PERNIKAHAN DI SMA

PERNIKAHAN DI SMA
CHAP 8 : SEKOLAH


__ADS_3

Setelah beberapa minggu kemudian...


Libur sekolah pun berakhir, tahun ajaran baru akan segera di mulai. Hari hari berlalu begitu bahagia dan menyenangkan bagi seorang Alana Valerie. Gadis itu kerap kali di ajak nongkrong bersama sahabat Barra dan sering juga di ajak shopping oleh Agatha. Kehidupannya kini benar benar berubah hampir seratus persen.


Penampilannya pun dari yang hanya suka pakai celana jeans dan kaos, sekarang ia berubah Penampilannya menjadi casual seperti ini 👇 membuat Alana terlihat lebih keren. Siapa dulu dong yang ngestyle nya? Kyra Queensha yang cantik dan imut dong 😘



Perpindahan sekolah Alana sudah beres di lakukan oleh Damar dan Agatha dan segala perlengkapannya juga sudah siap, jadi besok Alana tinggal pergi sekolah. Alan di pindahkan ke sekolah Barra dan Kyra, karena itu permintaan Kyra. Awalnya Alana ingin di beda sekolahan dengan mereka agar bisa mandiri di kota orang, tapi Kyra bersikeras ingin 24 jam dengan Alana.


...****************...


Pagi yang cerah, sekaligus pagi yang di tunggu tunggu oleh Alana, pasalnya dia sudah tidak sabar bertemu dengan teman barunya. Rambut Alana hanya di kuncir kuda tidak memakai aksesoris atau makeup seperti Kyra, paling dirinya hanya memakai bedak bayi. Namun tidak melunturkan kecantikannya, ia tetap cantik alami.


"SUDAH SIAP? AYO BERANGKAT!" Teriak Barra dari bawah, ia sudah siap sedari tadi, namun kedua princess ehh lebih tepatnya Kyra, gadis itu sangat lama berdandan ia tidak mau ada sedikitpun yang kurang dari Penampilannya.


"UDAH KAK SEBENTAR." Setelah di rasa cukup dengan penampilan nya, Kyra langsung turun menuju Barra beserta Alana tentunya.


Seragam mereka cukup lucu dan keren, sekolah swasta elite hanya ada anak anak sultan yang sekolah disana. Sebenarnya Alana sedikit tidak nyaman dengan rok seragamnya yang terlalu pendek menurutnya, namun ia juga suka memakainya, berbeda sekolah dari sekolahnya yang dulu hanya memakai baju putih abu dan batik.



Saat mereka sudah sampai di ruang tamu semua orang Speechless melihat Alana dengan begitu cantik mekakai seragamnya. Awalnya Kyra pun sama, namun Kyra tetap mengklaim kalau dirinya tetaplah yang paling cantik.


"Udah kek liatinnya, Kyra tau kok Kyra cantik, jadi di mohon untuk biasa aja menatap gadis cantik di depan kalian ini." Kyra mengibaskan rambutnya dengan centil, lalu meminum susu yang sudah siap di atas meja.


"Kepedean banget jadi anak! Udah ahh ayok, hari pertama masa mau telat." Setelah berpamitan ketiganya langsung menaiki mobil Barra. Barra memang sudah di perbolehkan mengendarai kendaraannya sendiri, karena ia sudah genap 17 tahun.


Setelah beberapa menit dalam perjalanan akhirnya mereka sampai di SMA Alexandria, sekolah favorit di kalangan atas.Alana terkagum saat melihat jajaran mobil yang tak biasa dan motor motor gede yang terparkir rapih di lapangan.


"Ky, murid murid disini anak sultan semua ya?" Tanya Alana tanpa menoleh pada Kyra, ia tetap fokus melihat kendaraan kendaraan yang terparkir rapih disana.

__ADS_1


"Iya kak, sebenarnya aku tu males sekolah disini. Karena cewek ceweknya pada gila penampilan dan suka pamer barang mewah yang mereka punya, padahal kan itu uang orang tua bukan uang dia." Ujar Kyra.


Sedangkan Barra sibuk memarkirkan mobilnya. Saat sudah berhasil terparkir dengan benar, Barra menyuruh gadis gadis itu turun." Cepet turun atau gue kunci?! "


Barra tak mendapatkan jawaban, Kyra dan Alana menyipitkan matanya dan menatap Barra dengan tajam. Alana dan Kyra saling pandang, seakan akan berbicara dalam batinnya.


Ni cowo gak ada lembut lembutnya heran.


"Santai dong, gak sabar banget sih kamu, pake tas aja belom." Ujar Alana seraya memakai tasnya dan berjalan keluar mobil dan di ikuti oleh Kyra di belakangnya.


Mereka berpisah saat sudah mengantarkan Alana ke ruang guru, Barra dan Kyra lekas pergi ke kelasnya masing masing. Begitu juga saat Alana sudah bertemu dengan guru ia diajak langsung ke kelas yang akan di tempatinya.


Bel sekolah memang sudah berbunyi dan para murid pun sudah pada masuk kelas. Alana sudah di depan kelas, ia di suruh menunggu sebelum Pak Tio menanggilnya untuk masuk.


"Selamat pagi anak anak... Sekarang kalian kedatangan teman baru." Ujar Pak Tio saat sudah di kelas.


"Silakan masuk." Alana langsung masuk saat mendengar perintah Pak Tio. Semua murid yang ada di kelas itu terpana akan kecantikan Alana. Alana mengangguk dan langsung memperkenalkan diri di depan kelas.


"Pasti bakal jadi teman baik kok, bahkan kalau lebih juga gue mau!" Teriak salah satu siswa.


Huhhhhhhh dasar buaya. Sekelas kompak meneriaki Glen, yang di kenal buaya yang tidak laku, karena kalau dia mendekati wanita tidak hanya satu dan itu pun tidak ada yang nerima satu pun, karena tampang nya yang kurang sedikit ganteng. Terlalu percaya diri itu tidak baik, malah membuat orang orang ilfil.


Emng udah jaman nya kali ya. Yang sedikit kurang ganteng pasti sibuk nyari cewek kesana kemari sampe kayak asrama putri di whatsappnya. Tapi kalo yang yang ganteng nya maksimal mah diem diem bae gak sibuk nyari cewek. Emang tau diri itu penting ya, Ehh Maaf bestie othor jadi curhat, ada sedikit gedek soalnya hehehe 🤭 ada yang sama gak sih sama othor?


Setelah perkenalan Alana di persilakan duduk, ada 2 kursi yang kosong namun Alana lebih memilih duduk dengan perempuan lagi di banding duduk dengan Barra di sana.


"Hai, aku boleh ya duduk di sini. Semoga kita bisa berteman baik ya." Ujar Alana saat sudah duduk bersama gadis yang bernama.


Seketika seluruh murid di kelas itu melirik Alana, pasalnya kursi di sebelah Anggi di sebut kursi keramat, jadi tidak ada yang berani duduk dengan upik abu seperti dia. Anggi kerap kali di bully karena ia bukan dari kalangan atas, melainkan dari kalangan bawah.


Anggi mendapatkan beasiswa untuk masuk ke sekolah elite itu, namun rasa senang dan bahagianya hilang ketika ia di bully dengan alasan karena ia miskin. Anggi tidak berani mengadu pada kedua orang tuanya, ia tidak mau rasa bangga dan rasa bahagia pada orang tuanya berganti menjadi rasa kasihan, sehingga ia berusaha bertahan sampai lulus dan menerima semua perlakuan yang terjadi pada dirinya.

__ADS_1


Anggi hanya membalas dengan senyuman dan anggukan pada Alana. Pembelajaran pun di mulai, seluruh murid mengeluarkan buku pelajaran dan memperhatikan apa yang di jelaskan oleh guru, karena guru ini killernya tidak ada lawan.


...****************...


Suasana kantin kini sudah ramai oleh murid murid yang perutnya yang sudah berisik. Di sisi lain Alana dan Anggi hanya mengerjakan tugas yang di berikan oleh Pak Tio tadi. Mereka sepertinya sama, tidak akan pergi sebelum tugas beres walaupun istirahat berakhir sekalipun.


Setelah cukup lama berkutat dengan buku dan pen nya, akhirnya keduanya beres mengerjakan tugas. Tidak sengaja Anggi mendengar perut Alana berbunyi, namun hanya diam tanpa mengajak ya untuk ke kantin.


"Udah beres? Boleh minta anter kantin gak? Aku belum tau soalnya." Anggi sedari tadi memang diam dan tak mengeluarkan suara sedikit pun, ia hanya mengangguk untuk membalas pertanyaan Alana. Alana yakin ada sesuatu yang terjadi pada Anggi, soalnya ia terlihat tidak nyaman dan seperti tidak tenang.


Akhirnya mereka pun keluar kelas menuju kantin. Tidak ada pembicaraan di antara mereka dan Anggi hanya menunduk sepanjang jalan, membuat banyak pertanyaan di dalam kepala Alana.


"Wihh upik abu sekarang punya teman nih. Jangan jangan cewek itu satu kasta nih sama upik abu." Ujar salah satu siswi.


Dia adalah Vallen, kelas 12, terkenal sering membully dan berkuasa di sekolah. Karena Ayahnya adalah donatur paling besar di SMA Alexandria ini. Jadi, Vallen berbuat seenaknya di sekolah, tidak ada yang berani padanya. Karena kalau ada yang macam macam padanya, Ayah Vallen tidak segan segan memberinya si pelaku hukuman.


Vallen adalah pacar Barra, ia mendekati dan nembak Barra duluan. Karena Vallen mengklaim kalau yang pantas bersanding dengan dirinya hanyalah Barra seorang, karena kasta mereka tidak berbeda jauh.


"Maaf, dia punya nama. Kalau gak tahu namanya Anggi."


"Ehh ko lo berani si ngomong sama gue?! Ohh pasti lo ya anak baru yang katanya cantik itu ya. Kalo di liat liat sih masih cantikan gue, ya gak genk?" Tanya Vallen pada genknya yang berjumlah 3 perempuan, mereka di kenal cewek cewek hits nya SMA Alexandria.


"Ya dong, mana ada yang nandingin lo, Val." Ucap mereka dengan bangga memuji Vallen.


"Gue tunggu kalian sepulang sekolah, gue mau ngenalin hal yang menarik ke lo anak baru, Anggi lo pasti in dia datang ke ruangan biasa." Vallen meninggalkan Alana dan Anggi. Alana mengerutkan alisnya, apa yang akan mereka tunjukkan? Sampai sampai membuat tangan Anggi gemertar seperti itu. Batin Alana.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...*Biasanya orang yang sok berkuasa itu, hidupnya berbanding terbalik antara di sekolah dan dirumah. Di sekolah seperti ratu, sedangkan di rumah seperti sampah!...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ*...

__ADS_1


Jangan lupa tinggalin jejak ya bestie, Luvyu 💋


__ADS_2