PERMAISURI SANG KAISAR

PERMAISURI SANG KAISAR
Para selir di ceraikan


__ADS_3

"Yang mulia...," ucap selir Mei.


"Aku sudah bilang kepada kalian, jika kalian berani mengucapkan sepatah kata pun maka aku akan menjamin kalau nyawa kalian akan melayang hari ini juga!!" seru Kaisar han kepada selir Mei dan Nai.


"Tapi Yang mulia, Ini semua tidak adil. Kenapa Anda memperlakukan kami seperti ini yang mulia? kami ini adalah istri-istri yang mulia!!" seru selir Mei.


"Kalian hanyalah seorang istri yang tidak pernah mengerti bagaimana seorang suami, pekerjaan kalian hanyalah mencari muka, bersenang-senang dan mencari alasan untuk menjadi wanita yang paling berkuasa di kerajaan ku!!" seru Kaisar Han.


"Yang mulia, Kami adalah istri-istrimu, dia adalah wanita lain yang mencoba untuk merebut mu dari kami!!" seru selir Nai.


Tatapan tajam Kaisar Han menatap dua selirnya itu, sesaat kemudian dia menghembuskan nafasnya dengan begitu kasar sembari memberikan kata-kata yang akan membuat selir Mei dan selir Nai akan hancur.


"Mulai saat ini kalian bukanlah istriku, aku cabut gelar selir dari kalian. Aku tidak pernah sekalipun menyentuh kalian dan aku tidak pernah sekalipun mencintai kalian, kalian hanyalah menginginkan kekuasaan sebagai istriku, kalian tidak pernah menghargai sebuah kata yang mempunyai arti cinta." jawab Kaisar Han yang kemudian pergi dari kedua selirnya tersebut.


Kedua kaki selir Mei dan selir Nay seketika langsung lemas, saat mereka mendapatkan titah dari Kaisar Han, mereka telah dicabut gelar selirnya, itu berarti mereka akan dikembalikan kepada keluarga mereka. status sebagai istri Kaisar begitu mereka banggakan, mendapatkan semua yang mereka inginkan, hidup bergelimang harta, bahkan selalu bersikap begitu arogan dan sombong di hadapan para rakyat jelata.


"Yang mulia, yang mulia tidak boleh melakukan hal itu pada kami!!" teriak selir Nay.


Tak Ada jawaban karena Kaisar Han, terlihat pria itu sudah masuk ke dalam kediamannya. kesombongan, keangkuhan dan semua yang di miliki oleh kedua selir itu seketika melayang bagaikan tertiup angin begitu jauh.


"Apa ini..," ucap selir Nai.


"Aku tidak akan pernah bermimpi kalau yang mulia Kaisar akan menceraikan kita, bahkan yang mulia Kaisar mengusir kita dari kerajaan ini?!" seru selir Mei.


"Ini semua gara-gara wanita itu, seandainya wanita itu tidak hadir di kehidupan Kaisar Han, dia tidak akan membuat sang Kaisar membenci kita..," ucap selir Nai. "Kita harus mengganti strategi yang baru kita tidak boleh menyatroni wanita itu, kita harus berbuat baik padanya agar dia membela kita dan membiarkan kita hidup di kerajaan ini." ucap selir Nai.

__ADS_1


"Tidak mungkin aku mau berdamai dengan wanita itu!!" seru selir Mei.


"Jika kau tidak ingin melakukannya, maka kau bersiap-siaplah pulang sendiri, sedangkan aku.., Aku tidak mau kembali hidup menjadi putri bangsawan biasa." jawab selir Nai.


Ternyata selir Nai benar-benar sangat licik, dia akan menggunakan segala cara agar dia bisa bertahan di kerajaan tanah surgawi. kata-kata yang diucapkan olehnya benar-benar membuat selir Mei mulai memikirkan apa yang dikatakan oleh wanita itu, benar juga jika sampai dirinya tidak mengambil hati wanita itu maka mereka berdua akan menjadi putri bangsawan biasa. seluruh kekayaan dan harta yang kelima semuanya akan sirna sudah.


"Kau benar, Jika seperti itu.., lebih baik aku mengambil hati wanita itu, dengan begitu aku akan berada di kerajaan ini selamanya. tidak perduli Kaisar tidak menginginkanku, aku akan hidup dengan kemewahan setelah itu aku akan mencari celah untuk menggoda Kaisar. tidak peduli wanita itu dijadikan permaisuri, yang penting aku masih merasakan kehidupan di kerajaan." jawab selir Mei.


"Baguslah kalau begitu, Jika Kau mempunyai pemikiran seperti itu, buat apa kita keluar dari kerajaan dengan stempel istri yang diceraikan oleh sang Kaisar." ucap selir Nai yang kemudian kembali ke kediamannya.


Di tempat lain terlihat Yura sedang tidak sadarkan diri, nampak wanita itu memejamkan matanya tertidur begitu pulas. sembari memimpikan masa lalunya yang berada di dunia modern. "Jika kalian berani menyentuh ku akan ku habisi kalian!!" seru Yura yang sudah berteriak karena di alam mimpinya Dia sedang melakukan pertarungan dengan para penjahat.


"Kelihatannya dia sedang memimpikan sesuatu, Lihatlah..,wajahnya benar-benar begitu lucu." ucap Kaisar Han yang melihat Yura tertawa karena memimpikan sesuatu.


Sesaat kemudian Yura terlihat sudah membuka kedua bola matanya, energinya sudah stabil, kekuatannya juga sudah stabil.


"Tentu saja aku harus menunggumu." jawab Kaisar Han.


"Benarkah? apa yang kau mimpikan tadi, kenapa kau berteriak-teriak sambil menendang sesuatu?" tanya Kaisar Han yang membuat Yura menyipitkan kedua matanya sambil menatap sang Kaisar.


"Memangnya apa yang aku lakukan?" tanya Yura kepada kaisar Han.


"Kau tadi sepertinya bertarung." jawab kaisar Han sambil menahan senyumnya.


"Oh iya, aku tadi bermimpi sedang berkelahi dengan para preman yang selalu mengganggu orang-orang yang ada di tempatku bekerja." jawab Yura. terlihat Yura ingin membangunkan tubuhnya, rasanya tubuhnya seperti remuk redam karena dia sudah mengeluarkan tenaga yang sangat besar.

__ADS_1


"Apa yang sedang kau lakukan disini?" tanya Yura sekali lagi.


"Aku kan sudah bilang kalau aku harus menjagamu. Memangnya apa yang aku lakukan?" tanya Kaisar Han.


"Apakah kau tidak melakukan sesuatu padaku?" tanya Yura yang benar-benar bersikap seperti mencurigai Kaisar Han.


"Tenang saja, aku itu bukanlah seorang pria yang mempunyai pikiran picik, aku bukanlah pria yang mempunyai pikiran kotor seperti pria-pria yang lain." jawab kaisar Han sambil tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


Sesaat kemudian terlihat wanita itu berdiri hendak pergi dari kediaman sang Kaisar.


"Mau kemana?" tanya Kaisar Han kepada Yura.


"Tentu saja aku mau kembali ke kediaman ku, mau Apalagi aku di sini." jawab Yura.


"Kau tidak usah kembali ke kediaman mu, mulai sekarang kau akan tinggal disini bersamaku." jawab kaisar Han.


"Idih..., PD banget. Siapa juga yang mau tinggal di sini bersamamu? Memangnya kau menyuruhku untuk melihatmu berduaan bersama dengan para istrimu itu?" tanya Yura kepada kaisar Han.


Sang Kaisar tersenyum, pria itu menatap Yura. "Tenang saja, aku sudah menceraikan seluruh istriku." jawab Kaisar Han yang membuat Yura langsung melotot.


"Apa? apa yang kau katakan tadi?" tanya Yura yang ingin memperjelas kata-kata Kaisar Han.


"Aku kan sudah bilang, aku sudah menceraikan seluruh istriku. Jadi sekarang Aku sudah tidak mempunyai istri, kau bilang sendiri kan kalau kau tidak menyukai pria yang beristri, jadi aku menceraikan mereka semua." jawab Kaisar Han yang membuat Yura benar-benar sangat kesal. wanita itu menghentakkan salah satu kakinya kemudian pergi meninggalkan kediaman Kaisar Han dengan raut wajah yang benar-benar sangat kesal dan begitu marah kepada kaisar Han.


"Dasar pria tidak punya hati, enak banget dia menceraikan seluruh istrinya dan mengatakan kalau dia ingin menikahi Ku." ucap Yura yang sudah keluar dari kediaman Kaisar Han.

__ADS_1


** bersambung **


__ADS_2