PERNIKAHAN MENDADAK

PERNIKAHAN MENDADAK
Episode 16


__ADS_3

Hari telah berganti minggu dan tanpa terasa tinggal 1 minggu lagi acara anniversary akan diadakan.


" Sayang maafkan aku, aku cuma bisa antar kamu sampai ke Indonesian karena ada masalah mendadak di Singapore yang mengharuskan aku langsung yang menghendelnya, tapi kamu jangan khawatir aku akan usahakan untuk menyelesaikannya secepatnya sebelum acara anniversary orang tuamu." Ucap Ricki dengan raut wajah menyesal.


" Yah, kok kamu nyebelin tapi awas saja kalau kamu pergi untuk datangin perempuan lain aku akan pergi tinggalin kamu dengan membawa anak-anak." Ucap Mutia dengan wajah kesel.


" Kamu tenang saja itu gak mungkin terjadi karena istriku ini udah baik, cantik, seksi dan sudah memberikan aku 3 jagoan-jagoan dan 1 anak yang masih ada di dalam kandunganmu. Kalau aku melakukannya aku adalah laki-laki yang tidak tau bersyukur dan yang pastinya anak-anak akan membenciku." Ucap Ricki serius sambil mengelus perut rata Mutia.


" Bagiku tidak ada perempuan lain yang bisa menandingimu, aku hanya takut musuh-musuhku dalam dunia bisnis mengetahui keberadaan kalian karena kalian adalah kelemahanku. Maafkan aku yang belum bisa jujur kepada kalian ini semua aku lakukan untuk melindungi orang-orang yang aku sayangi, kalau waktunya sudah tepat aku akan mengatakan yang sebenarnya." Gumam Ricki dalam hati mencoba menenangkan Mutia yang sedang marah kepadanya karena dirinya tidak bisa menemaninya ke Indonesian, dia juga sebenarnya tidak rela harus berpisah dengan Mutia dan ketiga anaknya terlebih Mutia sedang mengandung buah hatinya.


" Ricki terkejutkan dan lamunannya buyar oleh pintu yang dibuka tiba-tiba, mereka tau siapa yang berani membuka pintu kamar karena tidak ada satu pun pekerja dirumah mereka yang berani memasuki kamar mereka tanpa izin kecuali ketiga jagoan mereka.


Ceklek


" Ray ada apa?." Tanya Ricki pada putra pertamanya.


" Apa benar besok kita akan ke Indonesian pi?." Tanya Ray karena dia mendengar dari para pekerja kalau mereka akan ke Indonesian sedangkan kedua orang tuanya tidak mengatakan apapun.


" Hah kamu tidak tau?." Tanya balik Ricki dan Ray membalasnya dengan mengedikkan kedua bahunya.


" Iya sayang, kalian akan ke Indonesian memangnya ada apa? apa kamu gak senang ke Indonesia?." Tanya Ricki pada putranya.


" Gak Ray cuma memastikan saja, tapi kok mendadak pi gimana dengan sekolah kami? dan tadi papi bilang kalian? apa papi gak ikut ke Indonesia?." Tanya Ray bingung.

__ADS_1


" Iya papi gak ikut cuma nanti papi antar kalian sampai bandana Indonesia dan sebenarnya ini tidak mendadak cuma mungkin mami lupa memberitahu kalian, kalau untuk sekolah sudah papi urus." Jelas papinya lembut sambil mengelus rambut Ray, Ray melirik maminya yang berada dipelukan papinya tanpa bersuara sudah menduga kalau maminya pasti marah karena papinya tidak ikut dengan mereka jadi dia hanya membiarkan maminya tanpa bertanya.


" Sayang ini sudah malam sebaiknya kamu istirahat supaya perjalanan besok bisa seger dan papi boleh minta tolong sama kamu sayang." Ucap Ricki lembut.


" Boleh pi apa?." Tanya Ray menaikan sebelah alisnya.


" Sebelumnya papi minta maaf karena hanya bisa mengantar kalian setelah kalian sampai papi harus segera pergi ke Singapore, kamu sebagai anak laki-laki papi yang paling besar papi minta tolong jagain mami dan adik-adik kamu dan kalau ada apa-apa kamu langsung telvon papi." Ucap Ricki menjelaskan dan dia mengambil sesuatu yang ada di balik bajunya memberikannya pada Ray.


" Untuk apa ini pi akukan sudah ada? dan ini?." Tanya Ray bingung papinya memberinya pistol serta sebuah benda yang berbentuk seperti memori.


" Pistol ini kamu simpan untuk berjaga-jaga jika pistol yang kamu pakai sekarang tidak bisa dipakai lagi dan yang satunya lagi adalah chips dimana nanti papi akan tau keberadaan kamu yang pasti jangan sampai mami kamu tau." Jelas Ricki sambil sesekali melirik ke arah Mutia yang sekarang tertidur didalam pelukannya.


" Iya pi, papi gak perlu khawatir aku akan menjaga mami dan adik-adik." Ucap Ray tegas dan Ricki tersenyum bangga kepada putranya yang selalu bisa dia andalkan.


" Kebiasaan selalu tidur dimanapun." Ucap Ricki mengelengkan kepalanya tidak habis fikir Mutia dengan mudahnya tidur dimana saja tanpa melihat situasi, hal itu pun yang membuat Ricki sangat khawatir jika dirinya berjauhan dengan istri tercintanya.


Keesokan paginya mereka semua sudah sampai dibandara dengan Ricki mengendong Roy sedangkan tangan sebelahnya mengandeng Mutia Ray dan Rey yang melihat kedua orang tuanya selalu akur tersenyum senang.


" Mutia." Teriak Sifa heboh sehingga menjadi pusat perhatian orang-orang yang ada di sana Mutia mengelengkan kepalanya melihatnya.


" Fa jangan teriak-teriak atau kamu sengaja mau membuat kita menjadi pusat orang-orang." Ucap Mutia sambil membalas pelukan dari sahabatnya itu Sifa yang mendengar ucapan Mutia melirik ke kiri dan ke kanan, lalu tersenyum menundukan deretan giginya yang putih sambil mengaruk kepalanya yang tidak gatal.


" Ya sorry aku terlalu bersemangat dan ini keponakan-keponakanku sudah pada gede." Ucap Sifa memberikan kecupan di pipi ketiga anak Mutia.

__ADS_1


" Tante jangan asal mencium orang itu tidak baik." Ucap Ray dengan wajah datarnya Sifa melotot tidak terima dengan ucapan Ray, tetapi sebelum dia berbicara Nino keburu berbicara.


" Tuh sayang jangan sembarangan mencium mendingan kamu mencium aku saja." Ucap Nino dengan terkekeh melihat wajah istrinya yang kesel.


Sedikit cerita Sifa dan Nino menikah setelah Mutia dan Ricki menikah 8 tahun yang lalu dan jaraknya hanya 2 bulan, jadi usia anak pertama mereka hanya berjarak 4 bulan.


" Bunda ayo cepat pulang." Ucap Nindi anak semata watang Sifa dan Nino.


" Sayang beri salam kepada tante Mutia dan om Ricki." Ucap Nino. Nindi menyalim tangan Mutia dan Ricki, lalu kembali berdiri disamping ayahnya.


" Hay cewek cantik tidak pengen menyapa cowokganteng ini." Ucap Rey dengan senyumannya Mutia yang mendengarnya melototkan matanya sedangkan Nindi memutar bola matanya, Mutia dan Ricki berpisah dibandara karena Ricki akan melanjutkan perjalanya ke Singapore.


Acara anniversary pun tiba Mutia memakai dress hamil tertutup karena Ricki selalu menyeleksi pakaian yang ada di dalam lemarinya bahkan pada saat packing Ricki sendiri yang memilih baju mana yang akan dipakai Mutia nantinya di Indonesia.


Cklek." Pintu kamar Mutia terbuka dan muncullah Sifa.


" Mut sekarang kamu pakai baju yang tertutup ya Mut padahal tinggalnya diluar negeri." Ucap Sifa yang melihat Mutia memakai gamis besar sampai dia tidak terlihat seperti orang yang lagi hamil 6 bulan.


" Ya mau bagaimana lagi suamiku itu selalu menseleksi setiap pakaian yang aku beli bahkan aku membeli baju diam-diam eh dianya malah meriksain lemari pakaianku nyebelin banget gak huff." Ucap Mutia sedikit kesel.


" Kamu harusnya bersyukur punya suami yang baik dan mau menjaga aurat istrinya." Nasehat Sifa.


" Iya sih dia pernah bilang sama aku juga jangan sekali-sekali membuka auratmu didepan umum, apa lagi sampai dilihat yang bukan muhrimnya terlebih kamu belum mau berhijab dan tolonglah peringanlah tugasku sebagai suami ya jadilah aku berpakaian seperti ini ditambah ada buntut yang sama dengan bapaknya." Ucap Mutia mengulangi ucapan Ricki kepalanya saat Mutia dulu pernah membeli baju dress terbuka yang langsung dibakar oleh Ricki.

__ADS_1


__ADS_2