
Toeell..
Toeel..
terlihat Yura sedang mempermainkan telinga dari siluman rubah putih, di dunia nya memang tidak ada hal semacam itu. hingga membuat Yura menekan telinga siluman rubah putih dengan sangat keras.
"Auch..," Siluman rubah putih yang berteriak kesakitan karena telinganya tiba-tiba ditarik oleh Yura.
"Seorang pria masa disentuh seperti itu saja sudah kesakitan." sindir Yura yang kemudian terus menatap pria yang ada di depannya itu.
"Ayahanda kubilang kalau kau bisa berubah wujud menjadi kucing?" tanya Yura yang membuat siluman rubah putih menatap wanita yang ada di depannya itu.
"Dasar wanita, aneh. Aku ini bukan kucing tahu, aku ini siluman rubah putih." jawab siluman rubah putih sambil melotot kepada Yura.
"Matamu itu ingin aku colok ya? kalau mau aku colok pasti akan aku colok." ucap Yura yang sudah mengangkat kedua tangannya.
"Dewa air, ternyata menantumu ini benar-benar sangat menakutkan sama menakutkannya dengan Kaisar Han."'ucap siluman rubah putih yang kemudian memegang kedua telinganya.
"Tunjukan sama dia kalau kau bisa merubah wujud mu, dengan begitu dia akan melepaskan mu." pinta Dewa Air yang membuat siluman rubah putih menggelengkan kepalanya.
"Beneran kamu tidak mau?" tanya Yura yang membuat siluman rubah putih menatap Yura kembali.
Seketika siluman rubah putih langsung menganggukkan kepalanya, karena terlihat jelas kalau wanita yang ada di depannya itu benar-benar sangat menakutkan.
WUSSS....
CLINGG..
Seketika Yura Akhirnya sudah berubah ke wujud hewan rubah yang sesungguhnya, hal itu membuat Yura benar-benar sangat terpukau dengan pemandangan yang ada di depannya itu.
"Aaaaa!!" teriak Yura yang sudah melihat siluman rubah putih sudah berubah menjadi hewan rubah.
"Kenapa kau sangat terkejut seperti itu?" tanya dewa air kepada Yura.
__ADS_1
"Tentu saja aku sangat terkejut, Ayah. karena aku harus melihat ada hewan secantik ini, ada kucing yang mempunyai ekor sangat banyak." jawab Yura sambil terpukau melihat wujud sebenarnya dari siluman rubah putih.
"Kucing?" tanya Dewa Air kepada Yura.
"Tentu saja kucing, Ayah. Lihatlah kucing cantik yang ada di depanku ini." jawab Yura yang kemudian berjalan mendekati siluman rubah putih dan memainkan ekornya.
CLINGG...
siluman rubah putih langsung merubah wujudnya kembali menjadi seorang manusia. Hal itu membuat Yura kembali terkejut dan mengatakan sesuatu yang membuat siluman rubah putih langsung terdiam.
"Ternyata dirimu sama seperti siluman rubah merah yang dikatakan oleh suamiku ya?"'tanya Yura Kepada siluman rubah putih.
"Siluman rubah merah? Mengapa Anda mengatakan kalau kau telah bertemu dengan siluman rubah merah?" tanya siluman rubah putih kepada siluman rubah merah.
"Tentu, siluman rubah merah yang bernama Akagi, kan?" tanya Yura kepada siluman rubah putih.
"Bagaimana kau mengetahui namanya?" tanya siluman rubah putih kepada yura.
"Aku pernah bertemu dengannya." jawab Yura.
Dewa Air yang mendengar kata-kata yang diucapkan oleh menantunya itu, tentu saja dia juga sangat kebingungan karena siluman rubah merah adalah siluman yang sangat berbahaya di kalangan para siluman.
"Putriku, Bagaimana bisa kau bertemu dengan siluman rubah merah?" tanya Dewa Air yang langsung menatap wajah Yura.
"Aku bertemu dengan pria itu saat berada di gazebo terlarang yang dimiliki oleh suamiku, Ayah." jawab Yura.
Dewa Air mulai mencari tahu apa yang terjadi di tempat itu, karena siluman rubah merah adalah makhluk yang paling berbahaya di antara para siluman.
"Kenapa suamimu tidak mengatakan hal itu kepadaku?" tanya Dewa Air kepada Yura.
"Saya tidak tahu Ayahanda, Memangnya kenapa? kelihatannya Ayah benar-benar sangat khawatir?" tanya kepada dewa air.
"Apakah kau tidak tahu permaisuri, kalau siluman rubah merah adalah siluman yang sangat berbahaya. siluman itu adalah siluman titisan iblis, dia mampu menggoncangkan bumi Bahkan dia mampu membuat keributan yang sangat luar biasa di alam para dewa." jawab siluman rubah putih.
__ADS_1
"Kalau seperti itu Aku tidak tahu tapi yang jelas aku bertemu dengannya waktu di sana, setelah itu suamiku juga kesana dan membawaku pergi." jawab jura.
Dewa Air dan siluman rubah putih saling menatap satu sama lain, ternyata siluman rubah merah mengincar Yura. siapapun yang bertemu dengan siluman rubah merah mereka tidak akan mampu bertahan, namun jika siluman rubah merah melepaskan Siapa saja yang diinginkan berarti siluman itu menginginkan orang yang dia lihat tersebut.
"Apa yang akan terjadi jika siluman itu mencoba untuk membuat keributan di sini." guman dewa Air.
"Kenapa kalau yang di kebingungan seperti itu? kau kan siluman rubah putih, sedangkan dia siluman rubah merah, Seharusnya kan kalian berteman?" tanya Yura yang membuat siluman rubah putih langsung menghela nafasnya begitu kasar.
"Dengarlah aku permaisuri, sebenarnya siluman rubah putih dan siluman rubah merah sangatlah berbeda. kami siluman rubah putih dipimpin oleh kaisar Riu, dia adalah menantu dari ratu Syalila. ratu kerajaan hutan hijau." jawab Gong Yoo.
"Lalu, Memangnya apa yang terjadi dengan siluman rubah merah?" tanya Yura kepada Gong Yoo.
Akhirnya Gong Yoo atau siluman rubah putih menceritakan perihal permusuhan antara siluman rubah merah dan kelompok siluman rubah putih. Hal itu membuat beberapa kerajaan para siluman harus terpecah belah karena hal itu.
"Kalian ini kan satu garis, Kenapa harus terpencar?" tanya Yura yang membuat Gong Yoo harus menelan ludahnya secara kasar dan menghela nafasnya secara kasar pula.
"Lalu, jika aku bertanya kalian.., ini kan manusia satu rumpun. Kenapa harus bertengkar hanya karena ingin mendapatkan kekuasaan yang lebih tinggi." ucap Gong Yoo yang membuat Yura menatap pria tersebut.
"Apakah siluman rubah merah itu sangat berbahaya?" tanya Yura kepada Gong Yoo. nampak Gong Yoo menganggukkan kepalanya, karena siluman rubah merah adalah makhluk yang paling kejam di antara para siluman.
"Dia adalah orang yang sangat menakutkan, Yang mulia. bahkan dia mampu memakan kelompoknya sendiri." jawab Gong Yoo.
"Maksudmu?" tanya Yura yang sedikit bingung.
"Dia adalah siluman yang benar-benar sangat berambisi untuk mendapatkan kekuasaan yang paling tertinggi di kerajaan para siluman. Hal itu membuat siluman rubah merah yang bernama Akagi sangat membenci junjungan kami yang bernama Kaisar Riu, Kaisar para siluman." jawab Gong Yoo.
"Kalau begitu aku harus berhati-hati dong, Kalau bertemu dia?" tanya Yura kepada Gong Yoo.
"Tentu saja Yang mulia harus berhati-hati, saya yakin sedikit demi sedikit pria itu akan menghisap aura kekuatan dari yang mulia permaisuri." Jawab Gong Yoo.
Kaisar Han sudah berjalan memasuki ruang pengobatan, pria itu sudah mendengarkan semua cerita dari ayahandanya dan Gong Yoo.
"Aku tidak akan membiarkan siapa pun berusaha untuk mengambil istriku, jika mereka berani melakukan hal itu maka aku akan memberikan pelajaran yang tidak akan mampu mereka pikirkan!!":seru Kaisar Han yang sudah memasuki ruang pengobatan.
__ADS_1