
" Iya iya kakak dengar gak perlu teriak-teriak dan jangan tanya-tanya sama teman setanmu itu apa yang kakak fikirkan itu musrik tau ." Ucap Wiliam kesel karena rencananya sudah diketahui duluan oleh Mutia sedangkan Mutia dibalik telvon mengenyitkan alisnya bimggung.
" Bertanya sama teman setanmu? apa maksudnya?."Tanya Mutia dalam hati bingung karena yang dituduhkan oleh Wiliam itu tidak benar hingga dia mengerti maksud dari ucapan Wiliam yang berbicara kesel dengannya hingga dia memiliki ide untuk mengerjainya.
" Oh jadi benar apa yang aku ucapkan itu? aku akan bilang sama teman setanku itu untuk mengawasi kakak 24 jam siapa tau kakak mau membohongiku dan aku tidak musrik aku kan cuma bicara apa yang mereka ucapkan kan kalau salah kakak kan tinggal bilang, oh iya itu kenapa pangkal hidungnya ditarik-tarik gak takut apa nanti memanjang kayak pinokio karena sering berbohong dan mengelak." Ucap Mutia langsung mematikan ponselnya karena apa yang dibilang sama Wiliam itu tidak benar, karena yang sebenarnya dia diberikan sadapan cctv di ruangan kerja Wiliam di perusahaannya dan sampai sekarang Wiliam tidak menyadari kalau cctv yang ada di rungannya telah disadap oleh Kenzie.
" Hufff... ngambek lagi." Ucap Wiliam menghela nafasnya frustasi maklum dia yang selama ini tidak pernah berurusan soal perempuan selain urusan ranjang sekarang mau tidak mau harus berurusan dengan yang namanya perempuan, apalagi dia baru saja bertemu dengan saudarinya setelah puluhan tahun berpisah bahkan tidak saling mengetahui satu sama lain harus membiasakan diri mengalah sebagai kakak yang baik.
Di tempat lain tepatnya di kamar hotel seorang perempuan menyunggingkan senyum liciknya akibat penolakan yang selalu diberikan Wiliam, laki-laki itu selalu menolak untuk mengulangi malam panas bersamanya dengan alasan dia tidak akan meniduri perempuan yang sama untuk kedua kalinya.
"Kita lihat apa kamu bisa menolakku lagi setelah kita melewati malam kedua kita." Ucap perempuan itu lirih matanya menatap sekilas laki-laki yang sedang tidur disebelahnya, ya dia mendekati bahkan melayani laki-laki itu untuk mengorek informasi tentang Wiliam .
Keesokan harinya
Jam setengah 6 Mutia dan Rea sudah cantik dengan gaun berwarna navy mereka dengan Ricki yang selalu berada di sampingnya seperti laki-laki pengangguran yang selalu ada di rumah atau pun berada dimana pun Mutia berada seperti gula dan semut amplok dan perekat hp dan ces selalu bersama, ketika mereka keluardari kamar ketiga putra merekasudah berjejer di depan pintu
" Pagi mami papi." Sapa Ray.
" Pagi sayang." Jawab keduanya.
" Mami sama papi lama banget sih di dalam kamarnya kan Rey jadi mengantuk tungguinnya lagian ini masih malam kenapa harus pakai cepat-cepat pergi sih? kenapa gak nanti siang aja." Protes Rey dengan wajah cemberutnya dengan sesekali menguap karena dirinya masih mengantuk..
" Iya maaf ya sayang, ayo sekarang kita sarapan sebelum kita jalan." Ucap Ricki hanya bisa membalasnya dengan tersenyum tanpa menjawab serta mengacak-acak rambut Rey melihat tingkahnya yang mengemaskan dengan bibir dimanyunkan dan Mutia melihat Ray yang mengendong Roy yang tertidur lagi karena anak itu belum terbiasa untuk bangun pagi.
" Sini abang biar papi saja yang mengendong Roy, terima kasih ya abang sudah bantuin mami sama papi urus kedua adikmu." Ucap Ricki langsung mengambil Roy dari genongan Ray dan tidak lupa diamengucapkan terima kasih kepada anak pertamanya yang begitu perhatian dan pengertian, tidak pernah mengeluh serta selalu mengambil inisiatif sendiri untuk membantu kedua orang tuanya itu lah yang mereka syukurin mendapatkan mendapatkan anak yang baik.
" Sama-sama papi, papi tidak perlu mengucapkan terima kasih Ray sebagai abang memang harus memberikan contoh yang bak." Ucap Ray dengan mengangguk kecil.
" Rey juga jagain adik Roy pi mi." Ucap Rey yang cemburu karena yang dipuji hanya Ray.
" Iya abang Rey terima kasih ya sudah jagain adik Roy." Ucap Ricki yang gemes dengan anaknya yang satu ini terlalu banyak bicara sehingga membuat suasana rumah menjadi ramai sedangkan abangnya Ray adalah anak yang pendian dia hanya berbicara panjang kepada keduaorang tuanya serta jkalau sudah menceramahi adiknya.
6 jam kemudia mereka sudah sampai ke temopat tujuan dimana mobil yang mereka naiki berhenti di sebuah vila sederhana yang masih asri udara yang seger tanpa folusi udara dan di kelilingi oleh persawahan yang sangat indah menyegarkan mata mereka dari gedung-gedung tinggi yang sering mereka lihat di kota.
" Kenak kau, kau kira bisa seenaknya saja mengusik milikku apalagi sampai ingin merebutnya dariku tidak semudah itu lihat saja apa yang akan aku lakukan." Gumam Ricki dalam hati dengan senyum menyerigai.
" Gimanai anak-anak apa kalian suka dengan vila sama pemandangan yang ada di sini?." Tanya Ricki sambil merengankan kedua tangannya yang ternyata pegel menyetir sendirian sambil menolehkan kepalanya ketiga putranya yang duduk di belakang karena tidak menjawab pertanyaannya.
" Ternyata mereka tidur." Ucap Ricki pelan.
" Ya gimana mereka gak tertidur? kita itu sudah 6 jam perjalanan anak-anak pasti kecapean dan bosan duduk lama-lama di mobil, apa tidak ada yang lebih jauh lagi dari ini? kasihan anak-anak kecapean lusa mereka kan harus ke sekolah lagi nanti sakit bagaimana?." Tanya Mutia kesel karena badannya juga sakt.
" Maaf," Ucap Ricki.
" Lagian mereka kan bisa bolos dulu mereka pasti pusing memikirkan pelajaran yang ada di sekolah terus, mereka itu harus revesing biar mereka itu fikirannya belajar belajar dan bela.... awww aww." Jawab Ricki santai dan langsung terhenti karena terkena jeweran dari Mutia yang merenggut kesel mendengarnya.
" Maksudnya kamu mau membiarkan anak kita bodoh gitu." Ucap Mutia ketus.
__ADS_1
" Bukan, setiap anak memiliki bakatnya masin-masing ada yang pintar di akademi dan ada juga yang pintar di non akademi. Papi melihat kalau Rey tidak terlalu berbakat di akademi, jadi kita jangan terlalu memaksa anak apalagi sampai membeda-bedakan mereka karena Ray lebih unggul di akademik dari pada Rey." Ucap Ricki mengingatkan karena sepanjang perjalanan istrinya itu selalu membanggakan Ray yang selalu unggul di bidang akademik sedangkan Rey selalu ada dibawahnya karena Rey selalu saja bosan kalau membahas pelajaran kalau kesenian dia selalucepat tanggap bahkan dengan memperaktekkan dan melihat satu dua kali dia langsung cepat berbeda dengan Ray yang harusberulang-ulang kali bahkan berbulan-bulan dia belum tentu tanggap kalau memang itu bukan bakat dari seseorang apalagi, jika harus dipaksakan hasilnya tidak akan baik kedepannya untuk si anak sendiri karena merasa tertekan.
Iya maaf papi, mami begini karena mami dulu tidak terlalu memikirkan yang namanya sekolah yang penting naik kelas itu sudah cukup. Mami ingin anak-anak itu pintar karena mami takut mereka nantinya akan menyesal seperti mami dimana mami terlalu memikirkan kesenangan ketimbang pendidikan ya walaupun lulus juga dan mami takut ketika terjadi perpisahan seperti hiks... hiks... hiks....' Ucap Mutia panang lebar dan terhenti karena tanggisnya Ricki langsung menarik Mutia ke dalam pelukkannya dia mengerti apa maksud atas sikap istrinya itu.
Mami tenang saja papi janji tidak akan selingkuh dari mami karena setiap dimanapun ada papi mami akan selalu di sebelah papi yang akan selalu menghanggatkan mami." Ucap Ricki dengan matanya yang dikedipkan sebelah.
Iya kan papi pengangguran." Ucap Mutia dengan memukul dada bidang Ricki.
Bukan pengangguran tapi papi itu gak mau jauh-jauh dari mami dan anak-anak." Ucap Ricki mengelak tuduhan Mutia.
Dasar bucin." Ucap Mutia yang langsung turun dari mobil dengan mengendong Rea.
Biarim yang penting bucinnya sama istri sendiri." Ucap Ricki yang ikut juga keluar dan membangunkan Ray dan Rey sedangkan Roy iya gendong.
Di tempat lain tepatnya di ruang prakteknya Nando mengamuk membanting seluruh barang yang ada di rungan kerjanya setelah anak buahnya yang ada dihadeapannya melaporkan bahkan rumah yang Mutia sekeluarga tempati telah kosong.
Bagaimana kerjaan kalian gak becus cuman disuruh awasin orang yang ada di 1 rumah saja gak bisa." Teriak Nando marah kepada ketiga anak buahnya.
Iya mengawasi, tapikan ngawasnnya 24 jam dan lagi kita juga kan harus mengikuti kemanapun mereka pergi." Gumam para anak buahnya yang berjumlah 3 orang di dalam hati.
Maaf bos kami tadi tiba-tiba sakit perut." Ucap salah satu anak buahnya menjelaskan apa yang terjadi kepada mereka dari tadi malam.
Alasan kalian aja dan kenapa kalian sampai sekarang belum membawa istriku?." Tanyanya lagi yang kesel karena sampai sekarang anak buahnya itu belum berhasil membawa Mutia kepadanya.
Maaf bos laki-laki yang selalu di samping istri bos tidak keluar-keluar dari rumah kayaknya dia itu pengangguran karena selama kami mengawasi dia hanya keuar kalau istri bos itu keluar." Jawabnya lagi tidak mau di salahkan karena kenyataan begitu.
Baik bos kami permisi dulu." Ucap anak buahna dan pamit untuk undur diri.
Kalau aku menculik anakmu kamu pasti akan datang kepadaku dengan suka rela sayang." Gumam Nando dalam hati dengan beberapa rencana liciknya untuk menekan Mutia untuk kembali kepadanya.
Keesokan harinya
Terjadi keributan di rumah sakit tempat Nando bekerja sebagai dokter dimana ada seorang laki-laki yang mengaku bahwa anak gadisnya dibawa lari oleh salah satu dokter yang bertugas di rumah sakit tersebut dan dia juga menyebutkan nama dokter yaitu dokter Nando, dimana pegawai yang bekerja langsung menelvon pihak rumah sakit yang berwenang untuk langsung menanganinya agar nama rumah sakit tidak tercoreng hanya karena satu orang dokter. Laki-laki tersebut adalah bayu ayah dari Indah dan tidak berapa lama pihak rumah sakit datang, mereka meminta bukti kalau memang dokter tersebut yang telah membawa lari anak gadisnya. Bayu menyerahkan salinan tiket pesawat Nando dan Indah anaknya serta CCTV yang ada di bandara menunjukkan bahwa benar Indah bersama dengan Nando dimana yang awalnya Indah berjalan jauh dibelakang Nando dan tidak lama menyusul Nando.
Baik kami akan memanggil dr. Nando." Ucap pihak rumah sakit karena itu menyangku dengan privasi seseorang dan menyuruh bawahannya langsung memanggil Nando.
15 menit kemudian
Tok... tok... tok
Masuk."
dr. Nando anda tau kenapa anda disuruh datang ke sini?. " Tanya pihak rumah sakit setelah Nando duduk.
Bruk.... bruk.... bruk.....
Bayu tanpa disangka-sangka langsung menghajar Nando sedangkan Nando yang tidak tau apa-apa tentunya terkejut karena dirinya langsung dihajar membuat beberapa orang yang ada di dalam ruangan itu memegangin Bayu.
__ADS_1
Cukup masalah ini bisa diselesaikan baik-baik tidak harus dengan kekerasan seperti ini." u cap direktur rumah sakt yang tidak lain adalah dokter Rio
Tapi si ba°°ngan ini membawa anak gadisku ke Jakarta? pasti dia memanfaatkan kepolosannya." Ucap Bayu mengebu-gebu ke arah Nando dengan tubuhnya yang ditahan beberapa orang sedangkan Nando yang tidak tau apa-apa mengenyitkan keningnya binggung seharusnya dia yang marah karena baru saja datang langsung mendapatkan bogem..
Ada maksud anda? saya tidak mengerti? anak? anak apa? dan ngapain juga saya harus membawa anak anda ke Jakarta kenal aja tidak?. " Tanya Nando bingung dengan menahan amarahnya mengepalkan kedua tangannya demi menjaga imagenya sebagai dokter yang ramah, baik dan bertanggung jawab walau dirinya tiba-tiba langsung diserang tanpa tau penyebabnya dan dia tidak tau soal Bayu ayah dari Indah karena yang dia perhatikan hanyalah sehan yang mencari gara-gara dengan Mutia serta tidak memperhatikan yang lainnya maupun sekelilingnya.
Cih... dimana kamu sembunyikan anakuk Indah? jangan pura-pura gak tau. " Tanya Bayu sambil berteriak marah dengan badan yang dipegangin.
Oh anak itu anak anda? yakin itu anak anada? kalau memang anda orang tuanya seharusnya anda tanyakan sendiri kepada anak anda apa benar saya membawa paksa dirinya? atau anda punya bukti saya membawa paksa?." Tanya Nando santai karena memang dirinya tidak membawa paksa Indah akan tetapi Indah lah yang mengikutinya dengan menawarkan dirinya sendiri.
Ini buktinya." Ucap Bayu dengan melemparkan hpnya ke Nando dan ditangkap Nando sebelum mengenai kiepalanya, dia melihat rekaman cctv dirinya yang ada rekaman dimana Indah memasuki kamar hotel Nando, rekaman CCTV di bandara Indah yang mengikutinya dan yang terakhir Indah yang masyu ke dalam apatemennya.
Huff... apakah ini bisa disebut dengan pemaksaan? sedangkan saya tidak memaksanya kalian lihat saja sendiri apakah saya yang mendatanginnya ? yang ada kan dia yang mendatangi saya lihatlah baik-baik sebelum mwnuduh sembarangan. Saya bisa menuntut anda atas pencemaran nama baik dan penganiyayaan." Ucap Nando dengan menghela nafasnya panjang dengan manaruh hp Bayu di meja depannya menatap Bayu sinis.
Tapi kau yang membawanya ke Jakarta iya kan? karena anak gadisku tidak mempunyai uang dan dia juga bersekolah di sekolah favorit yang pastinya biayanya mahal.." Ucap Bayu yang tidak mau kalah karena dia mendapatkan informasi itu ketika dia membuka pintu rumah 2 hari yang lalu terdapat amplok yang berisi informasi anaknya terdapat beberapa lembar foto, cetakan tiket pesawat dan kaset yang berisi rekaman serta alamat rumah sakit tempat Nando bekerja.
Dia menjual dirinya." Jawab Nando santai yang langsung mendapatkan bogem mentah dari Bayu karena tidak terima.
Gak mungkin anakku menjual dirinya aku selalu membekalinya dengan ilmu agama." Ucap Bayu yang masih tidak terima anak gadisnya di jelekkan.
Kalau tidak percaya datanglah nanti malam ke club yang ada di timur saksikan sendiri anak gadismu yang anda ajarkan agama itu." Ucap Nando masih tetap santai walaupun wajahnya sudah babak belur padahal di dalam hatinya dia ingin sekalibalas menghajar Bayu kalau tidak menjaga imagenya di hadapandokter Rio sudah dia buat babak belu si Bayu.
Mohon maaf dokter Rio ini hanya kesalahpahaman, lagia ini urusan pribadi bukan urusan pribadi bukanurusan pekerjaan saya akan menyelesaikannya secepatnya dan saya mohon undur diri karena masih ada pasien yang harus saya tangani." Ucap Nando sopan berpamitan untuk kembal melanutkan pekerjaannya.
Brukk." Bayu keluar dari ruangan dokter Rio dengan membanting pintu karena tidak terima Nando dibebaskan begitu aja padahal dia berharap kalau Nando akan dikeluarkan dari rumah sakit.
Baik dokter Nando segera selesaikan urusan anda dan saya harap ini tidak akan terulang kembali." Ucap dr. Rio masih memaklumi apalagi melhat gerak gerik Nando yang santai da percaya kaau ini hanyalah kesalahpahaman sehingga diatidak mau mengambl keputusan dengan gegabah.
Ketika Nando melewati bagianinformasi dan bagian yang lainnya dia mendengar semuanya membicarakan dirinya yang membawa kabur anak gadis orang serta menjadi seorang yang bisa menutupi kalau dirinya menyukai anak-anak membuatnya mengepalkan kedua tangannya.
Shitt... ini semua karena bocah itu dan orang tuanya." Umpat Nndo geram dia harus menahan malu belum lagi hpnya bergedar dan terdapat 10 pesan masuk dari orang yang berbeda-beda di tamba dengan panggilan telvon dari orang tuanya.
----------------------
Hari-hari telah berlalu Nando tidak lagi menganggu Mutia dan keluarga keclnya sehingga Ricki mengambil kesempatan untuk memindahkan istri dan anak-anaknya ke tempat yang lebih aman tanpa ada gangguan dari siapapun yang dimana orang-orangnya sibuk dengan dirinya sendiri tanpa mengurusi urusan orang lain, hingga ricki menjatuhkan pilihannya pada sebuah rumah yang ada di perkomplekan yang bernama " AR FIVE HOUSES" dimana disana juga terdapat banyak fasilitas seperti taman untuk anak-anak, tempat fitnes, fasilitas kesehatan, lapangan yang luas serta keamanan yang sangat ketat. Bayangkan saja di pintu masuk aja harus melewati beberapa pemeriksaan seperti pos pertama dijaga dengan 30 norang terdiri dari 10 pengawas, 5 orang yang akan mengecek para tamu, 5 orang mengecek mobil, 5 orang mengecek barang bawaan dan 5 orang penjaga cctv di setiap bagian. terdapat juga pos kedua, ketiga dan keempat yang masing-masing di jaga 10 orang dan 40 orang lainnya akan berkeliling mengecek setiap rumah yang mereka lewatin. Pengecekan juga tanpa ada pengecualian walaupun itu keluarga langsung dari pemilik rumah perkomlekkan dan akan ada penyitaan kalau terdapat barang yang dianggap akan mengancam penghuni perkomplekkan selain itu setiap tamu yang datang akan langsung dihubungkan ke unit perumahan yang dituju untuk menjaga kenyamanan penghuni, apalagi penghuni sedang tidak ingin menerima tamu ataupun ada yang mengaku-ngaku.
Tok tok tok
Masuk." Ucap Wiliam mempersilahkan masuk.
Pagi pak." Ucap seketarisnya Iksan menyapa, tetapi tidak ada jawaban sehingga dia melanjutkan ucapannya.
Jadwal hari ini bapak ada rapat jam 10 pagi, jam 1 siang pertemuan dengan bu Aisyah membahas soal proyek perancangan pembangunan hotel kita yang baru dan jam 8 malam ada party anniversery penikahan pak Herry yang ke 38 tahun." Ucap Iksan menyampaikan membuat Wiliam menutup berkas yang sedang dia periksa.
Kamu saja yang mengantikan saya untuk ke anniversery pak Herry." Ucap Wiliam dan kembali lagi fokus memeriksa berkas yang ada di meja.
Maaf pak, pak Herry nya langsung yang menyampaikan pesan untuk bapak berkenan meluangkan waktu sebentar untuk menghadiri acaranya karena selama ini bapak tidak pernah sekali pun hadir di saat beliau mengadakan party." Ucap Iksan menunduk takut walau bagaimana pun pesan adalah amanah yang harus dia sampaikan sedangkan Wiliam membuang njam afasnya kasar memang selama ini setiap pak Herry mengadakan party dia tidak pernah datang dan entah mengapa setiap pak Herry mengadakan acara dia selalu sibuk entah dia harus lembur, keluar kota atau pun ada tugas lainnya.
__ADS_1
Keluar." Ucap Wiliam mengusir Iksan dia sekarang bingung di satu sisi dia masih dalam masa hukumannya dan disisi lain dia merasa sedikit tidak enak kalau harus menolak ajakan langsung dari pak Herry.