
" Ayo keluar biarkan putriku beristirahat." Ucap papa Zainal mengajak Nando untuk keluar ketika membuka pintu mereka berdua mendapati Nicko.
" Nicko kamu datang nak." Ucap papah Zainal bahagia dan ingin memeluknya dengan cepat ditepis
" Jangan menyentuhku." Ucap Nicko dingin.
" Baiklah, bagaimana kabarmu?." Tanya papah Zainal basa-basi.
" Minggir saya mau masuk." Ucap Nicko dingin tanpa mau menjawab papah Zainal menyingkir Nicko langsung melenggang masuk dan mengunci pintunya, dia menatap Mutia dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
" Sayang adik abang yang cantik maafin abang ya yang gak bisa mewujudkan keinginanmu untuk memiliki keluarga yang utuh, tapi abang janji akan selalu menjagamu walaupun nyawa abang sendiri yang menjadi taruhannya. Kita memang berbeda ibu, tapi itu semua tidak mengurangi kasih sayang abang kepadamu terlebih ibu abang sendiri yang telah membuatmu menderita. Kesalahan mereka yang terlalu terobsesi dengan masa lalu yang terhalang oleh restu membuat tidak bisa bersama, sehingga pada akhirnya mereka melepaskan pasangan mereka masing-masing tanpa memikirkan banyak orang yang menderita karena keputusan mereka. Huff mereka para orang tua lebih mementingkan diri mereka sendiri dengan memilihkan pasangan untuk anaknya yang memiliki status sama sepertinya, padahal kebahagiaan itu tidak bisa diukur dari status yang di miliki seseorang sehingga ini semua terjadi." Ucap Nicko dengan menangis.
" Abang tau kamu sudah sadar dek abang tidak meminta kamu memaafkan semuanya, abang hanya ingin kamu tau kalau abang sangat menyayangimu. Kita adalah korban mereka yang terlalu egois tanpa melihat dampak kedepannya abang tau kamu adalah perempuan yang kuat kamu harus tetap kuat dek demi adik-adik yang masih membutuhkan sosok ibu darimu, jangan menyesali yang telah terjadi semua itu sudah takdirnya iklaskan kedua ibumu biarkan mereka tenang dialam sana." Ucap Nicko Mutia terisak dan Nicko memeluknya
" Hiks hiks hiks semua itu karena aku kalau saja aku tidak lahir mungkin semuanya tidak seperti ini papah akan bahagia bersama deng." Ucap Mutia terputus.
" Kamu jangan berbicara seperti itu kamu adalah anugrah yang telah di berikan Allah buktinya dari banyaknya anak-anaknya hanya kamu yang terlahir menjadi seorang perempuan, aku tau pada saat itu dia ingin meninggalkan ibumu. Tapi apa Allah berkehendak lain ibumu malah hamil kamu sehingga membuatnya tidak bisa menceraikan ibumu dan setelah ibumu melahirkan dia berniat untuk menceraikan karena dia yakin anak yang ibumu kandung adalah seorang laki-laki, tapi ibumu malah melahirkan anak perempuan yang membuatnya takut sehingga mau tidak mau dia menuruti semua keinginanmu termaksud menikah lagi dengan orang lain setelah ibumu meninggal karena dia takut karma itu akan menimpamu putrinya." Jelas Nicko panjang lebar Mutia hanya menanggis dalam pelukan Nicko.
Flashback On
Beberapa tahun yang lalu Mutia yang akan mendaftar kuliah tidak sengaja melihat papahnya bersama dengan seorang perempuan dia tidak melihat wajah perempuan itu karena membelakanginya, jadi memutuskan untuk mendengar apa yang mereka bicarakan, bagai petir disiang bolong dia mendapati kenyataan bahwa papahnya berselingkuh bahkan telah mempunyai anak. Mutia memutuskan untuk pergi sebelum papanya dan perempuan itu menyadari kalau dia ada di sana, Mutia menanggis sejadi-jadinya sambil mengendarai motornya.
__ADS_1
" Kenapa? kenapa semua ini terjadi dikeluargaku? ternyata ini yang membuatnya jarang pulang bahkan mengabaikan kami anak-anaknya, kenapa dia tidak sekalian saja meninggalkan kami berdua pada saat itu sehingga kami tidak mengetahui siapa dia." Ucap Mutia sambil menanggis dia tidak menghiraukan tatapan mata orang-orang yang melihatnya dan sejak saat itu dia selalu menghindar.
Beberapa bulan setelah mama Jenny melahirkan papah Zainal meminta bercerai dengannya sedangkan mama Jenny menanggis tidak ingin diceraikan dan aku mendengar mama Jenny berkata.
" Mas jangan ceraikan aku demi anak-anak mereka masih memerlukan sosok ayah, aku bahkan tidak pernah mengeluh kalau kamu tidak pulang aku tau kamu sudah memiliki perempuan lain." Ucap mama Jenny membuatku menanggis dalam diam mendengarnya haiku bagai disayat sangat perih walau bagaimana pun aku yang telah membuatnya menikah dengan papa hingga membuatnya menjadi sengsara.
" Oh bagus ternyata kamu sudah tau aku bahkan sudah muak dengan sandiwara yang aku mainkan terus, bahkan aku harus membagi fikiranku antara yang di sana dan disini." Ucap papah Zainal yang membuatku tidak percaya dan membuatku sudah tidak tahan mendengarnya.
" Bruk." Aku membuka kasar pintu kamar.
" Oh ternyata semua yang anda lakukan semuanya ini hanya kepalsuan kalau anda mau pergi bersama istri dan anak-anak anda kami tidak apa-apa disini dan yang anda perlu ingat 1 kalau anda memutuskan itu jangan pernah datang kesini lagi dan anggap kami telah mati begitupun sebaliknya kami juga akan menganggap anda sudah mati." Ucap Mutia sinis dengan derai air mata.
" Jangan mengalihkan pembicaraan." Ucap Mutia menatap tajam papah Zainal.
" Ok karena kamu sudah tau papah tidak perlu lagi bersandiwara, tapi papah gak akan meninggalkan kamu walau bagaimana pun kamu adalah putriku darah darah dagingku." Ucap papah Zainal Mutia mengelengkan kepalanya.
" Apakah ini sifat aslinya yang dia sembunyikan? kenapa bunda bisa memilih laki-laki sepertinya untuk menjadi pendamping hidupnya?." Gumam Mutia dalam hati bertanya-tanya.
" Ya aku memang putrimu atau yang lebih tepatnya putri yang tidak diharapkan kehadirannya." Ucap Mutia terpotong.
" Plak." papah Zainal menampar Mutia.
__ADS_1
Tampar tampar lagi aku memang bicara kenyataan kalau aku memang putri yang tidak di inginkan karena kehadiranku membuat anda tidak bersama dengan perempuan yang anda cintai ya kan." Ucap Mutia yang langsung dipeluk oleh mama Jenny yang juga menanggis.
Deg
" Sayang maafin papah, papah gak bermaksud memamparmu. Kamu jangan bicara seperti itu gak ada satu orang tua pun yang tidak menginginkan anak." Ucap papah Zainal terhenti.
" Terlebih kamu terlahir perempuan walau awalnya aku terkejut sekaligus bahagia." Gumam papah Zainal dalam hati melanjutkan.
" Kamu jangan dengarkan apa yang orang katakan papah sangat menyayangimu, papah akan melakukan apapun untukmu." Ucap papah Zainal serius.
" Baiklah, tinggalkan perempuan itu." Ucap Mutia tegas.
" Tidak untuk hal itu papah tidak akan meninggalkannya, papah harap kamu bisa menerimanya menjadi mamamu dia juga baik dan bisa menyayangimu melebihi mama Jenny." Ucap papah Zainal menolak.
" Mengabulkan permintaanku saja anda tidak bisa dan sekarang anda menjanjikan dia bisa menyayangiku melebihi mama Jenny yang memiliki hubungan darah, apakah anda fikir ada orang lain yang akan menyayangi anak sambung yang membuat suaminya tidak bisa bersamanya setiap waktu?." Ucap Mutia membuat papah Zainal bungkam.
" Maaf papah tidak bisa mengabulkan permintaanmu dan papah sudah memutuskan kamu ikut bersama dengan papah sekarang atau setelah perceraian." Ucap papah Zainal.
" Gak aku gak mau." Ucap Mutia ingin pergi, tetapi tangannya langsung dipegang oleh papah Zainal dan melepas paksa pelukan mama Jenny membawa paksa Mutia masuk kedalam mobil walau Mutia memberontak tidak ingin masuk ke dalam mobil.
" Jangan bawa anakku." Teriak mama Jenny mengejar mobil yang membawa Mutia, tetapi tidak berhasil.
__ADS_1