
DRERTTTTTT...
DRERTTTTT...
DUMMM....
dewa perang sudah mulai menggunakan kekuatannya untuk menyerang Yura. pria itu tidak memikirkan 2 kali mengenai kekuatannya, dia tidak peduli, Yang jelas dia akan membuat Yura mendapatkan hukuman atas semua kelancangan yang tadi dia lakukan.
Yura terlihat menatap dewa perang yang memiliki sikap begitu angkuh hingga membuat hati Yura seketika langsung menggelap. Kaisar Han yang mencoba untuk menyerang, tentu saja pria itu langsung dihadang oleh seluruh pasukan langit.
"Kau tidak usah mengkhawatirkanku Yang mulia, kau Tenang saja, akan ku pastikan pria kurang ajar ini mendapatkan pelajaran atas apa yang telah dia lakukan padaku. lihat saja walaupun aku seorang manusia aku akan mengalahkannya, akan ku jadikan pria tidak tahu diri ini ini sebagai patung penyambutan para tamu!!" seru Yura. hati Yura benar-benar bergemuruh, tubuhnya terasa panas, nafasnya benar-benar begitu memburu hingga membuat wanita itu tidak bisa mengontrol emosinya. tatapan mata Yura terus menatap Kaisar Han yang harus bertarung dengan ratusan bahkan ribuan para pasukan kerajaan langit.
"Baiklah kalau begitu, kita akan lihat seberapa besar kekuatan mu hingga kau berani menantang ku!!" seru dewa perang.
"Entah mengapa aku harus bertemu dengan pria brengsek sepertimu, di dunia tempatku Aku benci dengan pria Seperti mu, namun sekarang aku harus bertemu kembali dengan orang-orang sepertimu. maka dari itu aku tidak akan membiarkan kau merasakan hidup tenang akan kubuat nafasmu terhenti ketika nyawamu juga ikut terhempas!!" seru Yura.
Dewa perang benar-benar begitu murka karena dari tadi Yura terus menghinanya, seolah pria itu pria yang tidak mempunyai kekuatan sama sekali.
"Aku mau tahu bagaimana kekuatan mu, maka dari itu kita harus berperang agar kita tahu siapa orang yang paling hebat!!" seru Yura yang kemudian mengambil salah satu pedang yang begitu jauh dari tempatnya dengan menggunakan kekuatan psikokinesis/telekinesis.
"Bagaimana mungkin wanita ini mempunyai kekuatan dari para dewa? jika hal itu terjadi maka kekuatannya akan setara dengan kekuatanku." ucap dewa perang yang terlihat tidak menyukai kekuatan yang dimiliki oleh wanita yang ada di depannya itu.
Seorang manusia yang mempunyai kekuatan setara dengan para dewa, hal itu akan membuatnya sedikit tersinggung karena dia tidak pernah suka kalau para manusia mempunyai kekuatan para dewa.
"Baiklah Dewa, karena kau mengatakan hal itu maka dengan sangat terbuka aku katakan kita akan bertarung!!" seru Yura yang kemudian menggunakan kekuatannya.
Pedang yang tergeletak itu kini dirubah menjadi pedang yang diselimuti oleh kobaran api, bisa dibilang kalau itu adalah pedang api.
"Kau memiliki pedang halilintar, Bukankah begitu Dewa? kalau begitu aku memiliki pedang yang akan aku beri nama pedang api!" seru Yura.
__ADS_1
"Dasar manusia tidak mempunyai etika, Aku akan segera menjadikanmu mayat yang tergeletak di tanah!!" seru dewa perang.
Yura benar-benar tidak menghiraukan perkataan sang Dewa, seketika pedang yang berada di tangannya itu diangkat ke langit, dia mengibaskan pedangnya yang membuat pedang yang di dililit oleh api tersebut menyambar ke segala arah.
"Yang aku tahu kalau para dewa benar-benar tidak menyukai api, maka aku akan memberi kalian hadiah yang sangat hebat!!" seru Yura yang kemudian mengayunkan pedangnya kembali ke arah para pasukan istana langit.
Di tempat yang agak berbeda dengan Yura, terlihat Kaisar Han dan para pasukannya terus mencoba menyerang para pasukan kerajaan Dewa.
"Yang mulia, Kami tidak akan bisa mengalahkan pasukan Dewa!!" seru para pasukan kerajaan tanah surgawi.
"Tenanglah Kalian tidak usah takut, kita akan bisa menyerang Mereka!!" seru Kaisar Han. sang Kaisar mulai menyerang para pasukan Dewa yang terus menyerang para pasukan kerajaan tanah surgawi.
TRANGGG...
TRANGGG...
suara pedang yang terus bersahutan ketika para dewa dan manusia bertarung karena sesuatu. Kaisar Alexis yang berada di tempat itu, tatapan matanya menatap para pasukan kerajaan tanah surgawi dan Kaisar Han terus melakukan perlawanan kepada para dewa yang tiba-tiba turun dan menyerang mereka.
"Aku tidak boleh membiarkan tubuhku ini seperti ini terus, jika tidak pria itu akan melukai ku." ucap Yura yang kemudian mengkonsentrasikan dirinya untuk membuat kekuatan yang ada di di tubuhnya keluar dan menggunakan kekuatan itu untuk melapisi tubuhnya. tubuh Yura seketika diselimuti kobaran api yang benar-benar sangat besar. "Jubah api!" seru Yura.
"Apa ini mengapa wanita itu menyelimuti dirinya dengan api." ucap dewa perang yang melihat Yura telah memakai jubah api di tubuhnya.
"Kenapa kau diam saja, Dewa? Apakah kau takut kepadaku!!" seru Yura..
"Mengapa aku harus takut padamu? Aku akan segera menghabisi mu dan membawamu ke kerajaan langit, aku akan menaruhmu di penjara para dewa!!" seru dewa perang.
"Cobalah kalau bisa, aku ingin tahu seberapa besar kekuatan mu hingga kau berani mengatakan hal itu padaku!!" seru Yura yang kemudian mulai menyerang para pasukan Dewa.
Dewa perang begitu terkejut karena wanita yang ada di depannya itu ternyata bisa melakukan teleportasi berpindah tempat begitu cepat.
__ADS_1
"Yang mulia, Kenapa kau tidak membuka segel tubuhmu, jika terus seperti ini rakyat dan pasukanmu akan musnah!!" seru Yura yang membuat Kaisar Han langsung membuka segel tubuhnya dan menggunakan kekuatan para dewa..
TRANGGG...
TRANGGG...
ZLEPP...
KRESS...
Kaisar Han dan Yura seketika membunuh para pasukan Dewa yang sudah menyatroni mereka. mereka tidak tahu apa kesalahan mereka, namun para pasukan Dewa tiba-tiba memberikan mereka serangan bertubi-tubi dan mencoba melukai Yura.
Kaisar langit yang melihat kejadian itu melalui cermin abadi Tentu saja dia sangat murka, dia memerintahkan dewa perang untuk mengambil Yura bukan untuk melakukan peperangan di bumi.
"Bagaimana bisa dewa perang tidak mematuhi perintah ku?!" seru Kaisar langit.
Para dewa yang lain nampak tidak bisa mengucapkan sepatah kata pun, karena terlihat jelas kalau dewa perang yang pertama kali melakukan penyerangan kepada Yura.
"Yang mulia, apa yang harus kami lakukan?" tanya para dewa yang ada di kayangan.
"Biarkan saja biarkan saja Dewa perang melakukan hal itu, aku yakin kalau dewa perang tidak akan bisa mengalahkan pasangan abadi itu." jawab Kaisar langit.
Para dewa nampak kebingungan dengan kata-kata yang diucapkan oleh kaisar langit.
"Apa maksud yang mulia? pasangan abadi?" tanya para dewa.
"Apakah kalian tidak merasakan? Apakah kalian tidak bisa merasakan dua kekuatan yang keluar dari 2 makhluk itu?" tanya Dewa langit kepada para bawahannya. Hal itu membuat para dewa yang lain sangat terkejut.
"Yang mulia, Apakah maksud yang mulia itu kalau mereka berdua itu adalah titisan 3 makhluk itu?" tanya salah satu Dewa kepada Dewa langit.
__ADS_1
** bersambung **
.