
Kekuatan yang terasa benar-benar sangat menekan, membuat orang-orang yang ada di kerajaan tanah surgawi melihat siapa gerangan yang datang. hembusan angin yang benar-benar sangat kencang membuat Kaisar tanah surgawi mencoba mengetahui orang yang sudah datang tersebut.
"Rupanya Ada orang yang mempunyai kekuatan setara dengan kekuatanmu, yang mulia." ucap Yura kepada kaisar Han.
"Kelihatannya mereka adalah orang-orang dari Kerajaan langit, mereka adalah para dewa." jawab Kaisar Han.
"Para dewa?" tanya Yura yang benar-benar sangat kebingungan. semasa hidupnya dia tidak pernah melihat Bagaimana bentuk dari dewa, namun sekarang dia akan melihat Seperti apakah para dewa itu, dia tidak akan pernah mempunyai kesempatan lain selain di dunia ini. tatapan mata Yura menatap bayangan yang masih belum menampakan wujudnya itu.
Yura sangat yakin kalau orang-orang yang berada di balik hembusan angin yang sangat kencang itu mempunyai kekuatan luar biasa. buktinya sekarang ini kekuatan itu seolah menekan dirinya, membuatnya tidak bisa melakukan sesuatu atau pun berusaha untuk menekan kekuatannya.
"Berani sekali kalian melakukan kekacauan di kerajaan khayangan, membuat para dewa merasakan getaran seperti ini!!" seru dewa perang yang sudah turun di bumi.
"Siapa kalian? Mengapa cara bicara kalian seperti orang-orang yang yang sangat berkuasa?" tanya Yura dengan nada suara yang benar-benar sangat lancang. wanita itu seolah ingin mempertegas kalau dirinya tidak akan pernah takut sama sekali dengan mereka yang sudah berada di kerajaan tanah surgawi.
"Lancang sekali kau!!" seru dewa perang kepada Yura.
"Seorang pria yang menggunakan pedang yang begitu besar, bahkan pedang itu seolah berukuran sama besarnya dengan sang pemilik.
"Wow.., pedangnya besar banget. kalau itu buat menebas orang bisa-bisa 1 kali tebasan rontok semua tubuhnya." ucap Yura.
Tatapan tajam yang ditunjukkan oleh dewa perang saat mendengarkan kata-kata Yura, nampak sang Dewa begitu murka karena ada seorang manusia yang berani menantangnya dengan kata-kata seperti itu.
"Berani sekali kau mengatakan hal itu padaku, Apakah kau sudah bosan hidup!!" seru dewa perang.
Yura Seolah Mau mengatakan kalau dirinya tidak takut dengan pria yang ada di depannya itu, dia mengangkat kedua tangannya, memberikan perkataan yang membuat dewa perang sangat tersinggung.
"Kau dan aku itu sama-sama hidup, lalu Mengapa aku harus takut padamu?" tanya Yura yang seolah membakar api di tubuh dewa perang bersama dengan para pasukannya.
__ADS_1
"Dasar lancang, berani sekali kau mengatakan hal itu padaku, aku adalah dewa perang. aku bisa membunuhmu dalam satu hentakan kakiku saja!!" seru dewa perang.
Senyum sinis ditunjukkan oleh Yura ketika dia sudah mendengar kata-kata yang diucapkan oleh dewa perang. dia ingin mengatakan kalau dirinya tidak akan pernah takut sama sekali dengannya. namun Kaisar Han nampak menghentikan langkah kaki Yura, kaisar Han menarik tangan Yura dan mengisyaratkan untuk dirinya diam saja.
"Ada apa Yang mulia?" tanya Yura kepada kaisar Han.
"Kau diam saja." Jawab Kaisar Han.
"Buat apa aku harus diam? Buat apa juga aku harus melihat kelakuan mereka, mereka itu datang-datang langsung membuat keonaran, memangnya kenapa kita harus menuruti mereka?" tanya Yura yang benar-benar ikut emosi saat melihat semua perlakuan dari para dewa yang turun di tempatnya tersebut.
"Lancang, berani sekali kau mengatakan hal itu padaku. Apakah kau tidak tahu siapa aku?!" seru dewa perang.
"Dari tadi kau selalu mengatakan Apakah kau tidak tahu siapa aku? Apakah kau tidak tahu siapa aku memangnya? siapa kau mengapa juga aku harus tahu siapa dirimu?" tanya Yura yang membuat Kaisar nampak menelan ludahnya begitu kasar.
"Terlihat di depan matanya, Wanita yang dia cinta itu seolah ingin menantang dewa perang dengan kata-katanya yang sangat tajam.
"Siapa juga yang menghinamu." jawab Yura.
Terlihat dewa perang sudah mengangkat pedangnya, itu berarti pria itu akan memulai peperangan nya dengan seorang wanita yang berasal dari dimensi lain.
"Kau yang menyebabkan ini semua, maka dari itu kau harus menanggungnya!!" seru dewa perang.
Yura hanya menatap semua yang dilakukan oleh pria itu, tidak ada perkataan yang keluar dari mulut Kaisar Han. dewa perang mulai mengayunkan pedangnya, sebuah pedang yang mempunyai kekuatan sangat luar biasa.
"Akan kulemparkan kau ke dalam kobaran api!!" seru dewa perang kepada Yura tidak mengeluarkan sepatah kata pun wanita itu hanya diam sesaat kemudian Yura mulai menggunakan kekuatannya untuk menangkis seluruh serangan dari dewa perang.
"Kekuatan halilintar." ucap dewa perang yang sudah memulai peperangan. pria itu menggunakan kekuatan dewa untuk menyerang seorang wanita.
__ADS_1
Kaisar Han yang melihat hal itu, tentu saja pria itu tidak akan membiarkan dewa perang melukai Yura.
"Dewa, Apa yang kau lakukan? mengapa kau harus menyerangnya!!" seru Kaisar Han.
"Aku tidak perduli, dia telah membuat kestabilan dunia para dewa goncang karena kekuatannya!!" seru dewa perang.
"Memangnya apa yang aku lakukan? kenapa aku membuat kestabilan duniamu tergoncang?" tanya Yura yang benar-benar sangat kebingungan dengan kata-kata yang diucapkan oleh dewa perang.
"Aku harus membawamu ke istana para dewa, kalau tidak kau akan memporak-porandakan seluruh dunia para dewa!!" seru dewa perang.
Terlihat Yura begitu enggan mendengar ceramah yang begitu panjang lebar yang dikatakan oleh dewa perang.
"Kau tahu tidak, kata-katamu itu membuat telingaku benar-benar sangat gatal. Kau kira aku akan diam saja dan kau kira aku akan mendengarkan ocehanmu yang dari tadi membuat telingaku ini benar-benar sangat panas?" tanya Yura kepada dewa perang.
Dewa perang benar-benar murka saat melihat seorang wanita mengatakan hal itu padanya, dia menggunakan kekuatannya, memberikan pelajaran seorang wanita karena dari tadi mengatakan kata-kata yang tidak berguna sama sekali..
"Pedang halilintar, bernyanyilah, gaungkan suaramu dan buat orang-orang yang ada di sekitar tempat ini merasakan bagaimana kekuatanmu!!" seru dewa perang yang terlihat menggunakan kekuatan pedang halilintar yang dia miliki.
Sebuah pedang yang dililit kekuatan yang sangat luar biasa, Hal itu membuat orang-orang yang ada disekitar pedang itu merasakan tekanan yang sangat luar biasa.
"Kalau dibiarkan begini saja Yura bisa-bisa dalam bahaya." guman Kaisar Han yang kemudian menggunakan kekuatannya untuk melindungi Yura.
Salah satu tangan Yura terangkat, itu menandakan kalau Kaisar Han tidak boleh membantunya, dia akan menyelesaikan masalahnya sendiri.
"Tidak, yang mulia. kau tidak boleh ikut campur dalam permasalahan ku dan pria itu. aku akan menanganinya sendiri." ucap Yura yang kemudian mengendalikan kekuatan yang ada di dalam tubuhnya.
** bersambung **
__ADS_1