PERMAISURI SANG KAISAR

PERMAISURI SANG KAISAR
Ayo kita pulang


__ADS_3

"Hyaaa!!! terbukalah!!!" seru Yura yang sudah menggunakan seluruh kekuatannya. dia tidak akan pernah menyerah dan dia tidak akan pernah mau untuk mengalah kepada siapapun. keinginannya untuk kembali ke tempatnya benar-benar begitu besar, Yura tidak akan membiarkan seluruh penduduknya di bantai oleh Dewa matahari.


"Terbukalah wahai pintu gerbang kerajaan dimensi terlarang, terbukalah!!" seru Yura dengan seluruh kekuatannya. ternyata Yura perlu menggunakan setengah kekuatannya. pintu itu sudah terbuka dengan begitu lebarnya, sebuah senyum terukir indah di bibir Yura ketika pintu gerbang itu sudah terbuka. "Suamiku, Ayo kita pulang. kita selamatkan para penduduk Kerajaan kita!" seru Yura yang terlihat memperlihatkan senyum yang begitu menawan ketika pintu gerbang kerajaan dimensi terlarang sudah terbuka.


Kakek tua tersenyum, pria tua itu sudah memprediksi kalau Yura akan menjadi seseorang yang sangat kuat.


"Aku sudah bilang Kan, kalau istrimu akan bisa membuka pintu ini. Jadi kau tidak usah takut jika terjadi sesuatu dengannya." ucap kakek tua yang membuat Kaisar Han juga ikut tersenyum.


"Master benar, Istriku adalah wanita yang sangat hebat. dia tidak akan mudah dikalahkan oleh siapa saja!!" seru Kaisar Han yang kemudian berdiri.


"Kembalilah, selamatkanlah seluruh kerajaan-mu. selamatkan nyawa mereka dan selamatkan orang-orang yang tidak berdosa itu!!" seru kakek tua yang membuat Kaisar Han menganggukkan kepalanya.


"Kakek, aku akan pulang dulu. setelah aku menyelesaikan semua tugasku aku akan menemuimu!!" seru Yura yang kemudian berjalan melangkah ke sebuah titik gelap yang ada di dimensi terlarang.


"Kita pulang Istriku!" seru Kaisar Han yang sudah terlihat bersemangat untuk kembali ke dimensi tempat dia berada di dunia para manusia. dia akan menyelamatkan seluruh rakyatnya, dia akan menyelamatkan Para manusia yang telah disakiti oleh kaisar Han dewa matahari.


Cahaya yang begitu menyilaukan mata, sebuah cahaya yang benar-benar membuat Siapa saja yang melihatnya tidak akan bisa membuka matanya. langkah kaki sepasang suami istri itu sudah keluar dari pintu gerbang kerajaan dimensi terlarang. sebuah dimensi yang sudah menyedot Kaisar Han Dan beberapa bulan yang lalu.


"Kalian akan menjadi orang-orang yang sangat hebat, kalian akan menjadi pemimpin yang paling disegani di masa kalian!" seru kakek tua yang kemudian mengibaskan tangannya. hanya dengan satu kali kibasan pintu gerbang dimensi terlarang langsung tertutup. Yura dan Kaisar Han yang mendengar pintu itu tertutup, seketika mereka menghentikan langkah kakinya. Mereka menatap pintu itu sudah tertutup.


"Ternyata kakek sudah menyuruh kita kembali ke tempat kita." ucap Yura.


"Kau benar istriku, dia adalah guru kita dan dia adalah orang tua kedua kita." Jawab kaisar Han yang kemudian terlihat memegang tangan istrinya dan membawanya kembali ke dunianya. sebuah pakaian yang telah mereka pakai benar-benar sangat berbeda dari dunia mereka, saat mereka sudah keluar dari dimensi terlarang dan sampai di dunia manusia. ada suatu perubahan yang benar-benar sangat drastis, sehingga membuat Yura dan Kaisar Han sangat kebingungan.


"Suamiku, Kenapa tubuhku ringan sekali ya? seolah aku ini tidak mempunyai raga sama sekali." ucap Yura sambil menatap suaminya.

__ADS_1


"Kau benar istriku, kita seolah melayang di antara angin yang berhembus." jawab Kaisar Han yang kemudian menggerakkan salah satu tangannya. Hal itu membuat angin berhembus dengan begitu kencang.


"Ternyata benar apa yang dikatakan oleh master kalau aku dan istriku sekarang mempunyai kekuatan yang lebih besar dari sebelumnya." ucap Kaisar Han yang kemudian mengajak istrinya untuk mencari keberadaan dewa matahari.


"Ayo, segera kita bunuh pria itu, suamiku!!" seru Yura yang terlihat benar-benar begitu marah saat melihat hutan tempat mereka sekarang sudah hancur porak-poranda.


"Tenanglah, istriku kita tidak bisa langsung ke sana. kita harus membuat rencana agar dewa matahari tidak membinasakan para penduduk semakin banyak." jawab kaisar Han.


"Apa maksudmu, suamiku?" tanya Yura kembali.


"Ayahanda dan Dewa bumi sudah ditangkap oleh Dewa matahari. mereka sekarang di penjara di bawah bumi di sebuah kerajaan bumi yang dimiliki oleh Dewa bumi." jawab kaisar Han.


"Apa maksudmu, suamiku?" tanya Yura yang sedikit kebingungan dengan kata-kata yang diucapkan oleh suaminya itu.


"Ayahanda sekarang dipenjara oleh Dewa matahari. bahkan beliau tidak mempunyai kekuatan sama sekali." jawab Kaisar Han yang membuat Yura menganggukan kepalanya.


"Aku tidak mungkin mengatakannya padamu, istriku. aku tidak ingin membuatmu benar-benar terjerat dengan semua pemikiran ini." jawab Kaisar Han.


"Apa maksudmu, suamiku? Apakah kau tidak memikirkan Bagaimana perasaanku atau ataukah kamu tidak memikirkan apa yang akan terjadi dengan Ayahanda?" tanya Yura yang membuat Kaisar Han mengangguk.


"Lalu, kita akan kemana?" tanya Yura kembali.


"Kalian tidak usah kemana-mana, kalian akan ikut bersamaku!" seru seorang wanita yang terlihat belum menampakkan dirinya.


Yura dan Kaisar Han yang berada di sana nampak mereka berdua sangat kebingungan untuk mencari siapa gerangan yang berbicara tersebut tidak menampakkan dirinya. sesaat kemudian angin berhembus begitu kencang, hembusan angin itu mengakibatkan beberapa pohon yang ada di sana langsung tumbang seketika.

__ADS_1


"Siapa kau, tunjukkan dirimu!!" seru Yura yang terlihat benar-benar begitu kebingungan dengan suara yang tidak menampakan jati dirinya.


Sesaat kemudian sebuah bayangan seorang wanita sebuah cahaya yang sedikit bersinar begitu terang.


"Bagaimana kondisimu, cucuku?!" seru Syalila. terlihat Syalila menampakan dirinya dihadapan Yura dan Kaisar Han.


"Siapa kau!!" seru Yura yang terlihat begitu marah dan begitu kebingungan dengan sosok cantik yang berada di depannya itu.


"Tentu saja kau tidak akan mengenal nenek buyut mu ini, karena kita sudah berbeda generasi ratusa ribu tahun." jawab Syalila.


Ternyata Yura adalah keturunan dari salah satu cucu Syalila yang kembali ke dunia mereka. sebuah dunia yang membuat salah satu cucu Syalila, putra dari Rion kembali ke dimensinya.


Cerita ini akan sedikit berputar karena ternyata Yura adalah keturunan dari Syalila, berarti dia adalah garis keturunan yang dimiliki oleh raja dan ratu kerajaan tanah surgawi.


"Apa maksudmu?!" seru Kaisar Han terlihat kebingungan.


"Perkenalkan namaku adalah Kaisar Han Zhe Ley dan dia adalah istriku ratu Syalila!" seru Ley yang sudah berada disekitar tempat itu. betapa terkejutnya Yura dan Kaisar Han ketika mereka mengetahui kalau kedua orang itu adalah orang yang mereka cari.


"Benarkah, Benarkah kalau kau adalah ratu Syalila dan Kaisar Ley!" seru Yura yang terlihat kebingungan.


Terlihat Ley menganggukkan kepalanya, namun Kaisar Han terlihat sedikit kebingungan dengan kata-kata yang diucapkan oleh wanita cantik yang ada di depannya itu.


"Apa maksudmu, ratu? Apa maksudmu Dengan mengatakan kalau Istriku adalah keturunanmu?" tanya Kaisar Han kepada Syalila.


Syalila tersenyum, wanita itu menatap Kaisar Han yang sedikit kebingungan. akhirnya Syalila menceritakan mengenai garis besar dari keturunan Syalila, itu artinya Yura masih ada garis darah dengan Syalila karena dia adalah cucu dari keturunannya.

__ADS_1


*** bersambung ***


__ADS_2