PERNIKAHAN DI SMA

PERNIKAHAN DI SMA
CHAP 49 : TIMEZONE


__ADS_3

Kini keduanya jalan menuju timezone dengan tangan yang saling menggegam dan di goyang goyangan oleh Alana. Barra sangat terlihat seperti sedang menuntun anak kecil yang bahagia akan di belikan mainan oleh Ibunya.


Mata Alana menyala nyala, mata nya tersorot oleh cahaya lampu yang berasal dari 1 permainan yang mencuri perhatiannya.


Alana langsung menarik tangan Barra membawanya mendekat ke permainan yang Alana tuju. "Barra, Barra, ayok main ini."Ujar Alana.


"Bentar aku isi kartunya dulu."


" Ohh harus pake kartu ya?" Tanya Alana polos.


"Kalo gak pake kartu gesek nanti pake apa dong? Pake ktp?" Ujar Barra seraya menyentil jidat Alana gemas. Lalu pergi ke kasir untuk mengisi saldo.


Alana tentunya menunggu di dance dance revolution agar tidak ada yang bermain disana. Semisal ada orang yang main disana, Alana akan usir orang itu agar saat Barra kembali mereka langsung bermain.


Setelah lama menunggu Barra, akhirnya batang hidung pemuda itu terlihat. Alana sebal melihat gaya berjalan Barra yang sok cool, namun mampu menciptakan senyuman tipis di bibir mungil milik Alana.


"Yey datengggg." Ujar Alana. Barra langsung menggesekkan kartunya ke mesin dance dance revolution.


Barra dan Alana berdiskusi untuk memilih lagu yang asik, namun Alana salah besar telah menyerahkan hak pemilihan lagu pada Barra. Karena pemuda itu tidak akan memilih lagu yang beat nya pelan.


Barra memilih milih lagu dengan detail dan pastinya kegemaran Barra. Pemuda itu akhirnya akhirnya memilih lagu believer - imagine dragon yang beatnya gak main main. Barra sengaja memillih lagu itu, berniat hati untuk mengerjai Alana.


Kini keduanya sudah siap di posisi dance dance revolution. Alana belum tahu saja kalau pemuda itu cukup mahir memainkan permainan ini.



Kini keduanya bersiap di posisi dengan tangan yang memegang penyangga belakang dan kaki di simpen di antara tanda panah warna biru.


Mesin permainan mulai menghitung dan memberi aba aba.


Ready...


1...


2...


3...

__ADS_1


Alana terkejut saat mendengar intro yang begitu nge bass dan cepat. Beberapa detik Alana nge BUG dan terdiam melihat lagu yang di pilih Barra begitu cepat.


Gadis itu sudah menyerah sebelum mencoba. Ia menoleh ke samping , dilihatnya Barra begitu lincah menari dan tersenyum meledek pada Alana. Dalam hatinya gadis itu mengucapkan sumpah serapah pada Barra. Karena pemuda itu menghancurkan kesan pertama pada permainan yang membuat Alana penasaran.


"iiiii... Nyebelin banget siii." Teriak Alana. gadis itu memutuskan tidak melanjutkan dance nya, karena pusing melihat panah yang warna warni itu terus melintas dari bawah ke atas.


Alana melongo melihat kelincahan kaki Barra mengejar panah panah itu agar nilai nya bagus. Pemuda itu terus fokus pada layar besar di depannya. Berniat hati ingin menyombongkan bakat nya pada Alana, agar Barra mendapat pujian dari gadis itu.


Setelah beberapa menit akhirnya permainan itu selesai. Barra langsung duduk dengan kaki yang di panjangkan dan nafas yang terengah engah.


Barra menyodorkan tangan nya, meminta minum pada Alana dan gadis itu langsung memberinya karena tidak tega melihat Barra yang kelelahan namun rasa kesal nya tetap tidak pudar.


Barra meneguk minuman itu hingga hingga habi setengahnya.


" Kamu sengaja ya ngerjain aku! Mana lagunya cepet banget lagi! Ish curang banget!"


Pemuda itu terkejut, awalnya Barra mengharapkan sebuah pujian dari Alana, tapi kenapa sekarang malah mendapatkan caci makian dari gadis itu.


" Apa sih orang gak tahu beat nya secepat itu." Ujar Barra cuek.


Tiba tiba Alana menarik tangan Barra membawa ke sebuah permainan yang terdapat beberapa mobil kecil disana.


"Barra liat itu, mobil nya lucu warna warni. Ayo kita naik itu" Ujar Alana antusias seraya menunujuk permaninan yang ada di depannya.


Barra menghela nafas pelan, benar benar pemuda itu merasa bahwa dirinya sedang membawa anak kecil bermain.


"Itu namanya bom bom car, Al." Ucap Barra.


"Ayo naik" Walaupun masih merasa lelah karena permainan dance tadi, Barra tetap menuruti permintaan Alana.


Alana dengan antusias menaiki bom bom car setelah di perboleh kan naik oleh penjaga disana, tentunya seperti wanita pada umum nya, gadis itu memilih mobil berwarna pink sedangkan Barra berwarna biru.


Alana dengan semangat memutar kemudi kesana kemari, bahkan Alana sering menabrak kan mobil ke arah Barra.



Barra memainkan mobil nya santai seraya memperhatikan Alana yang sangat bahagia memutar kemudi kesana kemari dan tak jarang memanggil namanya dengan cukup keras, hingga pemuda itu merasa malu akan pengunjung yang lain.

__ADS_1


Setelah beberapa jam, Alana dan Barra sudah menjajal banyak sekali permainan. Malam ini malam yang paling seru untuk Alana dan malam yang paling indah untuk Barra, karena berhasil memberikan kebahagiaan walaupun sederhana.


Barra melihat ke arah jam yang melingkar di tangannya, ternyata sudah jam 10 malam. Pantas saja mereka keluar dari timezone sudah banyak toko toko yang tutup.


Akhirnya sampai di mobil juga, Alana merebah kan tubuhnya di kursi penumpang dengan senderan yang di turun agar badannya bisa lurus kembali.


"Cape banget ya?" Tanya Barra yang sedang membenarkan posisi nya untuk menyetir.


"Cape banget, tadi terlalu bersemangat aku main nya. Habisnya permainan di sana banyak yang seru seruu." Jelas Alana dengan nada yang lucu menurut Barra.


Kemudian Barra melaju kan mobil nya untuk segera pulang, karena ini sudah larut malam. Kasian Kyra di rumah sendiri, Agatha dan Damar bilang pulangnya besok karena kerjaan nya masih ada yang belum beres.


Alana teringat sesuatu, dengan cepat ia membenarkan posisinya untuk duduk tegak dan menoleh pada Barra.


"Barra, Barra, Barra, aku mau nanya dong boleh?" Tanya Alana dengan semangat.


"Apa, apa, apa, tanya apa?" Balas Barra dengan nada yang menirukan Alana. Gadis itu terkekeh mendengar Barra menirukan nadanya.


"Kamu udah suka belum sama aku?" pertanyaan Alana itu membuat Barra tersedak saat sedang minum air mineral. Untung saja lampu lalu lintas masih merah.


Pertanyaan Alana itu hanya di balas anggukkan oleh Barra. Gadis itu mengerutkan kedua alisnya.


" ihh jangan ngangguk aja, ngomong dong cepet." paksa Alana.


" iyaa iyaa aku udah suka sama Alana, abisnya kamu gemesin sih."


Mata Alana langsung membulat dan senyumnya merekah saat Barra mengatakan itu, jantungan nya berdegup kencang dan hatinya sangat berbunga bunga.


"Kalo cinta?" Tanya Alana sekali lagi, gadis itu harus tahu tentang perasaan Barra pada dirinya. Karena ia tidak suka ke abu abuan dalam sebuah hubungan.


Barra tampak berpikir sebelum menjawab. " kalo cinta belum, mungkin nanti, sabar ya."


Alana tampak menekuk wajah nya sedikit. " Gak apa apa deh, yang penting Barra udah suka sama aku, itu udah buat aku seneng kok."


Hari ini adalah hari yang paling bahagia dalam hidup Alana. Bagaimana tidak? Hari ini Barra mengajaknya bersenang senang sampai lupa waktu, bahkan Barra sudah mengakui perasaannya pada Alana. Pokoknya gadis itu akan menandai hari bersejarah ini dalam hidupnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


HAPPY READING AND HAPPY KIYOWO BESTIE



__ADS_2