
Setelah perdebatan panjang antara Kyra dan Barra, yang membuat atm Barra kurus dan sudah tidak gemuk lagi. Mereka memperebutkan itu sepanjang jalan.kyrra memang tidak pernah ngotak kalo soal belanja ,makanya ia tidak pernah di kasih kebebasan tentang keuanganya sendiri. Kalau bebas ,keluarganya bisa bangkrut enggan waktu yang cepat.
"Ini peringatan terakhir gue, jangan lo lakuin lagi." Kyra hanya mengangguk, Kyra tidak berani untuk duduk di depan, ia tidak mau berdekatan dengan Barra karena takut. Alana pun sama ia menunduk, walaupun belanjaannya tidak sebanyak dengan Kyra. Tapi kalu harganya di gabung kan lumayan.
"Ohh iya, satu lagi. Besok temen temen abang mau main ke rumah, kalian gak usah ganjen. Kalo bisa diem di kamar aja." Kyra memang kenal dan lumayan dekat dengan sahabat sahabat nya Barra, bahkan ada satu orang yang ia sukai.
Perasaan Kyra langsung berubah ketika mendengar teman teman Abang nya main ke rumah, karena iia rindu elihat wajah ganteng nya Virgan.
Setelah beberapa waktu dalam perjalanan akhirnya mereka sampai rumah. Kyra dan Alana langsung masuk kamar dan membersihkan diri.
...****************...
Keesokan harinya, di rumah Barra sudah ada Virgan, Giilang dan Elang. mereka berkumpul di ruang tamu, ketiganya memang sudah sering berkunjung ke rumah Barra, bahkan sangat akrab dengan keluarganya.
Agatha kembali dari dari dengan membawa makanya cemilan dan minuman di atas nampannya. "Silakan di nikmati, kala butuh apa apa bilangnya aja sama Barra nanti dia ambilin kok."
"Ahh tante, gak usah repot repot. Nanti juga kita bisa ambil sendiri" Ujar Gilang.
Plak
Gilang mendapatkan 1 tempelengan dari Elang. " Terimakasih banyak tan, maaf kalau ngerepotin." Balas Elang.
" Ya udah kalo gitu tante mau ke dalam lagi." Agatha melesat pergi menuju kamarnya, ada pekerjaan yang haru segera ia bereskan.
Mata Gilang dan Virgan berbnar binar melihat makanan yang ada di depannya. Kalau main ke rumah sultan gini nih, suguhannya bukan kue kering sama marimas jeruk. Tapi pizza, sushi, mcfloat, bandana ice krim dan masih banyak lagi pokoknya. Temen kalian ada yang sama kayak gini gak suguhannya? π€
Tanpa pikir panjang Virgan dan Gilang langsung menjajah makanan itu satu persatu, sedangkan tuan rumah dan Elang hanya memperhatikan dengan tatapan yang aneh.
" Lahap terosss sampe mamppus."sindir Barra.
__ADS_1
"Abis makanannya terlalu menggoda sih, gue jadi kalap kan." Ujar Virgan dan mendapatkan anggukan persetujuan dari Gilang ynag mulutnya kini sudah penuh dengan makanan.
Tiba tiba Alana dan Kyra merasa lapar, sedari tadi mereka hanya berdiam diri di kamar karena mereka harus membereskan belanja kemarin. Keduanya kini keluar menuju dapur dan terkejut, benar saja teman teman ada di ruang tamu sedang berbincang dan main play station.
Kyra langsung menyapa dengan ramah dan lembut. " Haiiii Kak Virgan, kak Elang, Kak Gilang." Kyra memasang senyumnya yang manis.
Mereka langsung menoleh pada sumber suara ketika ada yang menyapanya. Namun, mata mereka terpana akan kecantikan wanita yang berada di sebelah Kyra. Yang cantiknya alami tanpa polesan makeup sedikitpun.
"Haii cantik,, makin gemesin aja deh." Goda Gilang. Kyra memang seperti anak kecil, ia gemas dan imut.
"HEH jangan godain adek gue!" Suara berat Barra akhirnya keluar, tatapan nya begitu dingin.
Elu siiii. Bisik Virgan pada Gilang.
"Ya sorry, adek lo aja ketawa, liat tuh." Gilang memajukan dagunya menunjuk Kyra.
"Hai Kyra, Btw, itu siapa di sebelah kamu? kaka baru liat." Tanya Virgan, seraya melirik ke sebelah Kyra. Di sana ada Alana, yang memberikan tatapan teduh. Tatapan yang mampu menenangkan hati siapapun yang melihatnya.
" Istri gue!! " Serobot Barra dengan jutek. Membuat ketiga sahabatnya membelalak tak percaya. Mereka langsung menatap tajam Barra, menelisik matanya seakan akan ingin menemukan jawaban yang sebenarnya. Yang di tatap malah dingin, meneruskan permainanya.
"Serius lu?! Lu sekali nya becanda bikin kita kita sprot jantung, ANJ" Ujar Gilang dengan nada becanda.
"Baru juga naik kelas 12 lu udah nikah aja bro. Vallen di kemanain?! " Ujar Virgan.
"Serius?" Tanya Elang dengan singkat.
Mereka bertanya dengan bersamaan membuat Kyra dan Alan terkejut. "Ehβehβ aku saudara jauh nya Barra, bukan istrinya. Sekarang aku tinggal disini." Ujar Alana, seraya berjalan mendekat pada mereka dan menjabat tangan satu satu dan memperkenalkan dirinya.
Alana dan keluarga Barra memang sudah setuju, bahwa tidak ada yang boleh tahu hubungan antara Barra dan Alana yang sebenarnya. Alana dan Barra pun jaga jarak, karena Barra sudah cerita sebelumnya kalau ia memiliki kekasih yang sudah di jalani kurang lebih 6 bulan.
"Hai aku Alana Valerie. Aku sama kok kaya baru naik kelas 12." ucap Alana dengan sangat ramah dan senyum manisnya terpampang di wajahnya.
__ADS_1
"Anjrit tangan nya alus bet." Bisik Gilang pada Virgan dan ia malah mendapatkan pukulan di tangannya. Elang? Pemuda itu jarang sekali bicara, ia seringkali bergelut dengan batinnya sendiri.
"Ya udah kalo gitu aku sama Kyra pamit ya." Alana dan Kyra pun pergi ke tempat tujuan awalnya.
Gilang dan Virgan langsung mengerumuni Barra, mereka meminta perjelasan, kenapa tidak mengatakan mempunyai saudara secantik itu.
"Hehβ kok lo gak pernah bilang sih punya sodara secantik itu! Bisa kali gue jadi masa depannya."
"Apa banget sih lu, mana mau dia sama lo. Yang ada dia maunya sama gue, Lang."
"Lu pada mau main atau mau pulang? Liat tuh si Elang aja anteng dari tadi."
Barra langsung mengalihkan pembicaraan mereka, ia malas berbicara sekarang. Ia sedang menikmati pertandingan Pro Evolution Soccer (PES) dengan Elang, kali ini ia tidak akan membiarkan Elang menang.
Sedangkan, Gilang dan Virgan hanya main ludo. Karena bosan tidak dapat giliran bermain PES, mereka sama sama tidak ada yang mau mengalah.
"Tau gini gue main masak masakan aja sama adek gue. Kesini juga malah liatin mereka berdua, tanpa ada obrolan yang seru." Ujar Virgan pada Gilang. Gilang hanya mengangguk ia juga sama merasa bosan, berharap Alana keluar dari kamarnya dan bergabung dengan mereka, pasti bakal seru. Pikirnya.
...β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦...
**Barra : Thor, bagian gue sama Alana kapan? Lama beut.
Author : Ngebet banget sii, mending urusin aja tuh si Vallen, kek nya dia punya laki baru.
Barra : gak mungkin, baby Vallen setia.
Author : sebenarnya lo mau sama Alana atau Vallen si?
Barra : Kan kata pemerintah juga 2 lebih baik.
Author : Itu anak, Tapir!
__ADS_1
Barra : Kaburrrrrr πββοΈπββοΈπββοΈπββοΈπββοΈ** JANGAN LUPAAA BAGIAN GUE SAMA ALANA DI PERCEPAT BESTIEEEE