
Alana langsung mengedarkan pandangannya dan benar saja, Alana pun melihatnya. "Barra... Gimana ini? Aku malu kalo mereka liat kejadian yang tadi, aku kan cuma becanda gak mungkin ngelakuin yang ngga ngga." Alana seketika menciut.
"Lo sih, ada ada aja kelakuannya. Sekarang kan gue jadi malu!" Barra membuka pintu mobil dan bergegas keluar untuk menghampiri mereka, begitu pun Alana.
Damar, Agatha dan Kyra berjalan mendekat ke arah mobil. Barra dan Alana sedikit merasa malu dan berharap mereka tidak melihat apa yang terjadi barusan.
" Alana, maaf jika omongan Athena menyakiti hati kamu. Papah harap kamu tidak memasukkan perkataan itu ke dalam hati ya." Ujar Damar seraya memeluk Alana dan mengusap puncak kepala Alana.
"Papa gak usah khawatir, seseorang gak akan sakit hati, jika sang pemilik hati tidak mengizinkannya." Ujar Alana dengan tegas, seperti biasa gadis luar biasa di hadapannya menambah kekaguman Damar. Tidak habis pikir di umurnya yang masih belia ini, namun pemikiran dan sikapnya melebihi dirinya, Damar merasa Alana adalah anugerah yang paling indah setelah sang buah hati.
Kini semuanya sudah di dalam mobil dan bergegas untuk pulang, karena malam sudah larut. Apa lagi besok mereka harus memulai aktivitas seperti biasa. Huh... Kehidupan yang melelahkan, dunia yang fana. Dunia tidak akan baik baik saja jika kita lemah dan menerima semua hina dan cacian yang datang pada diri kita.
Sepanjang perjalanan moonroof di buka dan sepanjang perjalanan pun Alana tidak memalingkan wajah nya sedikit pun. Gadis itu terus menatap langit indah, yang di penuhi bintang. Seseorang sedari memperhatikan gadis itu, dengan beberapa kali mengulas senyum indah di bibirnya.
...****************...
Back to daily activities
Jalanan pagi di ibu kota sudah begitu ramai oleh masyarakat yang akan memulai aktivitasnya. Begitu pun dengan Damar Family, mereka sudah berpencar dan terpisah. Damar dan Agatha menuju kantor, sedangkan anak anaknya sudah pergi menuju sekolah.
Upacara adalah salah satu kegiatan yang tidak di sukai oleh para murid, karena berdiri di lapang dengan matahari pagi yang menyorot, apa lagi harus mendengar pidato dan motivasi yang masuk telinga kanan keluar telinga kiri.
Kini semua murid sudah berkumpul dan berbaris di lapangan, dengan osis yang berjajar di belakang. Begitu pun guru guru yang berjajar di coridor. Upacara pun di mulai sesuai dengan roundown acara.
Setelah beberapa saat, akhirnya upacara pun selesai, semua murid langsung bubar, sebagian ada yang ke kantin dan sebagian lagi ada yang langsung masuk kelas.
Alana dan Anggi berjalan berjajar menuju kelas, dengan topi yang di kipaskan pada leher, karena matahari begitu terik membuat keringat pada keluar.
"Alana! Anggi!" Panggil seseorang dari arah belakang. Keduanya pun menoleh pada sumber suara, ternyata itu adalah Zidny dan Viona. Entah sejak kapan mereka jadi dekat seperti ini, sekarang mereka kalau pergi seringnya bertempat dan harus berempat yaitu Zidny, Viona, Alana, dan Anggi.
"Haii..." Sahut Alana.
"Bareng dong ke kelasnya, jahat nih kalian selalu lupain kita, ya gak Zid?" Zidny mengangguk seraya memalingkan muka, begitu pun Viona.
__ADS_1
"Ehh gak gitu, kita tadi nyari kalian, tapi gak ada. Aku pikir kalian udah ke kelas duluan." Ujar Alana.
"Ya udah, kalo gitu sekarang kita ke kelas yuk, keburu ada guru masuk."
"Eh bentar bentar, nanti pulang sekolah kita jadi kan kongkow kongkow di cafe biasa?"
"Jadi dong" Sahut serempak Alana, Anggi dan Viona. Mereka selalu semangat kalau soal nongkrong seperti ini, apa lagi kalau sudah kerja kelompok bisa tiap hari mereka nongkrong.
Mereka kemudian berjalan beriringan menuju kelas, sembari senada gurau dan obrolan obrolan ringan lainnya. Saat masuk kelas Alana di kejut dengan tatapan dingin dari Barra, namun berbeda dengan tatapan Elang yang begitu tenang seraya tersenyum.
Alana melambaikan tangan pada keduanya, gadis itu hanya mendapat balasan dari Elang saja. Alana kemudian mendarat kan bokongnya di kursi dan mengeluarkan buku mata pelajaran hari ini. Tidak lama guru pun masuk dan menyapa murid murid yang tampak lesu akibat upacara tadi.
Guru ini terkenal killer, sehingga membuat murid yang tadinya notabane nya pada lesu, kini semua otomatis langsung semangat dan duduk tegap untuk memperhatikan guru yang akan memulai pelajaran pertama.
...📍📍📍...
Cafe ini adalah Cafe favorit Alana and friend, karena ada crofle dan matcha yang enak dan beda dari yang lain, itu adalah menu andalan cafe tersebut. Pengunjung yang datang kesini rata rata anak pelajar, dari awal buka sampai tutup cafe ini tidak pernah sepi pengunjung.
Karena desain yang sangat kekinian, simple namun elegan da enak di pandang.
"Ehh gais, tahu gak?" Ya, awal mulai sesi ghibah di mulai. Zidny selalu membawa gosip gosip hangat yang terjadi pada murid SMA Alexandria. Mulut Zidny begitu lincah ketika menceritakan aib seseorang.
"Gak! Dan aku gak mau denger. Kalo kalian mau ghibah, aku pergi ya. Aku gak mau orang yang di omongin sama kita itu banyak pahala dan aku malah nambah dosa" Celetuk Alana.
"Ehh bener juga tuh, gue gak ikutan kalo gitu." Ujar Anggi.
"Gue juga." Begitu pun Viona. Zidny mendengus kesal, pasalnya sedari tadi ia terus mengingat gosip itu agar tidak lupa, bahkan ia tidak sabar untuk memberitahu teman temannya. Tapi respon yang tidak terduga, ahh sebal!
Ketiganya terkekeh melihat raut wajah Zidny yang berubah drastis. Yang mulanya senang terlihat semangat, sekarang malah lesu dan terlihat kesal.
Brak!
Seseorang menggebrak meja, membuat semuanya terkejut dan spontan Teriak. Saat menoleh, ternyata itu adalah Vallen and the genk. Terlihat raut wajah yang tidak friendly dan begitu judes.
__ADS_1
"HEH! Apa apaan lo?! Datang datang langsung gerak meja. Emang ni orang gak ada sopan santun nya." Ujar Viona dengan penekanan di setiap katanya.
"Gue gak ngomong sama lo ya! Gue mau ngomong sama cewek gatel ini!" Ujar Vallen dengan menunjuk dengan telunjuknya tepat di hadapan wajah Alana.
Alana dengan cepat menyingkirkan telunjuk itu dari wajahnya, kemudian berdiri dengan menatap Vallen.
"Kalo mau ngomong, ngomong aja! Gak usah pake nunjuk nunjuk gini dong." Ujar Alana tegas namun tetap santai.
Untung mereka mengambil meja ujung, sehingga tidak terlalu mengganggu pengunjung lain.
"HEH! Cewek gatel! Lo berani beraninya deketin Barra. Waktu itu gue udah kasih peringatan ke lo ya, buat jauhin Barra. Lo tuh pelakor tau gak?! Satu sekolah pun tahu gue Sama Barra tuh pacaran dan yang pantas bersanding dengan dia gue bukan lo!" Tatapan Vallen begitu tajam dengan nada marah yang tidak santai.
Saat Zidny dan Viona akan berbicara, namun Alana memberi isyarat pada mereka untuk tetap diam. Anggi? Dia sepertinya trauma dengan Vallen, karena saat kehadiran Vallen, Anggi terus menerus menunduk.
Alana keluar dari kursi ya, kemudian berjalan mendekat dan mengikis jarak antara dirinya dan Vallen. Alana menatap netra milik Vallen dengan begitu lekat, seakan Alana ingin menyampaikan perasaan yang ia rasakan sekarang.
"Kalo kamu bisa jauhin aku dari Barra silakan, karena kamu hanya masa lalu Barra yang sudah tidak di inginkan lagi."
Plak!
Satu tamparan bebas mendarat di pipi Alana dengan mulus. Seketika Alana tertoleh ke arah samping, tangan Alana bergerak menyentuh pipinya yang di rasa ke as, karena tamparan yang cukup keras.
"ALANA" Teriak Viona, Zidny dan Anggi. Mereka terkejut saat Vallen dengan ringannya menampar Alana.
"GUE PASTIIN LO AKAN DI KELUARIN DARI SEKOLAH! DASAR CEWEK MURAHAN!" Bentak Vallen, kemudian ia melengos bersama teman temannya keluar dari cafe.
Padahal saat Alana di tampar, Viona sudah mengangkat tangannya untuk menampar Vallen balik. Namun dengan sigap Alana menahannya, karena Vallen bukan tadingan mereka. Vallen selalu menggunakan tameng yaitu Ayahnya dan Vallen sangat jago memutar balikan fakta.
Sebenarnya Alana ingin sekali membalasnya, namun ia teringat Damar dan Agatha. Alana hanya tidak ingin membuat masalah antar dirinya dan Vallen membesar dan melibatkan orang tua.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hallo bestie. Untuk update chapter, author pasti up setiap hari kok. Untuk berapa chapternya author tidak bisa menjamin, kalo authornya lagi rajin bisa up sampe 4 chapter loh.
Makasii bestie, selalu nungguin author up. Semoga kalian tetap setia ya nunggu chapter chapter selanjutnya.
__ADS_1
Terimakasih and HAPPY KIYOWO BESTIE