PERNIKAHAN DI SMA

PERNIKAHAN DI SMA
CHAP 65: PULANG


__ADS_3

Alana masih mendorong kursi roda Barra kesana kemari. Karena si penumpang ini terus terusan menolak ketika di ajak masuk ke dalam.


Padahal matahari sudah mulai terik. Cahayanya sudah mulai terasa panas di kulit.


"Barra, ayo ke dalam. Panas ini." Keluh Alana.


"Gak mau, di dalam suntuk banget. Kalo pulang aja gimana?"


"Aww!" Pekik Barra. Alana mencubit lengan Barra dengan kesal. Pemuda itu mengusap ngusap lengan kanannya yang sakit kerena cubitan kuat Alana.


"Sakit tahu. Ngapain nyubit sih?"


Alana memalingkan wajahnya. "Aku mau ke dalam, kamu dorong aja kursinya sendiri, Bye!" Alana melenggang pergi, ia tak peduli lagi pada Barra.


Alana sudah berbaik hati mau menuruti kemauan Barra, tapi lelaki itu malah tidak tahu diri. Alana sudah tidak kuat lagi berada di taman, panasnya sudah terlalu kuat.


"Ehh, Al. Jangan ninggalin dong."


***


Sudah beberapa hari berada di rumah sakit. Hari ini, Barra di perbolehkan untuk pulang.


Kini Agatha tengah membereskan barang barang milik Barra dan di bantu oleh Alana.

__ADS_1


"Ma, obat itu jangan di bawa, simpan aja disini." Ujar Barra seraya menunjuk obat yang sedang di pegang oleh Agatha.


"Ish! Ko gitu sih? Abang, emang gak mau sembuh?" Tanya Agatha.


"Nanti juga sembuh sendiri." Ucap Barra seraya mengaluhkan pandangannya kembali pada game online yang ada di genggamannya.


"Dih! Jagoan takut obat." Ledek Gilang, sontak mengundang tawa orang yang ada di sekitar.


Barra memutar bola matanya malas. Ia terus melanjutkan permainannya dan tidak memedulikan yang lain.


"Ma, Al, ijin ke toilet sebentar ya?" Izin Alana dan mendapatkan anggukkan dari Agatha.


Alana langsung melenggang pergi menuju toilet yang ada di ujung sana.


Setelah buang air kecil, Alana langsung berjalan ke wastafel untuk mencuci tangan.


Gadis itu langsung menoleh pada cermin. Dan, ternyata noda merah itu berasal dari hidung nya.


Alana dengan cepat mengambil tissu dan mencuci hidung, menghilangkan bekasnya. Alana panik, baru kali ini merasakan seperti ini.


"Ha? kenapa ini?" Gumamnya tidak percaya.


Mengapa dirinya bisa mimisan mendadak seperti ini?

__ADS_1


Setelah di rasa bersih, Alana dengan cepat kembali ke ruangan Barra dan berusaha bersikap senatural mungkin.


"Sudah beres?" Tanya Alana dengan senyum tipisnya saat sudah sampai di ruangan.


"Kemana aja lagi banget, Kak. Ayo pulang." Ajak Kyra seraya menggandeng tangan Alana. Gadis itu hanya membalas dengan senyuman.


Tas tas besar milik Barra di bawa oleh sahabat sahabatnya. Sedangkan, Barra, ia di gandeng oleh Agatha dengan hati hati.


***


Seperti biasa, Alana memandang langit langit yang indah ini. Sudah lama sekali rasanya tidak duduk dan menghirup udara malam.


Di tangan Alana terdapat secangkir susu vanila yang di buatkan oleh Agatha tadi.


Beberapa kali Alana tersenyum seraya menatap langit. Ia teringat akan hal manis yang di lakukan Barra akhir akhir ini.


Ia tidak menyangka. Bahwa, orang seperti Barra bisa bersikap manis juga.


"Ayah, gimana kabar di atas sana? Apa Ayah baik baik aja? Alana rindu, Ayah. Sesekali datang dong di mimpi, Al. Biar rindu nya terobati." Ucap Alana seraya terkekh dan terua memandang langit.


"Ayah, sekarang Alana udah bahagia kok. Putri Ayah sekarang udah gede. Malah sebentar lagi, Alana lulus sekolah. Ayah pasti banggakan sama, Al? Hmm."


Tanpa sadar, air matanya menetes secara perlahan membasahi kedua pipinya. Namun, senyuman di bibirnya tidak pudar sama sekali. Senyuman indah yang mampu menenangkan.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Happy reading 💜


__ADS_2