
Keesokkan harinya
"Kak kok pakaian kita ada koper? apa kakak yang packing?." Tanya Mutia heran melihat kopernya dan koper suaminya ada dibawah.
" Iya sayang." Jawab dr. singkat.
" Memangnya kakak benaran mau pergi dari desa ini?." Tanya Mutia.
" Iya, karena sesuai dengan yang aku katakan tadi malam aku akan mengenalkanmu dengan keluargaku karena suatu niat yang baik tidak boleh ditunda terlalu lama,apa lagi kita juga sudah menikah 2 bulan kita juga sudah harus memikirkan momongan." Jawab dr. Nando dengan tersenyum mengoda dengan menaik turunkan alisnya membuat Mutia menancunkan bibirnya.
" Dasar dokter mesum, otaknya hanya mikirin itu-itu melulu." Umpat Mutia ketus dan dibalas ketawa keras oleh dr. Nando.
" Haha haha biarin aja mesum sama istri sendiri juga, lagian kamu itu aneh sayang laki-laki itu memang seperti itu mereka hanya memikirkan perut dan dibawah perutnya tanpa melihat dia cantik atau tidak. Apa kamu mau tau buktinya?." Tanya dr. Nando membuat Mutia penasaran.
" Apa?" Tanya Mutia penasaran dengan apa yang diucapkan oleh suaminya.
" Sabar, penasaran banget ya." Ucap dr. Nando malah mempermainkan istrinya.
" Huh kalau gak mau kasih tau gak i
usah." Ucap Mutia ketus.
" Ih jangan ngambek gitu dong kan jadi gemes, mendingan sambil aku ngejelasin kamu pakaian dulu baru aku akan jelasin atau kamu memang mau godain aku ya pagi-pagi." Ucap dr. Nando sambil menatap Mutia sedangkan Mutia yang baru menyadari kalau dirinya hanya memakai handuk wajahnya sudah memerah karena malu dan ingin membuka kopernya.
" Bajumu sudah ku sediakan diatas tempat tidur, jadi tidak perlu membuka koper." Ucap dr. Nando ketika melihat Mutia ingin membuka koper dan tanpa menunggu lama Mutia segera memakai pakaiannya dengan cepat dia takut akan diterkam lagi nantinya karena dituduh telah menggoda, setelah memakai pakaiannya dia segera menghampiri suaminya.
" Yaudah jelasin." Ucap Mutia setelah duduk disebelah suaminya.
__ADS_1
" Kita para laki-laki tidak membutuhkan yang namanya cantik ataupun cinta pada saat melakukannya, walau Istri kita cantik dan secinta apapun kita kepadanya kalau dia tidak bisa memuaskan hasrat dan perut. Kita akan mencari kepuasan itu dengan yang lainnya makanya sekarang ada yang namanya pelakor pebinor dimana mereka tidak bisa merawat apa yang telah mereka miliki sehingga berpaling kepada yang lainnya apa sekarang istriku mengerti, tapi kamu tenang aja sayang aku tidak akan seperti itu." Jelas dr. Nando sambil tersenyum.
" Yaiyalah kalau dirimu melakukan itu aku akan langsung pergi, ngapain juga memiliki suami bekas perempuan lain mendingan cari yang lain." Ucap Mutia ketus dan langsung bangun meninggalkan dr. Nando sendirian di dalam kamar membuat dr. Nando panik.
" Aduh gawat aku salah bicara." Gumam dr. Nando pelan mengacak rambutnya, lalu berlari mengejar istrinya.
" Eh, sayang aku hanya bercanda. Kamu tenang aja ya aku tidak mungkin menghianati kamu, kalau pun kamu tidak mau melayaniku aku yang akan melayanimu." Ucap dr. Nando setelah berhasil mengejar Mutia dia tersenyum semanis mungkin sambil memohon dengan yang tangan di satukan.
" Tunggu maksudmu melayaniku itu apa?."Tanya Mutia yang tidak mengerti dengan maksud dari ucapan suaminya yang terakhir.
" Oh kalau kamu gak bisa melayaniku di tempat tidur biar aku saja yang bekerja untuk melayanimu kamu cukup tiduran dan menikmatinya." Jelas dr. Nando langsung menutup kedua telinganya.
" MUHAMMAD NANDO DASAR MESUM." teriak Mutia geram.
Di kantor kecamatan
" Assalamualaikum dr. Nando boleh saya berbicara dengan dokter?." Tanya Pak lurah ketika tidak sengaja bertemu dr. Nando.
" Walaikumsalam boleh pak, tapi gak apa-apa kan saya membawa istri saya ikut.
" Tentu saja." Ucap Pak lurah membawa dr. Nando dan Mutia ke ruangannya.
" Saya sudah mendengar apa yang terjadi dengan dokter, tapi apa dokter yakin ingin tetap pergi dari desa ini walaupun anda tidak terbukti bersalah?." Tanya Pak lurah yang sangat menyayangkan keputusan dr. Nando yang tetap akan memilih meninggalkan desa, padahal banyak warga yang memujinya berbeda dari dokter yang sebelumya pernah ada.
" Iya pak, saya juga mau minta maaf jika sebelumnya saya beserta istri telah banyak perepotkan dan bila Allah mengizinkan kita akan bertemu lagi."
Tok tok tok
__ADS_1
" Assalamu'alaikum." Ucap orang yang masuk.
" Walaikumsalam Warrohmatullahi Wabbarrokatu ada apa pak?." Tanya Pak lurah.
" Mohon maaf pak menggangu saya datang ke sini mau menyampaikan hasil dari pemeriksaan anaknya pak rt sudah keluar, jadi bapak di minta untuk membuka hasilnya." Jawabnya karena Pak lurah sengaja menghubungi rumah sakit untuk mengirimkan dokter obgyn langsung datang ke desanya memeriksa kondisi anak Pak rt.
" Baiklah pak, sebentar lagi saya akan ke sana." Ucap pak lurah menghela nafasnya, lalu melihat ke arah dr. Nando dan Mutia.
" Pak lebih baik sekarang kita segera ke sana untuk membuktikan siapa yang salah." Ucap Pak lurah berdiri dari kursi kerjanya.
" Apakah yang aku lakukan ini sudah benar?sebenarnya ini semua tidak perlu dilakukan, terlebih ini adalah masalah pribadi dan aib seseorang yang seharusnya tidak sebar luaskan.
" Pak apa ini bisa dihentikan." Ucap dr. Nando setelah beberapa saat terdiam dia memikirkan apa yang akan terjadi nantinya di kemudian harinya, pak lurah mengenyit kening sedangkan Mutia mencubit lengannya keras.
" Aww... " Ringkis dr. Nando mengusap tangannya yang dicubit istrinya
" Ada apa dok?." Tanya Pak lurah ketika mendengar suara ringkisan dr. Nando.
" Tidak apa-apa pak." Jawab dr. Nando sambil tersenyum dipaksakan.
" Untuk pertanyaan dokter tadi saya tidak bisa melakukannya karena kebenaran harus diungkap dan tidak baik jika dibiarkan begitu saja yang akan malah nantinya menjadi fitnah, bahkan bisa merusak nama baik dokter sendiri. Selain itu saya juga sebagai lurah disini harus menyelesaikannya sampai tuntas, terlebih ini menyangkut nama baik saya juga." Ucap Pak lurah, dr. Nando terdiam karena Mutia menatapnya dengan tajam serta membisikkan kata-kata yang membuatnya menelan ludahnya dengan kasar.
" Suamiku sayang bisa kok memberhentikannya, tapi setelah kita pergi dari desa ini tidak usah mencariku lagi." Bisik Mutia dengan tersenyum sinis, lalu pergi meninggalkan dr. Nando yang mematung di tempat.
" Dasar laki-laki bo**h masalah seperti ini mau dihentikan, apakah dia tidak mikir nama baik dan karirnya sedang dipertaruhkan. Kenapa juga aku bisa nikah sama laki-laki seperti itu? awas saja kalau dia sampai plin-plan dan tidak punya pendirian, jika ada perempuan lain mendekatinya aku tidak akan segan-segan menceraikannya pada saat itu juga." Gumam Mutia dalam hati mengebu-gebu karena terlalu emosi, apalagi menginggat masa lalunya membuatnya tambah emosi sehingga membuatnya meringkis kesakitan dan memegang perutnya.
" Awww." Ringkis Mutia.
__ADS_1
" Darah." Ucap Mutia ketika melihat darah yang berada dikakinya.