
" Cklek." Pintu rungan terbuka dan keluar dokter dan 2 suster.
" Maaf disini siapa keluarga pasien?." Tanya dokter setelah menghampiri kedua polisi yang tadi membawa pasien yang dia tangani sekarang.
" Saya suaminya dok." Jawab Ricki dengan suara bergetar.
" Apakah istri saya baik-baik saja." Tanya Ricki khawatir bahkan dia mengacak-ngacak rambutnya frustasi, baju yang digunakan terdapat banayak noda darah Mutia sehingga banyak orang yang melihatnya berprasangka buruk terlebih ada polisi disampingnya.
" Pasien mengalami pendarahan dan memerlukan banyak darah karena yang ada di PMI golongan darah B plus hanya tersisa 2 kantung sedangkan kita memerlukan 5 sampai 6 kantung darah selain itu kita juga perlu melakukan tindakan oprasi cessar secepatnya." Jelas dokter membuat lutut Ricki lemes seketika dan untungnya dibantu polisi yang berada di belakangnya sehingga dia tidak terjatuh ke lantai.
" Dok kebetulan golongan darah saya B plus, dokter bisa mengambilnya dan untuk sisanya saya akan menghubungi teman-teman saya yang sudah biasa mendonorkan darahnya." Jelas salah satu polisi yang merasa iba melihat Ricki terlebih anak-anaknya yang masih kecil, mereka masih memerlukan kasih sayang ibunya.
" Baik pak silahkan ikut saya." Ucap suster menuju ruangan perawatan untuk mendonorkan darah.
" Terima ksih pak." Ucap Ricki yang tidak menyangka ada orang baik yang mau membantunya tanpa syarat terlebih dahulu.
" Silahkan bapak ke bagian informasi ruangan ini untuk melengkapi biodata dan menandatangani surat persetujuan tindakan yang akan kami lakukan secepatnya." Ucap dokter kepada Ricki hal itu membuat Ricki pasrah setelah menandatangani persetujuan Ricki menuju mesjid yang ada di dekat rumah sakit.
" Ya Allah aku mohon ampunilah dosa-dosaku dimasa lalu, jangan engkau ambil perempuan yang telah mengubahku lebih baik kalau engkau ingin mengambil ambil saja nyawaku sebagai karmaku. Aku tidak sanggup kehilanggannya dan melihat anak-anakku menerima karma atas perbuatanku, mereka masih membutuhkan kasih sayang kedua orang tuanya" Ucap Ricki dengan menatap mesjid yang ada di depan dengan menanggis menyesali apa yang telah iya lakukan di masa mudanya membuat seorang laki-laki paruh baya menyamperinnya.
__ADS_1
" Assalamu'alaikum." Ucap laki-laki paruh baya itu.
" Walaikumsalam." Jawab Ricki tanpa melihat orang yang ada di sebelahnya masih dengan baju yang terdapat noda darah.
" Anak muda jangan engkau berprasangka buruk kepadanya, saya tidak tau apa yang terjadi kepadamu sekarang. Tapi yakinlah Allah tidak akan memberikan hambanya cobaan melebihi dari kemampuan umatnya. Seperti yang terdapat dalam QS. Al-Baqarah ayat 286 yang berbunyi:
" Laa yukalifulaahu nafsan ilaa wus'shaa, laha maa kasabat wa'alaiha maktasabat, rabbanaa laa tu'aakhidzma in nasiinaa au akhtha'naa rabbana wa laa tahmil'alainaa israng kamaa hamaltahuu'alalladzina ming qabinaa, rabbanaa wa laa tuhamminaa ma laa thaaqata lanaa bih, wa'fu'annaa, waghfir lanaa war-hamnaa, anta maulaanaa fanshurnaa'alal-qaumil-kaafirin.
Artinya: "Allah tidak membebani seseorang melaikan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mandapatkan pahala ( dari kebaikan) yang diusahakannya dan ia mendapatkan siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. ( Mereka berdoa) Ya Tuhan kami, jagalah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami bersalah. Ya Tuhan kami jangan engakau bebankan kepada kami yang berat sebagaimana yang Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikul kepada kami yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami, ampunilah kami dan rahmatilah kami. Engkaulah penolong kami, maka tolonglaj kami kepada kaum yang kafir." (QS. Al-Baqarah ayat 286).
Setelah mendengar penjelasan dari laki-laki paruh baya itu bukannya tenang malah bertambah takut akan karma yang dia terima dari istri dan anaknya yang akan meninggalkannya.
" Pak bagaimana caranya agar karma atas apa yang telah saya perbuat itu tidak menimpa keluarga kecil saya?." Tanya Ricki dengan terisak dia tidak memperdulikan lagi orang-orang yang melihatnya dengan kondisi
Ricki menganggukkan kepalanya dan mengikuti laki-laki paruh baya itu ke rumahnya yang hanya berjarak beberapa rumah dari mesjid, dia membersihkan dirinya dan memakai pakaian yang di pinjamkan kepadanya setelah itu kembali menuju mesjid untuk menunaikan kewajiban mereka sebagai umat muslim. Hal itu membuat Ricki sedikit tenang setelah mencurahkan seluruh isi hatinya dan dia baru menyadari kalau sudah terlalu lama berada di masjid, dia malah melupakan istrinya yang sekarang sedang melakukan oprasi cessar.
" Astaga!!! maaf pak saya harus kembali ke rumah sakit untuk melihat istri saya yang lagi melakukan oprasi cessar sebelumnya terima kasih telah mengingatkan saya dan meminjamkan pakaian bapak saya permisi dulu assalamu'alaikum." Ucap Ricki langsung berpamitan dan langsung berjalan tergesa-gesa tanpa menunggu jawaban orang yang ada di hadapannya.
" Walaikumsalam." Ucap laki-laki paruh baya yang tidak lain adal ustad sedangkan istrinya yang ada disebelahnya merenggut kesel melihat Ricki yang pergi begitu aja.
__ADS_1
" Gak sopan banget si pak langsung pergi begitu aja sebelum kita menjawab." Ucapnya ketus membuat suaminya mengelengkan kepalanya melihatnya.
" Sudahlah bu maklum aja namanya juga dia khawatir dengan keadaan anak istrinya." Ucapnya dapat memaklumi apa yang dirasakan oleh Ricki, jika dirinya berada diposisi yang sama.
" Ya paling tidak dia kasih kita uang terima kasihkarena bapak sudah memberinya nasehat dan meminjamkan baju dari bajunya yang ada darahnya itu." Ucap istrinya yang masih tidak terima.
" Bu tidak baik meminta pamrih." Nasehat suaminya.
" Bapak selalu aja begitu makanya kita miskin terus dasar suami yang tidak berguna." Makinya setelah itu dia pergi meninggalkan suami.
" Astagfirullahallazim ya Allah maafkan istri hamba yang sedang hilaf." Ucap sang ustad dan melihat istrinya pergi meninggalkannya dalam keadaan marah.
" Assalamu'alaikum." Ucap Ricki menghampiri seorang polisi yang hanya memakai baju batik dan celana hitam bukan baju dinasnya seperti yang dipakai anak buahnya, dia tau kalau yang ada di hadapannya itu adalah kepala penyelidik karena dia tadi melihat orang-orang yang ada di ruangan sangat menghormatinya.
" Walaikumsalam bapak dari mana saja? kami tadi mencari bapak karena istri bapak sudah selesai melakukan oprasi cessar." Ucap kepala penyelidik polisi memberitahu.
" Maaf pak telah menyusahkan sampai harus membuat bapak menunggu di rumah sakit dan teman-teman bapak." Ucap Ricki tidak enak seharusnya dia yang menungguin dan dia juga binggung harus memanggil apa jadi dia memanggil bapak karena dia tidak tau namanya.
" Tidak apa-apa pak, panggil saja saya pak Handoko pak Ricki." Ucap pak Handoko yang langsung memperkenalkan dirinya.
__ADS_1
" Iya pak." Ucap Ricki dengan tersenyum tipis.
" Saya mau menyampaikan apa yang dijelaskan dokter tadi kalau bu Mutia masih dalam keadaan kritis dikarenakan pendarahan yang dialaminya sedangkan bayinya saat ini sangat lemah dan terdapat memar akibat benturan sehingga memerlukan perawatan khusus ditambah dengan kondisinya yang lahir prematur." Jelas pak Handoko membuat detak jantung Ricki berdetak lebih cepat sambil mengusap wajahnya kasar dia merasa gagal menjadi suami dan ayah yang harusnya menjaga mereka.