PERNIKAHAN MENDADAK

PERNIKAHAN MENDADAK
Episode 23


__ADS_3

" Mami sama papi ngapain di dalam kamar mandi malam-malam?." Tanya Rey dengan wajah polosnya.


" Tanya mami." Ucap Ricky santai yang langsung berjalan menuju kamar mandi Mutia melototkan matanya dan membuang nafasnya kesel suaminya melimpahkan tanggung jawab kepadanya.


"Awas saja kamu sayang gak ku berikan jatah." Gumam Mutia dalam hatiyang menatap pintu kamar mandi sedangkan Rey menyanyakan banyak pertanyaan kepalanya.


" Mami tadi ngapain di dalam kamar mandi sama papi? apa mami dan papi mandi malam-malam? apa tidak masuk angin? apa tidak takut setan kan kamar mandi itu tempatnya apa lagi ini kan malam? dan kenapa papi ke kamar mandi lagi ? untung aja tadi Rey gak pipis diselana nungguin papi sama mami yang lama banget atau mami takut ke kamar mandi sendirian?." Tanya Rey dengan banyak pertanyaan Mutia menelan ludahnya dengan susah payah mendengar banyaknya pertanyaan yang diucapkan Rey.


" Rey ini sudah malam bukannya tidur malah berisik nanti adik Roy dengar suara cemprengmy." Ucap Ray serak yang terusik tanpa membukanya.


" Tapi kak." Ucap Rey ingin menolak, tetapi duluan dipotong.


" Tidur sekarang atau tidur diluar kamar." Ucap Ray tegas tidak mau dibantah.


" Kakak tega." Ucap Rey dengan cemberut, tetapi tetap menuruti ucapan Ray.


Sedangkan dikamar mandi


" Jadi harus mandi air dingin malam-malam padahal kan ada teman duet nasib-nasib mudah-mudahan Roy dan adiknya tidak seperti Rey selalu menganggu kesenangan papinya." Gurutu Ricky sambil menuntaskan yang belum selesai dengan wajah kesel.


Pagi hari


" Sayang kita ke dokter dulu periksa si kecil takut dia kenapa-napa karena dalam sebulan dia sudah naik pesawat 2 kali." Ucap Ricky yang khawatir akan kondisi calon anaknya yang masih dikandungan Mutia, pasalnya Mutia sudah 2 kali naik pesawat dari America ke Indonesian perjalanan yang cukup jauh dan Jakarta ke Samarinda dan sekarang balik lagi ke Jakarta karena ingin menjenguk papah Zainal yang sedang sakit sekaligus Ricky mau berkenalan dengan papah mertuanya itu.


" Iya benar mi biar Ray yang jaga Rey dan Roy dihotel mami dan papi pergi periksa aja." Ucap Ray yang ikut khawatir dan kasihan kalau harus membawa mereka.


" Gak aku mau ikut." Ucap Rey cepat tidak mau ditinggal.


" Rey mami dan papi bukan jalan-jalan kamu ikut yang ada malah menyisahkan." Ucap Ray menatap tajam Rey membuat mata Rey berkaca-kaca.


" Kalian semua ikut tidak ada yang ditinggal kita sekaligus mau cek out." Ucap Ricky tegas.

__ADS_1


" Kok cek out pi?." Tanya Rey penasaran Ray juga sebenarnya penasaran, tetapi dia diam mendengarkan karena sudah ada juru bertanya.


" Karena disini sudah tidak aman." Jawab Ricky singkat.


" Apa karena yang tadi malam pi sampai membuat papi dan mami masuk ke dalam kamar mandi?." Tanya Rey mengingat kejadian tadi malam sontak hal itu membuat wajah Mutia memerah.


" Rey diam." Bentak Ricky dan Ray bersamaan.


Setengah jam akhirnya mereka cek out dan di luar loby berpapasan dengan Nando, tapi untungnya tas-tas mereka sudah dimasukkan ke dalam bagasi mobil.


" Kalian mau kemana?." Tanya Nando dan menatap Ricky tidak suka.


" Periksa kandungan." Jawab Ricky memeluk pingang Mutia posesif sedangkan tangan yang satunya mengelus perut Mutia dengan memasang senyum terpaksa, Mutia juga memasang senyum manisnya dengan menatap Ricky.


" Periksa dimana?." Tanya Nando.


" Hahaha om ini lucu sekali ya kalau periksa di dokter." Jawab Rey dengan tertawa mengejek Mutia menahan senyumnya sedangkan Ricky dan Ray tersenyum sinis.


" Maksudnya dokter dimana?." Tanya Nando memperbaiki pertanyaan sebelumnya.


" Dimana-mana yang ada praktek dokter kandungan." Jawab Rey dengan menatap Nando agak kesel.


" Kamu bisa diam dulu gak sayang." Ucap Nando memasang senyum manis terpaksanya.


" Ini anak menyebalkan juga sama kayak saudara dan papinya." Gumam Nando dalam hati kesel.


" Kenapa Rey harus diam, kan Rey jawab pertanyaan om. Om juga kenapa nanya-nanya kalau gak mau dijawab dan jangan kepo dengan urusan orang." Jawab Rey sok dewasa dengan wajah kesel menatap Nando, dia tidak ingat kalau dirinya sendiri kepo banget.


" Iya, tapi om tanya sama mamimu." Ucap Nando membela diri.


" Apa bedanya jawaban Rey dan mami?." Tanya Rey menantang membuat Nando terdiam sedangkan Mutia, Ricky dan Ray hanya diam mendengar serta menjadi penonton perdebatan antara anak kecil dan laki-laki dewasa.

__ADS_1


" Sabar-sabar Nando kamu harus mendapatkan hati anaknya baru kamu bisa mendekatinya kembali, tapi kenapa sikap anak-anaknya menyebalkan ini pasti didikan papinya." Gumam Nando dalam hati kesel banget dengan Rey, tetapi dia tetap berusaha tenang.


" Ehem." Dehem Ricky yang sudah jenguh dengan suasana yang membuat hatinya gerah.


" Maaf mas ada apa ya nanyain kami mau periksa kandungan dimana?." Tanya Ricky sopan.


" Kebetulan saya dokter biar saya saja yang periksa dan panggil saya Nando saja tidak usah pakai mas." Ucap Nando menawarkan dirinya.


" Enak aja dia mau memeriksa istri tercintaku, perempuan saja tidak sembarangan bisa menyentuhnya, apa lagi dia yang notabenya adalah mantan suami gak akan aku biarin." Gumam Ricky dalam hati mengerutu kesel.


" Oh gitu, jadi kamu ini dokter kandungan?." Tanya Ricky yang sebenarnya dia sudah tau kalau Nando adalah dokter, tapi bukan dokter kandungan.


" Bukan, saya dokter spesialis jantung." Jawab Nando yang langsung dipotong.


" Maaf sebelumnya bukannya menolak, tapi kami juga pengen berkonsultasi sama dokter spesialis dan sekaligus usg." Ucap Ricky menolak secara halus.


" Papi kakiku capek berdiri terus, jadi gak ni kita lihat adik?." Tanya Ray dingin menatap Nando tajam.


" Iya jadilah Ray sabar sebentar." Jawab Mutia


" Maaf Nando kami permisi dulu assalamu'alaikum." Ucap Mutia acuh tak mau ambil pusing dengan laki-laki yang ada di hadapannya itu, walaupun dia tidak ingat dengan laki-laki yang menjadi mantan suaminya itu mulai dari pernikahan sampai dengan perceraiannya dia tetap menghargainya. Tetapi bukan dengan cara mengikutinya secara diam-diam kalau dia berniat untuk memberitahu kondisi papahnya, terlebih kemarin dia masuk begitu saja ke kamar hotel tanpa izin untung saja suaminya datang tepat waktu. Selain itu Mutia juga capek dia langsung berjalan mendahului mereka semua masuk ke dalam mobil diikuti Ray dan Rey dibalakangnya, maklum semenjak hamil Mutia mudah capek kalau berdiri atau pun duduk lama.


" walaikumsalam." Jawab Nando melihat punggung Mutia, Ricky memilih mengikuti istri dan anak-anaknya dengan menahan rasa cemburunya.


Apakah secepat itu kamu sudah melupakanku sayang? bahkan seolah-olah kamu tidak mengingatku, sikapmu yang seperti ini membuatku sakit aku sangat mencintaimu aku akan merebutmu kembali." Gumam Nando dalam hati menatap sendu mobil yang sudah berjalan.


Di Jakarta


" Mas ayo makan kalau kamu gak makan gimana kamu akan sembuh." Ucap Sarah membujuk papah Zainal.


" Aku mau putriku." Ucap papah Zainal lirih dengan air mata menyesali apa yang telah dia lakukan di masa lalu, Sarah membuang nafasnya kasar karena papah Zainal tetap menolak dan akhirnya Sarah keluar dari kamar berpapasan dengan Rangga anak keduanya.

__ADS_1


__ADS_2