PERNIKAHAN MENDADAK

PERNIKAHAN MENDADAK
Episode 43


__ADS_3

" Kenapa bibirnya dimajuin kayak gitu mau minta cium? entar aja ya kalau kita sudah ketemu tempat untuk menginap malam ini aku akan memberikanmu jatah, aku tau kamu pasti merindukannya kan?."Ucap Ricki mengoda saat Muia marah kepadanya tidak lupa mengedipkan sebelahmatanya sert alisnya yang dinaik turunkan.


" Apan sih jangan berbicara seperti itu kita itu masih di luar kalau di dengar orang kan gak enak." Ucap Mutia dengan wajah yang memerah dia tidak memungkiri hal itu memang dia merindukannya.


" Mereka juga pasti akan mengerti, jadi jangan malu-malu kucing bilang aja kalau pengen entar gak dikasih marah lagi." Ucap Ricki dengan menyembunyikan senyum tipisnya.yang tidak dilihat oleh Mutia sedangkan Mutia memikirkannya.


" Kalau pura-pura menolak dia pasti nanti akan marah atau merajuk dan benar-benar aku gak menadapatkan jatahlu bisa gawat ini, terus aku mendapatkannya dari mana lagi kalau bukan dia." Gumam Mutia dalam hati mulai gelisah walau dia seorang perempuan dia tidak munafik kalau dia juga membutuhkan nafkah batin dan kalau Ricki marah atau merajuk bagaimanadia akan mendapatkannya, apa lagi Ricki sudah lama tidak mendapatkan darinya selama dia koma yang ada malahan dia mencari perempuan lain lagi


" Pengen sih." Jawab Mutia yang langsung dipotong.


" Yaudah ayo cepat jalannya biar kita cepat sampainya di rumah temanmu itu." Ucap Ricki dengan semangat 45 membuat Mutia menahan senyumnya.


" Ya terus kalau sampai kita lakuin gitu, kalau iya namanya gak tau malu sudah numpang gak tau diri." Ucap Mutia yang tau isi pikiran Ricki.


" Temanmu juga pasti tau." Ucap Ricki dipotong.


" Gak ada ya kita lakuin setelah aku ketemu dengan putra-putraku dan jangan harap mendapatkannya kalau aku belum ketemu atau mencoba-coba bermain didepanku."


" Yah kok gitu." Ucap Ricki lemas mendengarnya.

__ADS_1


" Berarti kalau sudah ketemu dengan putra-putra kita aku boleh minta jatahku dan ditambah beberapa ronde." Ucap Ricki membuat Mutia memicingkan matanya dan akhirnya menganggukkan kepalanya agar Ricki bersemangat untuk cepat memikirkan caranya untuk mereka bisa sampai ke Jakarta secepatnya.


" Beneran ini bisa membawa kita ke Jakarta secepatnya, kok aku gak yain ya." Ucap Mutia yang sebenarya belum mengetahui siapa sebenarnya suaminya dan masa lalunya karena dia menganggap sifat dan sika Ricki selama hidup bersamanya tidak ada yang aneh-aneh sehingga Mutia tidak ada curiga sama sekali, dia memang mengetahui kalau pekerjaan Ricki adalah seorang hacker sehingga dia bisa bekerja dimana saja termaksud di rumah tanpa harus setiap hari perg ke kantor.


Jadi kamu meragukan kemampuan suamimu ini baiklah akan aku tunjukan siapa suamimu yang tampan ini." Ucap Ricki dengan tersenyum menyerigai membuat Mutia bergindik ngeri dia tau kalau Ricki sudah seperti itu dia bisa habis dimakan karena dia sudah berani menantangnya.


" Eh bukan begitu maksudku." Ucap Mutia panik sehingga membuat otaknya menjadi blang.


" Gak usah panik gitu dong sayangkan kamu melayani suami juga akan mendapatkan pahala dan kamu tidak perlu bingung bagaimana caraku untuk membawa kita kembali ke Jakarta itu semua urusanku,selain itu kamu istriku yang paling aku cintai apapun akan aku lakukan hanya untuk kalian keluarga kecilku yang pasti aku tidak akan membiarkan ada orang ketika yang berada diantara keluaga kecil kita meskipun itu dariku maupun darimu." Ucap Ricki serius dan dar sorot matanya terdapat kesedihan di dalamnya yang membuat Mutia bingung karena Ricki tidak mau memberitahunya apa yang terjadi dengan dirinya dimasa lalu.


" Emm aku akan coba ke rumah temanku di sekitar sini mudah-mudahan dia belum pindah dan nolehin kita numpang." Ucap Mutia.


" Terus motor yang kita pinjam tadi bagaimana?." Tanya Ricki yang baru mengingat motor yang mereka pakai tadi.


" Ngomong-ngomong apa kita akan terus berjalan terus sampai rumah teman kamu itu?." Tanya Ricki karena mereka dari tadi berjalan sambil membawa tas gede seperti orang yang mau pindahan saja yang ada malah menimbulkan banyak pertanyaan bagi warga yang ada di sekitar.


" Eh ya enggaklah pesan taxi aja lagian kalau kita jalan kaki itu resikonya lebih besar selain ketahuan luka bekas oprasimu juga bakalan sakit nantinya." Ucap Mutia yang baru menyadarinya.


" Yaudah tunggu apa lagi pesan sekarang." Ucap Ricki membuat Mutia menganggak dan karena lapar dia lebih memilih menurutinya.

__ADS_1


Keesokan harinya


" Sayang ayo bangun." Ucap Ricki membangunkan Mutia dengan baju yang sudah rapi mengendong Rea yang sudah sama-sama rapi.


" 5 menit lagi." Jawab Mutia tanpa membuka mata.


" Gak bisa, kalau kamu gak mau mandi paling tidak cuci muka dan gosok gigi atau kita gak akan bisa ke Jakarta dan akan terjebak disini terus apa kamu gak kangen dengan ketiga putra kita." Ucap Ricki membuat kedua mata Mutia langsung terbuka.


" Kangenlah mana ada seorang ibu yang tidak kangen dengan anaknya." Jawab Mutia sambil memperhatikan Ricki da Rea yang wangi dan rapi membuatnya cepat-cepat bangun dari tempat tidur dan menuju kamar mandi.


" Pakai jaket ini." Perintah Ricki setelah Mutia memakai bajunya langsung menyodorkan jaket berwarna merah.


" Maaf ya merepotkanmu Nata dan terima kasih kamu sudah memperboleh kami menumpang dirumahmu." Ucap Mutia sebelum mereka pamit.


" Kamu itu kayak siapa aja kita kan saudara walaupun tidak memiliki hubungan darah." Ucap Nata yang memiliki nasib tidak jauh berbeda dengan Mutia bedanya yang menghianati kakak laki-lakinya lebih memilih perempuan yang menguras harta keluarganya dan mempengaruhi kakaknya hingga mengakibatkan kedua orang tuanya meninggal dunia akibat serangan jantung mendengar rumah dan harta mereka telah dijual oleh anak laki-laki kebangaannya.


" Mutia, Rea dan Ricki masuk ke dalam sebuah mobil dengan supir yang akan membawa mereka ke bandara, Ricki membawa mereka ke sebuah ruangan yang di dalamnya juga terdapat seorang perempuan yang juga sedang mengendong seorang bayi dan seorag laki-laki yang memakai baju yang sama dengan Ricki membuat Mutia mengerutkan keningnya.


" Buka jaketmu sayang biar aku aja yang buka jaket Rea." Perintah Ricki Mutia menurut saja setelah itu jaket yag Mutia dan Rea pakai tadi dipakai kan kepada seorang perempuan yang mengendong bayi membuat Mutia mengerti dengan rencana Ricki.

__ADS_1


Setelah sepasang suami istri dan anaknya itu pergi Mutia menatap kepala yang masih bersama dengan mereka dan menyuruhnya untuk mengikuti orang-orang Nando yang sekarang mengikuti sepasang suami istri tidak berapa lama ada 2 orang menghampiri mereka.


" Bos keadaan sudah aman sekarang kita bisa terbang." Ucap salah satu oranya yang memakai baju hitam Mutia mengenyit keningnya dan dibenaknya terdapat banyak pertanyaan yang ingin dia tanyakan, tapi dia tahan.


__ADS_2