PERNIKAHAN DI SMA

PERNIKAHAN DI SMA
CHAP 16 : MISTERIUS


__ADS_3

"Al... Bisa tolong ke bawah sebentar sayang." Panggil Agatha dari dapur. Sedangkan Alana sedang melukis di dalam kamarnya. Sekarang gadis itu sedang ingin mengoleksi lukisan lukisan, ini sebagai portofolio jika nanti dirinya daftar lewat undangan ke universitas impiannya.


" Iya Ma... Al, ke bawah sekarang." Alana kemudian meninggalkan alat tempurnya dan menghampiri Agatha di dapur. Sekarang hari sabtu, tentunya Agatha masak masak, karena orang rumah memang lebih suka masakan rumah di banding harus makan di luar.


Kyra dan Barra, mereka masih sibuk dengan hobi mereka sendiri. Kyra suka banget nonton drama korea, sedangkan Barra sedang bermain game di ponselnya. Sedari pagi keduanya tidak keluar kamar, kalau makanan sudah siap, baru semuanya berhamburan ke meja makan. Seperti memberi makan bebek, di panggil langsung langsung rame.


"Al, tolong beliin mama bumbu ya, di supermarket depan, ini catatanya. Gak papa kan mama minta tolong?"


"Ehh, gak papa banget Ma. Malah, Al, seneng bisa ngebantu mama. Ya udah kalo gitu, Al, berangkat sekarang ya Ma." Alana mengambil catatan dan uangnya, kemudian ia pamit dan bergegas menuju supermarket.


Jarak supermarket dari rumah memang tidak terlalu jauh, makanya ia memilih jalan kaki di banding harus di antar oleh supir. Alana berjalan dengan santai dan senang, karena hari ini sungguh cerah, membuat hatinya tenang dan damai.


Bentar! Alana merasakan ada seseorang di belakang yang mengikutinya, ia menoleh dengan cepat. Namun tidak ada siapapun, ahh itu hanya perasaan nya saja mungkin.


Sekarang Alana berjalan dengan sedikit lebih cepat, buru buru menuju supermarket. Akhirnya ia sampai juga di supermarket, Alana mulai memilih belanjaan yang ada di catatan yang Agatha beri.


Kakak, Kyra boleh ya nitip beliin es krim coklat sama vanila. Abang juga katanya nitip minuman yang seger 3. Makasii kakak cantik muachh😘


Alana tersenyum saat melihat pesan masuk dari Kyra, memang anak itu sangat lucu. Tanpa membalas chat, Alan kembali memasukkan ponselnya ke dalam tas dan mencari es krim dan minuman titipan Kyra tadi.


Setelah berkeliling supermarket, akhirnya list belanja sudah di centang semua. Alana berjalan menuju kasir dan membayar semua belanjaannya.


Alana menentang kantong kresek yang terisi penuh, lumayan berat, tapi tak apa, Alana adalah cewek strong 💪🏻.


Huhh, semoga ada keajaiban, tiba tiba ada pangeran ganteng yang bantu angkatan belanjaan aku. Astagaaa ini berat sekali.


Alana berjalan menuju rumah, memasuki komplek perumahan. Tapi lagi lagi ia merasakan ada yang mengikutinya di belakang. Alana menoleh dengan cepat, namun lagi lagi ia tidak menemukan 1 orang pun di belakangnya. Alana kembali menatap depan dan berjalan dengan cepat walaupun dirinya kesusahan akibat belanjaan yang berat.


Ahh sial kenapa talinya harus lepas sih.


Alana jongkok, menyimpan kresek nya di samping. Kemudian membenarkan tali sepatunya dengan cepat. Mata Alana membelalak, tangannya kini mulai gemetar. Ketika ada seseorang yang memegang kedua bahunya.


AAAAAAAAAAA

__ADS_1


Alana berteriak histeris ketakutan, seluruh tubuhnya gemetar.


"Hei hei hei, ini aku. Kenapa kamu Teriak?! Alana!"


Alana berhenti berteriak ketika mendengar suara yang sudah tidak asing baginya. Alana perlahan membalikkan badannya dan ternyata Elang. Ia mengembuskan nafasnya lega.


"Ish Elang, kamu ngagetin aja! Aku kira penjahat tau gak. Argh... Kamu bikin jantung aku mau loncat aja."


Elang tampak kebingungan. "HAH! Kok bisa ngira penjahat sih?"


"Iya lah! Kamu kan yang dari tadi ngikutin aku. Kenapa harus ngumpet ngumpet sih, kan bisa langsung samperin aja. Toh aku juga gak akan gigit."


Elang makin kebingungan dengan perkataan Elang, pasalnya ia memang tidak mengikuti Alana. Elang hanya tidak sengaja melihat Alana membawa belanjaan yang cukup banyak dan berniat akan membantunya. Toh ngapain juga ngumpet ngumpet, tinggal nyamperin aja.


"Serius! Aku gak ngikutin kamu, aku juga gak ngumpet. Tadi aku lewat pake mobil, kebetulan aku liat kamu, jadi aku berniat mau bantuin kamu."


Alana melotot, terkejut. Jadi dari tadi siapa yang ngikutin Alana? Masa orang jahat beneran sih. Bagaimana kalau emang orang jahat beneran? Arghh gak mungkin.


Elang menyadari ketakutan Alana, pemuda itu menarik Alana masuk ke dalam pelukannya dan menenangkan nya. Mengusap puncak kepala Alana dengan lembut.


"Udah tenang tenang sekarang ada aku. Nanti aku anterin kamu pulang kok. Btw, kenapa kok sendirian sih? Kyra mana? Atau Barra? Gak anterin kamu?"


Alana perlahan melepaskan pelukannya dan menatap manik hitam yang indah milik Elang. Alana hanya menggelengkan kepalanya dan tersenyum tanpa mengatakan sepatah kata pun.


Elang memperhatikan ekspresi yang menenangkan itu, ia pun tersenyum tipis tanpa di sadari. "Ya udah, sekarang kita pulang yuk." Elang menggandeng lengan Alana dan membawakan belanjaan Alana. Kemudian mereka masuk mobil.


Alana melirik ke kanan, ternyata Elang lebih ganteng dari Barra. Ohh iya Alana baru ingat dengan pertanyaan Elang tadi.


"Tadi aku sendiri yang gak mau di anter belanja, aku pengen jalan kaki, dah lama juga gak olahraga. Tadinya mama Agatha nyuruh pergi sama supir tapi akunya gak mau." Jelas Alana tentang pertanyaan Elang tadi.


Elang menoleh sedikit kemudian tersenyum. "Lain kali kamu jangan pergi sendiri, apa lagi cewek. Kalo mau jalan kaki gak papa, tapi tetep harus ada yang nemenin. Terlalu bahaya kalo sendiri. Misalnya kamu keluar gak ada yang nemenin, telfon aku aja, nanti biar aku yang nemenin." Ujar Elang seraya mengusap puncak kepala dengan lembut.


Alana sedikit menahan nafas, ia rasanya ingin berteriak saja. Hati dan jantung nya sudah tidak aman, Alana merapatkan bibirnya. Gadis itu menahan senyumnya yang ingin merekah, Alana tidak sanggup dengan perlakuan Elang, ia berusaha untuk tetap dalam diri Alana yang biasa.

__ADS_1



Akhirnya mereka sampai di depan gerbang rumah Barra. Elang buru buru keluar dari mobil nya dan membukakan Alana pintu. Alana mengangguk dan tersenyum, setelah itu Elang mengambil belanjaan Alana di bagasi.


"Ini belanjaannya. Lain kali kamu jangan keluar sendiri, meskipun sama supir kamu harus tetep di temenin. Syukur syukur kamu nelfon aku ehh— udah sekarang kamu masuk gih. Udah di tungguin tuh sama tante Agatha."


"Ayok, mampir dulu. Kamu gak akan ketemu Barra?"


"Engga lain kali aja, aku lagi ada kepentingan, jadi aku mau langsung pergi aja."


Sepertinya ada seseorang yang memperhatikan Elang dan Alana dari jendela atas.


"Ya udah kalo gitu, makasih banget ya Elang. Hati hati di jalan." Elang hanya mengangguk, kemudian pemuda itu masuk ke dalam mobilnya dan melambaikan tangan pada Alana.


Ketika mobil Elang sudah hilang dari pandangan gadis itu, Alan bergegas masuk ke dalam rumah dan di sambut oleh Agatha.


" Mama... Mulai dari sekarang Al, bakal nurut. Al, bakal mau di anterin supir walaupun dekat" Ujar Alana seraya menghambur ke dalam pelukan Agatha.


Agatha bingung kenapa tiba tiba Alana seperti ini? Apa sesuatu terjadi padanya?


"Kamu kenapa? Apa yang terjadi?" Agatha melepaskan pelukannya dan menangkup kedua pipi Alana. "Coba jelasin sama mama apa yang terjadi?"


Alana mulai menjelaskan apa yang terjadi pada dirinya dan kenapa ia bisa pulang bersama Elang. Alana menjelaskan panjang kali lebar kejadian tadi an Agatha mengerti. Kemudian Agatha menyuruh Alan untuk kembali ke kamarnya.


Saat Alana sudah dekat kamarnya, ia melihat seseorang yang sedang menunggu ya di depan pintu kamarnya. Kini Alana dan Kyra pisah kamar, karena Alana butuh konsentrasi belajar agar bisa fokus dan tidak ada yang mengganggunya.


Alana memutar bola matanya malas, saat melihat Barra bersedekap dada dan menyenderkan punggung nya ke pintu.


Baru aja tadi ketemu sama pangeran baik hati, kenapa sekarang harus ada pangeran yang kejam, argh malesin. Cibir Alana dalam hati


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


JANGAN LUPA NINGGALIN JEJAK SEPERI BIASA YA BESTIE. TERIMAKASIH DAN HAPPY KIYOWO BESTIE

__ADS_1



__ADS_2