PERNIKAHAN MENDADAK

PERNIKAHAN MENDADAK
Episode 28


__ADS_3

" Aku tau setelah aku mengatakan kebenaran ini kamu pasti menyesali keputusanmu bercerai dengannya kan? dan kamu mau bersama dengannya lagi aku tidak apa-apa? yang terpenting bagiku aku sudah mengatakan yang sebenarnya sesuai dengan janjiku." Ucap Ricki dengan air mata yang sudah menetes dipipinya Mutia mengelengkan kepalanya.


" Kamu bicara apaan sih sayang aku tidak suka mendengarnya, aku mencintaimu bagaimana bisa aku meninggalmu? sampai kapan pun aku akan tetap menjadi istrimu, kalau aku melakukan itu aku adalah perempuan yang paling bodoh melepaskan suami yang sempurna sepertimu ya walau masih ada kekurangannya. Semua sudah menjadi masa lalu kita tidak bisa merubahnya, bahkan perasaanku sudah berubah seiring dengan berjalannya waktu. Masa lalu biarlah menjadi masa lalu dan pelajaran untuk ke depannya untuk kita berhati-hati dalam memutuskan segala sesuatunya, sekarang yang harus kita fikirkan ke depan jangan melihat lagi masa lalu." Ucap Mutia merengangkan pelukannya dan menghapus air mata yang membasahi pipi suaminya dan sebaliknya Ricki melakukan hal yang sama, Mutia sadar kalau hal itu bukan hanya kesalahan Nando melainkan dirinya juga yang egois.


" Terima kasih sayang karena kamu gak meninggalkanku." Ucap Ricki menciumi seluruh wajah Mutia.


" Sayang aku ngantuk, tapi mau tidurnya dipeluk denganmu." Ucap Mutia manja dengan menampilkan pupil eyes dan mengembungkan pipinya membuat Ricki gemes sehingga mencubit pipinya.


" Ok istriku sayang suamimu ini akan menuruti semua perintahnu." Ucap Ricki langsung menaik branka pelan-pelan dan berbaring disamping Mutia.


" Sayang dielus punggungnya." Ucap Mutia yang sudah memeluk Ricki dengan wajah berada di dada bidang Ricki, Ricki menurutinya dengan sesekali mengecup kepala Mutia sedangkan di luar sepasang mata melihatnya semua yang di lakukan keduanya mengepalkan kedua tangannya.


" Tidak aku tidak menerima semuanya kamu milikku, selamanya akan menjadi milikku aku yang terlebih dahulu memilikimu gak akan aku biarkan kamu bersamanya tunggu saja aku akan merebutmu kembali sayang." Ucapnya yang tidak lain adalah Nando yang mengikuti ketiganya dari ind****** dan berlalu pergi dengan rasa amarah dan cemburunya.


Beberapa hari Mutia sudah dibolehkan pulang karena kondisinya sudah stabil dan dibolehkan naik pesawat asal tidak terlalu lama, setelah sampai juga harus istirahat untuk menjaga kesehatannya.


" Sayang hari ini aja kita ke Jakartanya biar kita bisa cepat balik ke Amerika kasihan anak-anak pasti sudah ketinggalan banyak pelajaran." Ucap Mutia yang tidak mau menunda perjalanan mereka lagi.


" Sebelummnya maaf sayang kalau aku mengambil keputusan sepihak tanpa kompromi denganmu terlebih dahulu." Ucap Ricki langsung dipotong.


" Mengambil keputusan sepihak? apa maksudmu sayang? apa kamu akan meninggalkanku?." Tanya Mutia yang matanya sudah berkaca-laca dan bibirnya langsung dibungkam oleh ciuman Ray yang melihatnya langsung menutup mata Rey.


" Ck orang tua gak tau situasi." Gumam Ray dalam hati decak kesel memalingkan wajahnya.

__ADS_1


" Kak kenapa mata Rey ditutup." Ucap Rey setengah berteriak memberontak untuk melepaskan tangan yang menutupi matanya membuat kedua orang tuanya tersadar dan dengan cepat melepaskan ciuman mereka setelah memastikan orang tuanya tidak lagi berciuman Ray melepaskan tangannya dari mata Rey.


" Gak apa-apa ayo pergi." Ucap Ray dingin dengan wajah datarnya langsung menarik tangan Rey dan tangan satunya lagi dia gunakan untuk mendorong stroller Roy.


" Kak aku mau sama papi mami." Ucap Rey berusaha melepaskan tangan Ray, tetapi Ray mengencangkan gengamannya membuat Rey meringkis kesakitan.


" Kak lepasin tangan Rey sakit." Ucap Rey yang tidak lagi memberontak karena kalau dia memberontak gengaman tangan Rey akan semakin erat mengengam tangannya.


" Makanya diam jangan berisik kalau tidak ingin sakit." Ucap Ray dingin melongarkan gengaman tangannya Rey memasang wajah cemberutnyadan mengikuti kemana Ray membawanya sampai di depan rumah sakit Ray menghentikan langkahnya dan membalikkan badannya dia mengelengkan kepalanya melihat papinya yang mengendong maminya.


" Lebay banget sih papi pakai gendong mami segala kan ada kursi roda entar encok malah ngomel-ngomel." Gerutu Ray yang melihat papinya berjalan dengan santai tanpa beban.


" Haduh si pendiam bisa juga mengerutu panjang lagi ini harus dilestarikan hihi." Ucap Rey sambil terkekeh yang langsung mendapatkan tatapan tajam Ray.


" Is kakak ini jangan tadi bilangnya jangan berisik ini malah mengerutu eh, tapi gak apa-apa deh itu tandanya kakak sudah mulai berubah." Ucap Ray dengan wajah serius Ray mengenyitkan keningnya.


" Ya kakak berubah jadi cerewetlah apa lagi memangnya." Jawab Rey santai.


" Rey." Panggil Ray ingin menyentil keningnya Rey.


" Ets tunggu dulu jangan marah mendingan jadi cerewet dari pada jadi cewek." Ucap Rey dan langsung berlari takut terkena amuk kakaknya.


" Reyhan Wicaksono." Teriak Ray memanggil nama lengkap Rey itu artinya kakaknya Ray itu sedang marah banget kepadanya sedangkan Rey sudah bersembunyi dibalik badan Ricki dengan menjulurkan lidahnya.

__ADS_1


" Ada apa lagi ini? kenapa kalian berantem terus sih?." Tanya Ricki tegas sebenarnya dia tadi terkejut karena melihat Rey yang berlari ke arahnya dan itu sangat beresiko dimana Mutia masih berada digendongannya akan terjatuh sedangkan Rey diam ketakutan.


" Itu Rey selalu gangguin aku." Jawab Ray dengan mata menatap tajam Rey Ricki menghela nafasnya kasar anak ke duanya ini selalu saja suka mengerjai kakaknya yang membuat Ray menjadi emosi.


" Rey sudah berapa kali papi ingatkan jangan menjaili kakakmu." Ucap Ricki menatap tajam Rey membuat Ray tersenyum sinis melihatnya.


" Lagian wajah kakak selalu datar seperti papan tulis, pengilasan pakaian apa lagi ya? pokoknya gak ada senyumnya, kan senyum itu ibadah makanya Rey mau membuat kakak selalu tersenyum." Ucap Rey menundukkan kepalanya tidak berani menatap Ricki.


" Kau mau membuatku menjadi orang gila apa?."


" Hah jadi kakak mau menjadi orang gila? aduh jangan dong masa kakakku Rayyan Wicaksono yang ganteng, tapi tidak seganteng diriku ini jadi gila apa kata tenan-temanku." Ucap Rey terkejut dan heboh sendiri.


" Papi lihat tu anak papi ngebelin banget pengen dilempar dikandang buaya." Ucap Ray sangat kesel menghampiri Rey dan langsung menjewer telingannya.


" Aaaa kak sakit telinga Rey belum juga tangan Rey sembuh ditambah kuping Rey juga hiks hiks." Ucap Rey dan akhirnya menangis sambil berusaha melepaskan tangan Ray dari telinganya sontak ketiganya melihat ke tangan Rey yang memerah terdapat bekas jari Ray langsung melepaskan tangannya.


" Turunin aku." Ucap Mutia Ricki langsung menuruni dengan perlahan karena merasa tidak kuat mengendong Mutia disaat hamil bukan apa badan Mutia yang bertambah gemuk membuatnya kualahan


" Ray kamu sebagai kakak jangan melakukan kekerasan adikmu hanya bercanda dan kamu Rey jangan terlalu jail yang akan membuat dirimu sendiri sakit minta maaf sekarang sama kakakmu." Ucap Mutia Ray langsung tersenyum senang maminya membelanya walau dia juga terkena omelan.


" Dan kamu juga Ray." Ucap Mutia lagi yang melihat Ray tersenyun dia mengelengkan kepalanya.


" Haduh ini dua anak selalu aja bertengkar belum lagi Roy pas besar ditambah dengan adiknya pokoknya aku gak mau hamil lagi pusing kepalaku." Gumam Mutia dalam hati.

__ADS_1


" Ini anak siapa? kenapa ditinggalin sendirian?." Tanya seseorang yang baru masuk ke dalam rumah sakit melihat seorang bayi yang berada di dalam stroller membuat mereka bertiga menoleh ke arah suara.


" Roy." Panggil keempatnya buru-buru menghampiri Roy.


__ADS_2