna menjadi satu. mereka merasakan nikmat dari cinta dan hasrat yang membara dari sebuah hubungan suami istri. alunan ******* yang terdengar dari sepasang suami istri itu serasa bagaikan melodi yang begitu indah, dengan kenikmatan dan cumbuhan nakal dari sang Kaisar membuat Yura benar-benar tidak bisa mengontrol dirinya.

__ADS_1


"Terima kasih istriku." ucap kaisar Han yang telah memberikan ciuman kepada Yura. wanita itu nampak memeluk suaminya dengan begitu erat, seorang pria yang benar-benar membuatnya merasakan Api asmara, merasakan cinta yang luar biasa dan merasakan kecemburuan yang lebih besar dari cinta yang selama ini dia miliki.


"Terima kasih, suamiku. karena kau telah memberikan aku cinta, memberikan aku rasa bahagia dan menjadi pria yang benar-benar melindungi Ku." ucap Yura.


"Aku akan selalu melindungimu, mencintaimu dan selalu menjadi pria satu-satunya di dalam hidupmu." jawab Kaisar Han.


Hembusan malam itu bagaikan alunan melodi percintaan, sepasang suami istri itu yang telah terbakar gairah yang membara kini telah tersalurkan. Api asmara bagaikan hembusan angin yang benar-benar begitu indah.


"Kita Jangan kembali dulu, aku mau seperti ini sampai pagi." ucap Yura yang berada di pelukan suaminya.


"Tentu saja aku akan memelukmu seperti ini selamanya. Aku tidak akan melepaskanmu dan aku tidak akan pernah membiarkan perasaan cinta ini di rebut oleh siapapun." jawab Kaisar Han.


Di tempat lain terlihat Putri Liani dan selir Mei mencari keberadaan sang Kaisar dan permaisuri nya. mereka berdua tidak melihat keberadaan sepasang suami istri itu.


"Kenapa yang mulia Kaisar tidak ada di sini?" tanya Putri Liani kepada selir Mei.


"Entahlah, aku juga tidak tahu. tapi aku benar-benar sangat kesal dengan yang mulia Kaisar. karena dia tiba-tiba pergi tanpa memberitahukan kepada kita." ucap p


selir Mei.


"Apakah mungkin kalau Yang mulia Kaisar pergi dengan wanita itu?" tanya Putri Liani.


"Aku tidak tahu, karena aku juga mencari keberadaan dari Yang mulia Kaisar." jawab selir Mei.


"Bagaimana kalau kita cari saja Yang mulia Kaisar?" tanya Putri Liani kepada selir Mei.

__ADS_1


Siluman rubah putih yang mendengar hal itu tentu saja dia tidak akan membiarkan 2 wanita itu melakukan sesuatu. dengan segera siluman rubah putih melakukan sesuatu yang membuat Putri Liani dan selir Mei akan ketakutan sampai mereka berdua tidak akan berani keluar dari tenda mereka.


*** bersambung **"*


__ADS_2