PERNIKAHAN MENDADAK

PERNIKAHAN MENDADAK
Episode 57


__ADS_3

" Turuti kata hati kecil mami jangan menolaknya karena kalau mami semakin menolak mami akan semakin sakit aku tau ini mungkin tiba-tiba, tapi mungkin ini sudah jalannya kita mengetahui semuanya dan ini waktunya yang tepat untuk kita berkumpul kembali. Apalagi kayaknya hubungan antara papi dan om tidak begitu baik mami kita bisa memanfaatkan situasi ini untuk memperbaiki keadaan, Ray melihatnya juga terkejut sama seperti mami, tapi lihatlah hasil tes DNA dan bukti yang dia berikan " Jelas Ray bijak kepada maminya agar Mutia tidak mengambil keputusan secara gegabah walau bagaimana pun mengambil keputusan dalam keadaan emosi itu akan memperburuk masalah atau yang lebih parahnya menghancurkan kita sendiri.


" Rey Roy ayo masuk kamar kasihan adik Rea sendirian." Ajak Ray kepada kedua adiknya agar kedua adiknya tidak merusuk dan menganggu fikiran maminya karena Ray mau Mutia memutuskan dengan kepala dingin yang tidak akan pernah dia sesali di kemudian harinya.


Di luar rumah sedang ada pertarungan anatara anak buah Ricki dan Wiliam, terlihat Wiliam keluar dari suatu ruangan yang dia masuki tadi.


" Ada apa?." Tanya Mutia yang melihat Wiliam jalan tergesa-gesa dan Wiliam hanya melewatinya tanpa menjawab pertanyaannya.


" Menyebalkan." Ucap Mutia kesel.


" Suamimu sudah datang." Ucap Wiliam pelan sebelum melanjutkan langkahnya Mutia mendengarnya.


" Deg." Detak jantung Mutia berdetak dengan kencang merasa takut kalau diantara salah satu Ricki atau Wiliam ada yang terluka mengusapnya kasar wajahnya dengan kedua tangannya.


" Aku harus segera menyusul mereka sebelum mereka saling membunuh satu sama lain, apalagi kalau beneran dia itu kakakku bunda pasti marah." Gumam Mutia dalam hati berjalan tergesa-gesa menuju ke depan rumah, tapi ketika hampir sampai menuju luar dia di tahan oleh anak buah Wiliam.

__ADS_1


" Maaf, nona tidak diizinnkan oleh tuan untuk keluar dari rumah ini." Ucap salah satu anak buah Wiliam yang menahan Mutia sehingga membuat Mutia mau tidak mau menurutinya karena melawan pun percuma hanya akan menguras tenaganya saja dan disiinilah dia menyesali pada saat diajakin memasuki salah satu ilmu bela diri dirinya tidak mau sama sekali.


" Ya Allah janganlah ada korban diantara mereka kalau babak belur tidak apa-apa yang penting masih hidup." Gumam Mutia yang masih bisa didengar oleh anak buah Wiliam.


" Cepat juga kamu menemukanku." Ucap Wiliam dengan tersenyum sinis.


" Dimana istri dan anak-anakku?." Tanya Ricki to the poin tanpa menanggapi ucapan Wiliam.


" Bekerja samalah denganku maka kamu akan bisa berkumpul kembali dengan istri dan anak-anakmu." Ucap Wiliam memberikan tawaran karena sebenarnya mereka dulunya bersahabat hanya saja terdapat banyak perbedaan yang membuat mereka menjadi musuh. Seperti dimana Wiliam selalu tidak puas dengan wilayah kekuasaan yang dia miliki sekarang sehingga dia selalu memperluasnya tanpa memikirkan banyaknya nyawa yang akan dia korbankan, penjualan perempuan sebagai prostitusi tanpa batas jam kerja sehingga banyak perempuan yang di temukan meninggal secara mengenaskan dikamar tempat dia melayani pelanggannya dan hal itu tidak sesuai dengan prinsip yang telah dia bangun dimana Ricki sangat menghormati yang namanya perempuan serta perdagangan anak-anak dengan cara menculik dari keluarganya.


" Ck ada kebebasan kenapa memilih terikat, lagian kalau aku sudah ingin memiliki anak tinggal memilih wanita yang cocok untuk aku menanamkan benihku. Lagian kita ini laki-laki derajat kita paling tinggi dibandingkan perempuan yang hanya bisanya menanggis dan merenggek, mereka juga tidak bisa kita andalkan kalau sedang berperang." Ucap Wiliam meremehkan walau sebenarnya didalam hatinya mengatakan lain sedangkan Ricki yang mendengarnya menatap tajam serta kedua tangannya mengepal.


" Terserah kamu mau mengatakan apapun saya tidak perduli yang terpenting sekarang kembalikan istri dan anak-anakku." Ucap Ricki mulai geram menatap tajam Wiliam seakan ingin mengulitinya hidup-hidup karena selama ini dia selalu bisa menjaga keluarganya dari serangan dan sekarang yang menyerangnya adalah mantan sahabatnya yang tau jelas kelemahnya apa yaitu keluarga dan hal itu juga yang ditakutkan oleh keluarganya terlebih kalau dirinya berkeluarga akan memudahkan musuh menekannya sampai ke titik terendah.


" Sudah ku bilang bekerjasamalah maka kamu akan mendapatkan mereka semuanya dan kita akan menjadi keluarga." Ucap Wiliam dengan tatapan tak kalah tajam.

__ADS_1


" Omong kosong." Ucap Ricki yang sudah tidak tahan dengan ucapan Wiliam yang selalu memintanya bekerjasama berulang-ulang terutama sekarang dia mengancamnya dengan mengunakan istri dan anak-anaknya.


Mereka berdua berkelahi diikuti dengan para anak buah masing-masing yang membela tuan-tuannya,


sampai tampa terasa sudah setengah jam mereka masih imbang dengan wajah dan tubuh sudah ada sedikit luka yang dimana diantara keduanya tidak ada yang mau mengalah satu sama lain sampai dua buah pisau lipat terbang ke arah mereka dan dengan cepat mereka menghindar sehingga satu pisau menancap ke pohon dan satunya lagi mengenai bahu salah satu anak buah Wiliam.


" Siapa yang melempar pisau ke arahku?." Tanya Ricki berteriak karena dia merasa dia maupun anak buahnya tidak membawa pisau, melainkan membawa pistol.


" Ck jangan pura-pura kamu Rick malah mau menuduh anak buahku yang melemparkan kedua pisau itu kepada kita atau ini trik licikmu gara-gara tidak bisa mengalahkanku." Ucap Wiliam menatap Ricki marah karena sudah berani menyerangnya dari belakang dan sampai dia ingin menyerang Ricki sebuah pisau terbang menuju ke arahnya.


" Siapa yang berani melemparkan pisau kepadaku? apa kalian mau mati?." Tanya Wiliam marah menatap satu persatu orang yang ada dihadapannya sedangkan Ricki menelan ludahnya dengan susah payah ketika dia melihat orang yang melemparkan pisau itu.


" Gak ada yang mengaku kau ba**ngan mati saja kalian." Ucapnya terpotong dengan Ricki yang menginjak kakinyadanmengangkat tangannya untuk menyentuh kepala Wiliam dan mengarahkannya ke seseorang yang dengan santainya duduk bersandar diatas pohon sehingga membuat Wiliam menelan ludahnya dengan susah payah.


" Kau ingin membunuhku." Ucap seseorang dingin dengan wajah datarnya setelah melompat dari atas pohon yang tidak lain adalah Kenzie Sanjaya Halmilton.

__ADS_1


" Ti tidak tuan muda, maaf saya salah." Ucap Wiliam terbata-bata dengan suara bergemetar menatap Ricki tajam yang mengisyaratkan kenapa kamu tidak memberitahuku kalau ada tuan muda dibalas Ricki dengan memutar bola matanya malas.


__ADS_2