
Barra mengerutkan keningnya, melihat interaksi Elang dan Alana begitu akrab. Ekspresi Alana pun saat ini tak pernah ia lihat sebelumnya, gadis itu sangat cantik dan begitu kalem.
Sejak kapan dia seakrab itu sama Elang?! Batin Barra.
Sedari tadi Barra melihatnya di balik jendela kamarnya yang langsung mengarahkan keluar. Tidak lama dari itu Barra langsung menutup kembali jendela ya.
Ehem...
Barra berdeham saat melihat Alana di depannya. Kemudian beranjak mendekat pada Alana dengan tatapan yang serius. Alana menautkan kedua alisnya bingung dengan Barra yang ada di depannya.
"Wait... Wait... Biasa aja dong Pak natapnya, serem aku liatnya." Alana perlahan berjalan mundur, melihat Barra yang semakin mengikis jarak di antara keduanya.
"Tadi lo pergi sendiri, kok lo pulang bisa bareng Elang?!" Ujar Barra saat tubuh Alana sudah mentok di tembok. Alana gelagapan saat jarak tubuh Barra dan dirinya hanya hanya beberapa jengkal.
"Ta—tadi ketemu di jalan. Awas ah jangan deket deket gini." Alana mendorong dada bidang milik Barra, seketika jarak mereka berjauhan.
"Bukan jawaban itu ya—
" Emang kenapa kalo aku pulang sama Elang? Pasti kamu cemburu ya sama istri cantik kamu ini, ya kan? " Alana mengangkat alisnya naik turun dan menyipitkan matanya pada Barra. Alana perlahan meraih tangan Barra dengan lembut dan menautkan jarinya.
"Hih! Apaan sih lo geli, jyjyk banget gue. Bodo amat mau lo balik sama Elang! Mau balik sama Gilang sekali pun gue gak peduli. Dah sana ahh jauh jauh dari gue! Ohh iya mana minuman titipan gue tadi?!"
__ADS_1
"Dih, gak jelas banget. Tuh ambil aja di dapur!" Alana melengos masuk kamar dan Barra pun pergi menuju dapur untuk mengambil minumannya.
Alana menaruh tas dan sepatu ke tempatnya, kemudian mengambil handuk lalu masuk ke kamar mandi. Hari ini cuaca cukup terik, membuat dirinya banjir keringat dan badannya bau matahari.
*Gengsian banget sih jadi orang.
Tok...
Tok...
Tok*...
"Kak, Al, tolong bukain pintunya. Kyra bawa hadiah loh buat kakak."
"Iya... Sebentar."
Ceklek.
Saat pintu di buka, Kyra langsung menyelonong masuk ke kamar Alana dengan raut wajah yang bahagia dan ia menentang paper bag kecil di tangannya. Kyra langsung membuka dan menunjukan benda yang indah di dalam kotak kecil.
"Tara... Kyra beli gelang couple. Buat kakak 1 dan buat Kyra 1, cantik kan gelang nya. Sini Kyra pakein, nanti gantian ya pakein nya."
__ADS_1
"Waaa... Cantik banget Kyra." Alana mengulurkan tangan kanannya dan Kyra memasangkan gelang ya dengan antusias. Gelang warna silver itu sungguh indah dan cocok sekali saat di pake oleh Alana.
"Tangan kamu mana, sini gantian." Sekarang bagian Alana yang memakaikan gelang itu pada Kyra.
"Kyra, makasii lo gelangnya cantik banget, aku suka." Ujar Alana seraya memeluk Kyra dan mengusap punggung Kyra dengan lembut.
"Menurutku ini bukan apa apa kak, sama apa yang aku perbuat dalam hidup kakak. Mungkin aku udah di dalam penjara, kalo kakak gak maafin, Kyra." Kyra mengerahkan pelukannya, tetesan air mata mulai membasahi pipinya.
"Hush! Gak boleh bicara gitu ahh, kok tiba tiba ngomong gitu sih. Kakak gak suka kalo kamu ungkit lagi masalah itu. kakak kan udah pernah bilang, kalo masalah itu udah jangan di bahas lagi, kalo kamu bahas lagi, kakak bakal beneran marah sama kamu." Alana melepaskan pelukannya kemudian mengusap air mata yang membahas pipi Kyra dengan ibu jarinya.
" Ya udah, kamu sekarang ke kamar ya. Kakak mau lanjutin lukisan, boleh? " Kyra mengangguk, tanpa mengindahkan perkataan Alana kemudian dirinya melenggang keluar dari kamar Alana dengan senyuman manisnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...Tuan, apakah kau sudah menaruh hati padaku? Sikap mu membuat ku bingung, Tuan....
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Seperti biasa jangan lupa ninggalin jejak ya bestie, luvyu 🤎
__ADS_1