PERNIKAHAN MENDADAK

PERNIKAHAN MENDADAK
Episode 7


__ADS_3

" Saya tidak pernah mengatakan kepada orang-orang selain pak rt dan bu rt pada saat itu, apa untungnya buat saya memberitahu kepada para warga kalau anak pak rt telah hamil? saya sebagai dokter hanya menjalankan tugas untuk memeriksa dan memberitahu kondisi pasien yang sebenarnya. Jika dalam penjelasan saya pak rt dan bu rt tidak terima, jadi saya harus menjawab apa tentang tentang kondisi anak bapak." Jelas dr. Nando sambil bertanya setelah itu menjeda ucapannya.


" Kalau pun kami harus pergi, kami akan pergi secara baik-baik bukan dengan meninggalkan masalah yang akan menimbulkan masalah dikemudian harinya. Disini saya minta maaf, jika dalam memberikan penjelasan menyinggung hati bapak dan ibu dan sebelum saya dan istri saya pergi saya akan meluruskan masalah ini terlebih dahulu sebelum banyak orang menebarkan fitnah nantinya. Pada saat itu saya memang mengatakan kepada pak rt dan bu rt bahwa anaknya sedang hamil, tapi tidak kepada orang lain karena ini menyangkut masalah pasien dan saya sebagai dokter telah disumpah akan menjalankan tugas saya sesuai dengan hak dan kewajiban. Nah di dalam kewajiban itu saya harus merahasiakan kondisi pasien kepada siapapun dan disini kondisinya pasien sedang tidak sadarkan diri, jadi saya menjelaskannya kepada kedua orang tuanya tentang kondisi anaknya yang sebenarnya atau kah saya harus berbohong dan menunggu pasien sadar?." Tanya dr. Nando menatap semua orang yang terdiam.


" Saya di sini mohon maaf yang sebesar-besarnya, jika hasil dari pemeriksaan saya salah ataupun cara penyampaian saya telah menyinggung pak rt dan bu rt dan sebagai permintaan maaf saya, saya bersedia menanggung biaya pemeriksaan ulang kehamilan anak di rumah sakit. Saya di sini bukan ingin mempermalukan siapa pun, tapi ingin memperlurus semuanya dan setelah itu saya dan Istri saya akan pergi dari desa ini." Ucap dr. Nando tetap tenang dan bijak karena dia tidak mau memperpanjang masalah, sebenarnya dia bisa saja memberikan bukti itu. Tapi dia yakin mereka tidak akan percaya dan lebih baik dia mengusulkan untuk memeriksa ke rumah sakit.


" Tidak perlu emangnya dokter kira saya tidak bisa apa membayarnya sendiri dan dokter segera pergi dari desa ini." Ucap Pak rt dan langsung berlalu pergi sedangkan semua warga bingung dengan kondisi yang sedang mereka hadapi, dr. Nando hanya bisa menghela nafasnya kasar.


" Bapak-bapak tenang saja saya akan pergi besok pagi." Ucap dr. Nando sambil menatap istrinya.


" Saya sebelumnya minta maaf sama dokter beserta Istri, saya disini tidak tau yang mana yang benar dan yang mana yang salah. Tapi selama dokter ada di sini dokter sudah banyak membantu warga dan saya tidak mau dianggap sebagai warga desa yang tidak tau berterima kasih, saya juga berharap masalah ini cepat selesai dan saya berharap juga dokter tetap bekerja di desa ini." Ucap salah satu warga merasa tidak enak, terlebih dia merasa adanya kejanggalan disini tetapi dia memilih untuk diam dari pada memperkeruh suasana yang memanas.


" Iya saya juga meminta maaf yang sebesar-besarnya ke seluruh warga desa ini karena selama saya berada di desa ini banyak membuat kesalahan entah itu yang di sengaja maupun tidak disengaja, saya berharap setelah saya pergi dari desa ini tidak ada lagi masalah." Ucap dr. Nando menatap satu persatu warga desa yang ada di sana sambil tersenyum.


" Kenapa dokter malah mau meninggalkan desa ini?." Tanya salah satu warga.

__ADS_1


" Saya bukan mau meninggalkan desa ini, tapi mungkin keberadaan saya disini sudah cukup. Dengan adanya kejadian ini saya sadar saya juga sudah harus memperkenalkan Istri saya kepada keluaga saya, mungkin ini adalah teguran untuk saya lebih mengutamakan perasaan istri saya. Walaupun saya dalam menjalankan kewajiban saya sebagai dokter atau mungkin di kemudian hari Allah berkehendak lain untuk saya tinggal menetap di desa ini itu tidak ada yang tau karena setiap ada pertemuan pasti ada perpisahan, jadi jangan menyalahkan keadaan sekarang."


" Ini sudah malam lebih baik bapak-bapak pulang ke rumah saya yakin Istri bapak-bapak sedang menunggu di rumah."


" Tapi dok." Ucapnya ragu karena merasa menyesal telah terkena bujukan untuk mengusir seorang dokter yang telah banyak membantu para warga walaupun itu tengah malam sekali pun.


" Sudahlah, saya dan Istri saya tidak apa-apa dan bukannya saya mengusir ni kita juga perlu istirahat." Ucap dr. Nando ketika melihat wajah penyesalan dari mereka dan dengan terpaksa mereka pergi.


" Assalamu'alaikum." Ucap para warga sebelum pergi.


" Walaikumsalam." Jawab dr. Nando sedangkan Mutia menatap tajam suaminya, lalu masuk ke dalam rumah dengan wajah masam.


" Ada apa lagi sih sayang hmm." Ucap dr.Nando.


" Masih tanya ada apa?." Tanya balik Mutia dengan wajah keselnya.

__ADS_1


" Sudahlah sayang jangan diperpanjang, mereka juga tadi sudah menyesal." Jawab dr. Nando.


" Iya, tapi tidak untuk pak rt itu. Dia harus diberi pelajaran, bukan malah dibiarkan begitu yang ada dia malah besar kepala dan terus melakukan seenaknya kepada orang lain." Ucap Mutia masih dengan marah.


" Sayang kita sebagai manusia terkadang melakukan kesalahan, apa lagi ini mengenai anak semata wayangnya yang dimana setiap orang tua pengen yang terbaik untuk anaknya. Jadi di sini kita harus mengerti bagaimana perasaan mereka ketika mendengar anaknya hamil, apa lagi diluar nikah." Jelas dr. Nando mencoba untuk menenangkan istrinya sedangkan Mutia terdiam dan tanpa terasa air matanya terjatuh.


" Iya, aku tau bagaimana rasanya terlebih ibu yang akan duluan ada di saat anaknya terluka. Mama Mutia merindukan mama, semoga mama disana bahagia dan kita bisa berkumpul seperti dahulu." Gumam Mutia dalam hati sambil menangis tersedu-sedu sedangkan dr. Nando yang melihatnya bingung dengan situasi yang sebenarnya terjadi langsung memeluk istrinya.


" Sayang berhenti nangisnya, aku gak bermaksud menyinggung perasaanmu." Ucap dr. Nando merenggangkan pelukannya, lalu menghapus air mata istrinya sedangkan Mutia mengelengkan kepalanya.


" Kamu gak salah, aku yang belum sanggup untuk jujur denganmu tentang apa yang terjadi sebenarnya denganku. Setiap aku mengingatnya saja hati ini serasa sesak, bahkan aku belum bisa mengiklaskan perpisahan yang terjadi." Gumam Mutia dalam hati masih dengan linangan air mata mengingat kilasan-kilasan masa lalu yang membuatnya sangat terluka.


" Sudah ya sayang jangan menangis lagi, hatiku sakit melihatmu seperti ini aku minta maaf telah menyakiti hatimu." Ucap dr. Nando yang melihat istrinya menangis begitu pilu menandakan dia betapa sakit memeluknya begitu erat.


" Gak, seharusnya aku yang minta ma af sama ka mu hiks hiks." Ucap Mutia sambil menangis.

__ADS_1


" Iya, tapi kamu harus janji berhenti nangis lebih kita sholat isya dulu tidak baik menunda setelah itu kita tidur karena kita harus menyiapkan energi untuk besok." Ucap dr. Nando, Mutia hanya menganggukkan kepalanya.


" Kenapa aku jadi cengeng begini." Gumam Mutia dalam hati walau sesedih bagaimana pun dia tidak akan menangis di depan orang termaksud keluarganya.


__ADS_2