
Angin pagi yang berembus lembut menyapa setiap insan yang masih bergelut dengan alam bawah sadar, mereka menolak untuk terbangun dan memilih untuk terlelap terus bergelut dengan mimpi indahnya.
Alana dan Kyra masih terlelap dengan sangat pulas, mereka enggan membuka matanya.
*Tok
Tok
Tok*
"Alana, Kyraaa, ayo bangun sudah pagi nak, waktunya sarapan." teriak Agatha dengan sangat nyaring. Alana mengerjap terkejut, sedangkan Kyra masih terlelap sama sekali tidak bergerak.
"Alanaaaa, Kyraaa cepat bangun sayang."
Ceklek
Alana membuka pintu dengan mata yang masih lengket dan masih setengah tertutup.
"Iyaa Ma, Alana sudah bangun" Alana merasa senang sekaligus aneh, pasalnya dia baru pertama kali menyebut 'mama' selama 17 tahun ia hidup.
Agatha langsung menerobos masuk saat melihat Kyra masih tidur pulas di atas kasurnya. Agatha menarik selimut Kyra dengan rasa sedikit kesal.
"Ya ampun, anak gadis satu ini kenapa belum bangun juga. Liat tuh kakak kamu udah bangun, cepat buka mata kamu, Ky." Agatha menarik tubuh Kyra agar duduk dan menepuk nepuk pipinya agar matanya terbuka. Itulah cara ampuh Agatha untuk membangunkan Kyra, karena kalau dengan cara lembut itu tidak akan berhasil, tidur Kyra sudah seperti mati suri.
Agatha bahkan sekarang belum berhasil membangunkan Kyra, Agatha beranjak dan menuju kamar mandi untuk mengambil air. Setelah mengambil air agtaha tanpa pikir panjang langsung menyipratkan nya pada Kyra.
*Prat
Prat
Prat*
Beberapa cipratan kini sudah membuat wajah Kyra basah. Akhirnya si kebo menggeliat juga, dengan meraba wajahnya yang terasa basah. Kyra langsung membuka matanya, lagi lagi agtaha membangunkannya dengan cara yang tidak manusiawi.
"MAMA... kebiasaan deh bangunin Kyra pake air. Bisa kan bangunin Kyra dengan cara di panggil atau di tepuk gtu! Kyra juga pasti langsung bangun kok. Gak usah pake siram." Ujar Kyra kesal.
Agatha dan Alana saling pandang setelah mendengar ucapan Kyra. Di panggil? Di tepuk? Langsung bangun? Tanpa Kyra kasih tau pun itu sudah agtaha lakukan.
" Sudah cepat bangun, terus mandi, langsung ke bawah ya kita sarapan bareng. " Tanpa mengindahkan perkataan Kyra, Agatha langsung menjawab, kemudian ia langsung keluar kamar an menutup pintunya.
Alana mendekat pada Kyra, ia melihat kekesalan pada Kyra." Ky—
"Kenapa kakak gak nyegah mama buat nyiram aku si, kan jadi basah, liat nih." Serobot Kyra, seraya menunjukan bagian yang basah.
Alana tersenyum melihat Kyra, ia merasa gemas pada gadis cantik itu. "Bukannya aku gak mau nyegah mama buat lakuin itu, tapi liat kamu yang susah bangun, jadi menurutku itu cara yang ampuh." Ujar Alana, seraya tertawa kecil. Kyra semakin merasa kesal karena tidak ada yang membelanya kali ini, memang biasanya juga tidak ada yang membela dia xixixixi.
__ADS_1
"Kaka jahatttt" Ujar Kyra seraya mengerucutkan bibirnya.
"hahha iyaa iyaa maaf, udah ahh ayo kita mandi. Yang lain pasti udah nungguin di bawah." Kyra mengangguk, kali ini Alana mengalah biarkan Kyra yang terlebih dulu mandi dan ia akan menunggunya.
...****************...
Di karenakan Agatha ada keperluan mendadak yang tidak bisa di tinggal, akhirnya yang menemani Kyra dan Alana belanja adalah Barra. Itu pun Agatha harus membujuk dan memaksa agar Barra ingin mengantar anak gadisnya ke mall.
"5 MENIT LAGI BELUM BERES, GUE GAK JADI NGANTER BELANJA." Teriak BARRA agar terdengar menuju kamar Kyra yang ada di lantai 2, Barra sedari tadi duduk di sofa ruang tamu, menunggu Alana dan Kyra yang sedang bersiap siap.
" ABANG IHH TEGA BANGET, MANA BISA 5 MENIT LANGSUNG BERES!"
"TINGGAL 4 MENIT 55 DETIK LAGI SISA WAKTU KALIAN."
Kakak adik itu saling bersahutan, membuat keadaan rumah bising sekali. Untung saja Damar dan Agatha sedang tidak ada, kalau ada mereka pasti sudah habis kena omel.
Kyra masih mengomel dalam pikirannya, ia hanya tak habis pikir kenapa mempunyai kakak seperti itu, tidak ada ramah ramahnya. Alana yang menyadari raut wajah Kyra berubah, ia langsung mendekat dan mengelus punggung Kyra untuk menenangkan kekesalannya.
"Kalau belum siap, kita dandan di mobil aja gimana?" Kyra langsung mendapatkan pencerahan, gadis itu tersenyum seraya mengangguk. Kyra langsung memasukkan makeup nya ke dalam pouch dan memasukkannya ke dalam tas, seraya merapih rapih kan pakaian yang di kenakan.
"1 MENIT LAGI!" Ingat Barra.
Kyra dan Alana sudah menuruni tangan dengan sedikit berlari. "Ayo cepet jalan!" Ujar Kyra Ketus saat sudah berada di hadapan Barra.
Tanpa mengidahkan perkataan Kyra, Barra langsung melengos menuju mobilnya. Dan Alana masih di tuntun oleh Kyra di belakangnya dengan terdiam, melihat kegaduhan adik kakak yang berada di depannya.
Akhirnya sampai di mall, tanpa pikir panjang mereka bertiga langsung masuk menyusuri mall dan mencari toko yang Kyra tuju. Kyra sudah tahu akan toko toko yang mempunyai barang barang keren sesuai selera Kyra dan ia sangat yakin kalau Alana pun akan mempunyai selera yang sama dengannya.
Barra hanya jalan di belakang mereka dengan bersedekap dada, belanja bersama wanita sungguh membosankan. Karena memilih nya memerlukan waktu berjam jam dan yang di pilih adalah baju yang pertama di di coba, kalau kayak gitu itu halal sih untuk di kasih jitakan sedikittttt keras di kepala.
"Tuh tokonya!" Ujar Kyra dengan antusias.
Kyra langsung menarik Alana masuk ke dalam toko Zara. Alana terkesima melihat pakaian pakaian yang sangat cantik dan elegan, sampai sampai ia bingung harus memilih yang mana.
Barra berjalan menuju kursi yang ada di depan sana, ia mendarat kan bokongnya di kursi. "Jangan lama lama milihnya, kalau gak mau gue tinggalin" Ujar Barra dingin.
"Ngacem mulu lu, gak seru. Kalo mau pergi pergi aja."
"Tante Agatha bilang, silakan belanja sesuai keinginan kita. Berarti gak ada batasan waktu dong, lagian aku masih mau keliling disini, baru pertama kali loh aku kesini, apa kamu gak kasian." Alana memasang wajah memelas.
Tanpa mengindahkan kata Alana, Barra memalingkan wajah nya dan beralih pada ponselnya. Yess, berhasil! Batin Alana.
Alana tidak pernah mempermasalahkan sikap suaminya itu pada dirinya, karena ia tahu, kalau Barra menerima pernikahan itu dengan terpaksa. Jadi, mau baik atau tidak sikap Barra padanya, ia tidak peduli, yang penting sikap Alana pada Barra baik. Alana kini malah menganggap Barra adalah kakaknya, teman dekatnya. Walaupun tidak berbincang bincang, tapi tak apa, mereka pun baru bersama belum genap sebulan.
Kyra dan Alana kini tengah asyik memilih dan mencoba baju baju yang akan mereka beli. Keluarga Kyra adalah pengusaha yang cukup terkenal dan mereka di kenal dengan keluarga yang kaya namun sederhana, mereka tidak pernah menampakkan kekayaannya.
Ting
__ADS_1
Suara notifikasi muncul dari ponsel Barra, ia langsung membukanya, ternyata dari grup teman temannya. Barra langsung membuka isi grup tersebut.
...Gilang calon pendamping hidup Mayang...
**Virgan : Woii diem diem bae, liburan gini apa kita gak rencanain buat nongkrong bareng nih?
Gilang : Jomblo sih jadi kesepian deh, kasian bet ci kamyu.
Virgan : Ngaca, Tapir!
Gilang : Eits sorry gue gak jomblo ya... Tapi gue single
Virgan : Sama aja, Sat! Si Barra sama si Elang nyimak nyimak bae, keluar dong, ini grup ya buka chat pribadi shayhangkuuuuu
Elang : Bisa gak sih, ngetiknya biasa aja
Barra : Geli gue
Virgan : @gilang lo emang soulmate gue satu satunya, Sat :(
Gilang : dih apaan, gue soulmatenya Barra sama Elang ya, buktinya gue kalem and cool gini. 🤗**
**Barra : Anda siapa ya mon maap 🙏
Gilang : 😒
Elang : Udah, kita ke rumah Barra aja gimana? Pada mau kan lu pada @Gilang @Virgan
Virgan : Ide bagus tuh. Bar siapin makanan yang banyak ya besok kita ke rumah lu
Gilang : Wah, emang cuma si Elang aja yang berani nyaranin di rumah si Barra. Gue sih ayo. Bar lu harus mau, kita bertiga tidak menerima penolakan!
Virgan : Setuju
Elang : Setuju**
Barra tidak membalas chat grupnya lagi, sebenarnya ia juga malas kalau kedatangan sahabatnya yang rata rata pada minus akhlak. Tapi tak apa lah, dari pada kepikiran terus Vallen yang beberapa hari ini tidak mengabarinya dan tidak membalas pesan pesannya, mending kumpul sama mereka.
Barra memasukkan kembali ponselnya, menyenderkan punggungnya ke sofa dan bersedekap dada, seraya memperhatikan kedua gadis di depan mondar mandir memilih baju. Mata Barra mulai terasa berat, ia sudah tidak tahan lagi menahan rasa kantuk ini gara gara menunggu para inces belanja yang tidak selesai selesai.
Barra perlahan menutupkan matanya, ia mulai tidak sadarkan diri dan mulai masuk ke alam bawah sadarnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...*Seseorang yang berusaha tidak berharap padamu, percayalah dia telah berharap sebenarnya, hanya saja dengan sekuat tenaga ia membohongi dirinya sendiri, seolah olah tidak ada apa apa....
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ*...
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak ya, Love you bestie 💋