PERMAISURI SANG KAISAR

PERMAISURI SANG KAISAR
Kaisar Han Phoenix jatuh cinta


__ADS_3

Setelah kejadian hari itu akhirnya Kaisar Han Phoenix benar-benar sudah memantapkan hatinya akan menikahi Yura seorang wanita yang membuat hatinya berdebar tidak karuan. seorang wanita yang ternyata memiliki darah iblis yang benar-benar sangat menakutkan.


"Aaaa!!!" suara teriakan dari Yura ketika dia sudah terbangun di pagi hari. bukan karena sesuatu, ternyata Yura tidak terlalu ingat dengan kejadian tadi malam.


Saat dia terbangun tiba-tiba dirinya sudah berada di kamar Kaisar Han Phoenix. Tentu saja dia tidak akan pernah mengira kalau dirinya mempunyai darah iblis yang mempunyai kekuatan luar biasa. Kaisar Han Phoenix juga memiliki setengah darah iblis dan setengah darah para dewa, hal itu membuatnya diturunkan ke bumi untuk menjaga kestabilan dunia para dewa.


"Aaaa!!! Bagaimana bisa aku berada di kamar ini!!" teriak Yura yang sudah terbangun dengan emosi yang benar-benar meluap-luap. Kaisar Han yang mendengar suara teriakan Yura, seketika pria itu memasuki kamarnya, dia menatap calon istrinya kemudian tersenyum dan duduk disamping Yura. Bagaimana aku bisa berada di sini?" tanya Yura yang terus menatap tempat keberadaannya.


"Memangnya ada apa? Bagaimana mungkin kau lupa kalau kau sekarang kau berada di kamar ini. bahkan kau juga lupa ya kalau tadi malam setelah kita bertarung dengan Kaisar Elios..., kau bersikap begitu manja kepadaku bahkan kau merayuku." ucap Kaisar Han Phoenix sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Yura.


Yura yang mendapatkan perlakuan seperti itu, tentu saja dia langsung menarik mundur badannya.


"Kau jangan bercanda Yang Mulia, masa' aku melakukan hal itu." jawab Yura Sambil tertawa terbahak-bahak. Dia mengipas wajahnya dengan salah satu tangan saat Kaisar Han Phoenix mendekatkan wajahnya ke wajah Yura. seketika wanita itu seperti mengalami kebakaran di wajahnya.


"Kenapa wajahmu memerah seperti itu?" tanya Kaisar Han Phoenix yang membuat Yura menatap pria itu kemudian Yura mengarahkan matanya ke atap kamar tempat dia berada.


"Siapa yang wajahnya memerah? aku tidak memerah, aku hanya sedang memikirkan Apakah benar yang kau katakan tadi yang mulia. masa aku melakukan hal itu, Kau kira aku ini wanita murahan apa." ucap Yura yang kemudian menutup wajahnya dengan selimut yang ada di sampingnya.


Kaisar Han Phoenix ingin sekali tertawa melihat kelakuan Yura yang benar-benar begitu polos. tidak ada rencana yang ingin dilakukan Yura untuk mendapatkan Kaisar Phoenix, di tempat lain dua selir kaisar Han benar-benar begitu marah saat mendengar Yura menginap di rumah sang Kaisar.


"Apa!!" seru Yura yang melihat Kaisar handphone semakin mendekatkan dirinya disamping Yura.

__ADS_1


"Memangnya apa yang aku lakukan?" tanya Kaisar Han.


"Aku itu bertanya padamu, Apa yang kau lakukan? mengapa kau menempelkan tubuhmu seperti itu, Kau kira kau itu cicak menempel di dinding." jawab Yura yang kemudian mendorong tubuh Kaisar Han Phoenix sejauh mungkin agar pria itu tidak mendekatinya.


"Kau itu kurang ajar sekali ya, kemarin kau bersikap begitu manja padaku, merayuku dengan rayuanmu yang benar-benar membuatku terjebak tapi sekarang malah kau menolakku. Apakah kau benar-benar ingin mempermainkan ku?" tanya Kaisar Han Phoenix kepada Yura.


"Siapa yang ingin mempermainkan mu?" tanya Yura sambil menunjuk wajah Kaisar Han Phoenix,


"Biasanya kalau orang lain yang melakukan hal itu padaku, tangannya sudah aku penggal, aku akan hukum pancung dia di alun-alun Kerajaan." ucap Kaisar Han Phoenix yang membuat jari telunjuk Yura langsung ditekuk.


"Ha-ha-ha..., ternyata calon istriku ini benar-benar takut mati ya." ucap Kaisar Han Phoenix.


"Tentu saja aku takut mati, usiaku masih muda, aku masih cantik, aku masih seksi, aku harus mencari seorang pria untuk menikahi ku. Memangnya kau gila menyuruhku untuk kehilangan nyawa di tempat asing ini!!" seru Yura yang benar-benar tidak terima dengan kata-kata yang diucapkan oleh kaisar Han Phoenix.


"Tutup matamu itu, jangan melotot padaku terus-menerus. kau kira aku ini apaan dipelototi seperti itu terus? kau kira aku ini lukisan apa!!" seru Yura yang kemudian berdiri dan hendak meninggalkan sang Kaisar. saat Yura ingin pergi terlihat di pintu kamar sang Kaisar sudah diketok oleh seseorang yang mulia selir Nai dan selir Mei.


"Yang mulia selir Nai dan selir Mei sudah berada ada diluar!!" seru salah satu penjaga kediaman sang Kaisar.


"Tuh kan para istri mu udah ke sini, tuh lihat...,cepat ke sana keluar, Nanti dikiranya aku itu mau ngerebut kamu." ucap Yura yang kemudian keluar dari kamar sang Kaisar menuju kediamannya sendiri.


Dayang Lin yang berada di luar kediaman Kaisar Han Phoenix tentu saja wanita itu langsung tersenyum saat melihat junjungannya dalam kondisi baik-baik saja.

__ADS_1


"Nyonya!!!" seru dayang Lin yang sudah melihat Yura keluar dari kamar Kaisar Han. kedua selir sang Kaisar nampak menatap Yura dengan Tatapan yang benar-benar begitu benci dengan Yura.


"Apa yang kau lakukan di kediaman yang mulia!!" seru selir Mei yang melihat Yura keluar dari kediaman sang Kaisar. padahal dirinya sebagai selir tidak pernah sekalipun diperbolehkan oleh sang Kaisar memasuki kediamannya, namun ini yang terjadi Yura adalah gadis asing namun dia begitu bebas keluar masuk di kamar sang Kaisar


"Ada apa? kenapa kalian masih tetap berada ada disini? memangnya apa yang kalian lakukan? tanya Yura balik kepada dua selir sang Kaisar.


"Memangnya apa yang harus kami lakukan? kami ini adalah istri sang Kaisar!!" seru selir Nai dan selir Mei.


"Apa? memangnya kenapa? tanya Yura yang terlihat marah kepada selir Mei dan selir Nai.


"Kau!!" teriak selir Mei.


"Kenapa kau teriak-teriak seperti itu di depan tuh kalau kamu teriak Iya lebih baik Patrick sama suamimu itu jangan tidak sama aku dong aku ini kan bukan istrinya dan aku juga bukan selingkuhannya jawab Yura.


"Memangnya kenapa kami tidak boleh berteriak, dasar wanita tidak tahu diri,, kau menggoda suami kami dan kau membuat yang mulia Kaisar tergila-gila padamu!!" seru selir Nai.


Yura hanya diam saja, dia hanya memutar bola matanya dengan jengah sambil menghentak-hentakkan kakinya.


"Sudah belum?" tanya Yura yang dari tadi mendengarkan ocehan selir Nai dan selir Mei.


"Tentu saja Belum, Memangnya kenapa dasar wanita kurang ajar!!" seru selir Nai yang hendak menampar Yura, Kaisar Han Phoenix yang melihat hal itu, seketika pria itu langsung menghentikan tangan selir Mei dan selir Nai mendorong tubuh wanita itu hingga tersungkur di tanah.

__ADS_1


"Jangan berani kau mencoba untuk menyentuh calon istriku!!" seru Kaisar Han yang membuat selir Mei dan selir Nai menatap sang Kaisar.


** bersambung **


__ADS_2