PERNIKAHAN DI SMA

PERNIKAHAN DI SMA
CHAP 41 : OSIS


__ADS_3

Tidak ada kegiatan yang istimewa di pagi hari dalam Damar Family, pagi yang sama seperti pagi pagi sebelumnya. Waktunya melaksanakan kewajiban masing masing, kini semuanya sedang sarapan di ruang makan.


Damar dan Agatha baru menyadari bahwa akhir akhir ini Alana sering pergi sekolah sebelum matahari terbit. Emang apa yang di lakukan Alana sepagi itu, bahkan tidak jarang mereka bangun, Alana sudah berangkat sekolah.


"Abang, Kyra, kalian pasti tahukan kenapa Alana berangkat sekolah pagi sekali? Emang ada apa di sekolah?" Tanya Agatha yang membuat Barra dan Kyra terkejut.


"Gak ada masalah kan, Nak?" Tanya Damar.


Kyra dan Barra gelagapan, mereka belum menyiapkan jawaban untuk pertanyaan ini. Kyra menendang nendang kaki Barra di bawah meja, memberikan kode agar Abangnya saja yang menjawab. Namun Barra malah memberikan kode sebaliknya, pemuda itu pun tidak tahu mau menjawab apa.


"Kok pada diem sih?" Tanya ulang Agatha.


"Ka—kakak lagi ngebantuin osis buat nanti pekan olahraga, Ma." Ujar Kyra dengan gugup.


"Nah, iya. Kyra kemarin di tunjuk untuk ikut rapat sama guru dan di tunjuk jadi panitia pekan olahraga." Balas Barra meyakinkan.


Damar dan Agatha mengerutkan dahi, baru kali ini siswi biasa di tunjuk jadi panitia pekan olahraga. Biasanya selain osis tidak di perbolehkan orang lain untuk ikut campur tangan dalam acara sekolah.


Barra dan Kyra bergegas menghabiskan sarapan agar cepat cepat berangkat ke sekolah, takutnya ada pertanyaan mengejutkan lainnya yang di tanyakan kedua orang tuanya.


"Ma, Pa. Kyra sama Abang pamit berangkat sekarang ya." Kyra langsung mencium tangan kedua orang tuanya, begitu pun Barra.


Kyra dan Barra melihat kedua orang tuanya mengerutkan dahi tanda tidak percaya, sebelum mereka di uji dan di introgasi mending langsung berangkat sekolah saja, walau pun ke pagian.


...📍📍📍📍📍📍📍📍...


Lingkungan sekolah kini mulai sepi, karena bel masuk sudah berbunyi sekitar 5 menit yang lalu. Semua murid sudah masuk kelas, begitu pun dengan guru pengajar sudah memulai kelasnya masing masing.


Pekan olahraga tinggal tersisa 4 hari lagi, para osis mulai sibuk menyiapkan semua rangkaian acara dan kebutuhan untuk nanti. Semua osis sudah mulai dispen hari ini, untuk fokus mempersiapkan pekan olahraga. Begitu pun Alana, gadis itu ikut dispen karena hukumannya masih berlaku sampai pekan olahraga sukses terselenggarakan.


Semua osis sudah di bagi rata tugasnya masing masing. kini para osis sudah mulai berpencar untuk melaksanakan tugas. Alana tidak di beri tugas, gadis itu hanya di suruh untuk membantu osis yang membutuhkan bantuan.


"Alana, bawa daftar peserta ini ke Aula sekarang." Ujar wakil osis.


"Sekalian dong, tuh bawah kantong bola basket ke Aula." Ujar salah satu osis.


"Ini juga tas punya si dion ke Aulain sekalian." Alana terkejut kenapa mereka menyuruh seenaknya gitu.


Alana menautkan kedua alisnya dan menatap satu persatu barang yang mereka berikan. Kantong bola basket begitu banyak isinya, begitu pula dengan tas dion yang besar dan berisi banyak buku buku tebal di dalamnya, tidak berbeda jauh dengan daftar peserta. Tiap kategori beda buku, berarti ada lebih dari 5 buku yang harus dirinya bawa.


"Maaf, kalo bawa semua sekaligus kayaknya gak mungkin, berat banget soalnya. Gimana kalo yang aku bawa kantong basket aja, itu penting kan?" Tawar Alana.


Ketiga nya menatap Alana tajam. "Wiii... Upik abu ini berani ngelawan ya!"

__ADS_1


"Kalo gue suruh itu ya langsung di kerjain semuanya! Jangan milih milih!" Bentak wakil osis.


Alana menghela nafas gusar. Kalo bukan karena hukuman, mana mau aku ngelakuin hal ini buat orang kek kamu. Batin Alana.


Alana mulai berpikir untuk membawa barang barang itu dengan sekali angkat dan berhasil. Buku daftar peserta itu ia masukkan ke dalam tas dion, lalu tas nya di gendong di punggung dan dengan terpaksa kantong basket ia seret, karena isinya sangat penuh dan berat.


Alana mulai berjalan dengan kesusahan menuju Aula, ketiga penyuruh tadi hanya terkekeh melihat Alana menderita seperti itu.


Alana dengan semangat mengerjakan tugas itu, agar cape nya tidak terasa jika di lakukan dengan sepenuh hati.


Akhirnya sudah sampai di Aula setelah keringat membasahi pelipisnya. dari ruang osis menuju Aula itu jaraknya cukup jauh dari Sabang sampai Merauke, dari ujung ke ujung.


Alana menyimpan barang barangnya di ruangan kecil samping Aula. Lalu duduk bersandar pada tembok dengan nafas yang terengah engah.


Tiba tiba seseorang mendekat padanya dan menyuruh Alana untuk memindahkan kotak raket yang begitu besar dan isinya cukup banyak. Ia menyuruh memindahkanya ke ruangan 4 yang berada di ujung Aula sana.


Alana menghela nafas, kemudian tersenyum dan menerima apa yang orang itu suruh tanpa memikir panjang. Tidak lama kemudian Alana mengangkat kotak rakek untuk memindahkannya ke ruangan 4.


Belum sampai di ruangan 4, tiba tiba ada osis lain yang menyuruh nya membawakan rompi futsal di ruang logistik. Belum juga 1 pekerjaan beres dan tugas ke ruang logistik di laksanakan, sudah ada osis yang menyuruhnya untuk mengambil banner di sekre osis.


Alana sudah mulai kesal sekarang, gadis itu memperhatikan sekitar, ada banyak osis yang sedang bersantai di panggung Aula. Kenapa hanya dirinya yang di suruh suruh seperti ini.


"Alana! Sekalian beliin gue makanan di kantin!" Teriak Dion dari ujung sana.


Alana melempar kotak raket itu dengan kencang. Spontan membuat orang orang yang berada di Aula terkejut dan berteriak.


"Woii! Anj! Apa maksud lu begitu?! " Tiba tiba Dion lari menghampiri Alana dan membentak gadis itu.


Dion menatap tajam Alana, begitu pun Osis lainnya, lalu mereka mendekat pada Alana.


"Lu pikir gue disini buat di jadiin pembantu apa?! Liat banyak osis yang nganggur, kenapa cuma gue yang di suruh!" Ujar Alana dengan nada tinggi.


Semua orang terkejut, karena Alana berani membentak balik dan melawan Dion yang notabane nya di takuti oleh para osis.


"Guys! Liat nih ada upik abu yang gak tahu diri. Dia bahkan berani ngelawan gue." Doni berteriak membewarakan kelakuan Alana yang berada di hadapannya.


Alana terus menatap Doni dengan berani dan tidak takut, karena dia tidak salah. Alana merasa seperti di manfaatkan oleh para osis yang tidak mau cape. 1 tugas belum selesai 3 tugas sudah datang, apa tidak kesal?


"Lo disini cuma anak buruh, ******! Jangan sok mau berkuasa! Lo tuh miskin!"


"Untung lo cantik, bisa nih di pake" Ujar Dion dengan meraih dagu Alana untuk mendekat padanya dan Dion mengukir seringai miring di bibirnya.


Plak!

__ADS_1


Alana menampar keras Dion, karena sikap begitu kurang ajar.


"GUE EMANG EMANG ANAK BURUH! TAPI HARGA DIRI GUE LEBIH DARI PADA LO! ANAK ORANG KAYA YANG MISKIN ATTITUDE!" Teriak Alana yang amarah sudah tidak tertahan kan lagi.


Dion mengeram kesal, baru kali ini ada wanita yang merendahkan dirinya di depan anak anak osis lainnya.


Tanpa banyak bicara Dion menyeret Alana dan akan membawa ke gudang kosong di belakang sekolah.


"AAAA LEPASIN GUE, BAJINGAN!" Teriak Alana. Tentu saja tidak ada yang mendengar kegaduhan itu selain anak osis yang berada di Aula. Karena letak Aula terpisah dengan ruang kelas dan juga ruang guru. Di tambah lagi Aula ini kedap suara.


*Bugh


Bugh


Bugh*


3 bogeman Alana layangkan pada Dion, di bagian kelamin, perut dan 1 lagi Alana menonjok wajah Dion. Hingga pemuda itu tersungkur ke lantai, karena tendangan di kelaminnya cukup keras membuat Dion lemas tidak berdaya.


Alana langsung lari kemudian di kejar oleh osis lain di belakangnya, kebetulan osis yang bertugas di Aula rata rata lelaki.


SMA Alexandria memang sekolah swasta elite, namun tidak pernah memprioritaskan attitude, mereka hanya memprioritaskan siswa yang berpengaruh (banyak uang). Jika siswa itu menimbulkan masalah, mereka akan kubur masalah itu atau menyalahkan korban (berlaku untuk anak sultan).


Entah apa yang membuat sekolah ini menjadi terkenal dan banyak sekali di minat, padahal dalamnya tidak sebagus yang kita kira.


Alana berlari dengan sekuat tenaga agar tidak terkejar oleh para osis di belakangnya.


Dug


tanpa di sadari gadis itu telah menabrak dada bidang seseorang di depannya. Lelaki itu langsung menarik Alana untuk bersembunyi di dalam ruangan kosong dan lelaki itu berdiri santai di depan pintu ruangan yang ada Alana di dalamnya.


"Lo liat cewek lari kesini gak, bro?"


"Tuh, dia lari kesana." lelaki itu menunjukan arah dengan dagunya seraya bermain ponsel dengan santai nya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


4 chapter kedepan bakal ada kejutan yang kalian tunggu bestie. Jadi tetap stay tune nunggu othor up yaa 🥰


BABAY 👋🏻


HAPPY READING AND HAPPY KIYOWO


__ADS_1



__ADS_2