
" Kamu itu ngacok banget sih ngomongnya anak kita laki-laki kok dibilang cantik harusnya ganteng, jangan mentang-mentang aku menginginkan anak perempuan jadi membuatmu memberiku harapan." Ucap Mutia mengelengkan kepalanya dan membuang mukanya, Ricki membuang nafasnya kasar.
" Ya emang karena dia perempuan makanya dia aku bilang cantik dan setelah ini kamu tidak usah lagi hamil, sudah cukup anak kita 4 orang lagi pula kita sudah mendapatkan anak perempuan seperti yang kamu inginkan." Jelas Ricki meletakkan putrinya disebelah Mutia sedangkan Mutia yang penasaran dengan ucapan Ricki langsung melihat anaknya dan Ricki yang mengerti langsung membuka bedongan putrinya dan memperlihatkan ke**min anaknya.
" Bagaimana sudah percaya kan? atau kamu mau bilang mungkin anak kita ini tertukar lagi?." Tanya Ricki dan menebak-nebak yang ada di dalam fikiran Mutia dibalas dengan pelototan serta pukulan ditagan Ricki.
" Apaan sembarangan aja kalau ngomong bagaimana bisa tertukar wajahnya aja perpaduan aku dan kamu, tapi lebih mirip ke aku." Ucap Mutia tidak terima bagaimana mungkin Ricki memikirkan hal seperti itu terlebih dia bisa melihat dengan jelas wajah putrinya itu yang mirip dengannya ditambah sedikit perpaduan Ricki dengan bola mata berwarna biru laut, bulu mata yang lentik dan bibir yang sedikit tepal kalau bagian yang sama dengan keduanya adalah hidungnya yang mancung.
" Anak-anak dimana?." Tanya Mutia saat menyadari keadaan mereka yang sunyi tanpa ada suara berisik dari anak keduanya siapa lagi kalau bukan Rey yang akan selalu berbicara tiada henti.
" Anak-anak aku titipkan ke Sifa mereka juga harus sekolah kasihan kalau mereka harus terus disini." Jawab Ricki yang dijawab anggukan dan di wajahnya nampak sedih karena anaknya melalui harinya tanpa kedua orang tuanya disisinya.
" Hey sayang jangan sedih aku tau kamu sangat merindukan mereka, liharlah Rea wajahnya jadi jelek." Ucap Ricki menggoda Mutia agar tidak sedih lagi.
" Rea? apa secepat itu kamu melupakanku dan mencintai perempuan lain?." Tanya Mutia mengerutkan keningnya dan menatap tajam Ricki dibalas dengan kekehan.
" Tentu saja aku menyayangi Rea karena dia adalah bagian dariku bahkan sudah menjadi bagian dari hidupku sekarang." Jawab Ricki jujur dengan senyum dibibirnya karena dia berniat untuk mengoda istrinya yang dari dulu tidak pernah cemburu.
" Tega sekali kamu menduakanku." Ucap Mutia membuat Ricki menahan tawanya merasa gemes melihat wajah Mutia yang seperti itu.
" Iya aku memang menyayangi dan mencintai Rea kamu tenang saja sayang aku juga menyayangi dan mencintaimu juga dan kalian berdua itu adalah bidadari didalam hatiku aku tidak akan membedakan kasih sayangku kepada kalian." Ucap Ricki masih dengan mengoda disertai dengan mengedipkan matanya genit membuat Mutia yang melihatnya jadi geram.
" Ck pergi dari sini." Ucap Mutia penuh penekanan.
__ADS_1
" HAHAHAHA........." Ricki tertawa terbahak-bahak dia merasa gemes melihat wajah Mutia yang memerah karena cemburu untungnya Rea yang sedang disusui oleh Mutia tidak terganggu akan ketawa Ricki.
" Ketawa lagi ku lempar ini pisau." Ucap Mutia dengan wajah garang.
" Ah sayang kamu itu lucu banget." Ucap Ricki yang masih tertawa.
" Diam gak ada yang lucu." Bentak Mutia yang membuat Rea terkejut sehingga dengan cepat Mutia menepuk-nepuk pantatnya agar tidak menanggis sedangkan matanya menatap tajam Ricki yang menutup mulutnya dengan tangannya.
" Sayang kalau bicara itu jangan nyaring- nyaring kasihan kan putri kita terkejut untung dia tidak menanggis." Peringat Ricki tanpa rasa bersalah kalau Mutia seperti itu juga karena dirinya yang memulainya.
" Ini juga karena kamu pergi sana." Ucap Mutia mengusir.
" Kok kamu jahat banget si sayang sama suami sendiri akukan selama 2 bulan in selalu jagain kamu palingan pergi juga sebentar ambil makanan yang aku pesan sama ke kamar mandi, lagian kamu lucu banget sih sayang masa cemburu sama putri kita sendiri ya kan Rea." Ucap Ricki memasang wajah memelas karena dia takut yang awalnya niatnya hanya ingin menggoda malah mengakibatkan masalah untuk dirirnya sendiri.
" Apa jadi Rea itu." Ucap Mutia terhenti dengan menatap wajah Ricki lekat-lekat mencari kebenaran apakah laki-laki yang ada dihadapannya in sedang berbohong atau tidak.
" Kamu yang membuatku jadi berfikir buruk seperti itu sekali lagi kamu bercanda seperti itu beneran aku tinggalin kamu sendirian." Ancam Mutia yang tidak suka cara bercanda Ricki, dimana dia masih takut kalau suaminya itu akan meninggalkannya lagi demi perempuan lain.
" Iya sayang janji aku tidak akan lagi bercanda seperti itu." Ucap Ricki meringki dan seluruh tubuhnya bergindik ngeri mendengar ancaman yang sangat menyeramkan baginya.
" Apa kamu menyukainya sayang? atau kalau kamu tidak menyukainya kita masih bisa mengantinya." Ucap Ricki mengalihkan pembicaraan.
" Tidak aku menyukainya." Ucap Mutia ketus memalingkan wajahnya malas menatap Ricki dia masih kesel bisa-bisanya suaminya itu mengerjainya disaat dia baru sadarkan diri.
__ADS_1
" Sayang jagan marah dong aku kan hanya bercanda mana mungkin aku berani menduakanmu yang ada anak-anak kita akan membunuhku duluan." Rayu Ricki yang tidak dihiraukan oleh Mutia yang mencari hpnya.
" Sayang kamu nyariin apa? sini biar ku bantu, ingat kata dokter tadi kamu jangan terlalu banyak bergerak nanti luka bekas oprasinya bisa terbuka kembali dan kita akan semakin lama untuk enak-enaknya." Ucap Ricki membuat Mutia mengerutu didalam hati.
" Ini suami istrinya baru sadar dia masih sempat-sempatkan mirikin kesenangan dirinya sendiri, apa adiknya itu semakin tua semakin kuat mengingat nafsunya yang tidak ada habisnya dimana ada waktu dan kondisi yang aman dia kan memintanya tanpa tau tempat." Gerutu Mutia dalam hati mengingat percintaan mereka yang bisa dimana saja bahkan di dalam mobil yang terparkir di gerasi makanya dimanapun disetiap rumahnya selalu ada selimut tanpa terkecuali di dalam kamar mandi hal itu juga yang membuat pembantunya heran, tapi untungnya pembantunya hanya datang saat dipanggil saja.
" Ah shit kok hpku mati sih." Ucap Mutia mengumpat saat menyadari hpnya tidak bisa dihidupi.
" Mungkin batrainya habis." Jawab Ricki santai.
" Kenapa kamu gak ngeceskan?." Tanya Mutia menatap Ricki dengan memicing matanya.
" Kan gak sopan kalau memeriksa hp istri biar bagaimana pun istri memiliki privasi sendiri." Jawab Ricki jujur memang mereka sudah sepakat untuk saling percaya satu sama lain Mutia yang mendengarnya menghela nafasnya lelah.
" Mana hpmu." Ucap Mutia sambil menyodorkan tangannya meminta hp Ricki.
" Jangan marah lagi dong sayang aku kan tadi cuma bercanda biar kamunya gak tegang kalau masih marah gak k kupinjamkan hpnya." Ucap Ricki Mutia memutar bola matanya malas.
" Hm." Dehem Mutia.
" Hm apaan? aku gak ngerti bilang yang jelas gak marah atau masih marah." Ucap Ricki yang masih usaha untuk membuat Mutia tidak marah lagi dengannya.
" Iya gak marah, tapi masih kesel aja siniin hpnya." Ucap Mutia yang semakin kesel karena merasa dirinya dipermainkan, Ricki yang menyadari istrinya bertambah kesel memberikan hpnya dari pada nantinya dia susah untuk membujukinya.
__ADS_1
----------
Saya Jenar mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriyah Mohon Maaf Lahir dan Batin, saya juga mohon maaf jika ada salah kata yang menyinggung, semoga dihari kemenangan ini kita tetap diberikan kesehatan, dihindarkan dari segala penyakit. Jangan lupa selalu memakai masker, cuci tangan setelah berjabatan dan selalu berjaga jarak.