
"Abanggggg! Tolong Kyraaaa" Teriak Kyra terdengar jelas di seluruh sudut rumah. Kyra berlari kecil dengan memegang 1 buku catatan dan 1 lagi buku tebal. Kyra mengetuk pintu kamar Barra dengan lumayan kencang, karena Abangnya itu tidak merespon sedikit pun.
"Ish! Kemana sih?! Kyra lagi butuh malah ngilang." Kyra kemudian menyimpan buku buku itu di rak penyimpanan yang ada di sebelah kamar Barra.
Lalu gadis itu menuruni tangga berjalan kesana kemari mencari Barra. Kyra yakin kalau Abangnya ada di rumah, soalnya mobil milik Barra ada di garasi. Kyra terus mencari Barra di setiap ruangan bahkan sampai gudang, namun ia tetap tidak menemukan sosok yang ia cari.
Ahh iyaβgadis itu baru ingat 1 tempat lagi belum ia cari, Kyra bergegas menuju tempat yang ia tuju. Benar saja Barra dan Alana tertidur pulas di gazeboo, dengan toples cemilan yang kosong beserta gelasnya.
Mulut Kyra mengerucut, ia merasa kesal dan bersedekap dada. Apaan sih ko dempetan gitu tidurnya! Batin Kyra.
Gadis itu berjalan mendekat, masih dengan perasaan kesalnya.
"Ko gak di ajak sih Kyranya kalo kalian kesini, Kyra juga kan mau nyantai di bareng bareng! Kek anak pungut aja di tinggal sendiri di dalem" Sungut Kyra dengan nada yang sedikit tinggi.
Alana dan Barra masih dalam keadaan tidur yang sangat nyenyak, keduanya tidak bergerak sedikit pun walaupun langkah kaki dan suara Kyra cukup gaduh.
Kyra langsung naik ke gazeboo itu dan langsung menelasak masuk ke tengah tengah Barra dan Alana. Gadis itu pun kini terbaring di antara kakak kakaknya. Barra dan Alana seketika terbangun karena terkejut ketika ada yang seseorang yang menyelinap tidur di antaranya.
"Abang geseran sana! Ah elah sempit banget ini."
"Ish! Kyra ganggu aja. Lagi enak enak tidur juga!" gerutu Barra. Pemuda itu mengesampingkan tubuhnya membelaksngi Alana dan Kyra, lalu memejamkan lagi matanya.
"Dih lagian gak aja ajak, ya udah Kyra ganggu. Dah sana tidur lagi ahh!" Ujar Kyra seraya menendang bokong Barra. Ck, Barra hanya berdecak dan tidak merespon Kyra. Karena di matanya seperti ada lem yang menempel sehingga tidak bisa di buka.
"Ehh Kyra... Sini sini" Ujar Alana seraya menarik Kyra lebih dekat dan memeluknya.
"Nanti kalo mau ke taman lagi ajak ajak ya, gak berani soalnya kalo Kyra sendiri kesini."
2 respon yang sangat berbeda, Kyra benar benar merasa adik pungut Barra. Kenapa Abangnya itu tidak ada ramah ramahnya sedikit pun, serasa ingin mendaur ulang dan menggantinya, seperti Virgan yang ramah dan humoris. Pikir Kyra.
Ketiganya kini terbaring tidur di gazeboo, Kyra memang tipe anak yang gampang sekali mengantuk. Di peluk sebentar saja, 5 menit kemudian sudah berbeda alam.
...ππππππππππ...
__ADS_1
Matahari pagi begitu terik, cahaya nya menyorot pada seluruh penjuru SMA Alexandria. Lapangan kini di penuhi oleh murid murid yang sedang melakukan pemanasan sebelum melaksanakan basket bagi siswa dan volly bagi siswi.
Kelas XII IPS 1 DAN IPS 3 sebenarnya mereka berbeda jam nya, namun Pak Rudi hari ini ada urusan keluarga. Jadi memutuskan untuk menyatukan 2 kelas ini dan sudah meminta ijin pada guru yang akan mengajar.
XII IPS 1 adalah kelas Alana, Barra dan Elang. Sedangkan kelas XII IPS 3 adalah kelas Gilang dan Virgan.
Setelah berlari 5 putaran untuk pemanasan, kini para murid beristirahat di sebelah lapangan. Dengan masing masing kelas yang saling berhadapan. Mereka di beri waktu 10 menit untuk istirahat, selanjutnya akan masuk ke sesi olahraga.
"Anjrwit! Panas ini begitu menyiksa ku beybihh" Ujar Gilang seraya menyeka pelipisnya yang sudah di banjiri keringat dengan jari jemarinya yang di buat lentik seperti perempuan.
"Apakah kamu bersedia jika aku menjadi tempat untukmu berteduh?" Balas salah satu siswa, teman sekelas Gilang yang memang terkenal dengan kekonyolannya. Dan mengulurkan tangan di hadapan Gilang dengan tatapan yang lekat.
"Aww! Akhirnya couple gue bentar lagi Official nih." Teriak salah satu siswa.
"Aaaa aku merasa gemas sekali melihat interaksi duo batang yang begitu romantis itu" Ujar Virgan dengan nada mendayu dayu.
Sorak sorai begitu menggelagar melihat kekonyolan yang Gilang dan temannya ciptakan. Mereka semua merasa geli, akan tingkah Gilang dan Isal.
"Aku bersedia, Mas." Balas Gilang dengan malu malu dan menutup mulutnya seakan akan ia salah tingkah di tatap oleh Isal dan ia pun menjabat tangan Isal yang sedari tadi terulur di hadapannya.
"SIKIRINSOT SIKIRINSOT, WOI!"
"SUPRINDAN JAMAL PUN HIDUP BAHAGIA DI JERMAN, HAHAHA" Teriak salah satu murid.
Tiba tiba Pak Rudi sudah ada di tengah lapang dengan bersedakap dada.
Pritt...
Suara pluit begitu terdengar melengking di telinga. Seluruh murid sontak menghentikan tawanya yang begitu bahagia di kala rasa cape dan lelah melanda.
Ish! Si bapa ganggu aja, gak bisa apa liat murid seneng!
__ADS_1
"Udah udah sekarang waktunya bagi tim. Putra bermain basket dan putri main Volly, jika sudah, kalian langsung pindah lapangan. Untuk putra bapa tunggu di lapang basket. Untuk putri silakan tunggu di lapang Volly, nanti bapa menyusul kalian." Jelas Pak Rudi.
Helaan nafas di setiap murid itu terdengar lemas, dengan terpaksa mereka berdiri jalan perlahan menuju lapangan yang sudah di instruksi Pak Rudi tadi. Sebentar, terdengar microfon pengumuman berbunyi, seluruh murid berhenti, untuk mendengar informasi apa yang akan di sampaikan oleh guru di balik microfon itu.
Kepada siswi kelas XII IPS 1 yang bernama Alana Valerie, di harap segera menuju ke ruang BK sekarang. Ditunggu!
Barra dan Elang langsung membalikkan badan dan menatap Alana yang berdiri kebingungan. Begitu pun dengan Virgan dan Gilang. Jarak antar mereka tidak jauh, sehingga mereka dapat melihat jelas mimik wajah Alana sekarang.
Alana mengerutkan kedua alisnya, pasalnya ia tidak melakukan kesalahan sedikit pun. Kini ia bertanya tanya dan berpikir, jika ada kesalahan yang tidak di sadarnya. Namun setelah di pikir bolak balik, tetap saja ia merasa tidak melakukan kesalahan apapun di sekolah.
"Al, lo gak bikin masalahkan?"
"Ish! Gak mungkin lah."
"Gak mungkin kalo gak ada masalah Alana di panggil BK."
Zidny, Viona dan Anggi menerka neraka, ketiganya bingung. Kenapa BK bisa memanggil Alana, BK adalah tempat bagi semua orang bermasalah,menurutnya.
Ketika Barra akan menghampiri Alana, gadis itu keburu melenggang pergi meninggalkan lapangan dengan raut wajah yang tidak biasa. Zidny, Viona dan Anggi tidak menemani Alana, karena mereka dilarang oleh gadis itu.
Saat Alana sudah menghilang dari pandangan mereka, Barra pun ikut pergi menyusul Alana. Kini semua murid sudah pergi ke lapangan sesuai perintah Pak Rudi tadi.
Barra gelisah, pasalnya di sekolahnya ini sangat kejam bagi si pembuat onar dan BK tidak akan memanggil murid jika itu hanya masalah yang biasa. Dan murid yang di panggil oleh BK berarti mempunyai masalah yang tidak biasa dan termasuk masalah berat.
Barra terkejut saat melihat banyak siswi yang duduk di ruang BK itu, sekitar ada 6 sampai 7 siswi yang duduk disana termasuk Alana. Barra tidak masuk kelas, karena ia penasaran akan permasalahan apa yang di alami oleh Alana dan pemuda itu akan menguping di balik pintu. Kebetulan ruang bk ini berada di pojok ruangan dan lorong ini bukan termasuk lorong yang di gunakan oleh guru mau pun murid untuk berlalu lalang.
Barra tersentak saat mendengar bentakan dan tuduhan yang di layangkan pada Alana. Tidak mungkin Alana melakukan hal yang buruk atau berani mengambil yang bukan hak nya. Barra yakin bahwa ada seseorang yang menjebak Alana.
...β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦...
Maaf bestie othor belum up seperti biasa. Kalo mood nya udah balik othor pastiin bakal up 3 kali dalam sehari xixixi π€
HAPPY KIYOWO BESTIE
__ADS_1