
Barra tersenyum kemudian berdiri untuk membuat mie carbonara yang baru. Dengan berat hati, lemas, lemah, lesu, ia pergi ke dapur. Barra kemudian mengambil kembali mie instan, telur dan susu yang ada di rak. Dengan keterpaksaan ia harus membuat yang baru dan demi menunjukan citra laki laki sejati, yeah.
Ish enak banget si jadi cewek. Masa si gue harus cosplay jadi betina biar di turutin apa ke mauan gue. Batin Barra
"Barraaaaa... Makasiiiii...." Teriak Alana mengucapkan terimakasih, padahal meja makan ke dapur jaraknya tidak jauh, tapi Alana berteriak karena kesenangan. Ia langsung melahap mie seperti orang kelaparan. Barra yang melihat hanya menggelengkan kepalanya.
Ting!
Selamat malam Alana.
Lagi apa?
Sudah makan?
Aku lagi bingung nih sama tugas banyak banget, sama kayak rasa suka aku sama kamu β€οΈ
Satu notifikasi terdengar dari ponsel Alana, saat di lihat Alana menghela nafas gusar, lagi lagi Gery yang mengirim pesan. Alana sangat risih, Gery kerap kali mengirim pesan freak, yang membuat Alana ingin muntah.
Kalau Alana tidak balas Gery bisa mengirim pesan puluhan bahkan bisa sampai ratusan. Tanpa pikir panjang Alana memblokirnya, karena kali ini ia tidak bisa memaklumi Gery. Semakin lama semakin tidak jelas dan sering kali mengancam jika tidak membalasnya.
"Semoga aja dia sadar kenapa aku ngeblokir." Ujar Alana pelan.
Saat sudah selesai memasak mie carbonara, Barra kemudian berjalan menuju meja makan dengan mangkuk berisi mie di tangannya. Di rumah hanya ada Alana dan Barra, karena yang lainnya masih ada kepentingan masing masing.
" Eh, Bar, kamu tahu gak namanya Gery?" Tanya Alana ketika Barra baru saja mendarat kan bokongnya.
Barra menggelengkan kepalanya. "Gak kenal, mungkin dia kenal gue."
"Dih sok terkenal banget si"
Barra terkekeh dan melanjutkan lagi melahap mie miliknya. Tanpa ada rasa penasaran, Barra tidak menanyakan kenapa Alana menanyakan soal Gery padanya. Karena emang se tidak peduli itu sama kehidupan Alana, yang penting dirinya bertanggung jawab aja, memang sesimple itu pikiran Barra.
"Btw, gue masih punya 2 permintaan lho." Ujar Barra.
__ADS_1
Alana seketika tersedak mendengar apa yang di katakan Barra. Alana sengaja tidak mengungkit itu bahkan berharap Barra akan melupakannya. Alana memutar bola matanya malas, saraya memasukkan mie ke dalam mulutnya.
" Biasa aja kali, gue cuma ngingetin doang, kali aja lo lupa."
"Ish nyebelin banget si, kirain aku kamu udah lupa soal itu. Jadi, apa permintaan kamu? Biar cepet beres dan aku gak ngerasa punya utang." Ujar Alana dengan cepat.
"Santai aja kali, gue belum pengen liat lo kesusahan. Jadi, buat sekarang lo nikmati aja hidup lo."
Tanpa mengindahkan perkataan Barra, Alana beranjak dari tempat duduknya seraya membawa mangkuk kosong dan menyimpannya ke westafle. Kemudian Alana melengos pergi ke kamarnya, gadis itu menoleh pada Barra yang masih makan di tempatnya.
" Bye! " Pamit Alana dengan Ketus, namun malah mendapatkan hadiah kiss jauh dan kedipan dari Barra. Barra sangat terlihat cute dan ganteng abis.
"Dih genit banget si jadi cowok." Barra terkekeh mendengar itu. Alana melenggang pergi dengan cepat, saat ini kondisi jantungnya sedang tidak aman. Gadis itu tidak mau Barra melihat pipi yang sudah kayak kepiting rebus.
Alana dengan cepat masuk kamar menjatuhkan badannya di atas kasur dan menelungkupkan kepalanya ke bawah bantal. Menghentak hentak kakinya di atas kasur, jantung dan hati Alana sedang tidak baik baik.
"Barra nakal!" Ujar Alana.
***Lo gak bisa diemin gue, Al.
Gue akan lakuin cara apapun buat dapetin lo, kalo pun gue gak bisa dapetin lo. Gue pastiin gak akan ada orang yang bisa miliki lo***!
Satu pesan DM di instagram membuat Alana terkejut setelah membacanya. Tanpa menjawab Alana langsung mematikan ponselnya dan menaruh ya di atas nakas.
"Ganggu aja, orang lagi seneng juga. Aku gak peduli Gery! Orang aku gak suka sama kamu kenapa harus maksa sih." Gerutu Alana, sekarang mood nya tiba tiba berubah drastis.
Tidak ingin memikirkan pesan dari Gery, Alana bergegas menuju toilet untuk membersihkan diri. Hari ini terlalu banyak kejutan yang datang padanya. Alana cukup lelah.
...πππππππππ...
"Al, sebenarnya lo sama Barra tuh ada hubungan apa sih? Kok tiap pulang pergi sekolah selalu bareng dia sih" Tanya Zidny dengan penasaran.
Jam istirahat sudah di mulai, bel baru berbunyi, sehingga membuat kelas sepi. Hanya tersisa beberapa murid dan Alana, Zidny, Viona & Anggi.
__ADS_1
"Lo sama Elang ada hubungan apa? Kenapa Elang bisa berubah 180 derajat saat lagi sama lo? Gak habis pikir gue." Lagi Viona mengeluarkan pertanyaan dari pikirannya yang sudah dari kemarin memutar mutar di kepalanya.
Alana terkejut saat mendengar pertanyaan Zidny dan sekarang di tambah lagi Viona. Belum juga mempersiapkan jawaban Zidny, gadis itu pun harus memikirkan jawaban Viona. Ehh... Tapi untuk pertanyaan Viona, Alana tidak harus pusing, karena dirinya dan Elang memang hanya sekedar teman dekat saja.
"Gak bisa satu satu apa nanyanya, terkejut aku" Balas Alana dengan nada mendayu dayu.
"Dih, sok imut banget si. Jawab ya tinggal jawab, biasanya kalo yang mau jawab harus mikir dulu, berarti ada apa apa nih." Zidny menyipitkan matanya menelisik Manik hitam Alana.
Alana gelagapan, ia tidak bisa menatap Zidny. "Gaβgak ada apa apa kok." Balas Alana gugup.
"Kita cuma sepupu an, kalian lihat kan kalo aku sama Kyra juga deket. Kita emang sepupu jauh. Dan aku juga sama Elang cuma temen biasa aja kok." Jelas Alana dengan tegas namun santai.
Zidny, Viona dan Anggi, percaya kalau Barra dan Alana sepupu an, tapi kalau soal Elang sepertinya mereka ragu. Mana ada cowok yang sikapnya berubah jadi manis, sedangkan mereka cuma berteman, itu sangat mustahil.
Namun, kali ini mereka akan mempercayai apa yang di katakan Alana. Tapi tidak untuk nanti, mereka akan mendesak dan mengeluarkan seluruh pertanyaan, mereka melihat banyak teka teki dalam hidup Alana yang membuat penasaran.
"Alana... Tuh ada nyariin lo cowok, dia nunggu di depan kelas." Ujar salah satu siswi.
Alana mengerutkan kedua alisnya, tumben banget ada yang nyariin, biasanya yang sering nyari Alana itu Kyra. Tapi temannya tadi bilang kalau itu laki laki.
"Wii... Baru beberapa bulan lo di sini udah ada yang nyariin, emang ya kaum good looking mah gak usah nyari, yang ada di cari." Ujar Viona.
Tanpa mengindahkan perkataan teman temannya dan tidak ingin seseorang yang mencarinya menunggu lama. Alana bergegas menemui seseorang yang katanya mencari dirinya.
Alana berjalan menuju pintu kelas. Namun ia terkejut akan seseorang yang berdiri di depan pintu, dengan membawa sebuah kotak berwarna hitam dan menggunakan tali pita warna merah.
"GeβGery" Ucap Alana gugup.
...β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦...
Aku boleh gak minta komennya, walaupun cuma emot atau next aja. Aku udah seneng ko.
Makasii bestie happy kiyowo
__ADS_1