PERNIKAHAN DI SMA

PERNIKAHAN DI SMA
CHAP 52 : PAPA


__ADS_3

Sedari tadi Elang belum kembali ke markas. Para sahabat nya bertanya tanya, apakah Elang pulang? Atau ia ke kamar mandi? Tapi tidak mungkin selama ini. Apakah Elang benar benar mempunyai perasaan pada Alana? Memang selama ini, mereka perhatikan Elang selalu berada di dekat Alana. Tapi sedikit pun Gilang dan Virgan tidak curiga, berbeda lagi dengan Barra yang setiap saat memperhatikan Alana diam diam.


Gilang dan Virgan pun santai santai saja, begitu pun Barra, karena mereka tahu Elang itu susah di tebak dan pasti tidak mau menceritakan masalah apapun pada sahabatnya. Jadi, mereka akan menunggu.


Setelah beberapa waktu, mereka mulai khawatir pada Elang yang tak kunjung datang. Mereka mulai mencemaskan Elang, pasalnya ponsel dan barang barang Elang masih ada di markas.


"Si Elang kemana sih? Bikin khawatir aja." Ucap Virgan yang masih tidak henti menyuapkan makanan yang di belikan Barra tadi.


"Cari gih!" Balas Gilang, lelaki itu terus saja menyantap makanan tadi. Gilang tuh paling gak bisa nolak makanan, apalagi makanan gratis bakal gas terus sampe titik penghabisan.


Virgan dan Gilang memang sama persis perihal makanan.


Virgan memutar bola matanya malas. "Kebiasaan banget lo! Ayo ahh cepet cari." Tanpa pikir panjang Virgan langsung menarik tangan Gilang dan lelaki itu pun tentu tidak pergi dengan tangan kosong, ia mencomot beberapa pizza di tangannya.


Tadinya ingin sekali Alana mencari Elang, namun sepertinya tidak mungkin. Karena ia tahu maksud Barra mengakui hubungannya agar Elang tidak terus terus mendekati dirinya. Padahal Alana hanya menganggapnya sebagai teman dan tidak lebih.


"Mau balik gak?"


"Tapi Elang belum ketemu, Bar. Masa mau pulang gitu aja kan gak enak dong." Ucap Alana.


"Udah ada Virgan sama Gilang ini. Ayok pulang dah malem juga, mama papa udah nyariin nih." Paksa Barra, memang benar Agatha sudah mengirim pesan tadi pada Barra bahwa dirinya harus segera pulang.


Dengan berat hati Alana mengikuti apa yang di katakan Barra. Gadis itu pun tidak mungkin menolak jika Agatha dan Damar sudah bicara. Alana masih tahu diri, ia hanyalah orang asing yang tidak sengaja masuk ke dalam keluarga Barra.


Kini keduanya sudah dalam perjalanan pulang, seperti biasa jalanan malam ini cukup ramai lancar nan indah dengan langit yang bertaburan bintang.


Entah apa yang di rasa Alana saat ini, ia bingung antara senang dan sedih bercampur aduk. Alana memang sudah lega ketika mendengar pengakuan Barra tentang hubungannya, ya walaupun hanya sahabat sahabat Barra tapi itu sudah membuat ia senang.


Tapi kenapa dalam hatinya seakan ada rasa ganjal, entah apa penyebabnya. Si pemilik hati pun bingung dan hanya bisa memikirkan tanpa menemukan jawaban.

__ADS_1


Setelah beberapa menit dalam perjalanan akhirnya mereka sampai juga dan di sambut dengan Kyra yang berlari memeluk Alana.


"Kakak, Kyra kangennn." Ucapnya. Alana tersenyum mendengar hal itu.


"Lebay lo, belum sehari ditinggal." Cibir Barra.


"Yehh sewot amat, cemburu lo ya?" Tanya Kyra dengan nada sedikit meninggi. Barra memutar bola matanya malas dan langsung melenggang masuk tanpa menjawab pertanyaan Kyra barusan.


Alana terkekeh. "Udah, udah, mari masuk."


Di dalam sana sudah ada Damar dan Agatha yang duduk di sofa ruang keluarga. Melihat raut wajah Agatha sepertinya beliau terlihat cemas.


Agatha menoleh saat mendengar suara derap langkah dari arah belakang dan benar orang yang ia tunggu sedari tadi akhirnya pulang juga. Agatha langsung beranjak dari tempat duduk nya dan berjalan cepat menghampiri...


"Mamaaaa—


Panggilan Barra tertahan ketika Agatha malah melewati dirinya, pemuda itu kelimpungan. Ternyata Agatha memeluk menantu kesayangannya dan melewati begitu saja anak bujangnya.


Alana tersenyum tipis. "Gak papa kok, Al, baik baik aja." Ujar Alana dengan lembut.


Beberapa saat sebelum nya saat Damar dan Agatha baru pulang kerja. Tiba tiba Kyra menghampiri keduanya dan menunjukkan video saat Alana tengah di kepung. Otomatis keduanya membelalakan mata melihat, Damar mengeram kesal, begitu pun Agatha kesal plus khawatir bersatu.


Damar dan Agatha tidak akan membiarkan ini terjadi untuk kedua kalinya dan akan memberi perhitungan pada sekolahnya atas buruknya kedisiplinan dan ketidaktegasan guru dalam mendidik para murid.


Barra membulat kan matanya pada Kyra, pasalnya bukan sekarang waktunya untuk memperlihatkan video itu. Barra sedang memikirkan waktu yang tepat agar semua rencananya berjalan lancar.


"Awas aja lo ya." Ucap Barra kesal tanpa suara ke arah Kyra. Gadis itu pun malah ledek Barra, karena Kyra takut Vallen akan berbuat lebih jauh lagi, apalagi Dion. Pasti pemuda itu tidak akan tinggal diam ketika dirinya telah di hajar habis habisan oleh Barra.


Sedari tadi Barra tidak mengalihkan pandangannya pada Kyra yang sudah sok tahu mempelihat video di waktu yang tidak tepat menurutnya. Kyra pun sama, terus membulatkan matanya menantang pada Barra.

__ADS_1



Damar pun mendekat pada anak dan istrinya. Terlihat jelas raut wajah yang garang dan tegas khasnya, Damar tentu sama kesal bahkan lebih kesal atas kejadian dan kebenaran tentang sekolah anak anaknya.


"Barra! Besok temani, Papa, ke ruang kepala sekolah." Ujar Damar singkat, padat dan jelas. Lalu beliau melenggangkan langkahnya menuju kamar. Sepertinya, Damar sudah menyiapkan sesuatu untuk besok. Entah lah, apa itu.


Barra, Alana, Kyra dan Agatha tentunya terkejut, secepat itukah Papanya bertindak? Wow! Amazing. Benar benar luar biasa, mereka beruntung sekali memiliki Papa yang super tegas.


Alana sangat sangat bersyukur memiliki keluarga baru yang super baik. Ia berkali kali mengucap syukur dalam hatinya, ternyata mereka benar benar menepati janji pada Ayahnya. Bahkan ini lebih dari tanggung jawab menurutnya, Alana benar benar merasa menjadi anak dan bagian dari keluarga mereka sekarang.


Alana tidak perlu ragu lagi pada keluarga ini, sekarang hatinya sudah lega.


"Ya udah, sekarang udah malam. Kalian masuk kamar ya, besok kan Papa mau ke sekolah juga bareng kalian." Ucap Agatha yang mengundang senyum merekah di bibir ketiga putra putrinya itu.


Karena tidak mau ada sesi terharu terharu dan menangis nangis. Agatha langsung meninggalkan mereka di ruang tengah, Agatha melihat mata Alana yang berkaca kaca. Jika di peluk atau di tanya sekali lagi, sepertinya Alana akan menangis karena bahagia.


Setelah melihat Mamanya pergi menuju kamar, Kyra langsung menarik tangan Alana menuju kamarnya. Hari ini Kyra tidak akan membiarkan Alana tidur di kamarnya sendiri, gadis itu akan memaksa Alana untuk tidur bersamanya.


Barra menatap kedua wanita yang sangat sangat penting dalam hidupnya dengan senyum tipis di bibirnya.


Sekarang jadi ada 3 bidadari yang harus gue jaga. Gue harap, gue bisa kayak Papa yang tegas dan bertanggung jawab sama apa yang gue punya sekarang. Batin Barra.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Haii bestie 👋🏻


Maaf aku baru up, soalnya kemarin aku sakit huhuhu. Makasii yang udah nunggu othor up, luvyu ❤️


Btw, kemarin ada yang nanya kiyowo itu artinya apa? Kiyowo itu artinya lucu kalo gak salah xixixixi

__ADS_1


HAPPY READING AND HAPPY KIYOWO BESTIE



__ADS_2