PERNIKAHAN MENDADAK

PERNIKAHAN MENDADAK
Episode 30


__ADS_3

Di kantor polisi


Semua sudah duduk dikursi yang di sediakan di dalam ruangan Mutia, Ricki dan ketiga anaknya duduk dengan tenang hanya saja Roy hari ini sedikit rewel karena tidurnya terganggu dengan suara berisik dari Sehan yang tidak terima kalau dirinya dituduh karena baginya apa yang dia ucapkan semuanya itu benar.


" Saya akan tuntut bapak-bapak dan kamu perempuan murahan karena sudah membuang waktuku yang sangat berharga, bapak juga sebagai polisi seharusnya memberikan hukuman kepada perempuan murahan ini yang membuat keributan bukan kepadaku sebagai korban yang suaminya akan diambil dasar polisi tidak berguna cuma makan gaji buta saja." Ucap Sehan sambil berteriak sambil memaki-maki semua orang yang ada didalam ruangan termaksud polisi yang menangani kasus mereka, Rio yang mendengarkan suara teriakan terkejut dan tangisnya tambah kencang dalam gendongan Mutia.


" Ibu bisa tenang sedik." Ucap salah satu polisi langsung terpotong.


" Apa kamu bilang saya harus tenang? bagaimana saya bisa tenang anak saya sedang dirawat di rumah sakit sedangkan kedua orang tuanya sedang berada dikantor polisi." Teriak Sehan menunjuk polisi yang berbicara tadi sedangkan Mutia yang melihat kondisi yang semakin memanas ditambah anaknya yang terus menangis memilih untuk pergi keluar sebentar, tapi langkahnya terhenti saat tangan Sehan yang menarik rambutnya dengan kencang dan mendorongnya. Semua yang ada disana terkejut melihat Mutia terjatuh dengan Roy yang berada di dalam gendongannya terlebih Ricki yang sedang menenangkan Rey yang sedang ketakutan, langsung berlari ke arah Mutia dan Roy. Ray juga berlari menghampiri, tapi tidak dengan Rey yang takut akan darah mulai menanggis.


" Hahaha mati kamu dengan anakmu." Ucap Sehan yang tertawa senang melihat mutia terjatuh, apa lagi melihat ada darah yang keluar dikedua pahanya, Ricki yang panik dan khawatir dengan kondisi anaknya dibantu dengan beberapa anggota polisi langsung membawa Mutia dan Roy ke rumah sakit.


" Bawa perempuan berbahaya ini masuk ke dalam sel dan segera buat laporan pencemaran nama baik. penghinaan kepada aparat dan percobaan pembunuhan, saya akan ikut ke rumah sakit untuk mengetahui keadaannya tolong jaga kedua anak ini karena saya tidak mungkin membawa mereka ke rumah sakit." Perintah kepala penyelidik kepada anak buahnya


" Siap komandan." Ucap beberapa anak buahnya.


" Lepaskan saya kalian tidak bisa menahanku." Ucap Sehan memberontak saat akan dibawa ke tahanan.


" Hiks.... hiks.... hiks mami adik Roy." Nanggis Rey histeris melihat semua itu sedangkan Ray mengepalkan kedua tangannya.


" Tunggu saya ikut." Ucap Ray yang menahan tangan kepala penyelidik yang mau pergi.


" Nak kalian disini dulu ya sama om-om polisi tuh lihat kasihan adikmu menanggis, paling tidak kamu bisa bantuin kedua orang tuamu menenangi adikmu."  Ucap kepala penyelidik memberi pengertisn Ray menganggukkan kepalanya.


" Dit bawa anak ini ke kamar mandi dan bantuin dia membersihkan tangannya dari darah dan kamu belikan baju untuknya." Perintahnya kepada salah satu anak buahnya saat mlihat tangan serta baju yang digunakan oleh Ray tertinggal dara Mutia saat Ray memeluk Mutia.


" Siap komandan." Ucap anak buahnya yang bernama Aditya.

__ADS_1


" Aku akan balas karena kamu telah berani mencelakai mami dan adik-adikku." Gumam Ray dalam hati tanpa memperdulikan Rey yang menanggis ditenangin oleh polwan yang baru saja datang Ray bangkit dari duduknya membuat seorang polisi langsung menanyainya dan matanya melihat ke arah Rey yang sudah tertidur karena kelelahan menanggis.


" Nak mau kemana?." tanya polisi itu.


" Ke toilet." Jawab Ray dingin.


" Sini biar om antar." Tawarnya.


" Tidak usah, cukup tunjukkan toiletnya." Tolak Ray dan polisi itu menunjukkan arahnya.


" Terima kasih." Ucap Ray langsug keluar dari ruangan menuju toilet.dan menelvon seseorang.


" Assalamu'alaikum ini siapa?." Tanya seseorang disebrang sana.


" Walaikumsalam apa ini tante Sifa? Tanya balik Ray.


" Iya benar." Jawab Sifa bingung karena yang menelvonnya adalahanak kecil dan bagaimana bisa anak kecil itu mengetahui nomor hpnya.


" Iya tante bisa bantu Ray." Ucap Ray to the poin.


" Ada apa terjadi sesuatu dengan kalian sayang?." Tanya Sifa panik dan khawatir.


I" ya mami dan adik Roy dicelakakan dengan perempuan gila." Jawab Ray yang langsung menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.


" Iya kamu tenang dulu sayang tante akan akan segera cara penerbangan tercepat untuk ke Samarinda." Ucap Sifa menenangkan Ray sedangkan dirinya sendiri di selimuti dengan amarah yang sudah siap dia keluarkan.


" Yaudah dulu ya sayang tante mau menelvon ommu dulu assalamu'alaikum." Ucap Sifa yang langsung mematikan telvonnya.

__ADS_1


"Walaikumsalam." Jawab Ray mengelengkan kepalanya ketika dia melihat telvonnya sudah diputus sebelum dua menjawabnya.


Di Jakarta


" Ayah bunda mau ke Samarinda sekarang." Ucap Sifa yang langsung to the poin setelah telvonnya terhubung.


Sedikit penjelasan kenapa Sifa bisa langsung memutuskan langsung untuk pergi ke Samarinda?sedangkan dia sebagai pengacara harus stanbay di kantor jawabannya beberapa tahun yang lalu Sifa memutuskan membuka firma hukum sendiri setelah mendapatkan sertifikat advokatnya atau bisa dibilang dia bekerjasama dengan teman sesama advokat yang belum bisa mendirikan firmanya sendiri di karenakan membutuhkan biaya yang tidak sedikit.


' Walaikumsalam ada apa bunda kok tiba-tiba mau ke Samarinda? apa ada kasus penting? kenapa bunda tidak memberitahu beberapa hari yang lalu seperti biasanya?." Tanya Nino sedikit kesal setelah sebelumnya menyindir karena Sifa tidak mengucapkan salam terlebih dahulu, dia juga bingung kenapa istrinya itu tiba-tiba ingin ke Samarinda mendadak tanpa memberitahunya terlebih dahulu.


' Hehe assalamu'alaikum maaf yah terlalu emosi bunda sampai lupa mengucapkan salam." Ucap Sifa dengan membuang nafasnya kasar.


' Memangnya ada apa bun?." Tanya Nino penasaran apa yang telah membuat istrinya emosi dan Sifa menjelaskan seperti yang Ray jelaskan kepadanya tadi.


" Maaf ya bun ayah tidak bisa menemani bunda kesana pekerjaan ayah lagi menumpuk dan ayah tidak bisa meminta cuti mendadak kasihan juga dengan princess kita, jika ditinggal." Jawab Nino yang merasa tidak enak terlebih yang memiliki masalah adalah sahabat dari istrinya.


" Apaan sih ayah yang seharusnya meminta maaf itu bunda karena akan meninggalkan kewajiban bunda sebagai istri dan ibu untuk kalian, tapi terima kasih ya yah karena ayah selalu mengenrti bunda dan maaf karena bunda telah mengambil keputusan secara sepihak." Ucap Sifa merasa menyesal karena dirinya telah mengambil keputusan secara sepihak tanpa kompromi terlebih dahulu.


" Udah bunda tidak perlu meminta maaf ayah mengerti apa yang bunda rasakan, apa bunda suda pesan tiket?." Tanya Nino mengalihkan pembicaraan karena dia paling tidak suka kalau istrinya itu berbicara seperti itu mengingat apa yang telah dia lakukan dulu.


" Sudah." Jawab Sifa.


" Jam berapa pesawatnya?." Tanya lagi Nino


" jam 15:20." Jawab Sifa.


" Ayah akan usahakan pulang cepat hari ini untuk mengantar bunda ke bandara, yaudah ya bun ayah lanjut kerjanya assalamu'alaikum." Ucap Nino, setelah itu dia langsung fokus lagi mengerjakan kerjaannya agar cepat selesai dan dia bisa pulang cepat.

__ADS_1


Di Samarinda


Ricki modar mandir ruangan UGD dengan raut wajah penuh kekhawatiran, cemas serta amarah pasalnya belum ada satu orang pun yang keluar dia sangat khawatir dengan keadaan istrinya dan anak yang ada di dalam kandungannya sedangkan untuk anaknya Roy sudah dipindahkan ke ruangan perawatan bayi.


__ADS_2