PERNIKAHAN DI SMA

PERNIKAHAN DI SMA
CHAP 45 : ELANG


__ADS_3

Baru saja sampai parkiran Alana dan Barra menghentikan langkahnya saat melihat Elang yang juga berada di parkiran dengan beberapa makanan take away di tangannya.


"Ehh Elang, kamu disini juga?" Sapa Alana.


Elang langsung mendekat pada Barra dan Alana yang berdiri di dekat mobil Barra. "Ehh Alana, Barra."


"Hai, Bro." Sapa Barra seraya berjabat tangan sebagaimana lelaki.


"Iya, nih, tadi mama nitip beli makanan disini, kebetulan aku lewat sini jadi aku beliin deh. Ehh kamu mau pulang ya?" Elang seakan lupa kalau ada Barra di sampingnya.


"Ehh, iya. Tadi kata Virgan kamu di kejar kejar sama osis ya? Kamu gak papa gak kan, Al?" Belum Alana menjawab ucapan Elang yang sebelum nya, lelaki itu sudah melayangkan pertanyaan selanjutnya.


Ko, si Elang aku-kamuan sih sama Alana? Batin Barra seraya mengerutkan kedua alisnya menatap Elang.


"Aku gak papa ko, El. Aku baik baik aja gak usah khawatir. Btw, aku pulang duluan ya gak papa? Lagi buru buru soalnya." Alasan Alana, karena menyadari raut wajah yang berbeda dari Barra. Walau emang kenyataannya ia harus cepat pulang karena Kyra.


"Ohh iya silakan, aku juga mau pulang kok, takut mama nungguin." Ujar Elang.


Alana kemudian pamit pada Elang, begitu pun Barra. Namun Barra tidak mengatakan sepatah kata pun pada Elang, pemuda itu hanya menjabat tangan lalu masuk ke dalam mobil.


Tidak lama Alana pun masuk dalam mobil. Kini lagi lagi keheningan menyapa keduanya, entah kenapa. namun Alana merasakan aura yang berbeda duduk di samping Barra, padahal sebelumnya Barra enjoy enjoy saja, kenapa sekarang pemuda itu jadi cuek.


Dalam perjalanan keduanya tidak terlibat perkacapan sedikitpun, Alana tidak berani memulai percakapan dengan Barra. Karena jika di lihat Barra seperti siap menerkam seseorang yang mengganggunya.


"Gue baru denger loh si Elang aku-kamuan sama cewek." Ujar Barra memecah keheningan di dalam mobil.


Alana mengerutkan kedua alisnya seraya terkekeh mendengar perkataan Barra barusan. Ternyata yang membuat Barra berubah adalah cara bicara Elang yang berbeda pada Alana.


Bilang aja cemburu, gengsi banget jadi orang. Batin Alana.


"Ngga, Elang dari pertama ketemu aku ngomongnya udah kek gitu ko. Ngomong Elang emang lembut ko dari awal aku ngobrol sama dia. Kamu jangan nilai orang dari cover nya dong, aku suka ngobrol sama dia karena dia kalo ngobrol tuh lembut banget, gak kaya kamu."


Alana sengaja berbicara seperti itu, ia ingin melihat reaksi Barra seperti apa, jika sedang cemburu. Karena Alana tahu, Barra orangnya sangatlahh gengsian.


"Ohh gitu ya." Singkat, padat, dan Ketus. Alana semakin yakin kalau Barra memang benar cemburu.


Alana terkekeh pelan, hatinya merasa senang. Gadis itu semakin yakin kalau Barra memang sudah menaruh hati padanya. Alana sekarang berpikir, bagaimana caranya agar Barra tidak gengsi untuk mengakui perasaan pada dirinya.

__ADS_1


Gengsi kamu kebesaran, Bar. Coba deh turunin dikit aja, aku pengen banget dapet perhatian dari kamu. Batin Alana.


Tidak lama, akhirnya mereka sampai di rumah, tadi keduanya sempat berhenti dulu di mang martabak untuk mengabulkan permintaan Kyra tadi.


Barra langsung masuk ke rumah tanpa mengatakan sepatah kata pun pada Alana. Alana tidak memedulikan sikap itu, karena ia sudah mulai paham akan sifat Barra seperti apa.


Saat masuk ke dalam rumah, ternyata di dalam sangat sepi. Alana melihat jam ternyata sudah pukul 8. Sudah waktunya masuk kamar masing masing dan pastinya Damar dan Agatha sedang melanjutkan pekerjaannya untuk besok meeting, seperti biasanya.


Alana bergegas menuju kamar Kyra, gadis itu pasti sudah menunggu Alana di sana.


Tanpa menunggu lama, Alana langsung membuka pintu kamar Kyra. Ternyata gadis itu sedang belajar.


Saat mendengar pintu kamarnya terbuka, Kyra langsung menoleh dan benar itu Alana, orang yang sedari tadi Kyra tunggu.


"Kakak!" Panggil Kyra dengan semangat dan langsung beranjak dari tempat duduknya untuk memeluk Alana.


Kyra seperti sudah berhari hari tidak bertemu Dengan Alana, padahal di sekolah saja mereka sering bertemu. Semenjak kedatangan Alana, Kyra menjadi lebih manja, karena dari dulu gadis itu ingin sekali mempunyai kakak perempuan yang mengerti dirinya.


Setelah cukup lama berpelukan, Alana melepaskan perlahan pelukannya dan memberikan martabak keju yang Kyra pesan tadi. Tidak menunggu lama, Kyra langsung mengeksekusi martabak favoritnya itu.


"Ish, abisin dulu itu martabak di mulut kamu, baru boleh ngomong." Alana terkekeh melihat tingkah menggemaskan Kyra.


Kyra mengangguk dan dengan cepat ia habiskan martabak yang ada di tangannya dan menyimpan sisa martabaknya di meja belajar.


"Udah... Cepet cerita kak." Kyra langsung duduk di samping Alana yang duduk di kasurnya.


Alana menyilangkan kakinya dan menghadap Kyra yang sekarang sudah berada di depannya.


Alana mulai bercerita dari awal hingga akhir tidak yang di lewatinya sedikit pun. Alan menceritakan tentang hari ini yang menurutnya cangat kacau.


Alana pun memperlihatkan kan rekaman yang tadi Anggi kirim da memberitahukan rencana yang sudah mereka susun tadi.


Tentunya Kyra terkejut melihat Alana yang di kepung di gudang, apalagi yang mengepung Alana rata rata cowok. Kyra mengeram kesal saat melihat Vallen ada disana juga. Kyra memang tidak suka pada Vallen dari saat Abangnya masih menjalin hubungan dengan wanita itu.


"Tapi kaka gak papa, kan? Gak ada yang luka?" Ujar Kyra panik.


"Kakak gak papa kok, tenang aja. Jadi gimana? Kamu mau kan bantuin kakak?"

__ADS_1


Dengan cepat Kyra mengangguk, menyanggupi permintaan Alana untuk membantunya. Walaupun hanya sebagai perantara, Kyra tetap senang bisa membantu Alana pertama kalinya.


Setelah sesi curhat dirasa sudah cukup dan Alana pun merasa sudah tidak nyaman dengan badannya karena sedari tadi iia mandi keringat, jadi Alana ingin segera ke kamarnya dan bersihin badan.


"Kalo gitu kamu lanjut belajar lagi ya, kakak gak kuat ingin mandi gerah banget ini."


"iyaa, kura belajar lagi kalo gitu."


Tidak lama kemudian Alana meninggalkan kamar Kyra dan menuju kamarnya.


Saat sedang berjalan menuju kamarnya, seseorang menarik tangan Alana, menghentikan pergerakannya. Alana langsung membalikkan badannya. Alana memutar bola matanya malas saat melihat Barra di depannya.


"Mau apa lagi sih? Aku mau mandi tahu..."


Barra tetap diam dengan tangannya yang masih meggegam tangan Alana dan menatapnya penuh arti.


Barra lalu membawa Alana ke gazeboo yang ada di taman belakang belakang. Gadis itu sudah menolaknya namun Barra tidak kunjung melepaskan genggamannya.


Dengan malas Alana kemudian duduk di kursi malas dengan Barra di sampingnya.


"Mau apa sih? Aku pengen mandi udha gerah banget ini. Kalo mau ngomong cepet deh, keburu maem aku mandinya." Gerutu Alana.


Barra mengenal nafas pelan, bersiap untuk mempertanyakan pertanyaan yang sedari tadi enggan pergi dari pikirannya.


"Lo suka sama Elang?" Tanya Barra pelan. Namun tetap terdengar jelas di telinga Alana.


Tentu saja gadis itu terkejut dengan pertanyaan konyol yang di layangkan oleh Barra, mana mungkin dia suka dengan lelaki lain, sementara dirinya sudah mempunyai suami.


Barra pun terkejut dengan apa yang di tanyakannya, pemuda itu tidak percaya akan menanyakan hal yang memalukan itu. Namun Barra tetap tidak peduli, ia hanya penasaran saja. Pasalnya semalam dalam perjalanan pulang tadi, Alana terus memuji muji Elang di hadapannya. Membuat Barra bertanya tanya.


Barra tidak tahu maksud yang sebenarnya kenapa Alana memuji muj Elang di hadapan Barra.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


HAPPY READING AND HAPPY KIYOWO BESTIE.


__ADS_1


__ADS_2