PERMAISURI SANG KAISAR

PERMAISURI SANG KAISAR
Ratu dan Raja Abadi


__ADS_3

"Apa ini? Apa yang terjadi? Kenapa mereka tiba-tiba datang ke sini?!" seru Elios yang terlihat begitu kebingungan karena dia tidak akan pernah mengira kalau ratu dari kerajaan hutan hijau sekarang berada di tempat mereka.


Elios benar-benar sangat terkejut, apalagi dewa matahari yang melihat hal itu. dia pun tidak kalah terkejutnya dengan putranya.


"Bagaimana mungkin, ratu dan raja abadi ada di tempat ini." guman dewa matahari yang sudah melihat kedatangan ratu dan raja sudah berada di tempat itu.


"Kenapa kau seperti itu dewa matahari? Apakah ada sesuatu yang membuatmu ketakutan hingga raut wajahmu seperti itu?" tanya Yura yang membuat dewa matahari seolah menelan ludahnya dengan begitu susah saat dia mendengar suara yang begitu bergema dari raja Ley.


"Auuuuuuu..,grerrrrrrr "


Suara Auman dari bangsa Serigala telah terdengar oleh Zhen..tanda penyerangan kepada kaum dewa yang di angguki oleh Zhen.


WUSSS..


hembusan dari siluman rubah putih yang memberi tanda pada sang pimpinan.


Semua kaum siluman telah meminta izin pada pemimpin mereka semua. pertarungan yang mengharuskan kaum manusia, dari kalangan rakyat jelata harus bersembunyi untuk menyelamatkan diri dari peperangan kaum atas dan kaum bawah.


Kaum atas terkenal dengan ke aroganan para Dewanya sehingga selalu mengatakan kalau mereka adalah makhluk terkuat. sedangkan kaum manusia adalah kaum bawah kaum yang terdiri dari, manusia, siluman,dan peri. kaum yang di anggap sepeleh oleh kaum dewa.


"Kita adalah manusia yang memiliki hak untuk hidup!!." seru para manusia.


"Kalian hanya sekumpulan sampah di bumi." seru dewa matahari.


"Jaga mulut kalian!!" seru Ley yang sudah berada diantara para orang-orang yang ada di kerajaan tanah surgawi.


"Kenapa lama sekali, Apakah ratu Syalila dan Kaisar Ley berada di tempat lain selain di sini?" tanya Yura kepada Syalila dan sang suami.


"Tuan..kekuatan mereka sepertinya dilapisi oleh mantra kutukan..,jadi tak bisa di tembus pedang!." lapor seorang siluman yang mulai menata nafasnya.


"Di mana si biang kerok?" tanya Syalila kepada salah satu siluman yang ada di tempat itu. ternyata dari dulu sampai sekarang wanita itu tidak pernah merubah cara bicaranya sama sekali. Bagaimana tidak, berbicara pun dia selalu mengatakan mengenai biang kerok ataupun sesuatu yang benar-benar sangat menyentil hati orang-orang yang ada di kerajaan hutan hijau.


"Yang mulia, apakah Yang mulia sudah lupa mengenai tempat ini? sudah ribuan tahun Yang mulia berada di kerajaan peri. namun Kenapa Yangan Mulia tidak merubah cara bicara Yang Mulia sama sekali.":sindir Zhen yang membuat Syalila langsung melotot kepada siluman itu..


"Sepertinya..,lebih baik kau jadikan dia siluman tanpa bisa kembali ke wujudnya" ucap Syalila yang meminta suaminya untuk menyuruh Zhen diam.


Tak pernah terfikir bagi kaum manusia, jika mereka akan berada di antara hidup dan mati..yang mereka doakan, hanyalah semoga semua lekas selesai dan para dewa dapat dikalahkan. Gerimis yang turun dari langit seakan menjadi pertanda. kala dewa langit akan membantu mereka yang ada di bumi.


"Kenapa hujan turun saat peperangan!" seru kaisar Han yang bingung.


"Sepertinya, Yang Mulia Kaisar langit membantu mahluk di bumi!" seru dewa api Bay Rong.

__ADS_1


"Itu tak boleh terjadi!" seru dewa matahari.


"Hahahaha..,bahkan, Dewa Langit membela kami yang tak bersalah!!" seru Yura yang tertawa.


"Aku akan membinasakan kalian!!" seru Dewa matahari yang mulai menyerang Yura namun di halau oleh Syalila.


"Jangan pernah menyentuhnya!" seru Syalila yang menyerang Dewa matahari.


Pertarungan ketiga orang itu sangat sengit, hingga membuat nafas makhluk hidup mulai sesak. Ley terus menyerang para iblis dan beberapa dewa pengkhianat tanpa henti hingga membuat para iblis tersudut.


Serangan demi serangan telah dilakukan Ley yang membuat para iblis dan dewa kualahan dalam menangkis serangan Ley, bahkan para kaum siluman dan kaum peri telah menyerang para dewa.hingga para dewa tersudut.


Suara nafas yang memburu dan tubuh yang penuh luka. tak ada kata mundur bagi makhluk bumi. karena hidup harus di perjuangkan walaupun perjuangannya sangat sulit.


Amarah dan kebencian kaum bawah sangatlah besar terhadap para dewa. Karena mereka selalu menindas para manusia di bumi.


"HYAAA!!!"


Suara teriakan dari kaum Bumi saat bertarung dengan gagahnya, untuk melawan para dewa dan pasukannya. desiran angin serasa membawa semangat kepada kaum Bumi yang sedang bertarung.


"KYAAAAAA!!!"


Saat para pasukan peri muncul dan menyerang Elios, seketika Ley langsung mundur untuk memberi ruang bagi para peri menyerang Elios.


Suara teriakan yang keluar dari para dewa membuat langit serasa akan menjatuhkan air mata. Mendung langsung menyelimuti langit, gelegar petir seakan bersahutan. menandakan akan adanya seseorang yang agung akan turun dari langit.


"Dengarlah dewa matahari, Elios. Bahkan Yang Mulia Dewa langit tak merestui mu untuk membunuh kami!" seru Syalila yang melihat kondisi Elios sudah mengenaskan.


"Aku akan membinasakan mereka.dan aku akan membunuhmu!!." seru Elios di sela serangan para peri.


"Aura suci..segel jiwa!" kaisar Han yang geram dengan ucapan Elios. Dia langsung mengunci kekuatan Elios untuk yang kedua kalinya, Elios kehilangan kekuatan di Medan perang, walaupun tubuhnya telah di tutupi segel yang tak bisa di tembus. namun Kaisar Han tetap bisa menghilangkan kekuatan Elios.


"Aaaaaaa!!" teriakan Raja Han yang telah disiksa oleh pasukan peri.


Begitupun para dewa yang lain, banyak dari para dewa sekarat di tempat. karena bertarung dengan para siluman. Saat para siluman ingin menghabisi para dewa, tiba-tiba petir hebat menggelar di langit. yang membuat retakan di bumi.


~Sesaat kemudian ~


Nampaklah sosok pria tua yang gagah.


"Yang Mulia Dewa Langit?!" seru Syalila saat melihat sosok agung dewa langit.

__ADS_1


"Hentikan!!" seru Ley yang menghentikan para peri saat akan membinasakan para dewa dan Elios.


"Beri hormat pada dewa langit." seru Syalila pada semua kaum di bumi.


"Hormat kami dewa langit!" hormat Syalila dan Ley.


"Hormat kami dewa langit!" seru Kaisar Han dan Yura serta semua kaum di bumi.


"Hem,"


dewa langit yang tersenyum pada Syalila,


"Ada apa gerangan dewa kemari?"" tanya Syalila sambil menatap heran.


"Aku kemari, ingin membawa kaum dewa pulang." jawab dewa langit. sambil tersenyum pada Syalila.


"Ooooo." jawab Syalila santai seperti tidak ada apa-apa.


Sedangkan para kaum peri tidak terima karena para dewa itu di bawa pulang ke istana dewa.


"Tidakkk!!" seru para siluman dan Peri.


"Mereka semua harus mati!" seru para peri dan siluman yang masih mendendam kepada para dewa.


"Biarkan mereka mendapat hukuman langit!!" seru Syalila pada roh suci.


"Mereka belum merasakan apa yang kami rasakan!!" seru para peri dan siluman


"Mereka akan mendapatkan hukuman seperti yang kalian terima." tegas dewa langit yang membuat para peri terdiam.


"Nyawa akan terbayar." jawab dewa langit.


"Percayalah pada dewa langit!!." seru Syalila.


Akhirnya dewa langit membawa para dewa kembali ke langit dengan satu syarat.


Akhirnya para rakyat bisa terbebas dan tinggal di kerajaan mereka. sedangkan dewa air dan bumi menatap dewa matahari yang masih berada di bumi.


"Aku serahkan dewa matahari dan putranya di tangan kalian!" seru Dewa Langit yang kemudian membawa para dewa penghianat.


*** bersambung **

__ADS_1


__ADS_2