
Barra berlari meninggalkan teman temannya di kantin dan mencari cari keberadaan Alana di mana. Saat sampai kelas ia tersenyum melihat gadis yang sedari tadi di carinya.
Alana menelungkupkan wajah ke atas tangannya, ia seperti menyesal telah melakukan hal tadi. Dan Anggi di sebelahnya merasa bersalah, karena dirinya Alana memiliki masalah yang tidak kecil.
Barra berjalan menghampiri Alana, ia melihat raut wajah Alana begitu khawatir dan sedih. Barra mendekat, terus mendekat pada Alana.
"Al—
" Barra, maafin aku. Aku udah bikin masalah, aku takut mama sama papa marah. " Serobot Alana seraya masuk ke dalam pelukan Barra, jam istirahat belum selesai. Jadi kelas masih kosong.
Barra hanya terdiam, dan perlahan membalas pelukan Alana. Ia mengelus puncak kepala Alana dengan lembut, ia menenangkan Alana. seakan tahu gadis itu mengkhawatirkan siapa dan tentang apa.
"Gak papa Al, aksi lo tadi hebat berani ngelawan orang kayak Vallen. Lo gak salah kok, lo cuma ngebela apa yang lo rasa bener, gue salut sama lo." Pertama kali dalam hidup, Barra melakukan hal seperti ini pada wanita. Bahkan dulu saat masih bersama Vallen, ia tida selembut ini terhadapnya.
" Tapi aku takut kalo mama sama papa harus bertanggung jawab atas apa yang aku lakukan, kamu kan tahu Vallen dan Ayah nya gimana."
"Udah udah nanti gue bantuin lo kok." Barra perlahan melepaskan pelukan Alana.
Tiba tiba seseorang datang menghampiri mereka dan berteriak.
"Kak Al..." Kyra berlari dan memeluk Alana dengan erat. "Kaka gak papa? Tadi itu kakak keren banget tau, ngelawan si nenek lampir. Ahh aku ngefans banget, apa lagi waktu tadi kakak bikin skat mat dia. Ahh... Rasanya puas banget liat mukanya nahan malu." Kyra terus mengoceh, mengeluarkan apa yang ada di pikirannya.
Kyra baru menyadari, kalau wajah Alana terlihat begitu sedih. Air mata Alana tertahan di pelupuk matanya. Hanya satu yang ia pikirkan, bagaimana jika masalah yang ia buat bisa membuat Damar dan Agatha ikut terseret oleh Ayah Vallen.
"Kakak kenapa sedih? Jangan sedih dong nanti aku ikutan sedih kak." Kyra memeluk kembali Alana.
"Pasti sama Abang marahin ya?" Kyra memincingkan matanya dan menatap Barra.
"Ngga kok, Barra tadi nenangin aku. Aku cuma takut bikin mama papa kecewa, baru sekolah aku udah bikin masalah. Apalagi sama orang yang punya kekuasaan disini, aku takut Mama Papa juga ikut terseret dalam masalah ini."
"Ngga kak, aku sama Abang pasti ngebela kakak kok. Kita juga tahu Kak Vallen seperti apa, dia kan mantannya Abang. Jadi aku tahu lumayan banyak tentang dia. Kalau gitu aku ke kelas dulu ya, nanti pulangnya bareng aku gak punya janji sama siapapun."
Setelah bel istirahat berbunyi Kyra bergegas menuju kelasnya dan Barra pun kembali ke tempat duduknya. Alana memberi isyarat pada Anggi, agar tetap diam dan tidak berbicara pada siapapun. Kalau dia mempunyai hubungan dengan Barra dan Kyra.
Alana menetralkan perasaannya, berusaha seperti tidak terjadi apapun. Dan kembali fokus pada pembelajaran selanjutnya. Dengan membuang semua pikiran pikiran negatif dalam isi kepalanya. Anggi yang memperhatikan Alana, ia hanya bisa mengusap punggung Alana agar gadis itu lebih tenang sedikit.
__ADS_1
Camkan ya, Alana bersikap seperti itu bukan karena ia takut. Gadis itu lebih takut membuat Damar dan Agatha kecewa terhadap dirinya.
...****************...
Sore hari Alana, Barra dan Kyra, baru saja sampai di rumah, hari yang panjang dan melelahkan. Seharian ini ketiganya sama sama mempunyai tugas yang banyak, Biasa lah hari senin, hari yang isi nya banyak keluhan para murid.
Hari ini, Alana meminta pada Kyra untuk pisah kamar, karena ia sedang merindukan Ayahnya, itulah kebiasaan Alana jika merindukan sosok yang paling berarti dalam hidupnya.
Setelah beres makan malam bersama, seperti biasa seluruh penghuni rumah pasti langsung masuk ke kamar. Tapi tidak untuk Alana, ia memilih untuk pergi ke taman belakang rumah membawa peralatan tempurnya ke gazeboo.
Angin malam yang sejuk menyapu kulit Alana yang lembut, ia berbaring dengan kedua tangan sebagai bantal nya dan menatap ke langit. Gadis itu mencari cari bintang yang paling terang dan akhirnya ketemu. Bintang paling cantik yang ia sebut woody.
*Woody, kamu pasti tahu kenapa aku sekarang ada disini. Ya! Benar aku kangen Ayah, kamu disana pasti liat Ayah aku kan? Pasti kamu sekarang sudah akrab sama Ayah. Soalnya dia pandai bicara, mulutnya manis hehehe.
Woody tolong sampaikan rasa rinduku padanya, aku sangat sangat rindu dengan nasihatnya. Maaf hari ini aku lepas kendali, sebenarnya aku tidak marah. Hanya saja aku tidak suka pada orang yang memandang kasta, apalagi yang merendahkan dan mengancam orang lain pakai kekuasaan Ayahnya.
Dia berdiri di kaki Ayahnya, sedangkan Anggi berdiri di kaki sendiri. Sebenarnya yang pengecut itu Anggi atau Vallen sih? Woody menurutmu siapa? Ahh sudah lah aku pusing memikirkannya.
Woody tolong bilang pada Ayah... tolong beri aku kekuatan dan beri nasihat padaku lewat mimpi. Aku mohon, aku merasa sangat bersalah karena kejadian tadi. Aku takut om Damar dan Tante Agatha kecewa padaku, padahal mereka sudah baik sekali memberi ku semuanya*.
Tidak sadar bulir bulir bening jatuh dari pelupuk matanya, ia dengan cepat menyeka nya dengan kasar dan kembali tersenyum.
Seseorang sedari tadi memperhatikan Alana dengan bintang kesayangannya. Alana tidak sadar ada memperhatikan karena ia terlalu fokus berinteraksi dengan Woody.
Alana bangun dari tidur nya kemudian membereskan alat alat melukisnya. Setiap hatinya merasa gundah, Alana sering kali menumpahkan emosinya lewat sebuah lukisan. Setiap melukis, Alana pasti merasa tenang dan senang. Karena ia bisa melupakan semuanya.
Tiba tiba seseorang menghampirinya dan menepuk bahunya. "Lo ngapain sendiri disini?" Tanya Barra.
"Aku lagi lagi nyetrika piring!" Barra mengerutkan Alis nya bingung.
"Ya lagi ngelukis dong, Bar. Kamu pasti liat akunya pake kaki gak pake mata"
"Ya elah cuman basa basi doang, gak ngerti banget sih lo."
Barra duduk bersebelahan dengan Alana, ia melihat lukisan Alana sungguh indah. Pemandangan malam dengan penuh bintang bintang yang cantik, Alana sungguh jago melukis.
__ADS_1
Barra mengambil canvas dan kuas, ia mencoba melukis. Alana membiarkan Barra berkreasi sesuka mungkin, berimanjinasi se kreatif mungkin. Alana meneruskan lukisan ya dengan telaten.
"Beressss" Barra menunjukan gambarannya pada Alana dengan bangga. Pasalnya ia baru pertama kali menggambar menggunakan canvas dan cat air.
Alana menoleh pada Barra, sesaat kemudian gadis itu tertawa terbahak bahak melihat hasil lukisan Barra.
"Lo ngetawain hasil karya gue?!"
"Itu bukan lukisan, tapi cat air yang tumpah di atas canvas. Abstrak banget hahahahahahahahahah"
Barra merajuk, membantingkan canvas dan membalikkan badannya, bersedekap dada dengan mulut yang mengerucut.
"Yah... Merajuk dia. Emang fakta lukisan kamu abstrak hahahaha" Alana tertawa untuk ke sekian kalinya. Alana tahu Barra memang tidak suka melukis, namun ia juga tahu ada maksud lain makanya ia melakukan hal yang Barra tidak suka.
Barra kemudian menghadap pada Alana kembali. "Oke kalo lo ngeledek gue, gue terima sekarang. Tapi besok gue tantang lo buat masak, siapa yang lebih enak menurut orang rumah. Dia harus nurutin 3 permintaan, tidak ada penolakan." Ujar Barra dengan tegas.
Alana langsung mengangguk percaya diri, ia yakin kalau Barra tidak masak. Alana dengan gaya sombong nya menjabat tangan Barra tanda deal. Barra menyeringai, tersenyum penuh kemenangan, padahal lombanya aja belum menang tapi ia sudah memasang wajah penuh dengan kemenangan.
"Dengan satu syarat yaitu menunya harus di pilihan mama atau siapa pun tidak boleh curang ya." Alana menelisik Manik hitam milik Barra dengan tersenyum.
Barra hanya mengangguk dan kembali ke dalam rumah. Begitu juga dengan Alana, ia membereskan peralatan melukisnya. Bergegas menuju kamar.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
**Barra : Thor kalo besok gue menang, gue kasih hadiah deh buat lo apa aja yang lo mau.
Alana : Ehh belum apa apa udah curang, Thor kan tadi kita udah sepakat ya. Jangan lupa loh.
Barra : curang nih nyuri start, lo udah punya sepakatan sama gue bestiee
Alana : bestie jangan gitu lah, kita bespren yang tidak bisa di pisahkan.
Author : aaaaaa author jadi malu di di rebutan kalian berduaaa 🤗😘 lopyu pul dech 🥰💋
Barra : Thor jyjyk deh, mending gue kaburrr 🏃♂️🏃♂️🏃♂️🏃♂️🏃♂️🏃♂️🏃♂️
__ADS_1
Alana : Thor ko aku ngerasa geli sih, BARRAAAA AKU IKUT KAMUU 🏃♀️🏃♀️🏃♀️🏃♀️🏃♀️
Jangan lupa ninggalin jejak ya bestie 🤎**