
" Sayang kamu gak perlu takut ada aku yang akan melindungi kalian." Ucap Ricki yang melihat reaksi Mutia dan da mencoba untuk meyakinkan kalau tidak akan terjadi apa-apa.
" Iya aku percaya, tapi mereka sekarang sudah ada dibandara terus kita harus bagaimana." Ucap Mutia memberitahu karena pada saat Ricki bercerita kejadian yang diceritakan Ricki tergambar difikirannya secara tiba-tiba sedangkan Ricki yang mencengar ucapan Mutia mengerutkan keningnya bingung.
" Maksudmu apa sayang aku gak mengerti?." Tanya Ricki.
" Begini dulu pada saat aku masih kecil aku bisa melihat hal-hal yang gaib bahkan kalau orang bercerita akan langsung tergambar kejadiannya seperti apa sehingga membuatku dulu sering mendapatkan serangan semacam santet, sehingga papah menutup mata batinku dan perasaku diorang pintar sampai." Jelas Mutia panjang lebar terhenti.
" Sampai apa?." Tanya Ricki penasaran.
" Sampai pada saat aku sadar di rumah sakit mata batin dan perasaku kembali terbuka." Ucap Mutia
" Maksudnya istriku ini anak indigo gitu." Ucap Ricki yang memang tau ada anak indigo.
" Bukan, bisa melihat dan merasakan bukan berarti indigo." Ucap Mutia yang tidak mau dianggap bahwa dia adalah anak indigo.
" Ok sayangnya aku kita bagi tugas kamu melihat secara batinmu untuk melihat pergerakkan mereka dan aku yang akan mengatur strateginya bagaimana." Ucap Ricki dan Mutia menganggukkan kepalanya.
" Tapi kamu gak marah kan sayang dengan masa laluku yang membuat kalian ikut terseret sekarang." Ucap Ricki yang menyesel karena dia harus melibatkan istri dan anak-anaknya.
" Mau marah juga percuma gak akan membuat keadaan menjadi berubah yang terpenting sekarang kita fikirkan keselamatan keluarga kita dan aku gak mau sampai papah dan yang lainnya sampai terkena juga, jadi kita harus mencari rencana agar bisa mengecoh mereka." Ucap Mutia yang membuat Ricki lega dan mereka mulai merencanakan apa saja yang akan dilakukan.
Beberapa hari kemudian
Kebetulan sekarang hari ini hari minggu sehingga Mutia dan keempat anaknya hanya berkumpul dirumah karena dia tidak mau kalau nantinya tiba-tiba bertemu dengan musuh Ricki dijalan yang ada malah menambah masalah terlebih sekarang Ricki tidak ada dirumah karena Ricki pergi ke markasnya yang ada di Indonesia untuk mengecoh musuh agar mereka tidak mengetahui keberadaan istrinya dan anak-anaknya sambil memantau keadaan dari sana sampai suaana aman baru dia akan kembali ke rumah.
__ADS_1
" Mi papi kok gak pulang-pulang sih?." Tanya Rey protes karena memang dia pergi tidak pamit ke Rey hanya kepadanya dan Ray.
" Papi lagi sibuk sayang sabar ya nanti juga papimu akan pulang." Jawab Mutia memberikan pengertian.
" Terserah yang penting maminya jangan pergi lagi kayak kemarin." Ucap Rey dengan manja Mutia mengelus kepalanya Rey sambil menyuapi Roy serta mengawasi Rea yang tertidur agar tidak diusili Rey sedangkan Ray fokus dengan hpnya entah apa yang dia lakukan.
" Ting." Bunyi pesan masuk di hp Mutia yang menandakan bahaya Mutia dan Ray saling menatap memberikan kode.
" Sayang ayo kita jalan-jalan." Ajak Mutia dadakan membuat Rey mengerutkan keningnya.
" Kenapa mi bukannya tadi katanya kita dirumah aja gak jalan-jalan? kenapa sekarang kita jalan?." Tanya Rey yang mulai jiwa penasarannya muncul.
" Sudah jangan banyak tanya lakukan aja kalau orang tua bilang." Ucap Ray dingin membuat Rey cemberut dan Rey tetap mengikutinya walau dengan mengeruti, tetapi tidak dihiraukan.
Akhirnya mereka langsung menaikin mobil dengan cepat Mutia langsung mengendong Rea sedangkan Ray mengandeng Rey dan Roy untuk masuk ke dalam mobil, baru setengah jalan ada sebuah mobil yang menghadang mobil mereka membuat jantung Mutia berdegug dengan kencang bukan takut dirinya akan terluka, tetapi takut anak-anaknya terluka.
" Sial kenapa dia ada disini di dalam keadaan darurat begini kayak gak ada waktu saja, lagian mau ngapain lagi dia menemuiku kitakan sudah gak ada apa-apa lagi." Umpat Mutia kesal di dalam hati karena Nando datang disaat yang tidak tepat.
" Tok tok tok." Ketuk Nando berulang kali tetapi Mutia tidak membukanya.
" Keluar sayang atau aku pecahin kaca mobilnya." Ancam Nando dengan meninggikan suaranya, tapi baru saja Mutia ingin membuka pintunya ada mobil lain yang berhenti dan ada beberapa orang berpakaian hitam yang menghampiri mobilnya.
" Itu mereka yang ada dibandara itu kan? hah lama-lama aku bisa gila ." Tanya Mutia pada dirinya sendiri di dalam hati dan dia melihat Nando yang ditegur.
" Ngapain anda berhenti disini?." Tanya salah satu dari orang yang berbaju hitam menegur Nando.
__ADS_1
" Saya lagi ngejar istri saya yang lagi marah bapak-bapak sendiri ngapain ada disini." Jawab Nando santai Mutia yang mendengarnya tersenyum sinis.
" Cepat pergi dari sini sebelum anda menyesal." Peringatnya membuat Nando mengenyitkan keningnya.
" Iya saya dan istri saya akan pergi." Ucap Nando yang tidak ingin membiarkan Mutia bersama orang-orang yang ada dihadapannya.
" Kamu sendiri saja yang pergi cepat." Ucapnya tidak mau dibantah.
" Saya gak akan pergi kalau tidak dengan istri saya." Ucap Nando menolah dia tidak rela dan takut kalau Mutia akan diapa-apain, jika dia meninggalkan Mutia sendirian kepada orang-orang yang tidak dikenal pada akhirnya Nando berkelahi seorang diri dengan beberapa orang.
" Ternyata dia nekat juga dia gak tau apa siapa yang dia hadapi sekarang." Ucap Mutia lirikh dan beberpa menit kemudian terdengar suara Rey dan Rio yang berteriak ketakutan Mutia melihat arah yang dilihat Rey dan Roy ternyata Nando sudah berlumuran darah dengan perut yang ditusuk berulang kali edangkan pengendara lalu lintas tidak berani menolongnya mereka lebih baik melajukan kendaraannya dengan kencang bahkan memutar balik kendaraannya.
" Keluar." Bentak laki-laki yang ada diluar mencoba membuka pintu mobil dengan paksa dan langsung memecahkan kaca mobil.
" Aaaakhh." Teriak Mutia melindungi dan menutupi Rea yang berada di dalam gendongannya, Rea yang mendengar teriakan maminya berteriak terkejut menangis kencang.
" Diam kalau gak dia akan di diamkan selamanya." Bentaknya saat mendengar Rea berteriak dan dia mencoba mencoba merebut Rea dalam gendongan Mutia.
" Deg." Detak jantung Mutia berdebar kencang dia mempertahankan Rea di dalam gendongannya.
" Iya saya akan mendiamkan anak saya." Ucap Mutia dia lebih memilih untuk mengalah karena tidak baik kalau dia melawan akan berimbah kepada anak-anaknya, sehingga mereka mengikuti mereka.
1 jam kemudian
Mereka sudah sampai disebuah rumah mewah dan ketika masuk ke dalamnya mereka tercenang ternyata di dalamnya berisi barang-barang mewah yang harganya sangat fantastis yang mungkin hanya di jual dipelelangan ilegal dan Mutia melirik ada seorang laki-laki yang masih muda duduk disofa tunggal dengan kaki menyilangkan di kaki satunya.
__ADS_1
" Hahaha.... ternyata seorang Ricki Wicaksono diam-diam telah mempunyai istri dan anak." Ucap laki-laki muda itu Mutia lebih memilih menundukkan kepalanya menetralkan raut wajahnya yang sekarang pucat pasi ketika mendapatkan bayangan-bayangan apa saya yang pernah terjadi di rumah mewah ini.